
Dikediaman Ghurair Diva sedang marah-marah kepada suaminya Hendro dikamarnya , dia begitu kesal saat melihat acara konferensi tadi.
"Pah..bagaimana bisa papah biarkan Oemar dan Bella seperti itu di acara tv, mama sangat kesal pah liat nya..." ujar Diva berteriak marah
"Papah juga tidak berharap seperti itu mah..."jawabnya
"Tapi pah gara-gara ulah Bella tadi semua teman-teman mama mengira bahwa Oemar akan rujuk kembali bersama wanita gak tau diri itu, padahal mama ingin sekali memperkenalkan April pada semua teman-teman mama..." ucapnya sedih
"Papa tau mah, tapi bersabarlah hari ini semua akan selesai, setelah itu papa akan lebih hati-hati lagi dalam menyelesaikan pekerjaan papa..." ucapnya menenangkan sang istri
"Pokonya mama gak mau tau segera lakukan konfrensi pers terhadap pernikahan Oemar dan April dan juga mama ingin April menjadi menantu yang sempurna di keluarga kita pah,dan nggak harus bekerja di perusahaan kita lagi..."
"Tapi itu permintaan April mah yang masih ingin bekerja dan soal pernikahan mereka itu adalah keinginan Oemar dan April yang belum siap untuk di publikasikan..."
"Pokonya mama gak mau tau pah, papah harus bisa meyakinkan kedua anak itu titik...."ucapnya tegas
"Iyai-iya..akan papa pikirkan mah dan bicarakan kepada mereka..."
"Papah harus menyelsaikan semuanya termasuk memberitahu kepada keluarga besar kita kalau sampai ibu tahu dari orang lain akan menimbulkan kesalah pahaman pah..." kini Diva merasa khawatir
"Papah tau mah, tapi kejadian tadi membuat rencana papah berantakan, nanti akan papah pikirkan lagi bagaimana memberitahu keluarga besar kita..."
Sedangkan April yang baru saja pulang dari kantor dia membersihkan diri dan bermain dengan putri kecilnya itu. Kebahagiaan tampak terlihat diantara mereka.
Diva yang melihatnya pun merasa senang bercampur sedih.
"Pah lihat itu begitu bahagianya kebersamaan mereka, mamah tak ingin kebahagiaan mereka terusik oleh Bella, meski dia ibu kandungnya Nia tapi dia sama sekali bukan ibu yang baik untuk Nia..." ucapnya sedih
"Mamah jangan berpikiran seperti itu, kita tak akan membiarkan hal itu terjadi pada mereka..." ucap Hendro menenangkan istrinya.
Mereka pun menghampiri ibu dan anak yang sedang tertawa itu
"Pril..sudah pulang..." tanya Diva
"Iya mah pah..." jawabnya
"Kamu nggak ikut Oemar pemotretan..." tanya Hendro
"Nggak pah sudah diwakili sama teman-teman yang lain, disana juga ada Devan dan Salsa yang menghandle pemotretan pah..." jawabnya
Diva menghampiri April dan memegang pundak menantunya itu
"Mama tau ini pasti nggak nyaman sama kamu, kamu jangan memusingkan hal ini yah..." hibur Diva
"Iya mah.."jawabnya memaksakan senyum
Makan malam pun sudah tiba , April yang sedang menyiapkan makan malam tiba-tiba mendapat pesan dari suaminya bahwa dia akan pulang terlambat, akhirnya mereka pun makan malam bersama tanpa menunggu Oemar.
Setelah selesai makan malam Hendro,Diva ,Aghnia dan Tian mereka meninggalkan meja makan, ada yang kembali ke kamar seperti Tian, sedangkan yang lainnya pergi ke ruang keluarga.
Para Art mebersihkan meja makan sedangkan April membuat susu untuk putrinya, saat dia sedang menuangkan air panas ke dalam gelas tiba-tiba Melly datang dan membuka kulkas di samping April.
"Kalo orang rendahan yah pasti bakalan ada di bawah bersama para pembokat disini...." sindirnya sinis
April yang mendengarnya pun tak membalas perkataan Melly itu dia terus melanjutkan membuat susu, sedang kan Melly menjadi kesal karena tidak mendapat respon dari kakak ipar barunya itu.
Melihat April yang hendak pergi sambil membawa segelas susu Melly pun lantas berbicara kasar padanya
"Eh kakak ipar norak nikmatilah masa-masa enak mu disini karena sebentar lagi semu akan berakhir, posisi kamu akan segera tergantikan oleh kak Bella yang 100x jauh lebih baik dari elo..."
