Duren & Jantik

Duren & Jantik
Ketegasan



Diam dan berusaha membuktikan adalah cara terbaik untuk menutup mulut orang-orang usil.


Biarkan mereka bicara , kita cuma butuh untuk tetap berlalu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


.


Siang itupun April mengumpulkan seluruh karyawannya di aula tanpa terkecuali...


Aula pun kini dipenuhi dengan hiruk piruknya karyawan yang saling berbicara satu sama lain dengan rekannya masing-masing.


April yang sedari tadi memperhatikan serta mendengar para karyawannya dari samping ruangan aula pun merasa geram kala banyak sekali dari mereka yang meremehkan kinerja nya.


Tak lama ia pun memasuki aula itu dengan penuh amarah di dadanya namun tetap tenang dan elegant, diapun segera ke depan Podium dan mengambil mikrofon di depannya.


"Ehm..ehm... Selamat siang semuanya... " Sapa April


"Siang..." ucap seluruh karyawan serentak namun terlihat malas


"Oke... saya kira kalian semua sudah faham dengan keadaan saya tanpa di jelaskan pun kalian sudah tau mengapa sudah 4 hari ini saya menjadi Presdir di perusahaan sebesar ini..." ucap April sambil menghela nafas


"Saya berdiri disini bukan tanpa Alasan ya,saya minta kalian semua untuk melakuakan pekerjaan dengan profesional tanpa melibatkan serta mencampur adukan kehidupan pribadi saya, lakukan dan bekerjalah seperti baisanya... " Ucap April penuh hormat


"Tapi bu apa kita harus menuruti Presdir dadakan yang notabene nya babu juga sama seperti kita tapi bedanya dia Pelakor loh..,katanya sih bu hahaha...." ucap salah satu karyawan menyindir


April pun terkejut kala mendengar salah satu karyawannya dengan berani mengatai April lewat sindirannya.


"Oh iya bu...kalau Presdirnya perebut laki orang apa kita juga harus menghormatinya hihihi..." ucap karyawan lain yg diikuti tawa ejekan dari karyawan lainnya.


April pun semakin kesal kala melihat seluruh karyawan di depannya kembali ramai dengan hiruk piruk penuh ejekan padanya. Dia pun mengepalkan kedua tangannya ,sambil memejamkan matanya dan menghela nafas berusaha untuk tetap bersabar.


"Ohw... baiklah jika kalian lebih peduli dengan kehidupan pribadi saya , silahkan kalian korek terus hidup saya. JIKA MENGGOSIPKAN HIDUP SAYA LEBIH PENTING DARI PADA KELUARGA KALIAN DIRUMAH. Mereka adalah keluarga yang sedang menunggu kedatangan dan harapannya pada kalian . Silahkan kalian maju kedepan ,disini sudah ada HRD yang saya siapkan untuk mengurusi pemecatan kalian secara TIDAK HORMAT dari perusahaan ini. ..." Ucap April tegas sambil menunjuk HRD yang sudah ada di sampingnya tengah duduk di depan meja dan berkas di didepannya.


Spontan para karyawan pun terkejut dan saling pandang kala mendengar ucapan April yang penuh amarah itu.


"Lhoo bu kenapa bisa gitu.."


"Lhoo ya gak bisa gitu dong.... "


"Jangan mentang - mentang ibu atasan penting sekarang tapi anda semena-mena pada karyawan.."


"Wah..jahat banget sih bu masak seperti ini saja langsung mau mecat karyawan..."


"Gak adil banget bu..."


Begitulah suara kicauan karyawan yang tak terima dengan keputusan April


kini bu Dewi pun berteriak pada para karyawan di aula itu


"Harap tenang...." ucapnya sambil melirik April dan mengangguk padanya dan disertai keheningan karyawan disana kala mendengar teriakan bu Dewi.


