
Ditengah hiruk piruknya kota Jakarta di keramaian jalan yang menghiasi padatnya kota ,kini ketiga sekawan yaitu para sahabat baiknya April tengah menuju sebuah kontrakan kecil,kumuh dan sempit.
Mereka selalu mengajak April untuk tinggal di apartemen atau kost yang layak namun April selalu saja menolak kebaikan para sahabatnya itu,dia selalu beralasan karena jaraknya dekat dengan kantor jadi tak mau pindah. Meski para teman baiknya dari kalangan berpunya namun April tak pernah memanfaatkan kebaikan mereka, prinsipnya selama dia masih bisa bangkit sendiri why not.
Akhirnya mereka sampai di kost nya April, karena mereka membawa kendaraan masing-masing mereka pun memarkirkan kendaraannya di depan gang seperti biasa.
" Yuk gaes akhirnya nyampe juga nih..." ajak Salsa yang sudah lebih dulu jalan didepan setelah memarkirkan mobilnya
Devan dan Frans pun memarkirkan motornya di depan mobil Salsa
tok tok tok
Frans pun mengetuk pintu kost itu
"Assalamualaikum.. April..." panggil Salsa didepan pintu
"Kok sepi ya.. depan rumahnya juga berantakan gak kayak biasanya ya... " tanya Devan yang menatap sekeliling teras kecil.
"Iya deh biasanya tuh April suka rapih banget tau, tapi kok banyak sendal ya dirumahnya, dia kan sendiri kok ada banyak sendal sih..." sahut Frans
"Mungkin lagi ada tamu kali,,, kemana sih lama banget ya..." jawab Salsa
Tak lama terdengar suara perempuan dari dalam sana
"Iyaa.. sebentar..." ucap perempuan dari dalam
ceklek
pintu pun terbuka, terlihat seorang ibu-ibu berbadan gemuk dan masih mengenakan mukenanya.
"Waalaikumsalam, cari siapa ya mbk ,mas.." tanya ibu-ibu itu
"Lho...kok..." Ucap mereka bertiga bersamaan, Mereka pun saling pandang dan bingung
"Lho kok ibu yang ada disini, eh gaes kita gak salah kost kan..." tanya Frans pada mereka
"Ini memang kontrakan saya mas, mas nya ini cari siapa ya.." tanya ibu itu kembali
"Kita lagi cari temen kita bu, namanya April dan dia yang nge kost disini kok..." jawab Salsa
"Maaf ya mbak saya sudah ngontrak disini sudah lama, sudah 3 bulan mbk..." ucap ibu itu menjelaskan
Mereka bertiga pun terkejut, disaat bersamaan datang lah ibu-ibu yang berkerudung merah, yang mereka kenal dengan ibu Mona, yah.. pemilik kontrakan disitu yang rumah nya memang tak jauh dari lokasi kontrakannya.
"Eh..adek-adek uda lama nggak kesini, cari siapa..." tanya ibu Mona
"Eh ibu..." ucap Salsa sembari menyalami tangan ibu itu
"Kita mau ketemu April bu, tapi kok yang keluar malah ibu ini..."lanjut Salsa sembari menatap ibu-ibu yang mengenakan mukena itu.
"Oh...April sudah nggak ngontrak disini lagi dek, sudah dari 3 bulan yang lalu dia pindah..."
"Pindah....." saking terkejutnya mereka pun menjawab bersamaan
"Iya pindah, 3 bulan yang lalu dia mengembalikan kunci rumah bersama seorang pria, entah pacarnya atau suaminya saya pun tak tahu, soalnya saat saya bertanya dia hanya tersenyum saja ..." ucap ibu Mona menjelaskan
"Ibu tahu kemana dia pindah..." tanya Devan
"Waduh saya nggak tau mas, saya nggak nanya sama April, tapi sepertinya dia pergi bersama pria itu..."
"Apa ibu tahu bagaimana pria itu..." tanya nya lagi
"Dia pria tampan,sepertinya pria kaya soalnya mobil yang dipakai juga mobil mewah,kebetulan saya melihatnya di depan gang..."