April pun mengahentikan langkahnya dan berbalik
"Maksud kamu apa Mel..."tanya nya
"Yaah... loe pikir kebersamaan kak Bella dan kak Oemar belakangan ini tak akan ada hasilnya, jelas akan ada hasilnya, mereka akan bernostalgia kebersamaan mereka dulu, loe tahu mereka dulu pacaran 3 tahun dan menikah 2 tahun, loe pikir selama 5 tahun tak ada artinya,hahahahaa.. jelas akan ada artinya di bandingkan dengan elo yang baru sepucuk jagung ini... "ucap Melly meledek April , dia pun lantas meninggalkan April yang termenung disana.
Waktu pun terus berputar, malam semakin larut, April yang baru saja selesai menidurkan Nia , dia pun kembali ke kamarnya , sudah pukul 10 malam tapi sang suami tak kunjung pulang. Dia pun duduk diatas kasur , lalu berjalan kesana kemari, dia terus memikirkan semua perkataan Melly tadi.
tut..tut..tut..
April pun menelfon Oemar yang tak kunjung diangkat olehnya, hingga puluhan kali namun tak di angkat-angkat juga,sedangkan diluar hujan begitu deras bertambahlah kekhawatirannya.
"Ya Allah..kemana mas Oemar kok nggak pulang-pulang, apa dia baik-baik saja, ya Allah lindungi lah suami hamba, semoga tak terjadi apapun pada nya..." dia pun memanjatkan doa pada sang Kuasa.
Ditempat lain Salsa dan Devan tengah berselisih.
"Uda kita kasih tau aja..."ujar Salsa
"Tapi ini urusan rumah tangga orang lain Sal, kita gak boleh ikut campur..." jawab Devan
"Loe gimana sih Van dia itu sahabat kita loe mau dia tersakiti terus, kita harus selametin rumah tangga dia Van..."
"Tapi Sal gak baik ikut campur urusan mereka..."
"Udah deh kalo loe gak mau ngasih tau mending gue aja yang nagsih tau, insting perempuan itu selalu tepat kalo mau diselingkuhi..." ucapnya tegas
Devan pun tak dapat berkitik lagi dia pun mendukung tindakan Salsa itu.
Tak berapa lama April pun mendapat panggilan dari Salsa ,dia pun segera mengangkatnya.
"Hallo Assalamualaikum Sal .." jawabnya.
"Waalaikumsalam Pril..., Laki loe udah balik belom..." tanya nya to the point
"Ehm..belum, kenapa memangnya ..."
"Tuh..kan bener gue bilang...insting gue pasti bener ini mah..."
"Maksudnya gimana sih Sal..."
Salsa pun menceritakan kejadian 1jam yang lalu
Flashback
Oemar dan Bella yang baru saja menyelesaikan pemotretan Oemar pun segera pergi, saat dia sedang mebereskan barangnya dia pun segera menuju lobby hendak pulang, karena tadi di perusahaan Karin sedang kesulitan Oemar pun menyuruh Vino untuk membantunya, yang akhrinya sekarang dia harus pulang seorang diri.
Dilobby saat Oemar berjalan tiba-tiba di hentikan oleh Bella.
"Oem.." panggil nya
"Apa..." jawabna malas kala tahu Bella yang menghentikannya
"Kamu masih marah soal tadi siang..."
"Menurutmu...." jawabnya kesal
"Maafkan aku Oem, tapi sungguh itu keluar begitu saja dari mulutku,..." jawabnya berpura-pura menyesal
"Sudahlah semua sudah terjadi, ini sudah malam aku mau pulang..." ucapnya sambil berjalan meninggalkan Bella
"Aduh..." teriak Bella yang tiba-tiba merintih kesakitan
Oemar pun kembali berbalik dan menghampirinya
"Are you ok..."tanya nya sambil memegang pundak Bella yang hendak jatuh
"No.. kepala ku sakit sekali a-aku..." ucapnya tiba-tiba merosotkan tubuhnya lemas
Oemar pun segera menggendongnya dan mendudukkannya di kursi lobby, dia lalu memberika air putih yang tersedia di meja lobby.
"Minum lah mungkin kamu kelelahan, dimana asistenmu..."
Bella pun meminumnya
"Kepala ku sakit sekali Oem, dan asistenku sedang cuti jadi aku sendirian kesini..." jawabnya lemah
"Apa kau membawa mobil..."
