
(Salsa vs Frans )
💧❄
Usai melepaskan cengkraman itu pak Bagas memalingkan wajahnya dengan kesal sedangkan Frans menatap Salsa yang meminta jawaban atas pernyataannya. Bagaimanapun mereka baru melakukannya 2 minggu yang lalu dan bagaimana ia bisa mengatakan jika ia hamil sedangkan itu semua belum tentu benar.
Namun Salsa yang diliriknya pun seolah memberi isyarat untuk tetap mengikuti aturannya untuk menurut saja.
"Kamu itu ya bener-bener murahan sekali sih Sal, kenapa kamu sampai menghilangkan kehormatan kamu itu dan kamu sekarang sudah hamil hah..kamu bikin malu mama saja..." teriak Devi yang tak tahan dengan kenyataan pada putrinya
"Semua sudah terlanjur mi.. jadi Salsa mohon mami dan papi restui pernikahan kami secepatnya...." pinta Salsa penuh penekanan
"Sudah berapa lama huh...." tanya Devi intens
Salsa pun menatap mamanya dengan tajam
"Satu bulan...."
"huh..masih awal rupanya,kalau begitu kita gugurkan saja ,mami gak mau punya cucu dari keturunan darah orang melarat..." sarkas Devi
Hati Frans terasa sakit, jiwanya menggebu menahan amarah jika saja di depannya bukan orang tua yang harus dia hormati ingin sekali rasanya ia menghajar dan menutup mulut itu.
"Enggak Salsa gak mau,Salsa bukan pembunuh mi...anak ini anak kami dan akan kami pertahankan dengan atau tidaknya restu dari kalian kami akan menikah...." ungkap Salsa
"Jangan bodoh kamu Sal... kamu itu putri dari seorang politisi dan mami ini banyak relasi dari kalangan konglomerat,jika mereka tahu kalau putri mami hamil di luar nikah dan suaminya seorang yang miskin mau di taro dimana muka mami ini hah...."
"Kamu harus menurut Salsa.. jangan membantah mami dan papi... sudah lah masalah laki-laki nanti kakak akan carikan seorang pria yang mapan dan tampan,jaman sekarang keperawanan sudah gak penting kok jadi jika kamu sudah menggugurkannya dan menikah dengan pria lain gak masalah ...."ucap Nina ikut menyahuti
"Kakak kok bisa sih ngomong kayak gitu.. kita ini sama-sama perempuan kak dan kakak itu punya anak perempuan jadi jangan sembarangan ngomong kak..." Salsa pun seakan geram dengan penuturan sang kakak perempuannya.
"Enak aja kamu bawa-bawa anak kakak ,kamu itu dari dulu memang keras kepala,ini nih karena kamu terlalu sering bergaul dengan orang melarat jadinya kayak gini...." timpal Nina mengejek nya
"Bener kamu nin orang melarat itu terlalu banyak terkontaminasi pikiran yang norak dan gak punya etika, sekali nya melarat z melarat apalagi orangtuanya banyak hutang nya ...." sindir Devi
"Cukup tante, tante boleh saja menghina dan mencaci saya,tapi tolong...jangan tante bawa-bawa orang tua saya...." ucap Frans yang begitu geram
"Sudah lah Frans lebih baik kamu angkat kaki dari sini dan jangan pernah kemari lagi,rumah saya bisa lusuh dan ketiban sial karena kemiskinan kamu itu...." ucap Devi semakin mengejek
Frans yang hendak berucap lagi pun seraya terhenti kala Salsa mencegah lengannya.
"Cukup mami... Salsa gak mau denger lagi penghinaan dari mami untuk Frans, tekat Salsa sudah bulat Salsa akan tetap menikah dengan Frans...." ujar Salsa lantang
"Kalau begitu kamu bukan lagi keluaraga dari bagian Bagaskara,jika kamu tetap menikahinya maka silahkan angkat kaki dari rumah ini dan jangan harap sepeserpun warisan dari sini...." sahut Bagaskara dengan tajam
Salsa dan Frans pun terkejut dengan ucapan papanya yang mengusir dirinya.
Frans pun menggeleng-gelengkan kepalanya kepada Salsa seolah memberi tahu untuk tidak gegabah dan menurut dengan orangtuanya.
Namun Salsa lagi-lagi tak menggubrisnya
"Baik jika itu mau papi dan mami maka detik ini juga Salsa akan pergi dari rumah ini...." jawabnya
"Kembalikan semua fasilitas papi jika kamu memilih seperti ini maka kamu harus siap hidup menderita serba kekurangan seperti keluarganya itu...." tunjuk Bagas pada Frans
Salsa pun kembali menatap tajam kepada papinya seraya meletakan semua fasilitas yang selama ini diberi papanya.
Ia pun pergi ke kamarnya sebentar dan hanya membawa beberapa dokumen penting dikamarnya dan ia pun kembali menarik Frans untuk meninggalakn kediaman itu.
