Duren & Jantik

Duren & Jantik
Pertempuran



Sementara itu April dan Bruno yang hendak masuk ke dalam gudang pun berjalan mengendap-endap dan melihat gudang itu melalui jendala samping, April pun geram saat melihat Melly tengah dikerumuni oleh para pria didalam sana.


"Astaghfirullah Brun .. kita harus segera masuk dan menyelamatkan Melly..." ujar April yang masih melihat kedalam sana.


"Tapi non baru saja saya mendapat perintah dari red room jika tuan Oemar dan yang lainnya sedang menuju kemari dan kita disuruh menunggu sampai bantuan datang..."


"Apa kamu gila Brun,,, jika kita menunggu mereka semua akan terlambat, kamu lihat mereka sedang berusaha melecehkan Melly ...." ucapnya yang tak tahan mendengar teriakan Melly didalam sana


"Lepaskan... dasar bajingan..hiks..hiks..." teriak Melly memberontak dengan di iringi isak tangisnya kala para pria itu melucuti pakaian kelinci yang melekat di tubuhnya, ada juga para pria yang mengelus paha nya dan yang satunya memegang lengannya , sedangkan Bobby ia memaksa dan meremas pay*dar* milik Melly sambil meraih bibirnya itu dan satunya lagi sedang mereka aksi mereka.


Bruno pun tak menyangkalnya namun Ia pun begitu dilema kala ingat pesan dari tuannya jika jangan bertindak gegabah karena dia sedang bersama nyonya yang tengah hamil keturunan dari Ghurair


"Baiklah non kalau gitu nona tunggu saja disini biar saya yang hadapi mereka.. saya lihat hanya ada 4 orang didalam sana...." ucap Bruno


"Sudah cepatlah jangan banyak berdebat saya sudah tak tahan dengar suara Melly yang ketakutan itu...." ucap April sambil berjalan ke arah pintu gudang dan diikuti oleh Bruno ia pun tak punya pilihan selain mengikuti istri tuan nya itu .


Bruno pun menendang pintu itu dan sedetik kemudian para pria yang hendak menjamah Melly itu pun langsung menoleh terkejut pada arah suara pintu yang terbuka.


"Sial... siapa kalian...." ucap salah satu pria dewasa itu


"Lepaskan dia...." ujar April dengan lantang


"Oh...bukankah itu kakak ipar yang amat kamu benci beb....waw... lagi-lagi dia mengkhawatirkan mu ya..." ucap Bobby yang memang sudah mengenal April saat di club tempo hari


"Brengsek ... kau apakan adiku hah...." tanya April penuh amarah melihat Melly menangis dan menutupi tubuh bagian atasnya dengan tangan, penampilan nya sungguh miris tubuh acak-acakan dengan pakaian yang sudah robek sana-sini dan hanya tinggal ****** ***** tipis saja yang masih melekat rapih disana.


"Kau..berani kau mengganggu rencana ku maka kau harus menerima akibatnya...." ucap Bobby kesal


"Tumbangkan mereka dan juga kita nikmati saja wanita itu sekalain, bukan kah kalian lihat tubuhnya bahkan lebih menggoda dari gadis murahan ini...." lanjut Bobby tak tahu malu


"Brengsek...." ucap Bruno murka mendengar nonya nya di katai seperti itu , dan ia pun langsung maju meninju mereka


Bruno pun diserang oleh ketiga pria dewasa itu sedangkan April berlari menuju Melly yang sudah menunduk di pojokan,ia pun mengambil sprei yang ada di atas kasur dan menutupi tubuh Melly,


Namun Bobby mengahampri mereka dan mencekal lengan April


"Wah... kau memang cantik dan menggoda rupanya..." timpal Bobby


Bugh..


April pun meninju Bobby hingga dia pun tersungkur


"****...dasar kau wanita sialan..." ucap Bobby sambil menyeka bibir sudutnya yang sudah berdarah


April pun bertarung dengan Bobby memang April bisa bela diri karena saat ia menjadi janda ia mempelajarinya agar tak ada lelaki yang berani melecehkannya.


bugh bang bigh bugh


Bobby pun tampak babak belur di hadapan April, pria belia di hadapannya itu bukan apa-apa baginya meski mulutnya jahat namun kemampuannya bertarung sangat jauh berbeda dengan April.


disaat April puas meninju dan memukuli Bobby tiba-tiba saja terdengar suara yang mengagetkan dirinya


Dooorrrr Dorr...


