
Usai bernyanyi mereka pun berbincang ria, sehingga ada salah satu teman sosialitanya Eyang yang penasaran dengan April.
"Oh ya nak... bukankah kamu bukan orang jawa yaa.. tapi kok bisa nyanyi bahasa jawa..." tanya nya
April pun tersenyum ramah pada nya seraya menjawab
"Saya memang bukan orang jawa bu...tapi dulu almarhum suami saya asli orang jawa..."
"Oh ya... jawanya dimana ..."tanya yang lainnya
"Di kota Malang bu... saya kurang lebih 6 tahun tinggal disana sampai suami saya meninggal..." ucapnya
"Ohw.. begitu ya.. tapi hebat lhoo kamu... saya bangga lhoo jeng kalau punya menantu seperti ini...." puji mereka
Mereka pun berbincang dan saling tertawa ,geram melihat kebahagiaan itu ibunya Bella pun meradang ia pun menghampiri mereka.
"Tapi jeng... harus hati-hati lhooo sama dia itu... "ucap ibu Bella yang ikut nimbrung disana
"Maksud anda apa...." tanya April
"Halah.... kelihatannya saja cantik tapi hati-hati lhoo jeng... musim pelakor...." sahut mama Bella yang mulai mengompori orang-orang
"Kok begitu jeng...." tanya salah satu mereka
"Iya jeng... lihat aja berita di tv kan lagi panas-panasnya berita bahwa sedang ada pelakor di antara hubungan Oemar dengan Bella..." ujarnya
"Eh bu jangan sembarangan bicara ya ngata-ngain orang pelakor lagi...." sahut Karin yang ikut geram dengan ibunya nenek sihir itu
"Lah...emang bener kan... di tv saja di beritakan kalau dia itu memang mau merusak jalan rujuknya Bella dengan Oemar...." jawabnya sambil menunjuk pada April
"Enak aja ngatain orang pelakor yang bener itu yang jadi pelakor itu Bella bukannya kakak ipar saya..." sahut karin lagi
"Eh.. anak bau kencur gak usah ikut-ikut kamu tahu apa soal rumah tangga kawin aja belom kok sok-sok an ikut campur...." sahut istrinya kakak Hendro
Seketika acara itupun jadi ricuh dan riuh dengan perdebatan tegang antar emak-emak.... sehingga membuat para lelaki disana pusing memijit kepala mereka....
"Bu... lihat kan semua nya kacau acara apa ini bu yang tak jelas malah saling mengolok... tolong lakukan sesuatu bu ... " pinta adik Hendro pada ibunya
Sedangkan di perkumpulan emak-emak Diva pun geram pada mereka dan melihat sang ibu hanya diam saja sambil mengelus Bella yang tampak berakting sedih.
"Eyang...lihat deh...acara eyang buat aku jadi hancur begini...." rengeknya pada Gendhis
"Sabar ya sayang...eyang mengerti kamu..." ucapnya sambil mengelus tangan Bella yang sudah menempel pada lengannya.
"Ini semua gara-gara kamu.... seharusnya acara ini untuk kebahagiaan putri saya namun kacau gara-gara kehadiran kamu...." sarkas mamanya Bella pada Apil
"Heh... bu... sudah cukup yaa anda berkoar-koar menjelekkan menantu saya... asal kalian semua tahu Oemar dan April menikah jauh..sebelum kedatangan Bella ke indonesia. Mereka sudah menikah 6 bulan yang lalu dan Bella dia baru datang baru-baru ini namun meminta rujuk kembali, setelah dulu meninggal kan Putra saya disaat bayi nya masih berumur 2 bulan kini seenaknya jidat dia mau meminta kembali. Dan apa katanya tadi.. menantu saya pelakor ???coba anda semua pikir siapa disini yang pelakor bukankah Bella yang hendak merusak pernikahan mereka dengan memanfaatkan pernikahan Oemar dan April yang belum di publikasikan. ..."
"Waah.. jeng... anda gak boleh seperti itu..." ucap mereka pada mama nya Bella.
"Benar itu... kalau seperti itu kalain bisa merusak nama baik orang lhoo dan bisa di tuntut...." ucap yaang lainnya
Mama nya Bella pun gelagapan tak dapat menjawabnya ia pun menatap Bella dan Eyang Gendhis namun eyang tak bergeming karena ia sedang mencerna setiap kata yang di ucapkan Diva barusan.