Bella pun menggelengkan kepalanya
"Oem..apakah aku boleh minta tolong, bisakah kau mengantarkan ku pulang ke apartemen, kepala ku terasa sakit sekali Oem.. please...." pintanya
"Tapi Bel aku tak bisa keluarga ku di rumah sudah menunggu..."tolak nya
"Apa kau tega membiarkan ku pulang dengan keadaan yang seperti ini lalu memakai taxi online, aku seorang model dan lihat pakaian ku seperti ini bagaimana kalau mereka macam-macam dengan ku..." ucapnya sedih
Oemar pun bimbang, dia ingin segera pulang namun dia tak tega meninggalkan Bella dalam keadaan seperti itu...
"Ehm..baiklah akan aku antarkan pulang, ayo cepat..." ajaknya malas
Bella pun begitu senang hatinya bersorak penuh kemenangan dia pun merangkul lengan Oemar dan menyandarkan kepalanya di pundak Oemar.
Oemar pun merasa risih, berualng kali dia menurunkan lengan Bella yang memegangnya begitu erat namun Bella kembali melakukannya lagi,akhirnya dia pasrah.
Saat mereka berjalan ke arah mobil tanpa mereka tahu ada seseorang yang sudah memperhatikan mereka sejak tadi.
cekrek cekrek
Orang itu pun memotret kedua insan itu, dan orang itu tak lain adalah Devan dan Salsa yang tak sengaja melihat mereka tadi saat hendak pulang.
Flashback off
"Gitu Pril gue yakin laki loe sekarang lagi di rumahnya tuh cewek gatel, loe harus selametin laki loe Pril..."
"Tapi Sal mungkin mas Oemar melakukan itu demi kemanusiaan, meski cuek tapi mas Oemar memang baik kepada siapa saja, dan sebentar lagi juga mungkin dia akan pulang , mungkin sedang macet di jalan Sal..." jawabnya tak ingin berfikiran negatif pada suaminya.
"Haduh Pril..pril.. ini tuh uda malem kagak mungkin juga kena macet, kalo dia cuma nganterin tuh cewek yang kegatelan pasti laki loe udah pulang sekarang..."tukasnya
April pun memikirkan perkataan Salsa dan lagi-lagi dia teringat perkataan Melly tadi membuat dia semakin gelisah.
"Terus aku harus gimana Sal..."tanya nya semakin gelisah
"Loe harus nemuin laki loe Pril, bawa dia pualng, loe itu harus ngejagain laki loe dari mahluk halus kayak si Bella itu..."ucap nya gedek saat menyebut nama Bella
"Tapi aku nggak tau tempatnya Sal, dan aku juga gak mungkin kan tanya mama sama papa bisa-bisa mereka mengkhawatirkan mas Oemar..."
"Loe gak usah bingung Pril Devan tau tempat tinggal nya, dia tadi megang profil cewek gatel itu, nanti aku kirimin alamatnya ya via chat.."
"Ok Sal thank you ya ...."
Mereka pun mengaakhiri panggilannya, sambil menunggu chat dari Salsa April pun tengah bersiap mengganti pakaiannya karena tadi dia sudah memakai piyama tidur.
ting
Ponsel April pun berdenting dan terlihat notifikasi dari Salsa, dia pun membukanya
Ternyata tak hanya alamatnya Bella saja ,Salsa pun mengirimkan foto hasil jepretannya tadi kepada April, Saat April melihatnya dia merasa sedih.
"Mereka begitu mesra..." ucapnya sambil menatap foto itu, ia pun menggesernya dan terlihatlah alamat Bella
"Apartement, jadi dia tinggal di apartement mewah, lalu kenapa mas Oemar tak kunjung mengangkat ponselnya, apa dia sedang-...." gumam April
"Nggak-nggak aku gak boleh soudzon sama mas Oemar..." dia pun menggeleng-gelengkan kepalanya .
April keluar dari rumah, disana mang tono menyapa April yang hendak keluar
"Nyonya muda mau pergi..." tanya satpam nya itu
"Iya mang saya mau pergi dulu, tolong jangan bilang papa dan mama ya.." ucapnya bergegas pergi
"Iya nyonya muda..."
April pun pergi menuju apartemen mewah itu dengan menggunakan ojek online. April membelah jalanan di malam yang begitu dingin karena setelah hujan udara masih terasa basah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay readers terima kasih sudah mampir ke novel aku ya, jangan lupa like dan komen ya readers....
🍃Happy Reading 🍃
...----------------...