"Tunggu Salsa... "ucap Bagas menghentukan langkah mereka,
"Mulai detik ini juga apartemen kamubgak boleh lagi tinggal di apartemen,karena kamu sudah mengambil langkah ini maka tak ada sepeserpun fasilitas yang akan kamu nikmati dari uang papi...." imbuh nya
Salsa pun menghela nafasnya dalam dan mempererat genggamannya pada Frans
"Baik.... Salsa akan kembalikan apartemen itu,Salsa hanya akan mengambil barang Salsa disana setelah itu Salsa akan pergi meninggalkan apartemen...." jawabnya dan ia pun pergi dari kediaman orang tuanya bersama Frans
"Huh...kita lihat saja pih dia akan kembali lagi pada kita dan memohon ampun ,dia itu terbiasa hidup mewah jadi dia gak akan bisa bertahan dengan kemelaratan Frans itu...." ejek Devi
"Mami benar...kita lihat saja dia pasti akan kembali pada kita...."
Sedangkan diluar rumah Salsa dan Frans tengah menunggu taxi online yang sudah dipesan Frans barusan.
"Sal...apa tidak sebaiknya kamu menurut saja dengan orang tuanmu... " tanya Frans pada Salsa yang sedari tadi ia lihat jika wanita di didepannya hanya memandang lurus ke depan
"Aku gak papa kok...emang sih aku juga kesal dan ingin marah dengan sikap om Bagas dan tante Devi tapi apa yang mereka katakan memang benar adanya. Hanya saja aku kecewa sama mereka , karena selama ini mereka begitu ramah dengan ku tapi aku tak menyangka sekarang mereka bisa seperti itu pada ku...."lirih Frans sedih
"Kamu bener Frans... aku juga gak nyangka jika mereka seperti itu...."
Dan taxi pun datang mereka segera menuju apartemen milik Salsa...
Usai membereskan barang miliknya yanga da di apartemen Salsa pun meminta Frans untuk mencarikantempat nya berteduh.
"Ehm Frans... bisa kamu temani aku mencari kost-kost an disekitaran sini....." ajak Salsa
Frans pun nampak berpilir sejenak
"Kamu gak perlu cari kost-kostan kita ke rumah q saja ,rumah q memang masih menyicil tapi tinggal 2 tahun lagi kok dan lagi kita harus segera menikah agar kita bisa tinggal bersama...." ucap Frans padanya
Deg
Entah kenapa mendengar Frans bicara sepertiitu membuat dada Salsa berbedar, tak seperti biasanya saat mereka bercengkrama terasa biasa saja namun sekarang saat mereka bersama malah membuat jantungnya tak baik.
Akhirnya mereka pun menuju rumah Frans yang ada diperumahan ,beberapa saat kemudian mereka pun sudah sampai disana.
Rumah yang hanya 5x7 meter itu memang kecil seperti rumah kotak saja namun terlihat mewah karena Frans meminta didesain 2 lantai.
"Ini rumah gue Sal, gak seluas dan sebesar rumah kamu sih tapi insya Allah kita akan nyaman disini...." ucapnya sambil memasuki rumah itu
Salsa memang belum tahu rumah Frans yang ia beli karena selama ini ia tinggal bersama kedua orangtuanya.
"Gak papa Frans rumah kamu memang terlihat nyaman kok,aku pasti betah tinggal disini...."
"Oh ya Sal kenapa tadi kamu bilang ke orang tua kamu kalau kamu lagi hamil,kita kan juga belum tahu ..."ujarnya yang penasaran sejak tadi namun urung ia tanyakan.
"Ehm... kalau gak bilang gitu gimana kita bisa menikah Frans jika mami dan papi hanya tau gue sudah *****-***** sama loe aja bisa-bisa gue langsung dinikahkan sama orang lain, dan gue gak mau Frans selama ini gue ngejaga kesucian gue buat suami gue kelak,tapi karena loe yang udah ambil makanya loe harus jadi lakik gue..." ucapnya sambil menatap Frans
Frans yang mendengar jawaban dari Salsa merasa hatinya berdesir saat ini....ia pun menyunggingkan senyum padanya.
Frans pun menyuruh Salsa beristirahat di kamar tamu, rumah itu memiliki 2 kamar yg satu di bawah dan kamar utama di atas. Karena hari mulai gelap mereka membersihkan diri masing-masing dan beristirahat.
💧
❄
Sedangkan Oemar dan April saat ini sedang berada di pesawat tak terasa beberapa jam lagi mereka akan mendarat di tanah air usai berlibur 2 hari kemarin , tadi pagi mereka mengantarkan Abhi dulu kembali ke pondok pesantren dan langsung menuju bandara.
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay Readers terima kasih sudah mampir...
Jangan Lupa Like dan Vote ya...
silahkan tinggalkan jejak kalian di komentar ya readers....,
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.
.