Duren & Jantik

Duren & Jantik
Kehadiran mu....



Suasana siang itu terdengar ramai, canda tawa di kediaman Ghurair membuat keceriaan dan kebahagiaan datang kembali. Apalagi April juga senang karena Tiara akan menginap malam ini di rumah nya. Tiara pun semakin akrab dengan keluarga Ghurair


Disisi lain Oemar yang sedang berada di ruang kerja bersama Vino tengah meradang kala mendengar laporan dari Vino jika Bobby sudah kabur ke luar negri untuk menghindari pertanggung jawaban an.


Yaa....kala itu saat Oemar mengetahui keadaan April sudah siauman ia pun memutuskan untuk meminta Bobby mempertanggung jawab kan perbuatan nya yakni menikahi Melly, karena Oemar khawatir masa depan Melly sudah hancur dengan di renggut nya kehormatan milik adiknya itu, meski Melly pun memang bersalah tapi mereka harus dinikahkan agar tak terjadi hal yang lebih mengerikan.


Walau hati kecil nya ingin memenjarakan dan membunuh pria itu dan keluarga nya namun ia pun tak ingin egois.


Kini ia harus mendengar jika Bobby memilih kabur dari pada tanggung jawab membuat Oemar semakin di luputi rasa marah yang membuncak.


"Dasar keluarga tak tahu di untung masih mending kita suruh dia menikahi Melly tapi dia malah kabur dan keluarga nya malah melindungi pria ingusan yang brengsek itu...." ucap Oemar penuh amarah


"Yaa... kita sudah mencari nya dan bahkan tim Red Room sudah menemukan keberadaan nya jika dia sekarang sedang berada di Eton College , Inggris . Apakah kita harus menyeret nya kesini ..." tanya Vino


"Huft...seperti nya tak perlu Vin, jika kita menyeret nya pun akan membuat Melly semakin tersiksa. Dia tak ada niat untuk bertanggung jawab malah kabur itu artinya dia hanya bermain-main saja dengan Melly. Dan yang bodoh disini adalah adik gue Vin...." ucap Oemar dengan keputus asaan nya.


" Sabar ya broo semoga ada jalan untuk Melly, gimana pun gue juga merasa berduka sebab Melly udah gue anggep adek Broo...."


Oemar pun mengangguk dan menatap ke luar jendela di ruang itu, tak lama terdengar seseorang yang mengetuk pintu


tok tok tok


"Masuk...." sahut Oemar dari dalam


Pintu pun terbuka rupanya Bi Inah yang mengetuk barusan


"Permisi Den tuan besar sudah pulang dan membawa putra sulung aden, dan aden disuruh segera ke kamar utama..." jawab bi Inah


Sekilas Oemar pun mengembangkan senyum bahagia nya.


"Oke bi makasih, sebentar lagi saya keluar...."


Setelah bi Inah pergi Vino pun penasaran dengan ucapan bi Inah barusan.


"Siapa Broo.. maksud nya apaan sih kok gue gak tau..." tanya Vino semakin kepo


"Loe belum pernah ketemu anak gue kan, yuk kita temuin anak ganteng dan jenius gue, dia pinter banget...." jawab nya senang


"Maksud loe Abhi??? bukan nya dia lagi mesantren...." ujar Vino heran


"Iya... dan sekarang dia lagi liburan semester, jadi papa selama Dua hari ini pergi ke sana untuk menjemput cucu pertama nya...." jelas Oemar


"Wah.. yuk ah..gak sabar gue.. dari foto anak loe ganteng banget..."


Mereka pun membereskan pekerjaan mereka yang sudah di bahas tadi dan meninggalkan ruang kerja.


Sementara itu di kamar April saat dia sedang bersenda gurau dengan Tiara, ibu mertua ,putri serta adik iparnya ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tak pernah ia bayangkan.


"Assalamualaikum Bunda....." ucap Abhi yang kini sudah berada di ambang pintu, di belakang nya pun sudah berdiri Hendro yang memegang pundak Abhi.


April pun menoleh dan menatap rindu pada sang putra, ia begitu terkejut dengan kehadiran putra nya disini


"A-Abhi...." ucap nya terbata


Abhi pun berlari dan memeluk sang bunda yang masih duduk di atas kasur, April pun membalas pelukan itu dan meneteskan air mata nya , sungguh ia sangat merindukan putra nya, jika saja Abhi ingin sekolah disini ia tak akan berpisah jauh dari nya namun Abhi memilki kehendak nya sendiri ia sangat ingin menuntut ilmu di Turki.


