Duren & Jantik

Duren & Jantik
Badai II



Diberbagai stasiun televisi terus berseliweran berita terkait model internasional yang kembali rujuk dengan mantan suaminya, berita itu tak henti-hentinya memberitakan kabar hoax yang membuat pro dan kontra, siapa lagi dalang di balik ini semua kalau bukan Bella Princesa yang licik itu, dia terus menyuap berbagai wartawan untuk memberitakan dirinya, sehingg memancing seseorang yang tengah dia beri umpan.


"Kau...lihat saja kau akan segera menjadi milikki lagi, tak akan ada yang bisa memiliki dirimu dan harta mu selain diriku, yaaa hanya diriku lah yang pantas, ahahahahhahahaha....."teriak Bella di ruang sempit itu sambil memandangi foto pernikahan mereka dahulu.


......................


Sementara itu di kantor pusat April tengah bingung dan takut namun dia berusaha untuk lebih kuat menghadapi kenyataan nanti.


Sedangkan Hendro sedang menyiapkan rapat dadakan bersama para karyawan pentingnya.


Mulai dari manager di berbagai bidang, supervisor, wakil Dirut,Sekertaris,Asisten, Keuangan, dan para pemimpin divisi lainnya.


April yang mondar mandir di ruangannya pun menarik perhatian para sahabatnya.


"Pril.. loe kenapa mondar mandir mulu..."tanya Salsa sembari mengetik komputer di depannya


"Tau..nih kayak kagak ada kerjaan aja, Pril kita lagi deadline lhoo..."sahut Frans yang tak kalah fokus pada layar di depannya


"Lagi bingung aku tuh..."jawab April sambil duduk di meja kerjanya


"Bingung kenapa..." ucap mereka bertiga sambil terus mengetik dan sibuk melihat berkas didepannya


"Aku disuruh papah gantiin jadi presdir sementara..."ucap April sambil menatap para sahabatnya itu


"Apa..." ucap mereka bertiga terkejut saat April mengucapkan kebingungannya yang membuat mereka bertiga menghentikan aktifitasnya dan menatap April bersamaan.


"Maksud loe gantiin jadi Presdir gantiin pak Hendro gituh...."tanya Frans penasaran padanya.


"Iya Frans..gantiin pak Hendro papa mertua ku, Bliau lagi ada masalah genting di keluarga besarnya dan sekarang bliau harus pergi, aduuuhhh... bingung aku..." ucap April sambil meremas kepalanya yang dilapisi jilbab itu


"Kenapa bingung sih Pril kan kamu udah jadi menantunya sah-sah aja kalii kalo kamu gantiin Presdir kita..."ucap Devan bijak


"Itu dia masalah nya , karena aku sudah jadi menantunya Van, apa kata para karyawan lainnya mereka bisa berfikiran macam-macam tentang ku ,dan perusahaan ini begitu besar jadi Presdir tanggung jawabnya sangat tinggi aku takut tak sanggup mengahdapi semuanya..." Ucap April sedih sambil tertunduk


"Gak usah mikirin apa kata orang Pril, selow aja kayak di moscow, ok..." hibur Frans


"Iya Pril dan soal perusahaan, aku yakin kamu pasti bisa dengan kemampuanmu ini aku yakin kamu dapat menjalakan perusahaan besar ini dengan baik kita dukung kamu kok..." ujar Devan


"Tapi...aku takut , saat kalian tahu aku istri dari pemilik perusahaan ini kalian langsung menghindariku apalagi mereka yang bukan siapa-siapa bagiku bagaimana reaksi mereka pasti akan ada banyak tentangan..." April pun meneteskan air matanya


"Kamu tenang aja ya Pril biarpun mereka berbicara buruk tentang mu tapi kita akan selalu ada di sampingmu, semangat ya..."ucap Salsa sambil memeluk April,


Frans dan Devan pun ikut terhanyut melihat pelukan kedua sahabatnya itu lalu Frans dan Devan pun hanya dapat berpelukan berdua, dari dulu meski bersahabat lama dan begitu akrab namaun mereka selalu mengerti batas persahabatn lawan jenis ini, perilaku mereka selalu saling memperhatikan dan saling peduli namun dalam sentuhan mereka pandai menjaganya karena lawan jenis tak se mahrom.


