Duren & Jantik

Duren & Jantik
Rahasia yang mulai tebuka



Di sore hari yang begitu syahdu terlihat sepasang suami istri itu tengah berjalan di lobby hotel, mereka hendak chek out dari hotel sore ini, setelah pertempuran pagi tadi , April pun meminta segera kembali ke ibu kota dengan janji yang membuat Oemar luluh...


"Pokonya awas aja klo kamu bohong..."ucap Oemar pada istrinya sembari mengendarai mobil menuju bandara,


" Iya..iya insya Allah deh... " jwabnya sambil mengedipkan satu matanya, sehingga membuat Oemar gemas dia pun lantas meremas paha April disampingnya sehingga membuat sang empunya menjerit


"Aahaaah... massss apaan sih , lagi nyetir lhoo...." teriak April pada suaminya yang jahil itu


"Heheheheehe..... "dia pun hanya tertawa melihat ekspresi April saat ini.


Mereka pun terus membelah jalanan sembari mampir ke berbagai toko sekedar membeli oleh-oleh khas Malang itu.


April membeli beraneka ragam makanan,


Mulai dari Apel Malang, Bakso malang, Oh My Gethuk, Lapis Malang Singosari, Strudel Malang, Baklava Apel, dan lain-lain.


Setelah berbelanja sana sini mereka pun sampai di Bandar udara Abdulrachman Saleh, dan terbang kembali ke ibu kota.


________________


Sementara itu Devan yang sudah pulang dari kediaman rumah Presdirnya dia pun tengah duduk di sebuah taman, dia merasa terpukul dengan sahabat baiknya itu, sahabat yang sudah bertahun-tahun bersama namun merahasiakan pernikahannya darinya, dan begitu berat kala dia harus menerima bahwa sahabat sekaligus wanita yang ia kagumi kini sudah bersuami, begitu lamanya dia melamun hingga tak sadar hari pun sudah mulai gelap, dia pun tersadar dari lamunannya dan hendak pulang ke rumahnya sendiri.


__________


Hari pun telah berganti April kini tengah bersiap-siap hendak ke kantor, dia pun selalu menyiapkan pakaian untuk suaminya, ketika dia memakai hijabnya tiba-tiba Oemar yang baru saja keluar dari kamar mandi hendak mengambil pakaian yang sudah disiapkan istrinya itu, sambil melirik sang istri dia pun mengecup pipinnya


cupp... "terima kasih..." ucap sang suami


April begitu terpesona dengan perlakuannya sehingga menyentuh hatinya membuat dia tak berkutik.


Setelah mereka selesai mereka pun berangkat ke kantor seperti biasa, dengan Oemar memakai mobil mewahnya dan April dengan motor matic kesayangannya.


Sesampainya di kantor ia pun menyapa kedua sahabatnya yang baru saja tiba di depan lobby kantor.


"Hai Sal, Frans..."sapa nya riang


"Hem...." jawab mereka cuek,


April pun merasa heran dengan tingkah kedua sahabatnya itu, Salsa yang biasanya heboh ketika bertemu dengan nya dan Frans yang yang selalu jahil padanya tapi kini mereka begitu cuek menjawab sapaan April.


"ada apa ya dengan mereka..." ucapnya dalam hati, mereka pun menaiki lift bersama dengan para karyawan lainnya, tanpa ada pembicaraan atau candaan seperti biasa , hanya hening di dalam lift saat ini.


Setibanya di ruangan mereka Salsa dan Frans pun segera mendudukkan pantatnya ke kursi mereka masing-masing. April pun terus menatap mereka,


"Kalian kenapa...apa aku buat salah sama kalian..."tanya April pada kedua sahabatnya itu


Frans yang tak kuat pun lantas tertawa terbahak-bahak sehingga membuat April bingung, sehingga Salsa pun memukul bahu Frans


"Loe tu yaa... ih.. diajak ngeprank gak asik banget sik.." ucapnya kesal pada Frans


"Habisnya gue kagak tega Sal liat tuh anak dari tadi, tuh liat mukanya gemesss..." ucap Frans sambil menatap April


"Iya deh gue juga kagak tega yaaah...."Jawab Salsa


"Kalian ngeprank aku yaa.... aku kira kalian beneran ngambek tau..." ucap April pada mereka