"Oh begitu ya bu, kalau begitu terima kasih banyak ya bu atas informasinya..." ucap Salsa pada ibu Mona
"Dan mohon maaf juga ya bu sudah mengganggu..."lanjutnya pada ibu-ibu bermukena itu
""Oh iya gak apa-apa mas mbk..." jawabnya
Mereka pun pergi dari tempat itu, sebelum pulang mereka mampir ke warung pinggir jalan, karena syok dengan pemberitaan barusan membuat perut mereka keroncongan.
...----------------...
Di sebuah kamar hotel April menggeliat dia pun membuka matanya perlahan dan melihat sekitarnya, dia merasa asing dengan kamar ini,kamar bernuansa putih abu-abu ini membuat kamar itu menjadi elegant.
Dia pun segera bangkit dari tidurnya dan menatap sekeliling kamar, terdapat banyak bunga berserakan di lantai dan diatas kasur.
April pun berjalan menyusuri kamar, dia pun membuka pintu balkon yang terbuat dari kaca , saat menggesernya dia melihat langit sudah mulai gelap, dia pun kembali menutup pintu itu. Dia tak melihat siapapun disekitar kamar.
"Dimana aku..." ucapnya dalam hati.
Dia berjalan ke sebelah ruangan kamar itu, ternyata disana terdapat suaminya yang sedang duduk di sofa sambil memangku laptop nya,
" sepertniya dia sedang bekerja" gumamnya
Oemar yang merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya dia pun menoleh ke belakang dan melihat istrinya tengah berdiri menatapnya.
"Hey...sudah bangun..."ucapnya sambil menutup laptop miliknya itu
"I-iya mas, mas kita ada dimana..."tanya nya sambil berjalan ke arah suaminya
"Di hotel..."
"Hotel..." jawab April terkejut
"Iya di hotelkita masih di Malanh , dan kita akan bermalam disini..."
"Oh.. tapi mas kalo kita di hotel kenapa dikamar berantakan gitu banyak banget bunga berserakan terus di lantai juga banyak banget bunga yang bertebaran...."tanya nya polos
"Ini mah kelakuannya si Karin , dia yang uda bookingin hotel ini..." ucapnya santai "Dengan paket ho-ney-moon..." lanjutnya sambil membisik kan nya pada telinga istrinya.
Oemar pun membicarakan kejadian tadi saat dia menggendong istrinya yang tidur dari mobil sampai ke dalam kamar ini, ditengah perbincangannya tiba-tiba April teringat sesuatu.
"Ya Allah massss... tiket ku... harusnya aku lagi di pesawat sekarang..."ucapnya panik
"Ya ampun Pril ngagetin aja ,kirain ada apaan cuma tiket ini..."jawab nya enteng
"Ih..kamu tuh mas aku beli nya tiket eksekutif tau, kan sayang banget kalo hangus..."
"Timbang tiket ini, udah..nanti kalo kita pulang aku pesenin tiket VVIP deh, atau mau pake jet pribadi juga bisa .." jawabnya santai smabil mencubit hidung istrinya gemas
April pun memanyunkan mulutnya dan malu dia pun bergegas meninggalkan suaminya ke dalam kamar mandi, didalam dia segera membersihkan tubuhnya yang lengket ,setelah 20menit dia pun selesai melaksanakan ritual mandinya, saat dia membuka pintu dia melihat kamarnya yang tadi banyak bunga berserakan kini sudah hilang tak ada bunga satupun.
Karena dia hanya membawa baju outfit saja,m jadi dia pin memakai piyama pendek yang sudah disediakan di hotel ini, dia mengambil piyama dengan baju dan celananya pendek karena hanya itu yang layak dipakai sedangkan yang lainnya tak layak pakai alias banyak lingerie yang digantung di lemari itu. Setelah berpakaian dia pun menuju ruangan tadi , meja yang tadinya berisi majalah dan segelas kopi kini sudah dipenuhi dengan beraneka makanan. Menu makan malam khas jawa timur yang lengakp tersaji di dalam satu meja itu, mulai dari hidangan appetizer, main course, dan dessert.
