Duren & Jantik

Duren & Jantik
Panik



Tak terasa 3 hari pun berlalu dengan kesibukan wara wiri di kantor, April pun kini telah menepati janjinya kepada para investor dan klien nya itu.


Sedangkan di Yogyakarta di kediaman Eyang putri Gendhis, kini sedang sibuk pula menyiapkan segala acara yang akan diadakan di taman belakang rumah mewahnya itu...


"Bu...apa tidak bisa dipertimbangkan lagi keputusan ibu ini... apa etis jika mengadakan acara seperti itu sedangkan Oemar sudah menikah secara sah baik agama maupun negara...." ucap Diva membujuk


"Sudahlah Diva... Ibu sudah berkali-kali bilang kalau menantu mu itu hanya Bella... ibu sudah bicara pada Bella dan 2 hari lagi dia akan datang kemari bersama dengan Oemar...." kekeh Gendhis


Diva pun mengeluh kan kepada suaminya itu... Melihat keadaan ibu nya yang begitu bersemangat dan ceria membuat mereka pun tak dapat berbuat apa-apa....


Pasalnya usai sakit kemarin sang dokter meminta untuk tidak membuat nya stres dan harus membuat hati nya selalu bahagia...


Kantor


Sementara itu April yang sedang bekerja tiba-tiba didatangi oleh kedua sahabat suaminya itu.. Kevin dan Smith kini sudah berada di depan pintu kantornya.


"Pagiii..bu Presdir...." ucap Kevin menggoda istri sahabatnya itu sambil berjalan menghampiri April.


"Eh..bang Kevin... mari masuk bang...." jawab April senang


"Sama bang Smith juga nih...." ucapnya lagi


"Iyaap.... gimana kabar perusahaan Pril apakah sekarang semua baik-baik saja...." tanya Smith to the point


"Alhamdulillah sekarang keadaanya sudah lebih baik kok bang... malah saham perusahaan selama 3 hari ini sudah melebihi target sehingga keadaan menjadi 100x lipat lebih baik ... " jawab April senang


"Yaa... kamu memang cerdas Pril gak salah pak Hendro memilih kamu sebagai menantunya.. karena kamu memang perempuan idaman..." puji Smith Kagum pada istri sahabantnya itu


" Ah... nggak juga kok bang.. ini semua berkat bimbingan papah dan mas Oemar dan lagi bang Kevin ikut andil dalam kesuksesan perusahaan ini.... " jawab April merendah diri


"Wiih... kagak juga lah Pril semua ini berkat kegigihan loe sendiri.. kita dengar dari bu Dewi kalau selama seminggu ini loe jarang makan dan fokus ke perkjaan belum lagi kata bi Inah, dirumah loe selalu siaga buat Aghnia dan adik-adiknya Oemar...."


"Iih... dasar mereka pengadu..." gumam April


"Loe tau Pril laki loe marah-marah ma gue... gara-gara loe kagak terjaga asupan nutrisi nya tuh, dan lagi gue perhatiin hari ini loe pucet banget... apa sakit..." tanya Smith ragu


"Eh Iya loh.. gue kira loe males makeup tapi emang pucet ya bro..." sahut Kevin


"Ah.. nggak kok tadi cuma pusing aja sedikit tapi sekarang aku udah merasa baikan dengan melihat hasil saham perusahaan kembali normal dan para investor serta klien papah senang semua.... "


"Loe udah makan belom..." tanya Kevin kembali


"Ehm..belom sih... "


"Ya elahhhh... ini udah jam 2 dan loe belom makan.. yok ikut kita , kita makan dari pada ntar kita kena semprot laki lu..." Ajak Smith


April pun menurut karena memang saat ini ia tengah merasakan cacing di perutnya keroncongan. Dia pun berjalan keluar ruangan yang diikuti oleh Smith dan Kevin


Mereka pun mencari makan di restoran dekat kantor, sesampainya disana Smith pun memesan segala makanan untuk mereka santap.


Tak lama pesanana mereka pun tiba, Kevin dan Smith pun langsung menyantap makanannya, begitupun dengan April .Namun di tengah-tengah April menyantap makanan lezat didepannya itu tiba-tiba dia merasa mual dan hendak muntah. Kevin dan Smith yang memeperhatikan April pun bertanya


"Are you okay....." tanya Kevin


April pun menggeleng dan memgangi kepalanya


Smith pun yang hendak memegang April untuk melihat keadaannya namun tiba-tiba April berdiri dan berlari meninggalkan mereka berdua dalam kebingungan.


Kevin dan Smith pun memeperhatikan langkah April, dan ternyata dia memasuki toilet.


"Eh.. napa tu bocah..." tanya Smith


"Kagak tau gua... mungkin kebelet boker kali..." sahut Kevin sambil mengunyah makanannya


Sedangkan di toilet April muntah-muntah dia mengeluarkan seluruh isi perutnya, hingga ia pun mengeluarkan muntahan berwarna kuning yang menyakitkan tenggorokannya.


Beberapa saat kemudian April pun datang dan kembali duduk


"Loe kenapa Pril kok tiba-tiba lari gitu...." tanya Smith


"Ehm... gak papa bang.. cuma pusing aja... kalian habisin aja ya makannya aku udah kenyang ...."


