Duren & Jantik

Duren & Jantik
Penjelasan



Hingga tak berapa lama Melly pun membuka matanya kembali dan menatap semua orang yang ada di ruangan nya itu.


"Pah....Mah... " lirih Melly memanggil kedua orang tuanya.


Hendro dan Diva pun bergegas mengahampiri sang putri,


"Nak.. kamu mau apa ... mau minum, makan, apa hem..." cecar Diva pasca melihat sang putri kembali berbicara


Melly pun hanya menggeleng


"Mah... kak Kevin-..." ucap Melly terhenti sambil melihat ke arah Kevin dan keluarganya yang sedang menatap dirinya , meski berjauhan namun Melly masih dapat melihat nya dengan jelas dari Bad tempat ia tiduri.


Hendro yang melihat sang putri terhenti saat bicara merasa jika Melly tengah terintimidasi oleh tatapan Kevin dan keluarganya.


"Kamu tenang ya sayang.. papah Akan penjarakan Kevin karena sudah membuat mu seperti ini...."ucap Hendro sambil mengelus pucuk kepala Melly


"Iya sayang kamu tenang aja kita akan memberikan keadilan untuk mu..." ucap Diva


"Hen...Saya mohon untuk jangan terburu-buru...."pinta Anderson pada Hendro


Namun Hendro malah mengangkat tangan nya tak ingin mendengar apapun dari Anderson.


Anderson yang melihat sikap Hendro hanya dapat membuang nafasnya kasar.


"Vin..sebaiknya loe keluar dulu, kayak nya Melly masih takut dan trauma sama loe..." ucap Oemar ikut menyahuti


"Tapi Mar-..."


"Please Vin..."potong Oemar


Kevin pun hanya bisa pasrah dan meminta sang papa dan ibunya untuk keluar dahulu, melihat Kevin yang hendak pergi dari ruangan itu membuat Melly angkat bicara.


"Bukan salah kak Kevin..." ucap Melly dengan keras sehingga membuat langkah Kevin dan kedua orang tuanya terhenti.


"Maksud kamu apa Mell.." tanya Oemar


"Iya nak benar maksudnya apa, jangan takut sama mereka, jika salah ya kita harus menegakkan keadilan untukmu..." ucap Hendro memperingati.


"Enggak Pah, Kak... ini semua bukan salah kak Kevin, ttapi.. i-i-ini.. salah nya Bobby si brengsek itu hiks hiks hiks...." ucap Melly dan ia pun langsung menangis tersedu di pelukan sang Mama .


"Sebenarnya ada apa ini sayang, bukan kah Kevin yang sudah memperkosa kamu sehingga menyebabkan kamu keguguran..." ucap Diva lembut sambil mengelus-ngelus punggung sang putri


"Bukan mah..." geleng Melly


"Hal itu terjadi atas dasar pengaruh obat yang tak bisa Melly tahan, hiks..." ucap Melly dalam tangusnya


"Melly dan kak Kevin juga gak tau maa..." imbuhnya lagi.


Diva pun terkejut ia heran tak mengerti dengan penjelasan sang putri yang masih ambigu itu, dan semua orang yang ada di kamar VVIP itu pun saling tatap dan terheran-heran dengan penjelasan Melly.


"Mel..bisa kamu jelaskan kejadiannya seperti apa..."tanya Oemar yang kini menjadi lebih penasaran


Melly pun mengusap air matanya dan menarik nafasnya dalam.


"Maafkan Melly Pah, Mah, Kak, se-sebenarnya selama dua minggu ini Melly sudah sering berkomunikasi dengan Bobby lagi, setelah kepulangan kita daru Bali tempo hari dia mengajak Melly untuk bertemu dan meminta maaf, dia juga meyakinkan Melly akan meminta restu kembali kepada Papa dan kak Oemar..." ucap Melly pelan namun masih terdengar oleh semua orang disana


"Apa... jadi belakangan ini kalian berkomunikasi lagi..." teriak Hendro terkejut mendengarnya


Melly pun hanya mengangguk tak berani menatap wajah kedua orang tua dan Kakak nya itu


"Mel..Mel.. kamu tau nggak sih kalau selama ini kakak sama Papa sudah gak bisa untuk membujuk keluarga Gerald lagi, mereka bahkan ternag-terangan menolak kehadiran mu serta bayi mu waktu itu, dan kamu malah termakan rayuan gombalnya lagi..." ucap Oemar kesal pada sang adik didepannya itu


"Ma-maafkan Melly kak,.. sekarang Melly tahu kenapa dia mengajak Melly berhubungan lagi dan gak boleh memberitahukan kepada kalian, Melly memang sudah dibutakan oleh cintanya Bobby..." lirih Melly penuh penyesalan