"Masss ini apa.. banyak banget makanannya..." tanya April pada suaminya
"Iya nih kita makan malam disini aja, tadinya aku mau ngajak kamu makan malam di luar tapi aku pikir kamu masih bad mood jadi aku pesenin makan malam dikamar aja ...."
"Iya mas.." jawabnya menurut
"Ayo sini..kita makan malam , aku udah laper banget..."
April pun menuruti ajakan suaminya itu, dia pun kembali duduk di sebelah suaminya, dan mereka pun menikmati aneka hidangan yang sudah tersaji di atas meja itu,mereka makan dengan lahap.
Setelah selesai menikmati makan malam Oemar memanggil room servis lagi untuk membersihkan ruangannya sedangkan April pun keluar dari kamar karena tak ingin orang lain melihat dirinya membuka aurat selain suaminya saat ini, dia pun melihat keindahan hotel itu di atas balkon kamarnya dia pun merenung dan melamun nan jauh kesana.
Betapa indahnya kota Batu ini, dia tak menyangka bisa menginap di hotel mewah ini, hotel mewah bintang 4 yang dulunya hanya dia lewati saja bersama almarhum suaminya kini dia dapat bermalam di hotel ini, hotel yang menjadi impian bagi setiap wanita yang melewatinya.
"Lagi lihat apa hem..."tanya Oemar dari belakang nya
"Eh..ini mas lihat pemandangannya hotel ini indah banget ya..."
"Iya.. view nya bagus banget, bikin adem ya.." jawabnya
"Liat deh mas dibawah ada playground nya..."tunjuk April
"Iya bener, aku juga tadi udah jalan-jalan ke lobby dan Skydome Lounge hotel ini emang bagus banget lengkap dan cocok buat liburan keluarga juga..."jawabnya
"Kalo kita ajak Aghnia kesini pasti dia seneng banget mas..."
"Iya nanti kita agendain ya liburan sekeluarga, lagian kita kesini juga kan enggak liburan...." jawab Oemar, namun jawabannya membuat April teringat akan kejadian tadi siang,
April pun kembali meneteskan air matanya kala mengingat perkataan dan hinaan mertua serta adik iparnya itu,keluarga yang seharusnya menjadi sandaran bagi April setelah kepergian suaminya namun malah menjadi musush yang tak akan pernah bersatu.
Oemar pun melihat istrinya yang kembali menangis, dia pun tak tega melihat April yang terus berlarut dalam kesedihan, dia pun membalikan tubuh istrinya dan memegang tengkuknya dia pun mengusap air mata istrinya yang menetes dari kedua matanya, dia pu n berkata padanya
"Sudahlah, jangan menangis lagi, jangan terus berlarut dalam kesedihan,karena saat ini sudah ada aku dan mari kita mulai dari sini, aku tahu kita saling memiliki masa lalu yang berat, tapi Kenangan masa lalu yang begitu berat biarlah berakhir disini dan mari kita bangun masa depan kita dari sini pula, aku tahu pernikahan kita didasari karena keterpaksaan, marilah kita hadapi dengan keikhlasan dan membangun masa depan bersama. Maafkan aku atas sikap ku selama ini, mulai sekarang kita hadapi semua bersama..." ucap Oemar dengan bijak
April yang mendengar nya pun menjadi terharu dan menangis tanpa berkata apapun dia langsung memeluk suaminya itu dengan erat, dia merasa telah menemukan sandarannya kembali, Oemar pun mengerti akan perasaan wanita di hadapnnya itu dia pun mengelus punggung April dengan lembut.
Mereka saling merasakan kehangatan pelukan itu, dan Oemar pun mengangkat dagu April, dia langsung mengecup bibir merah istrinya itu, dengan lembut dia pun terus menciumnya, April pun membalas ciuman itu, karena di kota Malang yang suhunya memang sangat dingin, dan mereka berdiri tepat di luar balkon dengan segala keindahan lampu di kota itu, membuat suasana menjadi sangat indah, Ciuman yang menghangatkan kedua bibir itu pun semakin menuntut , dan menuntut , ciuman itu semakin dalam , Oemar yang terus mensesapi bibir mungil istrinya terus mengabsen setiap inci di dalam sana, ******* demi ******* yang di berikan membuat ciuman itu semakin panas, aura dingin yang menusuk tulang kini tak mereka rasakan lagi, mereka hanya merasakan kehangatan dari pelukan dan ciuman itu.