Tak lama pelukan mereka pun berakhir dengan kehadiran nya Bram di ruangan mereka,


Bram meminta April untuk segera hadir di ruang meeting karena rapat pergantian akan segera dimulai.


April pun pada akhirnya pergi menuju ruang rapat bersama Bram.


Dalam perjalanannya April pun membuka percakapan dengan Bram


"Ehm..pak Bram apakah tak ada yang lain yang bisa menggantikan pak Hendro selain saya..."tanya April profesional


"Tidak ada , hanya nona lah yang pantas menggantikannya..." jawab Bram


"Kenapa tidak pak Bram saja yang menggantikannya biar saya saja yang ke Medan pak kayak nya lebih mudah dan orang lain pun pasti akan menerimanya..." usul April


"Maaf nona tak bisa seperti itu , di Medan saya harus membimbing dan menghandle proyek secara langsung setelah mengantarkan Tuan dan Nyonya ke Bandara saya pun langsung berangkat non, dan hanya nona lah yang bisa menggantikan Presdir sementara bliau pergi, kita semua yakin akan kemampuan nona...." ucap Bram bijak


April pun tak dapak mengelak perkataan Bram lagi, saat mereka hendak sampai di depan lift tiba-tiba April melihat wawancara live di televisi, dia pun menghentikan langkah kakinya.


Saat Bram menyadari langkah kaki April berhenti dia pun spontan berbalik saat dia hendak memanggilnya dia pun menoleh ke arah tatapan April yang menatap layar televisi yang sedang menggantung itu.


"Kak Bella bagaimana pendapat anda banyak sekali rumor bahwa anda akan kembali rujuk dengan mantan suamimu, apakah itu benar..."tanya wartawan itu


"Ehm..kita tidak tahu masa depan kita akan seperti apa dan bagiamana, biarlah berjalan dengan sendirinya dan kalau Oemar mengingkan rujuk buat saya why not..." jawabnya sambil memperlihatkan sederet gigi dengan senyum manis dan manjanya.


"Waah.. sepertinya anda dan Pak Oemar masih saling menyimpan perasaan ya..."tanya nya kembali


"Hehehehe... seperti itulah..."jawabnya ambigu


"Kalian sama -sama belum menikah kembali seperti nya CLBK ya kak Cinta Lama Bersemi Kembali..." ucap wartawan itu lagi yang di iikuti senyum bahagia para wartawan lainnya


"Oh ya kak bukankah ini adalah foto pernikahan kalian dahulu..." ucap wartawan itu lagi sambil menunjukan foto itu pada Bella dihadapnnya


"Wahh.... benar ini adalah foto kami dahulu..."jawabnya sambil tersenyum dan mengambil foto itu


" Wah..kalian memang serasi sesari dulu yaa..." ucap mereka sambil meng zoom foto itu sehingga terpampanglah di layar televisi dengan lebar.


Dan Bella pun hanya menanggapi nya dengan senyuman, senyum penuh kepuasan.


Sedangkan ditempat lain April yang melihat wawancara itu merasa panas dan sangat kesal dia pun mengepalkan kedua telapak tangannya, namun tak lama suara bising-bising karyawan pun terdengar


"Wiih... keren banget yah mereka serasi banget ganteng dan cantik..." ucap karyawan itu pelan namun April masih mendengarnya.


"Pantesan aja selama ini pak Oemar gak mau menikah lagi ternyata dia masih menunggu pujaan hatinya yaa...."


"Iya betulll ... siapa sih yang bakalan nolak pesona model internasional itu dan lagi pak Oemar begitu keren bikin meleleh tau tatapannya..."


Begitulah suara bising-bising di depan lift


Bram yang menyadari ketidaknyamanan April pun langsung berdehem kepada mereka.


"Ehem....."


Deheman Bram membuyarkan para karyawan sekaligus membuat April menoleh padanya


"Ehm..baiklah..." Ucap April yang semakin sedih,bingung,deg-degan dan takut bercampur aduk menjadi satu, kini perasaannya serasa es campur yang tak mendinginkan, namun memanaskan perasaannya.