"Bukan dibutakan oleh cinta Melly tapi Bodoh, kamu tau nggak kamu itu bodoh banget..." ucap Oemar penuh penekanan


Melly pun hanya terisak


"Lalu Kevin..." tanya Hendro lagi


"Kemarin itu Melly diajak bertemu sama Bobby, dia bilang akan mengajak Dinner bersama kedua orang tuanya, tapi sesampainya disana Melly hanya bertemu dengan Bobby, setelah lama kami berbincang tiba-tiba Bobby memberikan susu untuk ibu hamil ,katanya karena ia sangat menyayangi bayi kami, setelah minum Melly merasa pusing dan ingin diantar pulang, sesampainya di mobil Melly sudah gak ingat apa-apa, saat Melly bangun rupanya Melly sudah berada di dalam kamar hotel dengan memakai pakaian yang tipis dan memakai topeng, setelah itu Melly merasakan tubuh Melly yang panas dan tak nyaman, tak lama datang lah seorang Pria, kami sempat berdebat sebentar karena Melly tak merasa dibeli olehnya, belum sempat menjelaskan kami sudah tak bisa mengontrol diri sehingga terjadilah kejadian itu, entah obat apa yang sudah dicampur oleh Bobby Melly tak bisa menghentikan nya. Hingga saat Melly pendarahan Melly baru tahu jika partner Melly adalah kak Kevin...." ucap Melly sambil terus tertunduk.


"Jadi..kamu gak di perkosa oleh dia..." ucap Diva sambil menunjuk Kevin


Melly pun mengangkat kepalanya menatap sang Papa dan Kevin bergantian


"Enggak Pa..."


"Baiklah , Mar suruh Red Room untuk cepat segera menyelesaikan kasus ini dan segera temukan keberadaan Gerald dimana, papa sudah hilang kesabaran menghadapi mereka...." ucap Hendro yang mulai marah mengingat keluarga Bobby


"Lalu bagaiman sekarang dengan Kevin Hen, apa kau masih ingin memenjarakan nya..." tanya Anderson dengan lega, karena ia yakin meski putra nya seorang pemain tak mungkin dia memperkosa anak orang .


"Tentu saja tidak, tapi kita masih harus membicarakan perihal ini Der ,tapi nanti setelah Melly sudah pulih kita bicarakan kembali..."ucap Hendro yang sudah melunak


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu mau pulang...." pamit Anderson ramah pada semua orang. Meski ia memang merasa kesal karena Hendro asal menuduh kepada putranya namun ia pun memaklumi perihal masalah dan musibah yang sedang menimpa keluarga sahabat nya itu.


🌞🌞🌞🌞🌞


keesokan harinya Melly memaksa ingin segera pulang ke rumah , karena kondisinya yang sudah membaik dokter pun mengizinkannya.


Melly yang baru sampai pun sudah disambut oleh kehadiran Eyang Gendhis yang juga baru datang ke kediaman Ghurair.


"Eyang...." panggil Melly langsung menghambur ke pelukan sang Eyang yang sudah renta itu namun masih tetap segar


"Cucuku..yang paling nakal ini sudah sembuh rupanya huh...." balas sang Eyang dalam pelukannnya


Eyang pun berbincang bersama Melly , ia menghibur sang cucu kesayangannya. Memang dari semua cucunya hanya Melly yang paling disayang Eyang karena Melly sering bermain ke jogya seorang diri bahkan hanya Eyang lah yang paling sering memanjakan nya.


"Kenapa kamu menjadi seperti ini Melly... kenapa kamu menghancurkan hidup kamu untuk orang yang tak berguna, Eyang sudah mengajari mu kan kalau mencari pria itu yang bertanggung jawab dan kaya, jangan cuma kaya doang tapi gak ada tanggung jawabnya...." tutur Eyang disela perbincangan nya di halaman belakang Mansion itu.


"Entah lah Eyang entah Melly yang terlalu cinta atau memang benar kata kak Oemar jika Melly ini terlalu Bodoh...." tutur Melly sedih pada Eyangnya


"Benar kata kakak kamu , kamu itu memang bodoh Melly, tapi syukur deh kalo bayi dari pria brengsek itu sudah lenyap, setidaknya kamu tak Jadi hamil di luar nikah..." tutur Eyang dengan entengnya


"Eyang....." sergah Melly tak terima


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay Readers Terima Kasih sudah mampir


Jangan Lupa


Like


Komen


dan


Vote


yaaa


🍃Happy Reading 🍃


🌞