
Satu minggu pun berlalu, kesibukkan kedua perusahaan itu nampak jelas, semua karyawan sibuk menyiapkan prodak serta tekan kontrak dengan banyak perusahaan lokal maupun Asing, tak luput dari April dan Oemar mereka semakin sibuk sehingga jarang bertemu, sekalinya bertemu saat malam hari, karena kelelahan mereka pun langsung tertidur bersama, tak ada pergulatan panas diantara mereka.
Pagi ini seperti biasa April melaksanakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga yang baik dan selalu memanjakan lidah para penghuni Ghurair.
Selesai memasak dia pun menata seluruh makanan di atas meja bersama bi Inah , sedangkan Art yang lain nya sedang membersihkan peralatan yang tadi dipakai April dan memebersihkan rumah.
"Bi itu taro di situ yaa, pagi ini Mas Oemar meminta banana smoothies ..." titah April pada bi Inah
"Siap nyonya muda ...."
" Oh ya bi pagi ini saya berangkat pagi tolong nanti jangan lupa menjemput Nia lebih awal karena ujian dia pulangnya 1jam lebih awal...."
"Baik nyonya muda...."jawabnya sambil menata makanan hasil April tadi
Saat April hendak menaruh kopi dan teh di meja kedua mertuanya tiba-tiba dia melihat koran baru pagi ini yang sudah ada diatas meja. Dia pun melihatnya sekilas dan saat melihat foto suaminya dia menjadi tertarik, ternyata sang suami sedang menjadi trending topik di berita hari ini, dia pun tersenyum bangga melihatnya, saat dia membuaka koran yang terlipat itu terpampanglah wajah Bella yang sedang berfoto bersama Oemar, fotonya begitu dekat sehingga terlihat dada Bella menempel pada lengan Oemar.
Dia pun merasakan panas secara tiba-tiba, dan meremas koran itu,
"Bi buang aja korannya gak penting semua..."ucapnya emosi
"Eh..ehm..ba-baik nya.."jawabnya sambil mengambil koran yang sudah diremas April
"Kenapa dengan non April kok tiba-tiba jadi marah padahal barusan terlihat senang..." gumamnya dalam hati
Bi Inah pun membawa koran baru itu ke belakang, saat hendak memasukan nya ke tong sampah dia membuka koran itu dan ternyata ada foto Bella dan Oemar yang begitu mesra
"Oh..pantesan nyonya muda marah ternyata ini toh penyebabnya, hehehehehe..sepertinya nyonya muda sedang cemburu, semoga saja mereka segera di beri cinta yang bahagia..." gumam bi Inah sambil senyum-senyum
April yang masih kesal pun dia bergegas ke kamar dan membersihkan diri ,dia akan bersiap untuk berangkat kerja, saat hendak memakai lotion dia pun melihat majalah bisnis disana, dan lagi-lagi terlihat foto mesra Bella dan Oemar saat photo shot untuk prodak baru mereka, April pun yang kesal langsung saja melempar majalah itu ke sembarang arah.
"Ish, dimana-mana ada dia...." kesalnya sambil melempar majalah bisnis itu ke sembaang arah
*S*reek...
Majalah itu pun mendarat tepat di kaki Oemar yang baru saja keluar dari kamar mandi saat hendak melangkahkan kakinya dia pun melihat majalah itu yang sudah tergeletak diatas kakinya, dia pun mengambilnya.
"Kenapa dilempar ...."
"Fotonya jelek..." jawabnya kesal
Oemar pun mengereyitkan dahinya dan menatap majalah itu dan melihat ada foto dirinya bersama Bella, Oemar pun mengerti kenapa April begitu kesal.
Oemar pun memeluk April dari belakang dan kepalanya ia sandarkan di pundak April "Ini kan cuma foto Bee...." ucapnya
"Bee???..." jawab April penuh tanya
"Yaa.. Bee kamu itu kalo lagi marah,kesel tetep terlihat manis, jadi suka aja panggil kamu Bee..."
"Tapi kan Bee itu-..." ucapnya terpotong
"Sssstttttt....eemmuuuaaaaah...." Oemar pun mengecup pipi April dan pergi meninggalkannya
April pun tersipu malu dan pipinya merona.
"Heheheh mas Oemar bisa aja balikin mood aku...." gumamnya sambil berlalu.
Keduanya pun berangkat ke kantor masing-masing, sesampainya di kantor April langsung melakukakn pekerjaannya. Pada jam istrahat April and the gengs pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang tengah keroncongan, disela-sela makan dia melihat berita di tekevisi yang menyiarkan Oemar dan Bella yang sedang melakukan konferensi brand produk mereka, namun terdapat salah satu karyawan yang menyentil kehidupan pribadi mereka. .
"Satu lagi pak ,bukankah kalian adalah pasangan suami istri yang sudah bercerai, lalu dengan kembali nya kebersamaan kalian lewat produk ini apakah kalian akan rujuk kembali..." ujar salah satu karyawan di tv itu
April yang sedari tadi cuek dan fokus pada makanannya tiba-tiba terkejut mendengar pertanyaan karyawan yang nyeleneh itu hingga membuatnya tersedak.
"uhuk..uhuk..uhuk..." April yang tersedakpun langsung menatap televisi yang dipajang di kantin, dan Devan segera memberinya minum, tanpa menoleh pada Devan dia terus menatap TV itu sambil meminum air.
"Wiih gue baru tau lho kalo pak Oemar mantan istrinya cantik banget yah.."ucap salah satu karyawan di kantin sana
"Iya deh pantes aja kalo mereka sekarang dekat kayak nya emang bener tuh mau rujuk..."
"Iya tuh serasi banget ya mereka..."