Akhirnya mereka pun sampai di ruang meeting, April pun duduk di kursi yang masih kosong di samping para atasannya diantara manager dan para petinggi lainnya , sedangkan Bram dia hanya berdiri menyaksikan rapat berlangsung.


Hendro pun mengutarakan tujuannya mengadakan meeting pada para bawahannya, saat dia menyampaikan berita itu para bawahannya sangat terkejut.


"Lalu pak bagaimana dengan perusahaan ini jika bapak meninggalkan nya saat ini, perusahaan kita saat ini sedang deadline pak dan tingginya minat konsumen pada produk kita membuat kita sangat sibuk pak ..." Ucap salah satu anggota tertinggi disana


"Kalian tidak perlu khawatir karena selama saya pergi akan ada yang menggantikan posisi saya..."


"Siapa pak... apakah putra bapak Oemar..." tanya anggota lainnya


"Tidak...Oemar saat ini sedang di luar negeri dia tengah disibukkan dengan perusahaannya sendiri yang tak dapat ia tinggalkan..."


"Lalu apakah asisten pribadi bapak Bram..." tanya mereka lagi


"Hem. ..bukan Bram akan saya tugaskan ke Medan dan cabang lainnya banyak sekali kendala disana dan dia akan menghandle proyek di Medan sekaligus menghandle anak cabang perusahaan lainnya, yang akan menggantikan saya menjadi Presdir sementara adalah menantu saya yaitu istri dari Oemar...."terangnya


Para anggota tertinggi itu pun saling pandang heran dan bingung dengan ucapan Presdirnya itu


"Ehm..maaf pak bukannya pak Oemar belum menikah kembali ya, apakah menantu yang bapak maksud adalah Bella sang model Brand kita , maaf pak setahu saya dia adalah mantan menantu bapak..." ucap supervisor senior itu


Mereka pun mengangguki perkataan sang supervisor pasalnya para senior disana mengetahui segala keturunan dan silsilah dari sang Presdir mereka.


Hendro pun hanya tersenyum seraya berdiri dan melangkahkan kakinya menuju April


April semakin gemetar dan perasaannya tak karuan kala melihat sang papa mertua hendak menghampirinya.


Hendro pun berhenti di belakang April dia pun memegang pundak April dan berkata


"Ini adalah menantuku Apriliyani samrotul jannah, istri dari Oemar yang telah ia nikahi kurang lebih 5 bulan yang lalu..."Ucap Hendro lantang


Sontak saja para petinggi disana begitu terkejut dan mereka pun saling tanya perihal pernikahan itu yang tak ada sorang pun yang mengetahuinya.


"Ehm..maaf pak jika saya lancang ,sungguh berita ini sangat mengejutkan ,pasalnya kami tak ada satupun yang mengetahui pernikahan itu ,apakah sungguh April divisi dari editting ini istri dari Oemar putra sulung anda..." tunjuk manager disana pada April


Hendro pun menoleh pada Bram seraya memberi isyarat, dan Bram pun membalas dengan anggukan. Dia pun berjalan ke arah monitor, tak lama munculah beberpa photo pernikhan Oemar dan April yang dilaksanakan di rumah sakit itu.


"Ini adalah photo pernikahan mereka, mereka telah menikah saat saya sakit tempo hari, mereka belum mempublikasikan pernikahannya karena keinginan dari mereka berdua , namun karena keadaan genting ini saya harus menunjuk April sebagai Presdir pengganti , saya harap kalian setuju dan ikut serta membantu April menjalakan perusahaan ini selagi saya pergi, kalian pun tentu sudah tahu bagaimana kemampuan April selama ini meski masih muda namun kemampuan nya tak dapat di ragukan lagi...."tutur Hendro


Akhirnya mereka pun menyetujui perkataan Presdir mereka, yang di akhiri tepuk tangan dari para petinggi disana, dimana April pun memeberikan satu dua patah kata kepada mereka.Dan rapat pun diakhiri , setelah rapat usai Hendro membawa April ke ruangannya dan disana masih ada Diva yang sedang menunggu kedatangan mereka.


