Duren & Jantik

Duren & Jantik
Kesedihan Ghurair



"Begini , Keadaan pasien saat ini cukup kritis pak ,tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin. Saat ini kondisinya masih belum stabil, benturan yang terjadi pada perutnya mengakibatkan trauma perut sehingga menyebabkan sang ibu mengalami Semi koma..." ucap sang dokter


"Semi koma... " tanya Oemar dan Hendro bersamaan , mereka tampak bingung dengan jawaban sang dokter


"Benar pak Semi koma adalah Penurunan kesadaran, ini terjadi ketika seseorang tidak bisa memberi respon terhadap rangsangan verbal dan tidak dapat di bangunkan sama sekali . Namun reflek kornea dan pupilnya masih baik , hal ini terjadi pada bu April, akibat benturan keras itu membuatnya menjadi seperti ini..."jelas sang dokter


"Tapi pasien beruntung karena ia memakai rompi anti peluru sehingga tendangan itu masih bisa menyelamatkan janin di dalam perutnya sehingga tidak menyebabkan kerusakan organ maupun syaraf pada janin, sang ibu pun tidak mengalami pendarahan,namun meski begitu sang ibu mengalami trauma perut yang mengakibatkan Semi koma berlangsung...." lanjut sang dokter


"Apakah bisa segera sadar dok..." tanya Oemar


"Semoga saja..biasanya pasien yang mengalami Semi koma cenderung sebentar bisa 5 hari 1 minggu bahkan 1 bulan,namun jika pasien mengalami Eklampsia maka akan mengakibatkan pasien mengalami Koma yakni kesadaran yang lebih dalam, jika hal itu terus berlanjut dan pasien mengalami kejang menerus maka pasien bisa kehilangan janin bahkan nyawa nya...." tutur dokter itu


Oemar pun syok mendengar penuturan sang dokter


"Lantas kami harus bagaimana dok..." tanya Hendro


"Kita berdoa saja ,saat ini pasien akan dipindahkan ke ruang ROI( Ruang Observasi Intensif) agar kami dapat terus memantau kondisi pasien setiap menit nya...."


"Baiklah dok tolong lakukan yang terbaik untuk kesembuhan menantu saya...." tutur Hendro cemas


"Pasti pak kami akan berusaha semaksimal mungkin dan kami pun akan mendatangkan tim medis dari singapura untuk pengobatan pasien...."


"Baiklah...."


Oemar yang masih terpaku dengan penuturan dokter pun tersadar dan ia ikut bangkit dari duduknya saat melihat sang papa yang hendak keluar dari sana.


Dengan perasaan kacau dan gelisah mereka kembali ke ruang IGD tadi dan mereka pun melihat April yang sudah di dorong oleh para perawat untuk di pindahkan ke dalam ROI.


Setelah beberapa saat usai pemindahan disana hanya boleh berkunjung untuk 1 orang saja itu pun di batas hanya 1 jam kunjungan, tak boleh ada wali keluarga yang menunggui, semua wajib dilakukan oleh para perawat khusus dan tim dokter yang selalu standby didalam sana.


Oleh karena itu Oemar dan keluarganya pun kembali pulang ke kediaman Ghurair , meski berat mereka meninggalakn April di rumah sakit tanpa didampingi keluarga ,namun itu adalah yang terbaik untuk pengobatan nya,mereka semua berharap jika April lekas bangkit dari semi koma itu dan cepat sembuh.


Namun tetap saja demi keamanan April keluarga Ghurair memerintahkan para bodyguard khusus untuk berjaga di depan pintu ROI yang April tinggali saat ini.


Melly yang tak mendapat luka serius pun di bawa pulang oleh mama Diva.


Tak lama mereka pun sampai di kediaman Ghurair mereka pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Tak berselang lama Vino dan Bram pun tiba di sana, bi Inah yang mengetahui hal itu pun segera memberi tahu tuan nya.


tok tok tok


Suara pintu kamar Diva pun diketuk, munculah Diva yang membukakan pintu kamarnya


"Ada apa bi..."


"Anu nyonya di depan ada den Vino dan den Bram nyonya mereka sedang menunggu tuan ..."


"Baiklah bi suruh mereka tunggu di ruang keluarga ya dan panggilkan seluruh anggota keluarga juga..." jawab Diva


"Baik nyonya...." jawab bi Inah seraya pergi meninggalkan kamar itu dan memberitahu kan pesan nyonya nya itu.


