
Setelah puas bermain air mereka pun kini bersiap akan pergi mengelilingi kota Bali.
Dan selama mereka di Bali mereka pun berencana mengunjungi Dreamland Waterpark Pecatu, elephant park, Hot Balon Ubud , Snorkeling di Blue Lagon, Ubud Monkey Forest, dan Menyelam di kapal selam.
☆☆☆☆☆☆
Waktu pun berlalu sudah 3 malam mereka berada di Ubud ,Bali . Dan malam ini adalah malam terakhir bagi mereka untuk berlibur. Karin yang tadinya tak semangat ia begitu senang saat siang tadi Devan telah datang bergabung bersama mereka.
Devan pun mengajak Karin ke suatu tempat, setelah bersiap Karin pun menghampiri Devan yang sudah menunggu nya sedari tadi di taman samping Hotel.
Saat Karin datang mata Devan tak berhenti untuk menatap kecantikan dan keseksian dari Karin, ia dengan berani memakai dress berwarna hitam yang mengexspose punggung putihnya.
"Kok pake baju gitu sih..." ujar Devan tak suka
"Ehm..kenapa jelek yah... apa gak pantes..." jawab Karin sambil memutar kan tubuhnya
"Kamu melakukan kesalahan besar dengan memakai pakaian itu Rin...." ujarnya sambil menghampiri karin perlahan.
"Lhoo kok salah , emang apanya yang sa-..." ucapnya terhenti kala Devan tiba-tiba saja mendorong tubuh Karin ke tembok dan menempelkan bibir nya pada Karin
Karin pun spontan melotot dan mendorong dada bidang Devan
"What this is ...." tanya Karin yang masih terkejut
"Hukuman untuk mu...." jawabnya cepat dan kembali menempelkan bibir nya , dengan penuh hasrat Devan pun meraih tengkuk Karin dan memperdalam ciuman pertama mereka,Devan pun menggigit bibir bawah Karin dan ia pun berhasil membuat Karin membuka mulutnya, Devan ******* habis bibir itu yang terasa manis. Ciuman itu semakin dalam dan terus menuntut.
Karin yang terkejut dan hendak marah namun berbeda dengan tubuhnya yang begitu menikmati ciuman dari Devan, bibirnya yang kenyal dan lembut membuat Karin membalas ciuman itu.
Lama mereka beradu mulut akhirnya terhenti setelah mereka merasa kehabisan oksigen, mereka berdua tersenyum dan menempelkan kening mereka terdengar deru nafas mereka yang memburu dan masih tersenggal-senggal akibat ciuman panas tadi.
Devan pun melepas jas yang ia kenakan dan memakai kan nya pada Karin, ia tak ingin para pria melihat punggung halus milik Karin , Devan pun mengajak Karin kembali ke Resort karena mereka memutuskan tak jadi pergi.
Sesampainya disana rupanya April dan Oemar CS tengah berkumpul sedang melakukan pesta Barbeque , kedua insan yang baru datang pun ikut bergabung. Karin pun kembali menyerahkan Jas Devan dan langsung duduk bergabung dengan yang lainnya. Devan pun kembali memakai jas miliknya dan ikut duduk disana. Dan canda tawa pun terdengar renyah.
Ditengah acara Oemar pun menatap Devan dan menganggukan kepalanya seraya memberi isyarat pada Devan, Devan pun berdiri dan ia pun angkat bicara.
"Baiklah tolong minta waktu nya sebentar ya..." ucap Devan lantang sambil meraih tangan Karin untuk berdiri.
Karin pun terkejut namun tetap menurut.
April pun ikut terkejut dan menatap Oemar yang sedari tadi sudah menatap kedua insan itu.
"Mas...ada apa..." tanya nya penasaran
"Kamu lihat aja Bee pasti seru...." Oemar pun menyunggingkan senyum nya.
"Wiih... ada apaan nih...." sahut Kevin dengan keras seraya menghoda Devan
"Berisik lu.. diem...." sahut Oemar sambil memberikan isyarat padanya.
Devan pun menatap Oemar sekilas dan diangguki oleh nya. Lalu ia menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya, sungguh ia merasa gugup saat ini, namun demi melancarkan aksi nya ia pun sekuat diri menghilangkan rasa grogi itu.
"Ehm-ehm...Karin...Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak bisa dilihat dan didengar, tetapi bisa dirasakan dengan hati dan ucapan..."ucapnya terjeda
"Aku ingin Kau menjadi perhiasan terindahku, yang kelak akan bersama mengarungi titian menuju Surga, menggapai ridho-Nya.
Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini membuat pengakuan. Sudah sejak lama diri ini menyimpan rasa suka. Bukan aku tidak ingin memilikimu.
Aku hanya ingin menjagamu hingga halal bagiku menyentuhmu. Dan malam ini, aku ingin mengatakan dengan segenap kerinduan ku..." lanjut Devan dan ia pun berlutut serta kembali meraih tangan Karin.
"Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi.
Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku?
Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama … yaitu … Kamu. Karin... Will you marry me?...." ucap Devan lagi
Karin pun berkaca-kaca melihat perbuatan Devan yang sungguh di luar nalar ini, ia melihat sekeliling nya mereka masih memperhatikan Devan dan dirinya dengan seksama. Ia pun melihat sang Mama dan diangguki sang mama begitu pulang saat ia melihat sang papa ia pun mengangguk.