April pun kembali berbicara


"Jika kalian tak terima dengan keputusan saya lantas kalian maunya apa...hah, jika saya mau menjadi bos yang otoriter ,sudah dari awal pada saat saya menjabat sudah saya pastikan kalian mendapat aturan yg keras dari saya,tapi saya tidak melakukan hal itu karena saya memegang teguh amanat pak Hendro kepada saya...." ucapnya penuh ketegasan


Para karyawan pun terdiam


"Dan jika kalian tidak ingin saya mencampur adukan masalah pribadi dengan perusahaan lalu apa yang kalian lakukan ini..hah...apa ini merupakan bagian dari pekerjaan kalian???..." tanya April.


"Kalian seenaknya melakukan berbagai hal dengan berleha-leha tanpa ada satupun pekerjaan dari kalian yang dilakukan dengan serius ,hanya karena Presdirnya saya yang kalian anggap sebagai pelakor ini,dan tanpa kalian tahu kebenaran dari kehidupan saya tapi kalian seenaknya mengolok saya di perusahaan ini. Dan Sehingga saat ini , banyak sekali komplain dari para klien dan penurunan saham pun turun 20%, KALIAN DENGARRRRR 20%....." ucap April penuh amarah seraya melempar berkas ke depan dan kertas pun bertebaran. Dan para karyawan pun kembali terkejut. Aula itu pun kini hening diliputi ketegangan di setiap hati karyawannya


" Jika kalian terus melakuakn ini pada perusahaan, yang akan merugi kalian sendiri, secara tidak langsung kalian akan membangkrutkan perusahaan ini secara perlahan dan jika sudah bangkut imbasnya bukan hanya pada saya tapi seluruh karyawan disini pun akan terkena imbasnya...." lanjut April tegas namun penuh kesedihan


"Sekarang.. katakan pada saya apa saya harus profesional dalam mendirikan perusahaan ini atau saya harus mencampur adukan perusahaan dengan kehidupan pribadi saya..???, haruskah saya menjadi boss yang otoriter seperti tirani ???... Semuanya tergantung pada kalian...." ucap April sambil menghela nafasnya yang menggebu memendam amarah.


Para karyawan pun diam membisu...


April pun Hendak pergi dari podium namun langkahnya terhenti kala ada karyawan yang memanggilnya.


"Bu... maafkan atas kelancangan kami...kami benar-benar tidak memikirkan sampai situ...,kami tidak tahu jika dalam 4 hari ini kami sudah merugikan 20% saham di perusahaan, mohon untuk tidak memecat kami bu karena kami sangat membutuhkan pekerjaan ini..."


"Benar bu.. maaf kan kami sungguh kami berbicara tanpa berfikir,tolong maafkan kami bu.. jika kami kehilangan pekerjaan ini apa yang akan terjadi dengan keluarga kami di rumah..." ucap karyawan lainnya sedih


para karyawan pun ramai-ramai mengucap permohonan maaf kepada Presdir di depannya itu.


April pun kembali ke Podium


"Baiklah kali ini saya maafkan , namun saya minta mulai hari ini kalian bekerja lah dengan baik dan profesional sebagaimana kalian bekerja seperti dahulu. jangan lah kalian merusak kepercayaan pak Hendro yang bliau berikan pada kalian,mari kita kembalikan perusahaan ini menjadi jaya lagi... 20% kerugian ini harus kalian bayar dengan pekerjaan ekstra mulai sekarang,...." Ucap April penuh keberanian


"Baik bu...." ucap para karyawan semangat dan penuh hormat


para Karyawan pun termenung mencerna setiap perkataan dari April


"Baiklah..saya rasa sudah cukup rapat kali ini,silahkan kembali bekerja dan lakukanlah pekerjaan kalian dengan maksimal...."titah April


Mereka pun membubarkan diri


Devan,Frans dan Salsa yang ikut hadir pun memberikan jempol kepada April sambil tersenyum bangga dengan keberanian April yang sudah dia tunjukan pada seluruh bawahannya itu.Dan April pun mengangguk sambil tersenyum pada ketiga sahabat nya itu dan dia pun kembali ke ruangannya yang diikuti oleh sekertaris nya bu Dewi.


Didalam kantor April begitu lega dia menarik nafasnya dalam-dalam dan tersenyum .