"Tapi dia sudah mengahsut putri saya... sehingga putri saya membenci saya ini semua pasti gara-gara dia..." sahut Bella tak terima
"Kok mbak menuduh saya seperti itu, dulu saat saya bertemu dengan Nia dia sendiri sudah menjawab bahwa dia tak memiliki ibu,selama saya mengasuhnya saya tidak pernah menjelekkan anda ...." ucap April
"Halah...sudah lah seharusnya kamu mundur dan tidak mencuci otak anak saya ,kami adalah keluarga yang pantas bukan kamu karena kami terikat oleh putri kami...."jawab Bella penuh percaya diri
"Ohw... terikat anak ya.... kalau begitu dengar kan ini ya Bella Princessa sang model terkenal dengar ini baik-baik . Jika kamu menganggap keterikatan anak adalah yang paling HAK maka April lah yang paling berhak atas semua ini karena dia sekarang sedang hamil.... "ucap Diva lantang
Mereka pun terkejut terutama Bella dan mamanya mereka sampai menutup mulutnya sendiri karena menganga mendengar penuturannya.
"Sebelumnya maaf kan saya bu karena mendahului ibu... harusnya kami memberikan kejutan untuk ibu tapi apalah daya karena keadaan yang terus begini jadi saya ungkap kan sekarang agar ibu dan yang lainnya juga mengerti jika kalian suka atau tidak pada April tapi kebenarannya saat ini dia sesang mengandung keturunan dari darah Ghurair, jadi saya mohon bu.. untuk membuka mata dan lihat manakah yang lebih pantas untuk keluarga kita....." lanjut Diva
Eyang Gendhis pun menatap April dan menghampirinya
"Apa benar kamu sedang hamil nak ...."tanya Gendhis lembut
"I-i-iya... eyang...."jawabnya terbata
"Sudah berapa bulan...."
"Hendrooooo......" teriak Eyang memanggil putra nya itu
"Iya.. bu saya disini ...." jawabnya menghampiri sang ibu
"Jika kalian sudah tahu cucu menantu ku sedang hamil kenapa kalian biarkan berita di tv itu terus memojokkannya..."
"Maaf bu .... kami juga baru tahu kehamilan April kemarin saat dia dirawat di rumah sakit..." jawab Hendro
"Oemarrrr....." teriaknya lagi memanggil cucunya
" Iya...Eyang...."
"Jika kamu sudah menikahinya selama 6 bulan lantas mengapa kamu tidak mengadakan resepsi besar-besaran dan mempublikasikan istri kamu ini..."
"Ehm... Maaf eyang...Oemar dan April sama-sama sibuk waktu itu dan belum sempat mengadakan resepsi...." jelasnya
"Kalau begitu siapkan resepsi besok...."
"Hah....."ucap mereka bersamaan
Mereka tak menyangka dengan Eyang Gendhis yang tiba-tiba saja mendukung April ,sedangkan Diva dia tersenyum bahagia kala ibu mertuanya itu perlahan telah membuka mata dan hati nya .
" Kamu.. kemari sini...."tunjuk Eyang pada April dengan segera ia pun mengajmpirinya
Kemudian eyang melepaskan salah satu gelang yang sedang ia pakai itu dan menarik tangan April yang masih kosong,ia pun memakai kan gelang itu di tangannya
"Ini adalah gelang turun temurun dari keluarga Ghurair, setiap cucu istimewa akan mendapatkan gelang keturunan ini, dan ini Eyang berikan untukmu sebagai perminta maaf eyang atas sikap buruk eyang dan juga sebagai hadiah atas kehamilan mu..." ucap Eyang
April begitu senang mendengar eyang sudah mau menerimanya.
"Alhamdulillah jika eyang sudah mau menerima April tapi eyang saya mohon jangan memberikan benda istimewa ini eyang.. April merasa tidak pantas dan tidak berhak, dengan eyang dapat menerima April di keluarga ini saja sudah membuat April senang eyang ...."ucapnya
tak enak hati
"Sudah... ini sudah keputusan eyang itu adalah perhiasan eyang jadi terserah eyang dong mau diapakan juga...." kekehnya
Mereka pun tertawa senang
Bella pun menghampiri Eyang dia hendak protes dengan keadaanya itu.
"Eyang kok tiba-tiba berubah gitu sih...eyang pasti sudah terpengaruh olehnya...."tuding Bella
"Sudag lah Bella kamu ikhlaskan saja dan biarakan. merek bahagaia... kamu masih cantik dan berpendidikan jadi pasti masih banyak yang mengharapkanmu.." ucap Eyang kini dengan bijak
"Tapi eyang-...."
Ucapnya menggantung saat melihat eyang sudah mengangkat tangannya dan memelototinya. Ia pun sangat kesal dan diam .
Lalu ibunya Bella menarik paksa putrinya itu untuk pergi meninggalkan keluarga Ghurair yang sudah mempermalukannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay... Readers... terima kasih sudah mampir.. jangan lupa like dan komen ya ... 🙏🙏😘😘😘
🍃Happy Reading 🍃
.
.
.