Karin pun tersenyum sambil menatap kedua mata Devan
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku ingin menjadi pendamping hidupmu...." jawab Karin lantang,
Devan pun tersenyum seanang, ia langsung mengambil kotak beludru kecil yang berada disakunya sejak tadi , lalu ia membukanya dan terlihatlah sebuah Cincin Emas berkilau di dalam kotak itu dan Devan pun memasangkannya pada jari Karin.
Semua pun bertepuk tangan melihat keromantisan mereka berdua...
"Soo..Sweet... " sahut April dan Salsa bersamaan
"Hooh... beruntung banget ya Karin di romantisin ama Devan...." ujar Salsa
"Iya bener banget padahal si Devan kan kagak romantis ya..tapi lihat..dia meluluhkan hati kita semua ...." jawab April
"Iya..keren ih..."
"Kamu mau aku kayak gitu hem .. " sahut Oemar yang sedari tadi mendengarkan mereka berdua
"Enggak mas... aku seneng lihat mereka sudah menemukan belahan jiwanya, aku juga tak kalah bahagianya bersama kamu saat ini..."tutur April manja
Mereka pun melemparkan kelopak bunga mawar kepada Devan dan Karin yang memang sudah di sediakan di bawah meja.
Rupanya persiapan Devan tak luput dari dukungan Frans dan Oemar.
Devan yang teramat senang pun melepas jas nya dan kembali meraih Salsa dengan agresif mencium bibir yang sedari tadi menggoda iman nya.
"Adu..du..du ..duh.... bukan Mahrom nya...." teriak Diva yang melihat Devan dan Karin sedang bercumbu di hadapan semua orang
Sedangkan Euis dan Tiara langsung saja menutup mata Abhi dan Nia, tentunya Khusni pun melakukan hal yang sama pada kedua para anak nya.
Merekapun tertawa melihat Diva yang sudah memisahkan kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu.
"Hehehe.. maaf tante lupa kebawa suasana...." ucap Devan canggung ia pun malu dilihat semua orang yang mengenalnya. Rupanya ia tak sadar telah melakuakn hal itu dihadapan orang-orang.
"Aduh..Pah... ini mah mereka udah kebelet.. Secepet nya kudu di nikah kan ini biar gak kawin duluan...." tutur Diva sambil menejwer kedua teling Devan dan Karin.
"Iya.. Sepulang dari sini nanti kita suruh orang tua nya Devan kerumah...."sahut Hendro santai.
"Hah...secepatnya...." sahut Devan dan Karin yang terkejut , Karin pun tak menyangka melihat restu yang mulus dari keduaorang tuanya.
"Hahahaha....rasain lu..suruh cepet-cepet kawin...." ujar Kevin meledek Devan
"Nikah dulu baru kawin Kevin, emang nya kamu sukanya kawin mulu...." sahut Diva dan langsung menjewer Kevin
"Aduh..ia Tan ampun...."jawab Kevin meringis
Mereka pun tersenyum bahagia melihat kebahagiaan ini.
"Keindahan hari ini merupakan perwujudan atas apa yang terjadi hari ini. Dan kalian lah yang telah membuatnya tampak begitu indah. Selamat atas lamaran mu , dan semoga kamu mendapatkan kebahagiaan sempurna bersama orang yang tepat....” ucap April sambil memeluk Karin.
"Makasih ya kak April, kamu emang bestie dan kakak ipar terbaik, hehehehe....." jawab Karin sambil membalas pelukan itu.
Disaat semua orang tengah kembali menikmati malam yang indah dengan Berbeque ditambah merayakan kebahgiaan atas lamaran Devan dan Karin , namun tidak dengan Melly ia sedari tadi begitu gelisah ia teringat dengan bendah pipih panjang yang ia beli tadi pagi dengan menyuruh salah satu pelayan disana.
Ditambah lagi kegelisahan nya dengan seseorang yang terus menghubunginya sejak tadi. . Ia pun menatap nanar handphone miliknya....
"Please.. Beb.. I'am Sorry...."
"Beb... beri aku kesempatan..."
"Aku merindukan mu...."
"Aku ingin bertemu dengan mu...."
"Aku telah menyesal...."
Begitulah isi pesan yang bolak balok masuk dari nomor yang tak dikenal, namum Melly sudah menyadari jika itu adalah Bobby....
Meski ia tak mebalas satu pesan pun dari nya namun Bobby tak kunjung menyerah untuk terus memberi pesan padanya , hingga membuat hatinya kembali goyah.
Melly pun memaksakan senyum nya untuk melihat kebahagian yang terpancar di keluarga nya namun hatinya begitu terombang-ambing oleh pesan dari Bobby.....
Bobby pun berkali-kali menelfon Melly ,karena tak tahan dengan gangguan dari Bobby ia pun pergi ke pojokan dan mengangkat panggilan itu.
"Oke..kita bertemu setelah aku pulang dari sini, puasss...." jawab Melly sedikit kesal
"Thank you Beb... Miss you... and see you later...."
Melly pun mengakhiri panggilan nya dan kembali berkumpul dengan keluarga nya.
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay Readers jangan lupa Like dan Komen ya....
Terima Kasih sudah mampir di novel ku....
Mohon tinggalkan jejak kalian semua ya.....
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.