Tak lama Hendro pun tiba di ruangan keluarga bersamaan dengan Diva yang menuntun Melly menuju kesana juga. Rupanya disana sudah ada Oemar,Karin,Vino,Bram , dan Tian.


"Bagaimana ...apa sudah kalian bereskan..."tanya Hendro to the point


"Sudah pak..."


"Sudah Om..."


Ucap Vino dan Bram bersamaan.


"Kami sudah membawa Bobby ke kediaman Gerald Antoni dan mengancam balik dengan perbuatan mereka...." lanjut Bram


"Bagus.... lalu sekarang perusahaan bagaimana...."


"Baiklah.. dan jika mereka mengingkari janji maka setelah hasil Visum keluar kita akan menutut mereka dengan percobaan pembunuhan serta saya tak akan segan untuk menghancurkan keluarga itu...." geram Hendro penuh amarah kala mengingat kejadian yang menimpa keluarga nya itu.


"Meski mereka bertanggung jawab pada perusahaan tapi Oemar tak akan tinggal diam pah karena mereka sudah membuat istri Oemar terbaring di rumah sakit..." timpal Oemar yang tak kalah murka nya terlihat raut wajah kesal dan penuh amarah di sorot mata nya itu


"Papa mengerti Mar namun kita harus fokus dulu pada pengobatan April setelah kita tahu keadaan nya tentu saja kita yang akan menentukan bagaimana nasib Gerald selanjutnya.."


Usai Hendro berkata demikian Vino pun bangkit dari duduk nya dan menghampiri Oemar serta memberikan IPad yang sedari tadi ia pegang lalu membisikkan sesuatu pada Oemar.


Oemar begitu terkejut melihat isi dari Ipad yang di berikan Vino tadi lalu menyerahkan kan pada sang papa yang memang sedari tadi sudah duduk disebelah nya.


Hendro yang melihat itu pun ikut terkejut melihat nya, betapa tidak di dalam Ipad itu terdapat putri bungsu nya yang selama ini ia jaga namun berakhir di rusak oleh pria berandal tak bermoral itu, begitu banyak foto mesra bahkan vulgar Melly bersama Bobby.


Melly yang melihat Ipad itu serasa tak asing dan sedetik kemudian ia teringat jika Ipad itu merupakan milik Bobby , ia hafal karena terdapat gantungan kecil disamping Ipad itu yang ia berikan pada Bobby dahulu.


Wajahnya begitu pias saat melihat reaksi kakak serta papanya itu ia begitu takut akan murka sang papa.


" Melly bisa jelaskan apa maksud dari semua itu..." ucap Hendro melempar Ipad itu pada kursi kosong disebelah Diva, ia kembali murka kini pada putri bungsunya,


Melly pun berdiri dengan dada yang terus deg-deg an ia begitu takut akan murka sang papa .


"Pah..i-ini..." ucap Melly terbata


Plak....


Diva tiba-tiba menampar Melly setelah ia melihat foto vulgar putrinya itu


"Mama gak pernah ajarkan kamu seperti ini Melly.. mama selalu menyuruh kamu untuk menjaga kehormatan dan harga diri, dan ini apa Melly mama kecewa sama kamu...." Ucap Diva sambil terisak ia begitu terpukul melihat putri nya yang sudah tak lagi suci.


Melly yang masih merasakan panas di pipi nya akibat tamparan sang mama membuat nya begitu tak dapat berkata apa-apa lagi.


Dan ia pun tak kuasa melihat raut wajah penuh amarah sang papa padanya, ia pun lantas berdiri dan bersimpuh mengatupkan kedua tangan nya di hadapan sang papa dan Kakak sulung nya Oemar.


"Maaf kan Melly pah.. maafkan Melly kak.. ini semua gara-gara Melly..." ucap nya memohon pengampunan dari kedua pria dihadapan nya itu


"Yah..ini memang salah kamu Mel... " jawab Oemar sambil memalingkan wajahnya ke arah lain,ia begitu kesal pada sang adik namun ia pun kasihan pula pada nya.


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay... Readers terima kasih sudah mampir di novel ku.


Jangan lupa Like dan Komen ya....


Mohon tinggalkan jejak ya Readers...


🍃Happy Reading 🍃


🌞


☀️


.