
Beberapa hari kemuadian setelah kepulangan April dan Oemar dari Turki yang disambut bahagia oleh keluarga Ghurair,apalagi penantian dari putrinya yang membuat April semakin merasa jika ia selalu di pedulikan dan di sayangi di keluarga itu. Tak henti-hentinya ia merasa bersyukur telah dipertemukan dengan keluarga suaminya yang begitu menyayanginya.
"Bee...apa kamu sudah siap..." tanya Oemar yang sedari tadi memperhatikan istrinya tengah berhias untuk menghadiri acara ijab qabul.
"Udah sih mas... tapi liat deh... aku gemukan ya mas sekarang..." ucapnya dengan bibir sudah cemberut menatap dirinya sendiri di dalam cermin
Oemar pun menghampiri sang istri dan dipeluknya dari belakang
"Kamu tetap cantik kok sayang..lihat dengan terlihatnya perut buncit mu membuat mu tambah semakin sexy Bee..." tuturnya seraya menyeruak ke dalam leher yang sudah terlapisi hijab itu
"Akh... masss... geli ih...." tutur April saat merasakan Oemar yang begitu gemas padanya.
"Nanti setelah dari sini kita periksakan kandungan kamu ya bee..." ajak Oemar
"Iya mas..."
Oemar pun membalik pundak istrinya dan hendak menempelkan bibirnya , namun sebelum pagutan itu bertemu tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar
tok tok tok
"Pah..bunda...ayooo kita berangkat...." ucap gadis kecil Aghnia yg tengah berdiri dibalik pintu itu
Oemar pun menghela nafasnya kasar saat hendak bermesraan dengan sang istri namun terganggu oleh gadis ciliknya
"Iya... " jawabnya sambil membukakan pintu
April pun tersenyum sambil menggelengkan kelakuan suaminya itu, bagaimana tidak hampir tiap malam suaminya selalu mengungkung dirinya namun seperti tak ada puasnya. Sering kali suaminya itu mencuri kesempatan meski hanya sekedar mengecup dirinya.
Kini Oemar, April ,Karin dan Agnhia pun sudah berada di dalam mobil mereka hendak menuju kediaman Frans. Ya... hari ini Frans dan Salsa akan melaksanakan pernikahannya di rumah Frans , pernikahan itu akan berlangsung sederhana. Tadinya Frans dan Salsa ingin melangsungkan pernikahan hanya di K.U.A saja namun di tolak oleh April setelah ia mendengar segala kesulitan yang tengah dihadapi kedua sahabatnya itu.
April pun hendak mengadakan pesta meriah untuk keduanya yang akan ia biayai namun semua itu malah ditolak oleh Frans dan Salsa . Mereka tidak ingin memeriahkan pernikahan itu disamping mereka belum benar-benar saling mencintai mereka juga merasa pernikahan ini begitu menyedihkan karena keluarga serta kedua orang tua Salsa enggan untuk hadir ataupun memberi wali untuknya.
Beruntung Bima kakak sulung Salsa masih memiliki hati yang penyayang kepada sang adik, ia tak tega jika membiarkan adiknya itu bersedih. Akhirnya disini lah Bima yang akan menjadi wali nikahnya Salsa..
Rombongan mobil yang dinaiki April pun sudah tiba di depan rumah Frans mereka pun langsung masuk ke dalam rumah itu yang sudah di sulap menjadi ruang ijab qabul yang sederhana namun terlihat cantik.
Ini semua berkat titahan April yamg mendatangkan sesorang untuk membuat dekorasi dalam rumah yang akan membuat pasangan pengantin itu menjadi berkesan.
Karena bagaimana pun ini adalah pernikahan pertama mereka dan April berharap mereka akan senantiasa membangun rumah tangga yang Sakinah.
Meski kedua pengantin menolak nya namun mereka akhirnya menurut dan melaksanakan ijab qabul dirumah.
Bahkan April pun sudah menyiapakan segala kebutuhan pernikahan itu dari mulai makanan, snack box, dan souvenir , meski yang datang tak banyak karena memang mereka tak mengundang siapapun hanya keluarga dan beberapa teman kantor saja, namun April tetap memberikan jamuan di hari pernikahan kedua sahabat terbaiknya itu.
.
.
