Duren & Jantik

Duren & Jantik
Kekerasan



"Ayoo dong Van dimana dia...." ucapnya memaksa sambil memegang lengan sahabtanya itu.


"Istanbul Turki....."


"Hah....." ucap Frans yang terkejut mendengar nya "Turki.... jauh banget....beneran nih??? loe kata siapa dia disana Van...."


"Aissh... dibilangin kagak percaya.... " kesal Devan


"Gue serius Van...." tekan Frans


"Gue juga serius... kata Karin Salsa emang lagi disana sama April, mereka menenangkan diri katanya.. bahkan mereka lagi bersenang-senang ngabisin duit lakiknya si April..." tuturnya


"Hah....kenapa merek jauh banget perginya... gak bisa apa nenangin diri deket sini aja.. kan gue bingung kalo Salsa disana juga...."


"Lah.. loe lupa apa kalo di Turki tempat Abhi mesantren, ya pasti April kesana, karena Salsa juga disana terus loe gak mau nyusul dia apa..."


"Gue mau banget Van gue pengen serius sama dia.. tapi loe tau sendiri keuangan gue gak kayak dulu, sekarang gue baru aja habis bayar cicilan kredit rumah ini,gimana gue bisa pergi ke sana coba pasti mahal banget biayanya...." jawabnya lesuh dengab keterusterangan nya.


"Loe kayak gak puany temen aja Frans...." ucap Devan menatap Frans


Frans pun meoleh ke arahnya


"Gue bukannya gak punya temen.. tapi gue gak mau nyusahin temen gue apalagi ganggu keuangan mereka dan gue harus belajar tanggung jawab dengan keadaan...."


"Terus loe maunya gimana ...."


"Entahlah...." jawabnya sambil merebahkan tubuhkan dan memejamkan matanya


"Nih...."ucap Devan sambil menyodorkan beberapa lembar tiket padanya


"Ini apaan...." jawabnya heran


"Itu tiket buat loe dan Salsa... loe harus jemput dia dan bawa dia kembali ke indonesia...."


"Tapi Van.... ini mahal banget.. mana tiket bisnis lagi..." ucapnya sambil melihatisi tulisan didalam kertas itu


"Itu dari gue dan Karin, kalian cepat selesaikan masalah kalian dan segeralah menikahinya,gue yakin Salsa akan menerima loe apa adanya..."


"Apa gue udah pantes Van???? sedangkan keluarga Salsa terbilang berada..."


"Gue rasa loe pantes kok karena loe pekerja keras. Dan loe itu mampu , loe punya rumah meski masih mencicil dan belum lunas tapi pikiran loe udah maju dan juga loe punya pekerjaan yang tak bisa diragukan lagi , kendaraan loe juga ada meskipun belum punya mobil tapi apa salahnya . Gue yakin kok keluarga Salsa bisa nerima loe, apalagi Salsa kita tahu dia sedari kecil dia bukan type orang yang pilih-pilih kasta..."


"Thank's ya broo loe udah nenangin hati gue ..."


"Udah..siap-siap sono loe... nanati ketinggalan pesawat..."


"Tapi kerjaan gue gimana..gue gak mau dipecat Van sama pak Hendro ntar mau dikasih makan apa masa depan gue..."


"Tenang aja loe di kasih cuti 3 hari untuk pulang pergi, jadi loe segera kembali setelah urusan loe selesai , begitu kata pak Hendro..."


"By the way loe lagi deket ya sama Karin ya.. gue liat loe semangat banget dikirim ke cabang ..." tanya Frans yang penasaran dengan gelagat Devan belakangan ini


"Ehm.. ya gitulah,eh.. biasa aja kok...." jawabnya gugup


"Wah..wah.. roman-romannya ada yang lagi kasmaran nih..."


"Sotoy lu...." jawbanya yang sudah mendaratkan pukulan halus pada lengan sahabatnya itu.


"Hahah.. oke oke...sekali lagi thank's ya broo, gue bersyukur banget di kelilingi orang-orang yang baik ma gue..." ucapnya sambil memeluk Devan


"Iya..iya..uda sana cepet siap-siap biar kagak galau mulu loe, habis ini gue anter loe ke bandara..." ucapnya dan Frans secepatnya bersiap-siap.


.


.


