
Seminggu pun telah berlalu lagi, selama seminggu ini Melly terus berhubungan dengan Bobby setiap malam ia kembali bertukar pesan dan telfon bersama Bobby, bahakn selama seminggu ini Bobby sering mengirim kan nya banyak makanan dan bunga untuknya, seperti malam ini ia pun sedang menikmati makanan dan sebuket bunga mawar yang baru saja ia terima dari Bobby.
"Beb...makasih ya.. bunga nya masih seger banget dan coklatnya juga enak..." ucap Melly manja
"Apapun beb buat kamu dan bayi kita..." jawab Bobby diseberang telfon dengan romantis.
Mereka pun berbincang ria sambil bertelfonan.
"Ya udah Beb udah malam kamu istirahat yah...jangan lupa besok sore aku tunggu kamu, tapi inget ya...jangan sampai ada yang tahu, aku kangen kamu beb...."
"Iya Beb... pasti..."
Mereka pun mengakhiri panggilan nya.
⭐⭐⭐⭐
Keesokan harinya kediaman Ghurair tengah ramai dan sibuk karena hari ini Diva tengah memanggil WO untuk mengatur pernikahan Karin yang akan diadakan di rumah, ia pun memilih beberapa souvenir dan makanan yang akan disajikan dihari pernikhaan nanti.
"Siang tante...." sapa Mia yang baru saja dipersilahkan masuk oleh Bi Inah
"Eh..ada Mia , baru datang ...." jawab Diva, memang Mia kerap kali bermain dengan Melly jadi Diva sangat hafal teman terdekat nya.
"Iya tan..."
tek tek tek
Melly pun yang baru saja menuruni anak tangga menghampiri Mia dan Mamanya itu. Ia berpakaian dan berdandan sangat cantik dan imut.
"Lhoo...kamu cantik banget nak..mau kemana..." tanya Diva penasaran
"Melly mau keluar sama Mia sebentar Ma ke cafe depan yang ada di Blok X itu lhoo Ma , kan baru launching katanya enak lhoo menu-menu disana, iya kan Mi..." ucap Melly pada Mia sambil menyipitkan satu matanya
"Eh...-i-iya tan bener banget ..." ucap Mia gugup.
"Oh..ya udah hati-hati yah, jangan pulang malam gak baik buat kamu sama dia..." ucap Diva sambil menekan kan Dia, ia tak mungkin mengatakan nya jika Melly sedang hamil karena kini ia sedang bersama WO dan catering .
"Iya Ma... Melly pergi dulu yah... " pamitnya ia pun pergi bersama dengan Mia.
Didalam mobil Mia memaki-maki Melly dengan kesal.
"Loe gimana sih Mel kok malah bohongin nyokap loe sih kalo loe mau ketemu sama si Bobby,..."
"Sorry Mi.. kalo nyokap gue tahu gue pergi nemuin Bobby bisa-bisa nyokap marah banget tuh..."
"Lagian udah tau nyokap loe ngelarang , tapi loe masih aja mau pergi sama dia..."
"Dia udah berubah kok Mi, dia sekarang sedang berusaha meminta restu dari kedua orang tua kita..." bujuk Mellybpada sahabat nya itu
"Ati-ati loe dikibulin , loe lupa apa kalo si Bobby rajanya tukang kibul..." ucap Mia yang masih saja kesal
"Udah ah Mi..gue percaya kok sama dia,..."
"Terserah loe...." ujar Mia pasrah
Dan mereka pun sampai di depan sebuah Restaurant privat VIP , Melly pun turun dari mobil Mia dan memasuki Restaurant itu. Sedangkan Mia ia pun kembali pergi tugasnya hanya menjemputnya dari rumah agar sang mama mengizinkannya untuk pergi, pasalnya selama dua minggu ini ia tak diperbolehkan keluar rumah selain pergi ke sekolah.
"Hay... beb...." sapa Melly saat membuka ruangan yang ditunjukkan pelayan tadi.
"Hay..sayang... sini aku udah pesan kan semua makanan yang kamu suka...." ajak Bpbby sambil menggandeng Melly mengahmpiri meja yang sudah dipenuhi banyak makanan.
"Ohw..so sweet.. makasih ya beb...."
"of course...." mereka pun makan dengan penuh hikmat dan sesekali berbincang ria tertawa bersama.
🌚🌚🌚🌚
Waktu terus berjalan kini malam sudah menunjukkan pukul 9 malam namun tak ada tanda-tanda dari kepulangan Melly.
"Aduuh..mama gimana sih , si Melly kok malah dibiarin keluar gitu aja..." teriak Hendro saat mendapati laporan dari sang istri jika putri bungsu nya belum pulang sejak sore tadi.
"Mama tadi membiarkan Melly pergi karena ia pamitnya cuma sebentar mau ke caffe baru di depan sana pah. tadi juga mama sedang sibuk mengurus tamu yang datang mereka dari WO dan catering ..." ucap Diva menjelaskan.