"Lah.. loe makan baru aja 5 suap Pril udah kenyang aja...." ujar Kevin


"Loe sakit yaa.... keliatan muka loe tambah pucet tuh, gue periksa ya.. gue takut loe kenapa-napa ntar laki loe ngamuk tuh..."


"Ah..nggak kok bang... mungkin asam lambung ku kambuh karena beberapa hari terakhir makan ku nggak teratur. Udah lanjut aja makannya aku mau ke sana mau pesan minuman yang hangat dulu ya bang...." jawab April sambil berjalan menghampiri pelayan resto disana.


Setelah usai makan mereka pun kembali ke kantor, April masuk lift seorang diri karena Smith sedang berbicara dengan seseorang di seberang telfon, sedangkan Kevin jangan ditanya lagi..dia sedang menggoda resepsionis didepan lobby yang cantik-cantik dan sexy.


April pun hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat suaminya itu.


Saat keluar lift tiba-tiba dia merasakan pusing lagi namun ia tetap berusaha untuk berjalan dan dia pun dikejutkan dengan panggilan seseorang yang sangat ia kenali.


"Eh..habis dari mana Van... "tanya April


"Tadinya mau keruangan kamu Pril eh ... tapi ketemu disini..." jawab Devan sambil menyodorkan berkas yang ia pegang


"Nih..hasil laporan produk hari ini... aku bangga sama kamu Pril dalam 3 hari ini kerja keras kamu bener-bener sempurna bahkan melebihi target yang seharusnya...." puji Devan bangga pada sahabatnya itu


Namun karena pusing yang semakin parah April pun hanya tersenyum menanggapi pujian sahabatnya itu.


Devan pun melihat April tampak seperti tak biasanya


"Eh..Pril kamu gak papa?...kamu pucet banget lhoo...." tanya Devan khawatir


"Gak papa kok Van, aku mau ke ruangan ku dulu ya.. nanti laporannya kamu kasihkan bu Dewi ja..." ucap April sambil memegangi kepalanya dan ia pun kembali berjalan


Baru beberapa langkah tiba-tiba...


Brruuk......


April pun ambruk di hadapan Devan,


Devan pun lantas mengahmpiri April yang sudah tak sadarkan diri itu


"Pril.. pril kamu kenapa..."ucap Devan sambil menepuk-nepuk pipi April


Namun April yang sudah tak sadarkan diri itu tak meresponnya.


Dengan cepat dia pun menggendong April menuju ruangannya


Tak lama pintu lift di belakang Devan pun terbuka dan terlihatlah Kevin dan Smith yang baru saja tiba


"Bu Dewi tolong buka pintunya..."teriak Devan saat tiba di depan meja sekretaris Presdir itu


Bu Dewi pun terkejut dan melihat Devan sedang menggendong April , ia pun ikut panik dan membuka kan pintu ruangan Presdirnya itu.


"Lho...mas Devan bu April kenapa..." tanya Bu Dewi yang mengekori Devan itu


"Saya juga nggak tau bu tadi tiba-tiba bu April pingsan di depan lift..." jawab Devan sambil meletakan April di sofa ruangannya.


"Lhoo ada apa ini..." tanya Kevin setelah membuka pintu ruangan April


"Eh..ini pak bu April pingsan di depan lift tadi...." jawab Devan


Smith pun langsung menghampiri April dan ia pun segera memeriksa tubuh April.


Sedangkan Kevin pun tampak panik kala melihat wajah April yang semakin pucat...


"Broo.. dia kenapa ..." tanya Kevin khawatir


Smith pun yang sudah memeriksa April pun menjawab


"Kita harus segera membawa April ke rumah sakit suhunya badannya panas sekali tapi telapak tangan dan kakinya sangat dingin ...." jawab Smith


Ucapan nya pun membuat semua yang berada disana khawatir


"Vin cepat siapin mobil.." titah Smith sambil menggendong April .


Kevin pun menuruti perintah Temannya itu.Dan mereka pun bergegas meninggalkan kantor.. sepanjang lobby para karyawan pun terkejut melihat April yang sudah di gendong oleh Smith dan diikuti oleh Kevin dan Bu Dewi ,pasalnya baru saja tadi mereka melihat April yang berjalan bersama kedua Pria tampan itu , namun kini mereka melihat April tengah tak sadarkan diri.


Sedangkan Devan ia pun kembali bekerja dan berjalan memasuki ruangannya. Meskipun dia sangat khawatir namun dia yakin para sahabat suaminya itu akan menjaganya apalagi salah satu dari mereka adalah seorang dokter.


Mobil pun sudah siap dan mereka pun langsung menuju rumah sakit dengan secepat kilat. Ditengah perjalanan Kevin menelfon Oemar, namun na'as nya Oemar tak mengangkat panggilan telfon itu... Kevin yang kesal pun memukul dashbor mobil di depannya


"Ih.. kemana sih lu..." geram Kevin


Akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit terbesar di kota itu dan segera membawa April ke UGD , sesampainya disana April pun langsung di periksa dokter dan Smith pun ikut memeriksa kondisi April yang memang dia adalah bagian dokter disana. sedangkan kevin dan bu Dewi menunggu diluar sambil memperhatikan keadaan April dari arah jendela....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay.. Readers.... terima kasih sudah mampir di nover karya perdana ku.... jangan lupa like dan komen ya readers......


🍃Happy Reading 🍃


...----------------...