Duren & Jantik

Duren & Jantik
Mendamba



Setelah pesanan nya tiba Satu dua huap April makan satu per satu menu yang enak itu namun setelah mencicipi nya ia pun mendorong pelan semua makanan itu.


"Udah mas.. April udah kenyang, sekarang ngantuk pengen tidur... " ucap April sambil menatap sang suami


"Hah...udah...." Oemar pun terkejut ,pasal nya makanan itu banyak sekaali bahkan Oemar membeli semua makanan itu tak mudah , ia harus mencari satu resto ke resto lain di malam hari, apalagi saat beli sate maranggi ia harus mengantri di pinggir jalan menunggu nya.


"Ya ampun Bee.. aku nyari nya susah lhoo... kamu makan nya malah satu dua huap gitu..." ucap Oemar memelas pada istrinya


"Tapi April udah gak kepengen mas.. sekarang pengen nya tidur...." jawab nya santai sambil merebahkan diri.


Oemar pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri itu.


"Sabar kak... kata mama orang hamil itu kadang makan nya ngabisin kadang lagi cuma kepengen doang habis satu suapan udah selesai, bahkan ada loh yang ngidam nya cuma di liatin doang kak..." tutur Karin pada sang kakak .


"Iya..kakak juga udah tau.. terus ini gimana nih banyak banget... kalian makan aja dulu deh.. lagian nggak di acak kok sama April cuma diambil satu sendok aja.. sayang mubadzir nih..." titah Oemar pada dua sejoli yang masih belum pulang itu


"Waah..beneran nih,,,, yuk Van sebelum pulang kita makan, luamyan makan enak dulu hihihihi ..." ajak Karin sambil menarik lengan Devan dan mendukkan nya di sofa,


Akhir nya semua makanan pesanan April pun dimakan oleh mereka bertiga, tersisa Red Velvet sama the Harvest Tiramisu cake, karena Oemar membelinya satu loyang besar alhasil tinggal separuh nya ia masuk kan ke dalam kulkas di rumah sakit itu.


Usai makan dan membereskan bekas makanan mereka Karin pun pamit kepada sang kakak jika ia akan pulang dan diantarkan oleh Devan.


"Hati-hati dijalan ya, Van titip Karin tolong antarkan sampi rumah dengan selamat..."


"Baik pak...." jawab Devan penuh hormat


"Panggil nya biasa aja kalau di luar kantor..."


"Hehehe... baik kak..."


Oemar pun memicingkan satu alisnya saat mendengar Devan memanggilnya dengan sebutan kak.


"Enak ja kak kek kak loe... emang nya mau jadi adek ipar gue lu... "ledek Oemar


Devan pun tertawa malu dan canggung ia menggaruk kepalanya sambil menatap Karin, ia bingung harus menjawab apa tadi Oemar meminta nya untuk memanggil biasa jika di luar kantor, saat di panggil "kak" malah bikin Devan kena mental nih....hahahah.


"Udah ah kak..apaan sih.. resek banget tau.. udah yuk kita pulang..." ajak Karin sambil menyeret Devan dan menggandeng lengan nya.


"Belum mahrom.. maen gandeng aja... halalin dulu woy...." teriak Oemar yang melihat mereka malu bak kepiting rebus.


Oemar bukan anak kecil yang dapat di bohongi , ia tahu jika mereka berdua saling tertarik namun masih bingung dengan perasaan nya, ia pun membiarkan mereka dengan jalan nya sendiri.


Setelah ia menutup pintu rumah sakit ia kembali ke ranjang rupanya April sudah tertidur pulas, terdengar suara dengkuran halus milik sang istri .


Ia pun mencium kening sang istri lalu mencium perut nya.


"Bobo yang nyenyak ya..kalian cinta ku..." ucap nya tersenyum bahagia.


¤¤¤¤¤¤☆☆☆☆


Tiga hari pun berlalu


April yang kini membaik sudah pulang tadi pagi dari rumah sakit, ia begitu senang dapat kembali ke rumah dan istarahat disana, sungguh ia tak menyukai berada di rumah sakit terlalu lama.