Di Desa rupanya Vino sudah mendapatkan alamat dimana tempat persembunyian Bella dengan manajernya, dia pun segera menuju alamat yang dididapatkan dari anak buahnya itu bersama orang-orangnya dan juga Tiara.


Mereka pun sampai di depan rumah yang minimalis namun masih terkesan mewah, rumah ini berlantai 2 dan kecil. Meski kecil dari luar namun siapa sangka jika rumah itu dapat membuat persembunyiannya begitu aman selama ini, namun tidak untuk kali ini setelah mendapat petunjuk dari penuturan Tiara akhirnya ia pun dapat mencari keberadaanya Bella.


Di luar rumah ruapanya terdapat 3 bodyguard yang menjaga rumah itu.


"Kamu tunggu disini ya..cukup diam di dalam mobil saja ,jangan kemana-mana ya... sangat berbahaya jika kamu ikut masuk...." titah nya pada Tiara yang sedari tadi mengikutinya


"Ehm..iya a' , hati-hati ya..." ucap Tiara dan diangguki oleh Vino.


"Mau lari kemana kamu hah...." ujar Vino yang langsung menyergap Bella dari belakang


Bella pun gelagapan dan hendak lari namun secepat kilat ia pun menjambak rambut wanita perusuh itu.


"Mau kabur kemana lagi kau hah...." sarkas nya


"Yuki.... Hans...." teriak Bella sambil meringis kesakitan memanggil manajer dan bodyguard nya.


"Mencari seseorang hah..." ucapnya sambil menyeret Bella ke luar kamar itu dan menuruni tangga menuju lantai satu


Bella pun terbelalak saat melihat manajer serta bodyguard nya sudah tumbang di lantai bawah oleh orang-orang Vino.


"Sial..." gumamnya yang masih terus menahan tangan Vino yang sedari tadi terus menarik rambutnya


"Kau pikir aku bodoh hah... berani sekali kau membangunkan singa yang sedang tidur ini hem..." tekannya


"Mau apa loe nyari gue... belom puas loe uda nyekik leher gue,dan lepasin rambut gue sakit tau..." teriak Bella yang geram oleh perbuatan Vino itu


Bruuk...


Dengan senang hati Vino pun melempar tubuh sexy itu ke depan dan membuat sang empunya tersungkur di hadapannya.


"Brengsek kau Vino...." ucapnya geram saat tubuhnya dilempar


Vino yang kesal mendengar cacian itu pun langsung menampar pipi mulus wanita sexy itu.


Plaakkk


Ia pun langsung mencekal rahang nya


"Kau bilang aku yang brengsek hah... bukankah kau wanita paling brengsek dan sialan ini, berani sekali kau mengusik ketenangan keluarga Ghurair... "


"Kau pikir aku takut hah...." jawabnya sambil menahan tangan Vino yang terus memegang rahangnya yang mulai terasa sakit dan kuat


"Jika mereka melunak padamu bukan berarti mereka takut, tapi mereka masih memiliki sisi kemanusiaan, tapi kau...malah menyalahgunakan kemanusiaan itu dengan menghancurkan keharmonisan mereka...."


"Gadis itu memang tak pantas berada di keluarga Ghurair dia gadis miskin dan kampungan..." sarkas Bella


"Apa kau pikir kau pantas hah...kau tak lebih seperti ****** yang berkeliaran di jalan. Dan sekarang jelaskan bagaimana vidio itu terjadi..." geram Vino yang semakin kuat mencekam wajah itu.


Namun Bella masih saja tak bergeming ,ia malah diam seribu bahasa sambil memelototkan matanya pada Vino.


Vino yang kesal pun langsung menampar nya lagi, ia menarik tubuh itu hingga berdiri lalu memegang lengan Bella dan memelintirkannya, ia begitu leluasa menyiksa wanita didepannya. Inilah sosok Vino yang akan kejam jika sudah ada yang mengusik dirinya maupun orang-orang terdekatnya. Baginya Oemar bukan hanya atasan dan sahabatnya namun baginya dia adalah keluarganya juga.


Tanpa disadari Vino , segala penyiksaan yang ia lakukan pada Bella rupanya dilihat oleh Tiara yang sedari tadi melihat perbuatannya itu.


"Tiara..."


🌞


☀️


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay Readers... jangan lupa ya Like dan Komen terima kasih sudah mampir....


Mohon tinggalkan jejak ya ....


🍃Happy Reading 🍃


🌞


☀️


.


.