Oemar pun mengangkat tubuh istrinya tanpa melepas pagutan bibir yang terus beradu dia menggendongnya dan membawa April masuk ke dalam kamarnya . Dia menidurkan istrinya dan menatap wajah ayu nan manis itu , mereka pun saling menatap , dan dengan lembut Oemar mencium kening istrinya , mencium kelopak matanya, hidungnya dan kembali ******* habis bibirnya, ciuman itu lantas turun ke leher istrinya, April yang mengerang pun membuat Oemar semakin panas, erangan dan ******* istrinya membuat dia semakin bersemangat, dia menurunkan pakaian yang menutupi sesuatu yang sudah membusung di dalam sana, dengan cepat dia sudah membuang pakaian itu dan terpampanglah bukit kembar yang kini menjadi tempat favoritnya.
Dia pun bergerilya di dalam sana , satu persatu pakaian yang mereka kenakan pun terlepas, jiwa kelelakiannya kini sudah muncul dan membuat nya sangat berna*su, sehingga dia pun melakuaknnya kepada istrinya itu. Malam yang dingin pun tak lagi mereka rasakan karena seluruh kamar kini atmsofernya berubah menjadi panas .
Ini pertama kalinya April melakukannya dengan kesadaran dan dia pun begitu menikmati permainan yang diberikan suaminya ini, kelembutan serta perlakuannya membuat dia tak mengingat sedang bersama siapa dia saat ini, yang dia tahu hanya sedang bercumbu bersama suami yang kini menjadi sandaran hidupnya.
_______
Di sebuah warung kaki lima, ketiga orang yang tengah menikmati makanan dihadapannya sedang menyantap makanan favorit mereka ,aneka sambelan berjajaran disana, namun berbeda dengan malam ini mereka tak begitu menikmati makanan favorit nya ,padahal ditempat itu lah biasanya mereka berempat akan bersama dan bersenda gurau selepas kerja, kini mereka makan dengan pikiran meraka masing-masing.
"Gue gak habis pikir deh, April pindah dari kontrakannya tanpa memberi tahu kita..." Ucap Salsa membuka suara
" Iya nih , dan parahnya lagi dia gue telfonin kagak di angkat coba, tadi gak akrif sekarang malah gak diangkat..."ujar Frans
"Gue yakin pasti ada yang disembunyiin sama April, gak biasanya dia kayak gini, pantesan akhir-akhir ini dia aneh banget, kalo diajakin pulang bareng suka nolak, kalo mau di jemput juga pasti nolak dia..."Sahut Devan ikut menimpali kedua sahabatnya itu
" Tapi siapa yaa pria yang di maksud bu Mona tadi..." ucap Salsa sambil memikirkan perkataan ibu kost tadi
"Apa April uda punya pacar kali yaa..."jawab Frans asal menebak
"Gak mungkin deh kalo dia punya pacar, dia kan paling anti pacaran..." Jawab Devan
"Lah kalo gak pacaran masak iya April udah nikah lagi..." ucap Frans
"Gak usah ngaco deh loe, gak mungkin April nikah lagi.." jawab Devan tak suka
Frans dan Salsa pun saling melirik melihat reaksi Devan itu
"Ya kan gue cuma nebak Van.." ujar Frans
"Iya tapi tebakan loe tu gak lucu..." jawabnya kesal
"Udah deh kalian ini apaan sih kok malah maen otot, udah yuk makan lagi, biar kita tanya April aja nanti saat dia sudah masuk kerja..."Ucap Salsa menengahi kedua sahabatnya.
Usai makan di pinggir jalan mereka pun berpisah ke arah yang berbed, merek pun pulang ke rumah masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hau Reader... sehat-sehat ya dan terima kasih sudah mampir ke novel aku, jangan lupa tinggalkan jejak ya reader...
🍃Happy Reading 🍃
......................