Duren & Jantik

Duren & Jantik
Kabar yang di tunggu



Melly hanya terisak sambil berlutut memohon ampun pada papa dan kakak sulung nya, ia begitu merasa bersalah dan menyesali segala perbuatan nya. Andai saja ia dulu menuruti segala nasihat keluarga nya ia tak akan berakhir seperti ini.


"Papa benar-benar pusing Mell dengan kelakuan kamu ini, dia pria yang tak baik dan kamu malah bergaul bahkan menyerahkan diri kamu padanya, dan sekarang apa coba yang kamu dapat , hidupmu hancur dan kakak ipar mu pun ikut menjadi korban...." ucap Hendro dengan lirih ia begitu lelah menghadapi masalah yang menimpa putrinya itu, ia memijit kening yang terasa pusing sejak tadi bahkan dadanya pun terasa nyeri .


"Sudah pah lebih baik kita istrahat ke kamar. Omer kamu urus adik kamu ,mama tahu kamu pun kesal dan kecewa tapi bagaimana pun dia tetap adik kamu dan tanggung jawab mu sebagai kakak. Mama mau membawa papa mu ke kamar sejak tadi pagi papa merasakan dadanya yang terus nyeri mama tak ingin papa ikut sakit juga gara-gara anak ini...." ucap Diva kesal sambil menatap Melly yang masih terduduk , ia pun memapah sang suami ke dalam kamar .


Merasa apa yang dikatakan sang mama ada benar nya Oemar pun menatap Melly dengan penuh amarah dan kecewa.


"Vin.. dan Bram kalian pulang saja tolong urus perusahaan untuk sementara waktu dan tetap kirim laporan nya kepada kami..." ujar Vino tanpa menatap ke arah dua asisten itu.


Ia terus menatapai Melly,


"Baik.. kami permisi dulu...." pamit Vino dan Bram , mereka pun pergi meninggalkan kediaman Ghurair


Tinggalah Oemar,Karin , Tian yang masih duduk di ruang keluarga dan terutama ada Melly yang masih bersimpuh di depan sang kakak sulung.


"Apa kamu puas Mel melihat kakak ipar yamg kamu benci sekarang terbaring lemah..." tanya Oemar dengan datar


Melly hanya menggeleng, dan sesekali isakan tangisnya terdengar .


"Bukan kah ini yang kamu mau hah..melihat April tersiksa dan terluka...yah..kamu pasti senang orang yang kamu benci tersiksa disana..." lanjutnya dengan menohok


"Enggak kak..Melly sangat menyesali nya maafkan Melly...."


"Menyesal... cih... apa kamu lupa sejak kedatangan April kesini kamu selalu membuat nya dalam masalah,kebencian kamu membuat nya terluka , tapi lihat apa yang dia lakukan meski kamu membenci nya tapi saat kamu dalam masalah dia tetap melindungi mu dia membahayakan dirinya sendiri..."


"Hiks..hiks... Melly sungguh menyesal kak sudah membenci kak April, Melly sadar akan ketulusan kak April selama ini, kini Melly baru saja menyadari nya saat kejadian di gudang itu, jika hiks...jika..saja kak April tak datang untuk menolong Melly pasti Melly sudah di perkosa oleh mereka secara bergilir, Melly sangat menyesali perbuatan Melly kak... tolong maafkan Melly Melly janji akan merubah sikap Melly...." ucap nya dengan penuh derai air mata.


"Dan kamu Mel apa sering melakuakn nya dengan Bobby..." kini Karin bertanya dengan penasaran dan kesal pada adik bungsu nya


Melly pun mengangguk sambil mengelap air mata nya ,kepala nya masih saja ia tunduk kan sunggu dirinya merasa malu dan takut untuk mengangkat kepala nya itu.


"Astaghfirullah Melly... kamu masih sekolah Mell kamu masih kelas 3 SMA dan bagai mana kamu bisa melakukan hal menjijikan itu di luar pernikahan sih..otak kamu di taro dimana... bukan nya belajar yang bener malah berbuat zina sama laki-laki tak bermoral..." tutur Karin penuh emosi dan kecewa


"Kan kakak udah sering bilang sama kamu jauhin laki-liki itu , dia itu playboy dan anak gk baik tapi masih..saja kamu pacaran sama dia dan berbuat tak senonoh dengan nya..." Tian pun ikut menimpali.


Melly tak dapat berkata lagi dia mendengarkan setiap omelan dari para kakak nya , kini dia menyadari jika semua kakak nya begitu menyayangi nya, dia amat di butakan oleh cinta nya Bobby yang membuat dia terus membangkang dan bermain sesuka hati nya.


"Lalu gimana nasib dia kak...." tanya Karin pada Oemar


"Entah lah Rin kakak juga tak mengerti , kita tunggu kabar dari April dulu setelah semua jelas baru kakak akan mengurus masalah Melly dengan laki-laki ingusan yang kurang ajar itu..."tegas Oemar sambil berdiri dan meninggalkan ruang keluarga.


