Duren & Jantik

Duren & Jantik
Obat



Malam semakin larut namun keluarga Ghurair masih belum mendapatkan kabar tentang Melly.


Sedangkan Tian yang baru saja sampai di rumah Mia terus mengetuk pintu rumah itu.


tok tok tok


ceklek


"Cari siapa ya dek... " ucap wanita paruh baya yang baru saja membukakan pintunya.


"Permisi bu saya mau tanya apa Mia nya ada bu..." ucap Tian dengan cemas


"Ada ,dia baru saja pulang sejak tadi mungkin sekarang sudah tidur ..." ucap wanita itu dengan malas, terlihat dari wajahnya jika wanita itu sudah sangat mengantuk berat.


"Bu tolong bisa di panggilkan Mia nya, ini sangat penting bu, saya mau bertanya tentang adik saya, saya kakaknya Melly bu..."


"Oh... kamu kakak nya Melly, ya sudah sebentar ibu panggil kan Mia dulu..."


"Baik bu terima kasih..."


Setelah menunggu lima menit akhirnya Mia pun keluar, Mia sudah deg-deg an kala ibunya membangunkan karena dicari oleh kakak nya Melly.


"Eh..kak Bastian, ada apa kak..." ujar Mia dengan gugup


"Ehm.. Mia kata mama ku tadi sore kamu pergi bersama Melly kan, lalu kemana dia sampai sekarnag masih belum pulang..." tanya Tian resah


"Tuh..kan gue bilang juga apa, nie pasti ada yang gak beres kalo sampe kakaknya kemari nyariin gue, aduuh mel.. loe kok nyusahin gue sih..." ucap Mia dalam hati nya yang sudah gelisah bercampur takut


"Mia .. jawab Mi..." tanya Tian balik menunggu jawabannya, namun gadis di depan nya itu malah terbengong saja.


"Eh..em.. maaf kak.. Melly sudah pulang kok dari tadi..." kilah Mia


"Dia belum pulang Mia, lihat sekarang sudah hampir pukul 11 malam tapi Melly masih belum juga pulang , tolong jawab dengan jujur tadi kalian pergi kemana..." ucap Tian memohon


Mia pun terkejut dan takut, ia pun langsung menjatuhkan tubuhnya dan berlutut di hadapan Tian , Mia pun mengatupkan kedua tangan nya


"Kak..tolong maafin aku kak.. aku bener-bener gak tau kak, tadi siang Melly cuma nyuruh aku menjemputnya dirumah terus meminta mengantarkan nya ke restaurant VIP di jalan X, setelah itu Mia gak tau apa-apa lagi kak..." ucap Mia dengan tubuh gemetar nya, ia tahu siapa yang dihadapi nya yakni keluarga Ghurair yang berdompet tebal berbeda jauh dengan dirinya, jadi ia tak bisa menyembunyikan apapun dari keluarga Ghurair, karena cepat atau lambat mereka pasti akan mengetahuinya sendiri.


Namun karena permintaan sahabat nya ia pun rela melakuakn kebohongan pada mamanya Melly tadi.


"Restorant...apa kamu tahu dia hendak menemui siapa ..."


Mia pun menganggukkan kepalanya


"Siapa..cepat jawab..." ujar Tian tak sabar


"Bo-Bobby kak ..."


"Shiit.... dia menenmui bajingan itu lagi..."umpatnya kesal


"Apa kamu tahu mereka mau pergi kemana setelah dari Restorant..." cecar Tian lagi


"Enggak kak..Melly hanya bilang jika Bobby mengajaknya untuk ketemuan disana karena ingin bertemu untuk Dinner saja kak, begitu katanya..." ucap Mia jujur


"Benar kamu sudha jujur..." desak Tian lagi


"Benar kak..hanya itu yang Mia tahu..." ucapnya menunduk takut.


"Ya sudah kalau begitu, terima kasih infonya...." ucap Tian dan ia pin langsung menghubungi sang kakak.


"Hallo kak Oemar.. kata Mia tadi sore Melly menemui Bobby di Restorant VIP di jalan X kak, kita ketemu disana sekarang ya...." ucap Tian langsung mengakhiri panggilannya dan ia pun menaiki motor sport nya membelah jalanan mencari sang adik.


Sesampainya Tian di depan Restaurant mewah ia pun mendapati sang kakak yang baru keluar dari dalam sana.


"Gimana kak..." tanya Tian pada Oemar


Oemar pun menggeleng kan kepalanya


"Melly tak ada disana ia sudah pergi sejak pukul 6 tadi ..." ucap Oemar lesu


"Ya ampun..terus kemana Melly kak..."ujar Tian semakin gelisah.


"Kakak juga gak tau, tapi dari rekaman ini terlihat seperti ada yang aneh dari Melly..." ucap Oemar sambil menunjukkan rekaman cctv yang ia dapat dari Restorant itu.


Tian pun melihatnya dengan seksama, Melly terlihat tengah digandeng dengan seorang pria dan memang benar pria itu adalah Bobby namun melihat gestur tubuh Melly yang sedikit sempoyongan dan menyipitkan matanya membuat mereka curiga.


