
Dooorrrr
Terdengar suara tembakan lagi didalam gudang itu
"Akh...." Bobby pun merintih kala melihat tangannya sudah berlumuran darah yang begitu deras spontan saja pistol yang ia pegang pun terjatuh ke lantai.
Rupanya suara tembakan itu terkena pada punggung tangan Bobby yang hendak menembak namun lebih dulu pasukan Oemar menembak tangan nya .
"Sial...." sarkas Bobby yang melihat kedatangan Oemar dan Hendro di ambang pintu beserta anak buahnya itu.
Sedangkan Oemar yang melihat Melly menangis ia pun menatap ke arah sudut hingga netra nya menangkap April yang berada disamping Melly , ia melihat istrinya yang sudah terkulai lemah sambil memegangi perutnya itu.
"Bee....." teriak Oemar sambil berlari menghampirinya.
"Melly...." teriak Hendro pada putrinya yang melihat si bungsu dengan berselimut kan sprei di tubuhnya.
"Apa yang terjadi...." tanya Oemar sambil melirik pada adiknya itu
"Kak.. cepat bawa kak April ke rumah sakit dari tadi perutnya kesakitan kak habis ditendang oleh dia ...." ujar Melly sedih sambil menunjuk pada Pria disamping Bobby
"Brengsek....." Murka Oemar mendengar jika istrinya sudah ditendang keras, ia pun hendak bangkit ingin menghajar pria itu namun lengannya ditarik April yang masih memiliki setengah kesadaran itu
"Mas... sa-sakit...." lirihnya
Ia pun menatap sang istri dan langsung menggendong nya keluar gudang yang diikuti oleh Melly .
Sebelum keluar Oemar pun berpesan pada Vino dan Bram
"Vin bereskan dia dan patahkan kaki yang sudah menendang istriku jangan kau biarkan dia cepat mati tapi biarkan mereka merasakan kesakitan yang istri ku rasa, jika terjadi sesuatu pada bayi dan istri ku maka akan ku hancurkan semua keluarga Gerald...." ucap Oemar menggelegar hingga Bobby yang mendengar nya pun ketakutan.
Oemar dan Hendro pun pergi meninggalkan mereka . Tak lupa Bruno pun dibawa oleh pasukan khusus Oemar yang rupanya masih bernyawa meski denyut nadi nya sangat lah lemah.
Didalam perjalanan April sudah tak sadarkan diri,melihat sang istri terkulai lemas tak berdaya di pangkuan nya membuat hatinya begitu sakit, jika saja ia tak pergi ke luar kota maka istri tercinta nya itu tak akan merasakan kesakitan ini.
Oemar yang berada di dalam helikopter pun menerawang jauh terbayang kejadian saat sebelum ia sampai di gudang tadi.
Setelah sampai di ibu kota Oemar pun hendak menuju gudang tua yang sudah di beritahu oleh pasukan Red Room dimana adiknya berada.
Namun saat ia hendak pergi tiba-tiba saja Hendro dan Bram pun tiba mereka bergegas bersama meninggalkan ibu kota menggunakan helikopter pribadinya dan terbang menuju tempat terpencil dimana gudang tua itu berada.
Permasalahan yang menimpa perusahaan pusat membuat Hendro segera meninggalkannya kala mendengar kabar pahit itu ,baginya keselamatan putri dan menantu nya jauh lebih penting meski perusahaan nya akan hancur, mendengar kabar itu membuat Hendro tak peduli dengan keadaan perusahaan yang kacau.
Naas setelah mereka sampai gudang keadaan April sudah tak berdaya.
Dan Kini Oemar pun tersadar dari lamunan nya ketika helikopter sudah mendarat di atas Helipad rumah sakit.
Dengan segera para perawat yang sudah menunggu kedatangan mereka pun bergegas memindahkan April dan Bruno ke atas Stretcher rumah sakit, mereka pun bergegas mendorong para pasien ke ruang gawat darurat.
Sedangkan Hendro merangkul bahu sang putri dan menuntun nya.
Diva yang sudah menanti pun menangis histeris kala melihat menantu yang sudah tak sadarkan diri dan putri bungsu nya yang terlihat berantakan bahkan tubuh nya pun hanya diselimuti oleh kain.
Dengan segera ia pun memeluk Melly dan menuntun nya ke dalam ruangan rumah sakit.