Namun saat kembali ke rumah pun April dilarang beraktivitas, akibat benturan tempo hari membuat janin April menajdi lemah ia disarankan untuk badrest dan tidak turun dari atas kasur, bahkan Oemar pun melarang nya untuk keluar rumah dan memasak, ia hanya boleh berada disekitaran kamar saja... apalagi turun tangga Oemar sangat menentang nya.


"Mas... papa kemana ya kok sejak kemarin lusa gak liat lagi..." tanya April heran , pasalnya papa mertua nya biasa perhatian akan kesehatan dia namun tak melihat nya sudah dua hari ini.


"Kata mama papa lagi dinas di luar kota, sudah jangan pikirkan lagi ya.. kamu istirahat aja disini, atau jalan diatas balkon biar terkena matahari tapi ingat jangan keluar kamar atau turun ya, aku ad pekerjaan sebentar , aku akan mengerjakan nya di ruang kerja ya.. nanti kamu biar di temani mama sama Nia dan Melly...."


Cup...


April pun mengecup pipi sang suami dan ia pun tersenyum manis


Perbuatan nya membuat singa yang tidur lelap menjadi menggeliat karena ulah nya.


"Kamu mau mancing aku Bee hem..." jawab nya sambil kembali terduduk disamping sang istri.


"Ih..enggak sayang..udah sana kerja..." titah nya malu karena ulah nya barusan .


Oemar pun memegang dagu April dan m*l*mat bibir sang istri , tangan nya meraih tengkuk April dan memperdalam ciuman mereka, tangan Oemar pun tak ingin diam ia lantas m***mas dua squisy yang sudah menyembul di balik baju gamis April, dengan cepat ia membuka resleting depan nya dan meraih kedua bola itu bergantian.


Ia pun m*ny*s*p leher putih mulus yang sudah lama tak ia jamah, April pun melenguh nikmat kala Oemar meninggalkan beberapa jejak kepemilikan disana sebuah kissmark yang sudah turun dari leher kini turun pula pada kedua benda kenyal favoritnya.


Puas bermain-main disana ia pun kembali m*l*mat habis bibir sang istri dan bermain lidah disana dengan rasa yang menggebu membuat Oemar serasa panas, bagai mana tidak ia sudah berpuasa selama 9 hari untuk tak menyentuh sang istri, padahal semenjak menikah dengan April tubuhnya bagai candu untuk menambah stamina agar ia semangat bekerja.


"akh.. mas...kamu mau bunuh aku ya..." ucap April yang hampir kehabisan nafas akibat l*matan suami nya itu.


"Habis nya kamu menggoda banget tau Bee.. aku kangen banget, udah puasa sembilan hari nih senjata aku, sekarang malah disuruh puasa lagi seminggu sama kang dokter...." keluh Oemar


"Maafkan April ya mas belum bisa melayani mas lagi, tapi ini demi kebaikan bayi kita mas agar ia bisa kuat didalam sini...." ucapnya sambil memegangi perutnya yang mulai buncit.


"Aku tau sayang, kamù gak usah khawatir asalkan kalian berdua sehat abang siap puasa kok... hehehe..." ucap nya menenangkan sang istri


"Ya udah aku ke ruangan kerja ku dulu ya Bee Vino sudah menunggu dari tadi..."


"Iya mas..." jawab nya sambil tersenyum manis, itulah yang paling disukai Oemar senyum istri yang manis pemberi semangat.


Meski serasa kentang akibat pergulatan singkat mereka namun Oemar harus menahan hasrat nya sampai April benar-benar sembuh dan boleh dimasuki oleh nya kembali.


Setelah beberapa saat Oemar pergi Diva dan Nia datang mengahmpiri sambil membawa aneka cemilan untuk April, disusul oleh kedatangan Melly yang ikut bergurau bersama mereka di kamar suoer luas itu, kini Melly semakin akrab dengan April bahkan Melly sudah tak banyak mengurung diri di kamar seperti dulu.


Mereka pun bercanda ria tertawa hingga terdengar ke lantai bawah karena memang pintunya tak mereka tutup.


Tak lama tiba-tiba Mereka dikejutkan dengan kehadiran Hendro yang baru saja pulang.


"Assalamualaikum...."


"Bunda....."


Deg...


April yang terkejut pun menoleh dengan haru.


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................