Karin yang kasihan dan sedih serta kecewa pada adiknya mengajak Melly untuk istrahat di kamar nya. Malam pun di isi dengan keadaan rumah yang sepi , penuh duka dan kesedihan di malam itu membuat setiap anghota rumah hanya bermunajat pada sang Esa agar menyembuhkan April yang tengah berjuang bersama bayi dalam kandungan nya.


.


¤¤¤¤¤¤¤


Waktu pun berlalu , rumah Ghurair yang sejak 5 hari ini begitu sepi dan tak ada canda tawa diantara mereka. Setelah sarapan mereka akan kembali pada aktifitasnya masing-masing dan Oemar serta Diva lah yang hanya bolak balik ke rumah sakit untuk mengunjungi keadaan April disana.


Sesekali Tiara pun menjenguk kakak nya ia begitu sedih manakala Vino memberitahu jika kakak nya tengah berjuang untuk hidup di rumah sakit, ibu nya yang di kampung pun ia kabari keadaan April merka datang menjenguk sekali ke rumah sakit karena jika lama disana pun akan percuma April yang di tangani intensif tak bisa di hampiri oleh siapapun apalagi di jenguk , mereka akhirnya kembali Purwakarta dan hanya bisa mendo'a kan untuk kesembuhan April . Mereka percaya jika keluarga Ghurair akan merawat putrinya itu.


Keadaan perusahaan Hendro pun kini kian membaik Hendro berusaha kerja lebih keras bersama para asisten dan bawahan nya. Dan keluarga Gerald Antoni pun menepati janji nya untuk ikut memperbaiki saham di perusahaan S.K.I Group.


Sore itu Oemar yang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit usai sibuk dengan pekerjaan di kantor nya tiba-tiba ia mendapat telfon dari rumah sakit.


"Hallo selamat sore pak..."


"Iya sore kenapa sus ..."


"Kami mau memberitahukan bahwa baru saja nona April siuman pak,mohon untuk segera kesini..." ucap perawat di seberang telfon


Deg....


Sungguh berita ini lah yang sangat-sangat ia tunggu sejak 5 hari lalu , ia begitu merindukan suara sang istri yang ceria.


"Vin.. lebih cepat mobil nya April sudah siuman..." titah Oemar begitu senang nya hingga ia pun tak sadar jika matanya sudah ber embun karena bahagia.


"Oke Broo...." jawab Vino sambil menancapkan gas nya lebih kencang.


Sesampainya di ruangan benar saja ia sudah melihat sang istri membuka matanya meski segala alat masih terpasang di seluruh anggota tubuh nya namun ia begitu senang kala istrinya dapat membuaka mata kembali.


"Sayang...." panggil Oemar seraya mendekati bad yang ditiduri istrinya, ia pun langsung menggenggam tangan sang istri dan duduk disamping nya


"Bagaimana perasaan kamu sayang apa ada yang kamu rasain..." tanya Oemar lembut


"Aku baik mas... kata dokter anak kita pun juga sehat..." lirih April yang masih lemas


"Aku senang akhir nya kamu sadar Bee..."


"Apa aku tidur terlalu lama mas..."


"Lima hari Bee.. kau membuat ku sedih selama itu..."


"Maafkan April ya mas...."


"Sudah..sekarang kamu istrahat ya.. mau makan..." tanya Oemar dengan penuh cinta ia pun membelai rambut sang istri yang masih terdapat selang dan alat bantu pernafasan disekitar wajah nya


"Laper mas...."


"Boleh makan tapi tidak yang berat ya bu... nanti akan disiapkan makanan khusus untuk ibu hamil ...." timpal sang dokter saat kembali mengecek keadaan April.


Oemar pun mengobrol sebentar dengan dokter untuk pemulihan April,dan istrinya pun akan segera di pindahkan ke bangsal rawat inap.


"Terima kasih dok atas pengobatan nya...." ucap Oemar ia begitu bersyukur April lekas sembuh dan kembali pada sisi nya.


Oemar pun mengabari keadaan April yang meningkat pesat pada papanya, dan Hendro yang senang mendengar kabar itu langsung saja memberikan bonus untuk seluruh karyawan di kantor maupun produksi sebagai sedekah yang ia tunai kan untuk kesembuhan menantunya.


Semua orang amat senang mendengar kabar kesembuhan menantu kesayangan Ghurair.


"Bram segera pesan kan aku tiket untuk besok ya... besok pagi saya akan pergi sesuai yang kita rencanakan...." titah Hendro senang


"Baik pak...." jawab Bram seraya memberikan bow padanya.


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


☆☆☆☆☆☆☆☆



Jangan lupa Bantu Author kasih Bintang ya Readers untuk Bang Oemar dan April ya😉😍...



Jangan Lupa kasih Vote juga ya.. gratis kok .. biar si Otor semangat nih....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...----------------...


......................


🍃Happy Reading 🍃


.


.