Setelah mengahdiri acara pernikahan kedua sahabatnya itu ,April pun berpamitan kepada seluruh tamu yang ada disana bahwa ia akan pulang terlebih dahulu.
Mereka pun pergi dari kediaman Frans ,
April dan Oemar serta Nia mereka langsung pergi menuju rumah sakit hendak bertemu dengan dokter kandungan.
Mereka meninggalakn Karin di pesta itu, tadi saat bercengkrama April mendengar jika Devan akan mengantarkannya pulang ,April pun lega mendengarnya. Entah apa yang terjadi diantara mereka April pun tak tahu karena hanya Tuhan dan merekalah yang tahu.
Di ruang dokter kandungan...
"Wah... bayinya sehat ya pak,ini silahkan anda dengar suara detak jantungnya ...." tutur dokter kandungan yang tengah memeriksa perut istrinya itu.
Oemar pun terharu kala mendengar suara degub jantung dari buah hatinya yang masih di dalam perut itu
"Ini sayang..lihat adeknya masih sebesar biji jambu...." tunjuk sang dokter ke arah monitor
"Oh... berati kalau bunda sering makan jambu nanti adeknya kaya biji jambu ya dok..kayak gitu ya soalnya kemarin bunda makan rujak jambu terus...." tutur gadis polos itu
Mereka yang mendengarnya pun langsung tertawa bersama melihat gadis kecil berusia 6 tahun itu dengan comelnya.
"Enggak dong sayang... sekarang adeknya masih segumpal darah nanti saat perut bunda semakin besar adeknya akan terlihat seperti Nia...." terang April pada buah hatinya
"Oh...." jawabnya seakan mengerti meski ia pun tak tahu apa itu .
Usai pemeriksa an mereka pun kembali ke kediaman Ghurair.
"Lhoo...kok gak ke atas Bee.. ganti baju dulu bair gak gerah...." tanya Oemar pada sang istri yang tadi saat masuk rumah malah berbelok duduk di atas sofa ruang tamu
"Ehm..bentar mas aku capek... pengen minun jus dulu ya..." ucap april yang sudah menyenderkan punggungnya diatas sofa itu
"Eh...ada bi Inah.. bi..saya boleh minta tolong..." sambung April yang melihat kehadiran bi Inah.
"Iya nyonya..ada apa ..."tanya bi Inah
Tolong bikinin saya jus alpukat ya.. pengen banget deh..." ucap April
"Baik nyonya...."ucap Bi Inah yang langsung pergi ke dapur untuk membuat pesanan nyonya mudanya itu.
Sedangkan Oemar kini sudah berada didalam kamar untuk mandi karena setibanya dirumah rupanya waktu sudah menunjukkan sore hari.
Tak lama pesanan April pun datang dengan bi Inah yang membawa jus itu di atas nampan
"Ini nyonya...jus nya..."
"Em... makasih ya Bi ini pasti enak banget...." puji April ,lalu bi Inah tersenyum dan kembali ke dalam untuk melanjutkann pekerjaanya.
April yang sudah sendiri pun dikagetkan oleh kehadiran seseroang wanita yang berseragam sekolah baru saja pulang.
"Aduh...yang udah berasa jadi nyonya, ini nih kisah si upik abu jadi cinderella versi nyata..." cibir Melly kepada kakak iparnya itu
"Baru pulang Mel kok sore...." tanya April ramah namub tak berniat menjawab segala cibiran dari Melly ,batinnya hanya berkata untuk apa meladeni Melly lagi yang bisanya merendahkan orang lain saja.
"Iiyyuuuh.... emang loe siapa kok gue harus laporan ke loe sih..." ucpanya menantang
April pun hanya mengangkat bahunya seraya malas meladeni perdebatan dengan adik iparnya itu.
"Oh ya.. enak ya..setelah loe mendapat apa yang loe mau dari rumah ini kau menyingkirkan Bella dan kembali ke suami yang tak pantas untukmu itu..."
"Maksud kamu apa Mel...." tanya nya heran
" Cuih... dasar wanita tak tahu malu yang bahagia diatas penderitaan orang lain..." ucapnya sambil melangkah pergi menuju kamarnya.
April yang heran dengan pernyataan Melly barusan pun kembali bingung.
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................