"Nah.. April mulai saat ini kamu menggantikan posisi papah ya , papa harap selagi papa pergi kamu dapat menjalakan bisnis ini, dan maafkan papa kamu mungkin masih sangat syok dengan kejadian barusan tapi percayalah kami yakin akan kemampuan mu..." ucap Hendro menyemangati.


"Betul nak..dan sudah saatnya mereka tahu siapa kamu sebenarnya..." sahut Diva


"Baik pah...mah April akan mengemban amanah dari papa dan mama, April akan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menjaga ke primaan perusahaan ini..." jawabnya


Lalu Hendro ,Diva dan Bram pun berpamitan pergi , setelah kepergian mereka kantor pun menjadi riuh, hiruk piruk kehebohan di berbagai divisi pun terjadi, usai rapat para pemimpin mereka pun menceritakan perihal pergantian Presdir itu dan betapa terkejutnya mereka kala mengetahui bahwà April adalah menantu dari perusahaan raksasa ini dan kini dia menggantikan posisi sang Presdir.


April yang sudah menduga akan terjadinya kehebohan di kantor pun terus merutuki nasibnya.


Disisi lain Oemar yang terus mencoba memanggil April namun terus saja tak ada balasan dari sana, dia pun semakin kesal dibuat nya.


"Broo udah jangan mikirin bini lu dulu ngapa, keadaan kita lagi genting, perusahaan kita kena masalah dan loe tahu bokap dan nyokap loe juga lagi ketimpa masalah..." ucap Vino pada sahabatnya itu


"Maksud loe..." tanya Oemar padanya


"Loe tahu eyang putri loe yang dari yogya itu ,dia sepertinya sudah tahu perihal pernikahan kedua loe dan bliau sangat marah kepada kedua orang tua loe, saat ini mereka sedang menuju ke Yogya untuk menemui eyang loe kalo enggak bliau mengancam akan menyakiti bini loe..." tutur Vino padanya


"What...eyang putri ngancam gitu, lalu gimana dengan perusahaan papah kalo dia gak ada di kantor kan gue juga lagi genting Vin..." tanya nya


"Itulah sebab kenapa bini loe kagak angkat tuh telefon, soalnya bokap loe nyuruh bini loe buat gantiin posisinya sementara selama bokap loe pergi..."


"Hah.. April...terus Bram kemana, kenapa April... dan ini coba gue telfon papah juga nggak diangkat ih..."ucapnya sambil mengotak atik handphone miliknya itu


"Bram juga memiliki tugas penting broo dia lagi meninjau proyek baru di Medan dan mengurus anak cabang lainnya, jadinya April yang menggantikan posisi bokap loe, gue percaya sama kemampuannya tapi saat ini bini loe pasti sangat ketakutan banget bro pasalnya bokap loe udah ngungkapin jati dirinya kepada seluruh bawahanya...." terang Vino


"Ya ampun Vin dia pasti terguncang banget, gue juga percaya sama kemampuannya tapi jati dirinya terungkap tanpa ada gue disampingnya gimana coba gue takut Vin dia jadi korban bully para karyawan papah..." ucapnya khwatir


" Gak gitu juga kali broo, loe tau kan April itu cewek yang tegar kuat dan berani tapi kayaknya saat ini dia butuh dukungan loe deh..."


"Gue harus hubungi dia Vin tapi gimana gue mau ngomong dari tadi dia kagak angkat telfonnya...." jawabnya kesal


"Telfon aja ke no kantor ruangan Presdir siapa tahu dia ada di ruangan pak Hendro..." usul Vino


"Oh iya... ok deh gue coba...."


Perjalanan Oemar yang penuh kekhawatiran pun terus berlanjut, dan perjalan an Hendro dan Diva pun tak kalah penuh dengan kekhwatiran, mereka begitu khawatir akan menghadap sang Bunda besar nanti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hai Readers terima kasih sudah mampir ke novel aku, maaf ya akhir-akhir ini jarang upload karena author masih sibuk sama orderan nya jadi novelnya di no 2 kan😪🙏🙏🙏 Maafkan author ya readers, tapi author akan selalu berusaha update kok ditengah sibuknya author.😊😊😊


__________


🍃Happy Reading 🍃


__________