"Apa kamu baik-baik saja nak ...." cecar sang mama yang amat khawatir
Melly pun hanya mengangguk dan terduduk sedih, ia masih syok dengan apa yang terjadi hari ini . Mulai dari penipuan dan penghianatan sang pacar hingga pertempuran dan penyelamatan dari sang kakak ipar membuat nya merasa amat bersalah.
Meski ia tak menyukai kakak ipar nya itu namun jika bukan karena April yang datang tepat waktu mungkin saja dirinya sudah di gilir oleh para pria bajingan itu.
"Mah... Melly takut mah... Melly takut keadaan kakak ipar dan bayinya.... " tutur Melly pada sang bunda
"Mama juga sedih nak dengan kondisi April tapi kita berdoa saja semoga tak terjadi apa-apa padanya ya...." tenang Diva pada sang putri
Kini Melly pun tengah di obati oleh perawat karena luka lebam serta bekas cakaran dan cengkraman di seluruh tubuhnya. Melly hanya menurut kala perawat menyuruh nya ini itu karena pikiran nya saat ini hanya tertuju pada sang kakak ipar , ia bahkan tak sadar jika dirinya sedang di visum oleh perawat di rumah sakit itu.
Sedangkan di IGD para dokter senior tengah melakukan penanganan intensif pada April dan melakuakn operasi darurat pada Bruno.
Sedangkan di luar Oemar dan Hendro riwa riwi di depan pintu memikirkan April dan janin di dalam perutnya.
Rasa sedih dan terpukul pun terpancar di wajah kedua pria beda usia itu.
Suara langkah kaki cepat pun terdengar di telinga
"Pah...gimana keadaan nya kak April..." tanya Karin yang baru saja tiba bersama dengan Tian
"Masih belum ada kabar...." jawab Hendro gelisah
Karin dan Tian pun menatap ke arah jendela kecil pada pintu itu, mereka menatap April begitu iba, baru saja beberapa minggu yang lalu ia keluar dari rumah sakit dan kini ia kembali berada di rumah sakit dengan keadaan yang lebih mengkhawatirkan.
Setelah melihat kondisi April yang belum ada kabar mereka pun pergi dulu mencari keberadaan adiknya, tak jauh dari ruang gawat darurat itu sang adik rupanya baru saja keluar usai melakukan Visum ditemani sang mama.
"Mell... kamu nggak papa...." tanya Karin pada adiknya
"Mell gimana keadaan kamu...." tanya Tian tak kalah khawatir nya
"Aku baik kak... tapi kak April...." lirihnya sambil menatap ke arah ruangan dimana April berada
"Sudah Mel.. kita berdoa yang terbaik buat kakak ipar..." ujar Tian
Diva pun menyuruh Mereka mengantar adiknya itu ke ruang rawat inap agar adiknya bisa istrahat, meski tak ada yang terluka pada nya namun dapat terlihat raut wajah syok pada Melly tersirat.
Sedangkan Diva ia menemani suami dan putranya di depan ruangan ICU itu.
Setelah 3 jam menunggu akhirnya dokter pun keluar dan diikuti Smith di sampingnya. Oemar yang melihat itu pun langsung berdiri menghampiri dokter yang sedari tadi menangani istrinya itu.
"Dok.. bagaimana keadaan istri saya...." tanya Oemar tak sabar
sang Dokter pun hanya menghela nafas berat dan menatap ke arah mereka yang sudah menanti kabar darinya
"Silahkan walinya ikut saya ke ruangan..." ujar sang dokter itu sambil berlalu
Oemar pun menatap punggung sang dokter namun pundaknya di tepuk oleh Smith yang mengajaknya untuk mengikuti sang dokter.
"Smith.. apakah istriku baik-baik saja...." tanya nya gusar sambil menatap penuh harap pada sang sahabat
"Ayoo ikut saja biar bliau yang menjelaskan..." jawab Smith sedih
"Mari om ikut juga..." ajaknya pada Hendro
Mereka pun berjalan ke ruang dokter itu sesampainya di dalam Oemar dan Hendro pun di persilahkan duduk.
Tanpa basa basi sang dokter pun menjelaskan kondisi April saat ini.
"Keadaanya cukup Kritis......"
💧
❄
...,******************...
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
...°°°°°°°°°°°°°°°...
Hay... Readers.... Terima kasih sudah mampir
Jangan Lupa Like dan Komen ya.....
💕 Happy Reading 💞
🌞
☀️
.
.