"Fiuuuh... akhirnya para karyawan selesai ..dan sekarang saatnya kembali pada pekerjaan..." gumam April sambil melihat monitor di depannya itu.


Tak terasa malam pun telah datang April yang sudah merasakan lelah yang luar biasa pun menatap jam sudah menunjukan pukul 7 malam dia pun bergegas merapikan fail di depannya dan bersiap pulang.


_______


Sesampainya dirumah, April pun langsung membersihkan dirinya dan setelah selesai dia pun menghampiri sang putri yang tengah belajar.


"Malem sayang...." sapa April sambil mencium kepala putri nya


"Malem bunda..."jawabnya dengan tersenyum manis


"Bunda capek ya..." lanjut sang gadis kecil di depannya itu


"Ehm.. enggak kok sayang...ada PR yaa sini mau bunda bantu..." tanya nya


"Gak usah bund... nia bisa kok tadi sudah di ajarkan sama baby sista,bunda istirahat aja mata bunda kelihatan lelah kayak mata panda..hihihi.. .." ucap Nia sambil cengengesan


"Ihh... anak bunda ngeledek bunda yaa... maaf ya sayang ...akhir-akhir ini bunda nggak bisa nemenin nia ,karena bunda sibuk sekali dengan pekerjaan bunda..." ucap April sedih


"Gak papa bun... Nia seneng kok meski bunda sibuk tapi kalau malam bunda selalu ada buat nia dan papah juga telfon nia setiap hari kakek sama oma juga bun.. " ucapnya manja


"Oh ya .. wah.. seru donk jadi nia gak kesepian kan kalau bunda tinggal berkerja ...." ucap April senang


dan nia pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. .


Tak lama Nia pun sudah menyelsaikan PR nya dan dia pun ditidurkan oleh April karena April yang lelah pun lantas tertidur dikamar nia


sambil memeluknya.


Malam semakin larut Handphone April yang di tinggal di kamar pun terus berdering tanpa ada yang mengangkatnya karena April yang sudah tertidur lelap di kamar putrinya itu.


Dan tak lama pintu kamar Aghnia pun terbuka terlihatlah karin yang membukanya sambil memandang ke atas ranjang bernuansa pink itu lalu memotretnya,dia pun tersenyum sambil menutup pintunya kembali.


"Iya..iya ..kak.. tuh istri tercinta kakak lagi tidur


sama anak kesayangan nya...." ucap Karin pada seseorang yang sedang menelfonnya.


"Oh..pantesan di telfonin nggak di angkat-angkat dari tadi ternyata udah tidur ya.. oh iya rin terus dia udah makan belom.." tanya orang diseberang telfon nya yang tak lain adalah Oemar yang sedang mengkhawatirkan istrinya itu.


"Ehm.. karin gak tau sih kak..tapi tadi kata bi Inah April pulang kerja langsung ke kamar terus ke kamar Nia habis itu gak keluar lagi deh.. " jawabnya


"Ohw..."


"Tapi kak kasian banget tau April dia tuh kelelahan.. banget kayak kurang tidur dan istirahat lhoo.. kakak kapan pulang sih ...terus mama sama papah juga gak pulang-pulang deh..." tanya Karin kesal


"Ehm.. kakak belum tau rin ini juga kakak lagi berusaha untuk pulang cepat dan soal mamah dan papah akan pulang kalau Oma sudah mengijinkan nya.. kamu tau sendiri kan bagaiman sifat Oma. .." jelas Oemar


"Heem... iya iya deh kak.. Karin doain deh semoga keluarga kita cepat berkumpul kembali dan bisa berbahgia selalu..."


"Aamiin..." ucap Oemar sambil mengakhiri panggilan telefonnya itu.


tring


tak lama ponsel Oemar pun berdering menandakan ada pesan masuk ,dibukalan pesan dari karin itu yang ternyata adalah foto April yang tengah tertidur lelap sambil memeluk putrinya. Oemar pun tersenyum sambil mencium foto di dalam hp miliknya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hai Readers... jangan lupa like dan komen ya.


🍃Happy Reading 🍃


____