Gedimbrungan suara para karyawan di kantin yang tengah membahas Oemar dan Bella , April yang mendengar nya pun merasa panas, namun ia terus berusaha untuk tetap menenangkan dirinya sendiri.
Di televisi Oemar pun menjawab pertanyaan wartawan itu
"Ehm..tidak seperti itu, kami hanya rekan kerja saat ini dan kami berusaha untuk profesional..." jawabnya dengan tersenyum
"Lalu apa bu Bella bersedia untuk rujuk kembali kalian terlihat serasi..." ujar wartawan itu lagi.
Bella pun tersenyum dengan anggun dan menaikkan seuntai rambut kentelinganya sambil berkata
" Kalau diminta kenapa tidak, kita tidak tahu masa depan kita seperti apa, terkadang perpisahan membuat kita merindu, iya kan Oem..." ucapnya sambil menatap Oemar dengan senyuman.
Oemar pun sontak menoleh pada Bella dengan melotot kan matanya tanpa sepatah kata pun.
"Kasian April tau... pernikahan seperti apa yang dia jalani ,tanpa identitas, tertutup dari publik dan entah lah dalamnya rumah tangga mereka kayak gimana..." ujar Salsa pada Devan dan Frans
"Begitulah kalo kita menikah dengan pria berjabatan tinggi..."Jawab Devan
"Kasian April tau, yuk kita hibur dia..."ajak Frans pada kedua sahabatnya
Mereka pun lantas menghabiskan makanannya dan kembali ke ruang kerja.
"Lhoo...kok April gak ada di ruangannya, kemana dia..." ujar Salsa
"Paling dia lagi ditempat biasa, dia pasti ada di balkon kantor, dia suka menyendiri disana kalo lagi sedih atau banyak pikiran..."Jawab Devan
"Iya bener kamu Van, yuk kita susul dia..."
Sesampainya di Balkon mereka melihat April sedang duduk sendiri melamun di atas kursi sambil melihat ke depan , terlihat indah pemandangan disana banyak perkantoran bertingkat tinggi namun tak setinggi perusahaan Ghurair yang di cap perusahaan terbesar dan tertinggi disana.
"Hey...."Sapa Salsa pada April sambil menepuk pundaknya
"Hem.. Sal..." jawabnya sedih
"Gak usah sedih, kan ada kita Pril..." jawab Salsa
"Iya nih Pril kita akan selalu ada buat elu kok..."timpal Farans
"Sebenarnya gimana sih rumah tangga kamu Pril, apa kalian baik-baik aja secara kalian kan menikah karena keterpaksaan...." tanya Devan penasaran
April pun menatap para sahabtnya,dia pun meneteskan air matanya.
"Aku nggak tau Van seperti apa pernikahan ku ini, kita hanya berprinsip jalani saja seperti air yang mengalir..." jawabnya penuh kesedihan
"Tanpa cinta..." ucap Salsa
April pun menggelengkan kepalanya
"Apa kau juga tak mencintainya ...." tanya Devan
"Entah lah aku seperti lupa apa itu cinta , kami melakukan segala hal tentang suami istri tapi tak mengerti apa itu cinta di rumah tangga kita..." jelasnya
"Lalu kenapa sekarang kamu bersedih melihat mereka kalau kamu sendiri tak mencintainya..." tanya Frans
"Aku pun tak tahu Frans mengapa aku begitu ingin menangis saat mendengar mas Oemar tak membantah perkataan Bella..."
"Itu tandanya kamu cemburu Pril, dan kamu sudah menaruh hati untuknya..."jawab Frans dengan analogi percintaannya.
April pun menatap Frans dan berkata
"Sepertinya gak mungkin Frans karena kita sama-sama tak saling mencintai begitu juga kita yang sama-sama sulit membuka hati masing-masing..."tukasnya
"Pril..Pril.. loe raguin analogi percintaa gue yaa.. nih gue kasih tau yaa cinta itu bisa datang kapan aja dan seiringnya kalian bersama cinta bisa tumbuh dengan sendirinya..." jelas Frans
"Wiih..tumben amat omongan lu bener Frans biasanya aja omongan lu kayak tong kosong kagak ada isinya..." ledek Salsa
"Hooh lu tong makan apaan tadi hahaha..." ucap Devan sambil tertawa dan diikuti tawa ketiga sahabatnya itu.
Karena jam istrahat mereka sudah habis mereka pun turun ke bawah dan bekerja kembali, saat April hendak pergi ke ruang copy dia berpapasan dengan Oemar dan Bella yang akan menuju ruangan Hendro , seperti yang lainnya ketika mereka bertemu dengan Oemar semua akan memberikan bow dan menyapa sang putra presdir tapi tidak dengan April kali ini saat berpapasan dia nampak menatap acuh pada mereka.
Oemar pun menatap heran pada April namun Bella tersenyum sinis padanya dia amat mengerti akan perasaan wanita itu.
"Hahahahahaha....kayaknya dia udah liat siaran live tadi dan lagi cemburu tuh.. bagusss....gak sia-sia gue bayar mahal wartawan itu buat bangkitkan kembali citra suami istri seperti dulu....." ucapnya dalam hati begitu senang
"Ada apa dengan April..." ucap Oemar dalam hati
Mereka pun melakukan rapat dengan para team karena akan ada photo shot terakhir untuk prodak perusahaan S.K.I Group.
"Semoga ini cepat berakhir, uda gedek gue lama-lama sama tuh perempuan..." bisinya pada Vino
"Iya bosss ini sesi terakhir kok..."balasnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hai Readers terima kasih sudah mampir ke novel aku, jangan lupa like dan komen z readers....
🍃Happy Reading 🍃
...----------------...