"Kak.. apa kita harus ke rumahnya si brengsek ini.." tanya Tian dengan kesal


"Sudah kakak lakukan tapi rumah itu terlihat sepi, kata penjaganya mereka sudah pergi ke luar negri 3 jam yang lalu..." ucap Oemar sedih


"Terus gimana ini kak, ...."


Sedangkan ditempat lain disebuah rumah sakit besar di tengah kota Kevin tengah melamun ia begitu bingung dengan keadaannya saat ini, ia memikirkan bagaimana ia bisa tidur dengan adik dari sahabatnya, seorang gadis yang sangat ia kenali sejak kecil dan sekarang malah ia tiduri sejak tadi, bahkan berkali-kali.


"Siial.....kenapa harus Melly sih ...." gumamnya sambil menjabak kasar rambutnya sendiri.


Ia pun duduk termenung menatap ke arah pintu yang dari tadi belum terbuka, ia mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.


Flashback 7 jam yang lalu


Saat sore tadi ia sedang meeting bersama klien papa nya di Ballroom hotel bintang 5, usai meeting mereka pun berlanjut makan bersama disana. Selesai makan para Klien pun pamit untuk pulang, berbeda dengan salah satu sekertaris dari klien nya masih menunggu Kevin dengan penuh senyuman mencurigakan. Wanita itu tak lain adalah anak dari teman papanya itu. Wanita itu begitu senang saat bertemu kembali dengan Kevin, ia pun merencanakan sesuatu yang menjijikan .


Tanpa basa basi rupanya wanita itu tengah menunggu reaksi obat yang sudah ia masukkan ke dalam minuman miliknya.


"Apa yang kau lakukan..." teriak Kevin pada wanita di depannya saat merasakan kepalanya yang terasa pusing berdenyut dan amat gerah.


"Menunggu mu...ayo aku antarkan ke kamar hotel pasti kamu membutuhkan bantuan ku..." goda wanita itu seraya mengelus dada Kevin yang masih dilapisi jas yang melekat.


"Brengsek...enyah kau...." teriak Kevin mendorong keras wanita di depannya,


"Sialan..." umpat wanita itu yang masih terduduk kesakitan.


Namun Kevin tak menggubrisnya Ia pun lekas pergi dan menelfon seseorang di seberang sana.


"Posisi loe dimana...." ucap penelfon itu


"Gue lagi di hotel X nih, cepet loe kirim seseorang sekarang juga..." ucap Kevin yang sudah semakin merasakan gelora panas di tubuhnya.


Ia pun menguatkan diri untuk duduk di lobby hotel itu dan menyuruh asisten nya untuk mengusir wanita sialan itu.


Tak lama telfon Kevin pun kembali berdering


"Hallo..gimana...." tanya Kevin tak sabar


"Kebetulan banget Broo barusan ada yang jual seorang pelajar cantik dan sexy Broo, dia sekarang sudah ada di hotel tempat loe berada , tapi nie cewek maen nya pengen pake topeng Broo, loe gak usah khawatir aslinya cantik banget fotonya ada di gue kok, mau kagak loe...." tawar Pria diseberang sana yang tak lain adalah seorang penyedia jasa wanita panggilan.


"Oke deh gue mau...lumayan buat sensasi baru, gue kesana sekarang..." ucap Kevin cepat.


"Eits... tunggu dulu Broo... dia pelajar dan ranum tentunya,jadi harga nya agak mahal dari baisanya nih..."


"Loe tenang aja berapa pun gue bayar asal dia bisa muasin gue oke, dan satu lagi gue mau dia aman dan bersih...."


" Tenang aja dia aman kok, gue bisa jamin, kalo gitu loe sekarang pergi ke kamar 227 dia udah stand by disana, jangan lupa loe minta topeng pesta ke resepsionis nya yak...."


"Oke...."


Mereka pun mengakhiri panggilan negosiasi itu dan Kevin pun bergegas pergi menuju kamar dimana wanita itu berada.


Sesampainya disana rupanya benar wanita itu terlihat kecil dan langsing namun berisi, meski memakai topeng terlihat aura kecantikan nya tetap terpancar ,apalagi dengan kulit yang putih membuatnya semakin tergoda dengan penampilan nya yang sudah memakai lingerie...


"Welcome to baby honey...." ucapnya seraya menghampiri wanita itu.


Awalnya wanita itu menolak dan meminta nya untuk jangan menyentuhnya namun lama-lama wanita itu semakin liar dan agresif, akhirnya mereka pun melakukan penyatuan berkali-kali hingga terjadilah hal seperti ini.


Flashback off.


Kevin pun kembali menatap nanar pintu didepan nya itu yang tak kunjung terbuka dari tadi.


"Masak karena burung gue Melly jadi pendarahan sih,apa terlalu gede ya punya gue,apa fia masih perawan..." tanya Kevin yang masih bingung


"Tapi kalo masih perawan juga gak sebanyak itu kan darahnnya...."


" Haduuh .... pusing gue...." ucap Kevin semakin frustasi.


Ceklek....


"Anda suaminya...."


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................