"Iya..iya ..sorry Pril, habis nya kita tuh emang lagi ngambek tau sama kamu, tapi gak bisa aja buat ngambek sama kamu..." ucap Salsa sambil memeluk sahabatnya itu


"Kenapa emangnya..." tanya April


"Lah elu kemana aja coba, kata nya di Medan tapi kata Melki yang disana hanya Alim sama sinta , terus loe sering cuti tau dan ,yaa... loe sekarang kagak pernah bales chat kita tau...."jawab Frans dengan menggerutu


April pun terdiam dia tengah berfikir apa yang harus dia jawab jika mereka sudah tau yang sebenarnya.


"Ehm... sorry Frans akhir-akhir ini aku begitu sibuk jadi jarang aktif ponsel ku, dan sebenrnya aku emang di Medan tapi Alim dan Sinta nggak tau soalnya kita beda camp gitu, aku kan cuma ngecek proyek aja disana makanya ini aku udah pulang..." jawabnya canggung


"Terus kamu sekarang tinggal dimana, kamu pindah kok nggak ngabarin kita, kita kecewa banget tau sama kamu Pril..." tanya Salsa cemberut


"Ehm..." April pun terkejut saat mendengar Salsa tau bahwa dia sudah pindah


"Loe tau Pril kita semua kemaren ke tempat kontrakankamu dulu, tapi kata bu Mona kamu udah pindah , sama seorang pria lagi kesanannya, bisa kamu jelasin Pril kenapa kamu ngerahasiain ini dari kita..." tanya Frans


April pun gelagapan...


"Ehm... sebenarnya aku udah pindah ke tempat yang baru, suatu hari nanti pasti aku akan ajak kalian kesana, tapi maafkan aku aku belum bisa cerita ke kalian, suatu hari nanti pasti aku jelasin kenapa..." ucap April lirih pada mereka


"Oke deh kita percaya sama kamu, tapi inget ya Pril lain kali tu handphone di angkat napa Pril kalo kita telfon..." Salsa pun menimpali


"Dan kalo kamu udah siap cerita bilang ya..." sahut Frans


"Iya..iya Maaf ya, oh ya.. Devan kemana nih udah mau masuk jam kantor tapi kok dia belum dateng yaa..." tanya April heran


"Iya nih tumben-tumben an dia belom dateng biasnya kagak pernah telat dia mah..."jawab Frans


Karena jam kantor sudah mulai mereka pun langsung mengerjakan tugas mereka, kesibukan dikantor membuat mereka tak sempat untuk mengobrol lagi hingga sore menjelang April pun bergegas pulang ke kediaman Mertuanya itu.


Cekrek.... cekrek...


Tanpa April sadari ada seseorang yang tengah mengintai rumah itu, dan memfoto dirinya saat dia hendak memasuki gerbang dengan sepedanya.


_________


Malam ini April tengah menemani sang putri yang sedang belajar, setelah selesai dia pun merindukan sang putra kesayangan nya.


"Bunda...kita main rumah-rumahan yuk..."ajak sang putri setelah selesai membereskan peralatan sekolahnya.


"Yee.. nia mau bunda...ayu cepet bunda telepon kak Abhi nya..." sang putri pun sangat semangat


April pun lantas melakukan Vidio call bersama putranya


"Assalamualaikum Abhi..."jawab sang bunda


"Waalaikumsalam bunda..."jawabnya " Abhi kangen banget sama bunda, apa bunda sehat disana..." tanya sang putra


"Alhamdulillah bunda sehat nak, kamu sehat kan disana, ini bunda lagi sama Aghnia...." jawab April sambil memperlihatkan Aghnia di sampingnya


"Alhamdulillah Abhi sehat kok bunda, hai adek... "sapa nya dengan gembira


"Kak Abhi kapan liburannya, Nia kangen pengen ketemu kak Abhi..."Ucap gadis kecil itu manja


"Sabar ya dek... Insya Allah liburan nanti kakak pulang..."


"Nia pasti tunggu kakak pulang, nia saaayyaaang.. kak Abhi..."


