Duren & Jantik

Duren & Jantik
Tak Sadar



Bahagia itu tak mudah ,banyak pengorbanan, resiko , dan kesabaran.


Dan salah satu hal yang sangat membahagiakan adalah menemukan seseorang untuk dicintai......


🍃Happy Reading 🍃


......................


Berada dalam pesawat membuat Oemar tak sabar ingin segera tiba di Indonesia. Ia begitukhawatir dengan keadaan April. Oemar pun terus memandangi foto istrinya itu yang ada dalam ponsel miliknya... sekilas beberapa bayangan kebersamaan mereka pun terlintas di ingatan Oemar.


Entah mengapa kini dia begitu mengkhawatirkan istri yang sudah menemaninya selama 6 bulan ini.


Ia pun terlihat sembari bertukar pesan dengan sahabatnya.. namun mereka pun masih belum mengetahui kabar April saat ini.


Di kediaman yogyakarta


Disore hari selepas menenangkan ibunda tercintanya Hendro pun pergi ke kamarnya ,dia pun menuju balkon di kamarnya itu sambil menghubungi seseorang.


"Hallo..." ucap Bram diseberang sana yg sedang dipanggil oleh Hendro itu


"Hallo Bram... bagaimana real estate disana apakah sudah beres...." tanya Hendro pada asisten pribadinya


"Sudah pak ini tinggal finishing 2 atau 3 hari lagi saya akan kembali ke jakarta...." jawab Hendro


"Limpahkan saja ke orang lain yang dapat di percaya Bram ,saat ini kamu harus segera kembali ke kantor pusat, April sekarang sedang sakit dia lagi di rawat di rumah sakit dan otomatis perusahaan pun tak ada pemimpinnya. Jika sampai berita ini terdengar sampai ke luar maka usaha April selama 10 hari ini akan sia-sia,apalagi 3 hari terakhir dia bekerja tanpa henti.... jadi kembali lah secepatnya dan ambil alih perusahaan...." titah Hendro


"Baik pak.... segera saya laksanakan.... "


"Dan satu lagi Bram utus seseorang untuk terus mengabari saya bagaimana kondisi April , karna saya tak bisa kembali ke jakarta secepatnya,entah permainan apa yang dilakukan ibu sehingga membuat saya tak berdaya...."


"Baik pak...." jawab Bram menurut


"Oh ya Bram bagaimana tentang perempuan ular itu apa sudah kau selidiki...." tanya Hendro pelan


"Sejauh ini informasi nya cukup sulit dicari pak, tapi tadi siang informan kita bilang katanya perempuan itu saat ini sedang berada di Eropa, dan jejak keberadaannya diketahui sejak 2hari kemarin dia sudah berada di Eropa hingga saat ini ...."


"Sudah ku duka perempuan berbisa itu pasti akan mengejar kemanapun Oemar berada, semoga saja tidak ada hal diantara mereka yang akan mengakibatkan kegaduhan di keluarga ini lagi..." harap Hendro cemas


"Baik pak... saya akan meneliti lagi informasi terkait tujuan dia ke Eropa...."


"Cepatlah selesaikan semuanya Bram... saya pusing memikirkan semua ini ,semua kekacauan ini datang bersamaan dan merusak kebahagiaan keluarga saya...."


"Baik pak...."


Mereka pun mengakhiri panggilannya.


Dan Hendro pun kini merenung memikirkan masalah yang terus menimpa kelurga nya itu.


Rumah sakit


Di rumah sakit Kevin dan Karin yang masih tetap setia menunggu kabar di depan pintu UGD itu.


Tak lama Smith dan beberapa dokter pun keluar bersama, Karin yang tak sabar pun langsung melontarkan berbagai pertanyaan pada mereka.


"Dokter..dokter.. bagaimana keadaan kakak ipar saya dok,bagaimana kondisi nya dok,apakah dia baik-baik saja....." tanya Karin panik


Dokter pun hanya tersenyum dan menjawab


"Dia baik-baik saja... " dan mereka pun meninggalkan Karin yang msh dengan kebingungannya.


"Kak Smith... apa April benar baik-baik saja ? ..."tanya Karin kembali


"Kamu tenang aja dia baik-baik saja kok tak ada yang perlu di dikhawatirkan...." jawab Smith


"Seriuss broo... terus kenapa lama banget periksanya,bikin kita semua jantungan tau gak... nih liat handphone gue terus bunyi dari lakik nya yang nanyain kondisi bini nya ntu..." ujar Kevin


"Hahahahaa.... udah mulai respek dia ma bininya yaa... kalian tenang aja gak ada yang serius kok dengan kondisi April ,dia hanya kelelahan dan kurang istirahat, saat ini dia akan dipindah ke ruang rawat inap..."


" Fiiuuh... syukur alhamdulillah deh kalo dia baik-baik aja...." lega Karin dan diapun segera mengambil ponselnya di dalam tas untuk segera menghubungi ibunya yang terus memanggil dia tanpa henti.


Mereka pun kini dapat merasa lega kala mendengar keadaan April yang baik-baik saja.