"Ya Allah Abhi... Bunda kangen banget.. , pah..kok Abhi ada disini...." tanya April masih dengan memeluk sang putra


"Papa yang jemput nak...." jawab Hendro dengan senyum


"Masya Allah makasih banyak ya pah... April sampai lupa kalau ini sudah masuk libur semester nya Abhi...." jawab April senang ia pun mengecup wajah Abhi dengan penuh haru


"Duh...yang kangen sampe papa nya di lupain nih...." sahut Oemar yang baru saja masuk ke kamar yang di ikuti Vino


"Papah...." lirik Abhi sambil berlari menghampiri sang papa Ia pun memeluk papa nya,


Oemar pun mengecup kepala sang putra dengan senang.


"Sini papa kenalin sama adik kamu, biasa nya ketemu kalau VC kan sekrang liat adik kamu...." ucap Oemar sambil menuntun sang putra menghampiri Aghnia


"Hay kak ..." jawab Nia sambil menghambur ke pelukan Abhi sontak saja Abhi yang terkejut pun langsung terjengkang jatuh ke belakang dan di tindihi Nia pula.


"Ah...awas...." ucap April dan Diva bersamaan


"Aduh...." sahut kedua bocah itu


"Ya ampun Nia pelan-pelan...." ucap Diva sambil membantu mereka berdiri


"Gak papa kok dek... kamu juga cantik ...." jawab Abhi


Mereka pun menertawakan kedua bocah yang lucu itu, bukan nya nangis malah saling puji.


Akhirnya Oemar pun mengenalkan Abhi pada Tiara, Melly dan Vino. Mereka senang kehadiran Abhi membuat rumah itu semakin ramai, terutama Nia ia yang begitu antusias karena di rumah itu ia memiliki teman.


Malam hari nya Saat Karin baru saja pulang kerja dan di ikuti kedatangan Tian yang juga baru pulang mereka pun senang dengan kedatangan Abhi di rumah nya.


"Ini kak Karin....dan ini kak Tian... " jawab Nia memperkenal kan Abhi pada mereka


"Hay..Abhi kamu ganteng banget sih..papa kamu aja kalah ganteng tau..." sapa Karin sambil mencubit hidung Abhi


"Iya nih kamu ganteng banget pinter lagi, dan terutama anak sholeh...." sahut Tian iku menimpali


"Terima kasih kak....." jawab Abhi malu, meski ia sudah datang dari tadi namun keluarga baru nya membuat ia masih saja malu dan canggung.


Setelah berbincang di ruang keluarga Oemar pun pamit ingin menemani April di kamar yang sedari tadi istrahat disana.


Saat Oemar membuka pintu ia pun melihat April yang tengah asik menonton film drama korea di TV kamar nya.


"Udah ngobrol nya mas...." tanya April penuh senyuman


"Udah sayang , sekrang ngantuk aku ganti baju dulu ya..." jawab nya sambil melenggang ke walk in closet.


Setelah selesai Oemar yang ingin tidur ia sudah membayangkan akan memeluk sang istri dan melanjutkan kejadian tadi siang, namun naas saat ia hendak duduk di ranjang ia di kejutkan dengan Aghnia dan Abhi yang datang.


"Ada apa sayang...." tanya nya padaa kedua bocah yang sudah membuka pintu kamar mereka, karena Oemar memang ak mengunci nya.


"Nia sama kak Abhi mau bobo disini ya pah...." ucap Nia polos


"Iya pah Abhi juga pengen disini sama papa dan bunda..."


"Hah...padahal mereka uda ada kamar masing-masing , tapi ya sudah lah mereka masih kangen sama mama nya nih...." ucap Oemar dalam hati


"Ya udah sini bobo.... " ajak Oemar, dan mereka pun langsung berhambur ke pelukan April kanan kiri, Oemar pun melihat kedua bocah itu malah menghalangi nya untuk memeluk April.


"Hadeh...gatot deh...." gumam nya


"Kenapa mas...." tanya April yang mendengar gumam an suaminya itu


"Enggak sayang.. udah tidur sana mereka kangen kamu tuh...." jawab Oemar sambil merebahkan dirinya di samping Abhi


April yang tahu jika suami nya itu sangat merindukan nya juga merasa terhibur kala kedua putra dan putri nya menghalangi Oemar untuk mendekap nya.


"Hihihi...sabar ya mas.... yuk sayang kita bobo...." ajak April sambil memeluk kedua tangan putra dan putri nya yang sudah ada di perut dia.


Mereka pun tertidur lelap dengan , kasur yang berukuran king size itu masih terlihat lebar meski di tiduri empat orang di dalam nya.


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay Readers jangan lupa like dan komen ya.... 😘


Terima kasih sudah mampir.....🙏🙏


🍃Happy Reading 🍃


🌞


☀️


.


.