Mereka pun saling tertawa bahagia, hingga April menanyakan suatu studinya pada putranya itu


"Oh ya Abhi bulan depan kan kamu ujian, jangan lupa nanti tanyakan sama Umi Farida ya berapa biaya pondok beserta sekolahnya setelah dipotong sama beasiswa, waktu itu kan masih ada yang belum bunda bayar kan sama semester kemarin masih nunggak ya, insya Allah sekarang bunda sudah ada uang nanti tanya kan ya total biayanya, nanti bunda kirim sekalian uang saku Abhi..."


"Nggak usah bunda, studi Abhi semua sudah dibayar kan sama papa ,minggu kemarin papah kirim uang buat bayar semua kekurangan Abhi, bunda tau...papa kirim uang saku banyak banget bun..." jawab Abhi dengan senang


"Oh ya... " ujar April terkejut dengan penuturan putranya.


"Bunda nggak tau sayang kalo papa udah bayarin, ya sudah kalo gitu uangnya buat jajan Abhi disana ya jangan lupa berbagi ya sayang..." lanjutnya menasehati


"Siap bunda, perintah bunda akan Abhi laksanakan .."ucapnya dengan gaya hormat, mereka pun tertawa bersama dan mendengarkan keseharian Abhi disana.


Setelah waktu Abhi habis mereka pun mengakhiri panggilan ,dan April langsung menidurkan putrinya , setelah semua selesai April pun kembali ke kamar suaminya, saat dia membuka pintu dan memasuki kamarnya dia melihat ternyata sang suami tengah memangku laptop sambil sandaran di atas tempat tidur.


"Udah..telfonannya..."tanya Oemar pada istrinya itu membuat langkah nya pun terhenti


"Hehehehe ..sudah mas, kok mas tahu kalo aku lagi telfonan..."jawabnya cengar cengir


"Tau donk... orang suaranya aja kedengeran sampe luar.."


April pun malu-malu sambil cengar cengir dan berlalu ke kamar mandi, dia membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan memakai daster pendek.


April pun berjalan melewati sang suami sambil memeriksa handphone miliknya, tak sadar dia tengah di awasi oleh sang suami yang sedari tadi menatap nya penuh hasrat... melihat April yang hanya memakai daster pendek dengan lengan you can see dan panjangnya di atas lutut sehingga memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih dan mulus itu,


April langsung naik ke atas kasur dan meletantangkan tubuhnya, namun dengan sigap Oemar menyergap tubuh nya dengan dada bidang nya yang kekar itu.


"Ih..mas mau ngapain lagi, aku ngantuk ih..."


"ehm.. mau apa yaa.. mau kamu lah..." bisiknya ke telinga sang istri sehingga membuat April menjadi geli


"hehehehe mas ah..jangan gitu ah geli tau, eh iya sini duduk dulu aku mau tanya..."ucap April yang langsung mendorong tubuh suaminya, ia pun mendudukkan dirinya.


"Ada apa ..."


"Ehm..mas tadi aku kan habis ngobrol sama Abhi apa bener mas udah ngelunasi biaya Abhi disana bahkan mengirimkan uang sakunya..."


" Iya... emangnya kenapa.."jawabnya santai


"Ehm gak kenapa-napa sih mas, makasih ya kamu udah perhatian sama Abhi, makasih juga kamu udah ngebantuin biaya dan kebutuhannya..."


"Dia juga anak aku Pril, sama seperti kamu ke Nia, maka akupun akan seperti itu pada Abhi... "


April pun terharu mendengar ucapan sang suami itu, ia pun reflek memeluk sang suami.


"Makasih banyak ya mass...." ucapnya sambil terisak


"Iya... yuk ah lanjutin yang tadi..."


"Mass nggak bosen apa, kemarin sudah seharian penuh lhoo.. emang nggak capek.. "


"Nooo...." jawbanya dan langsung menyerbu sang istri


Ranjang itupun kini tengah menjadi ranjang panas yang bergoyang.


___________


Sementara itu di sebuah apartemen mewah tampak seseorang sedang melihat hasil jeprepat orang suruhannya tadi, begitu banyak jepretan yang dia ambil di depan rumah mewah itu.


Ia pun tersenyum penuh misteri sambil meremas gelas yang berisi alkohol di tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hai Readers terima kasih sudah mampir di Novel aku, jangan lupa Like dan komen ya readees...


🍃Happy Reading 🍃


...----------------...