Begitupula dengan Oemar yang sudah mendengar kabar baik dari istrinya itu,namun entah kenapa dia masih saja terus mengkhawatirkan April yang sudah 10 hari ini tidak ia temui...


Malam pun tiba , dirumah sakit yang terasa sepi itu , April pun sudah di pindahkan ke bangsal VVIP. Namun sampai saat ini April masih belum juga sadar. Meski April belum sadar tapi Karin selalu setia menjaga sahabat sekaligus kakak Ipar nya.


Saat dia selesai membersihkan diri didalam toilet kamar VVIP itu tiba-tiba pintu terbuka.


"Bunda....."teriak Aghnia yang baru saja datang bersama Melly dan Tian, bocah kecil itu pun langsung menghampiri Bad dimana April terbaring.


"Ssssssstttttttt...Nia sayang jangan berisik ya... bunda lagi istirahat, kasihan bunda kalau sampe terbangun nanti nggak sembuh- sembuh...." ucap Karin menenangkan Nia


Nia pun mengangguk "Baik kak.. Nia gak akan berisik, tapi Nia pengen disini ya kak liatin bunda...."


"Iya..sayang boleh.. tapi jangan di gangguin ya bunda nya..diliatin aja..." ucap Karin yang ,dan Nia pun mengangguk kan kembali kepalanya .


"Melly.. kamu itu yang sopan napa.. dia itu kakak kamu juga..." jawab Karin kesal


"Ciih... apaan sih..."ucapnya acuh sambil melenggang kan kakinya ke sofa dan dia pun duduk disana sambil memainkan ponselnya.


Tian dan Karin pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tinggah Melly itu.


"Oh ya kak...gimana kondisi kak April..." tanya Tian


"Yah... kamu lihat saja dia masih belum sadar... kata dokter sih kemungkinan sadarnya besok ,kita tunggu aja besok hasilnya gimana. Tapi sekarang kondisinya sudah baik-baik saja alhamdulillah gak ada yang perlu di khawatirkan ... "


"Kasian kak April pasti kelelahan kak.... tuh.. Nia nangis terus denger kak April di rawat dia pengen cepet-cepet kesini...."


" Iyalah... pasti itu dek, Nia kan sayang banget sama bundanya... "


" Nih..makanan yang kakak minta tadi udah Tian beliin di jalan..." ucapnya sambil menyodorkan bungkusan ditangannya.


"Oke.. makasih adek ku yang manisss, kakak mau makan dulu laperrrr...." ucap Karin tertawa sambil mengambil bungkusan yg dibawa Tian itu.


"Kak... besok aku mau ke jogja, itu Nia aku bawa atau gimana???...." ucap Melly pada sang kakak yang tengah menyantap makanan di depannya itu.


"Ngapain kamu mau kesana, malah ngerecokin aja, kamu gak liat apa disini kakak ipar kamu lagi sakit...."


"Idiih... bodo amat .... lagian aku kesana juga di suruh Eyang tau...."


"Terserah kamu deh...kamu tuh emang adek paling ngeselin...." jawab Karin malas


"Itu Nia gimana... kata eyang disuruh bawa aja soalnya eyang kangen sama Nia..."


"Ajak aja kalo kamu bisa... yang pasti Nia lebih milih sama bundanya tuh dari pada sama kamu..."


"Ya udah... kalo gitu aku mau berangkat besok sama kak Tian aja ...."


"Eeh... apaan luu... siapa juga yang mau ikut, kagak ah.. males gue kesana...." sahut Tian menolak


"Eyang yang nyuruh kak...."


"Bilang aja kakak lagi sibuk , lagi banyak skripsi..."


"Ya gak bisa gitu dong kak.. Eyang udah bilang kalau kita semua harus datang dan itu WAJIB... karena eyang lagi mengadakan pesta disana..."


"Hah...pesta... pesta apaan..." ucap Karin terkejut


"Ada deh.... pokonya dateng aja pasti seru kok acaranya...." jawab Melly


"Roman - romannya kagak enak nih kak...." sahut Tian


"Bener dek... pasti ada yang di sebunyiin nih ma ni bocah,,,, cepet ngomong dek pesta apaan? kakak yankin kamu tahu , secara....kamu kan cucu kesayangannya....."


"Hahaha... iya dong... kan aku cucu paling nurut sama eyang ,gak kayak kakak-kakak semua , sukanya ngelawan eyang...mulu...." tukas Melly


"Ih..resek banget sih lu.. cepet bilang pesta apa.. kok eyang gak bilang-bilang kita..." desak Tian yang mulai penasaran


"Em... acara penyambutan atas kembalinya kak Bella, ... " ucap Melly santai


"Apaaaa......" ucap Karin dan Tian bersamaan ,mereka terkejut dengan penuturan adiknya itu


"Gak kebalik yaa... salah denger kali luu..." jawab Tian


"Iyaa bener harusnya penyambutan buat April kok malah nenek sihir sih..." kesal Karin


Melly pun tak menjawab dia hanya menaikkan bahunya.


"Aneh...." sahut Tian


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay Readers.... terima kasih sudah mampir di karya aku... jangan lupa like dan komen ya ....


🍃Happy Reading 🍃


...----------------...


.


.