"Ya tapi mama harusnya melarang Melly pergi sendiri dong, itu para bodyguard kenapa nggak disuruh nganterin Melly...." ucap Hendro semakin kesal
"Mama lupa pah, saking sibuknya banyak orang dirumah mama jadi gak inget, tapi tadi Melly juga perginya sama Mia yang sering main kesini pah..."
"Haduh..mama ini ada-ada saja, satu masalah belum selesai sekarang ada lagi...."
"Mar cepat cari adik kalian dimana, Tian kamu tau nggak rumah nya Mia dimana cepat cari kerumah nya mungkin Melly disana...." imbuh Hendro
April dan Karin pun terlihat khawatir saat mendapati sang adik pergi dan belum pulang.
"Karin ikut nyari ya pah..." pinta Karin pada sang papa yang sednag memijit pelipis keningnya.
"Sudah kamu dirumah saja, para perempuan jangan ada yang keluar ini sudah malam .."ucap Hendro seraya pergi ,ia begitu lelah dengan pekerjaan kantornya, kini dihadapkan dengan pencarian sang anak.
April dan Karin pun kembali duduk dengan cemas.
Disisi lain sepasang gadis dan pria yang tengah memakai topeng sedang adu mekanik dengan brutal.
Mereka terus saling genjot dan mendesah, tak ada kelembutan didalam nya hanya keburu-buruan dengan deru nafas yang terus membara, perasaan ingin terus dan terus mereka rasakan. Mereka melakukan itu terus menerus.
"Dam it... you **** girl... Kau membuat burung ku terus ingin terbang,... " ucap pria itu sambil meremas kedua gunung kembar yang masih ranum itu.
"Ohw..om.. terus om... ah...ah..."
"It's okey baby...."
Mereka yang terus beradu sedari tadi masih belum merasakan puas, mereka terus beradu gaya , bermain di atas kasur, sofa bahkan di dalam kamar mandi pun sudah mereka geluti namun terus saja mereka masih bergairah dan rasa hasrat yang ingin tersalurkan terus menyelimuti mereka .
"Sial... obat ini benar-benar membuat ku gila, gue udah keluar berkali-kali tapi masih aja nie burung terbang terus ke dalam sangkar...." ucap Pria yang masih mengungkung wanita di hadapan nya . Mereka masih terus memakai topeng, hingga saat mereka sudah kembali ingin pelepasan mereka pun berteriak kenikmatan.
"Aahhh... "
"Uuhhhh... "
ucap mereka bersamaan.. dan mereka pun menikmati rasa fly setelah pelepasan bersama.
Namun tak berapa lama tiba-tiba saja sang wanita menejrit
" Aaaaaahhhhhhhh...." teriaknya sambil memegangi perut nya.
"Hey..kau kenapa ..apakah begitu nikmat...."ledek pria itu penuh tawa sambil menepuk pipi wanita dibawahnya
"Sa-sakitttt om...." ucap wanita itu
Sang pria merasakan ada yang tak beres ia pun menyalakan lampu , memang mereka sedari tadi bermain dengan kamar yang remang-remang.
Cetek...
Saat lampu kamar disamping nakas dinyalakan .
"Aaah.... " ucap pria itu seraya mencabut batang miliknya yang sedari tadi masih menempel didalam sarang kini sudah dipenuhi oleh darah yang terus mengalir.
"Hey..hey kau kenapa...." teriak pria itu ketakutan melihat wanita dihadapan nya berdarah, yang ia yakini jika darah itu berasal dari area sensitif milik wanita itu.
Wanita itu pun tak bergeming dan ia malah membuka topeng nya yang dari tadi ia pakai.
"Hah...Me-Melly..." Pria itu pun langsung melompat dari atas kasur dengan terkejut saat melihat wanita yang sedari tadi ia tiduri adalah Melly. Yah... wanita yang dari tadi sedang beradu mekanik itu adalah Melly.
"Kau mengenal ku om.. to-tolong aku om, sa-kit.. ...." ucap wanita itu.
Pria itu yang masih terkejut dengan darah dan wanita yang sangat ia kenali membuatnya terpaku dan membuka topeng nya juga.
"Ka-Kak Kevin...." ucap Melly tak kalah terkejut mendapati siapa pria di hadapan nya dan sedetik kemudian ia pun pingsan tak sadarkan diri.
"Ya ampun...apa yang udah gue lakuin... itu Melly... Brengsek...." umpat Kevin yang merutuki kebodohannya.
Ia pun segera memanggil petugas hotel lalu memakai pakaian nya, dan memakai kan bathrobe pada tubuh Melly yang sudah di penuhi banyak darah.
Tak butuh waktu lama ambulans pun datang dan dengan sigap Kevin menggendong Melly dengan tergesa-gesa.
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
🌞