April pun terkejut dan melihat ke arah samping ,rupanya Bruno sudah tumbang dengan dua tembakan di bahu dan perut nya ,


" Bruno...." panggil April terkejut melihat nya sudah terkapar , ternyata salah satu pria disana memegang senjata meski dua pria lainnya sudah di tumbangkan oleh Bruno namun satu pria disana masih sangat kuat untuk bertarung.


Melihat tuan nya babak belur setelah menembaki Bruno pria itu pun menghampiri tuannya. April yang melihat pria itu mengahampiri dengan menodongkan senjata ia pun mundur mendekati Melly yang masih terguncang.


"Kak.. kenapa kakak kesini.. disini bahaya.. sekarang gimana kak.. kita gak bisa keluar dari sini..." ucap Melly yang sudah ketakutan sambil memegang sprei yang menutupi tubuhnya


"Kamu tenang saja Mell kita pasti bisa selamat, semoga kakak mu dan papa bisa cepat sampai kemari..." ucap April sambil meraih Melly dan memeluknya.


"Melly takut kak... hiks hiks hiks....." isaknya didalam pelukan April


Pertama kalinya Melly memanggilnya kakak membuat April merasa senang namun kesenangan itu tak berlangsung lama kala Bobby dan pria dewasa itu menghampirinya.


"Dasar wanita ****** berani sekali kau memukuli ku hah... " teriak Bobby penuh amarah


Sekuat dan sebisa-bisanya April bela diri namun jika dihadapkan dengan 2 pria ia pun tak elak mendapatkan pukulan juga.


bugh


"Kak April... " teriak Melly yang melihat pipi kakak iparnya dipukul oleh pria dewasa itu. Pipinya pun lebam dan mengeluarkan darah di ujung sudut bibirnya.


April yang terhiyung pun mencoba berdiri dan sekuat tenaga ia pun kembali membalas pukulan mereka . Saat pria itu pun tersungkur oleh April kini April melawan Bobby dan giliran Bobby yang tersungkur pria dewasa itu pun kembali bangkit dan mengahantam April hingga April pun tersungkur dan jatuh oleh pukulan pria itu, disaat hendak bangun secepat kilat pria itu pun menendang perut April hingga April terdorong ke arah Melly.


"Aah...." jerit April setelah terkena tendangan kuat dari pria itu, ia pun tak dapat bangkit kembali saat merasakan perutnya yang begitu sakit


"Kakak...." Melly pun mengahampiri April dan memegang serta memangku kepalanya .


Saat Pria itu hendak kembali menendangnya April pun kembali memohon


"Tolong...saya sedang mengandung...jangan sakiti bayi saya..." ucap April merintih


Bobby yang tadinya lemas setelah mendapat pukulan bertubi-tubi dari April merasa puas kala mendengar jika April kesakitan oleh ulah anak buahnya itu.


"Haahahahahaha.....rupanya demi wanita ****** yang sangat membenci mu ini kau rela menyelamatkan nya ya, kerja bagus...." sarkas Bobby sambil memegang pundak pria itu.


"Bob..please jangan sakiti kakak ipar gue... lepasin dia, lakukan apapun padaku tapi jangan sakiti dia Bob.. dia lagi hamil...." rengek Melly memohon pada Bobby


"Sepertinya menyiksa kakak ipar loe lebih meneyenangkan dari pada gue menghancurkan elo , bukankah keluarga Ghurair amat menyayanginya..."


April yang kesakitan pun menatap ke arah Bobby dengan memelas namun semakin melihat April yang kesakitan membuatnya semakin semangat untuk menyiksa April.


"Bob...please...." pinta Melly kembali


"Saatnya kalian berdua pergi jauh dari dunia ini...papa gue pasti bangga melihat kehancuran Ghurair yang akan berduka.. hahahaha...." teriak Bobby sambil meraih pistol yang ada di saku pria dewasa itu .


Ia pun mengarahkan pistol itu kepada April.


"Good bye...." ucap Bobby senang


Doorrrr


💧



.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay Readers jangan lupa like dan komen ya...


mohong tinggalkan jejak kalian di komentar ya readers...


🍃Happy Reading 🍃


.


💧



.