Duren & Jantik

Duren & Jantik
Sepeti Karaoke



Melihat ke belakang bukan untuk di lupakan apa yang telah terjadi sebelumnya, tetapi agar kita bisa belajar di masa lalu dan lebih di kuat masa depan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam yang begitu dingin setelah turunnya hujan, Diva yang terjaga dari tidurnya dia pun merasa haus, saat dia melihat tempat minum di kamarnya ternyata kosong , dia pun keluar kamar hendak mengambilnya ke dapur.


"Mau kemana mah..." tanya Hendro sang suami yang menyadari pergerakan istrinya itu


"Ini pah mau ngambil minum, wadahnya kosong mama haus banget..."jawabnya sambil berlalu


Saat dia mengambil air di dapur dia melihat ada Art yang sedang bertugas menutup jendela dan mematikan lampu.


"Mbak..Oemar sudah pulang..."


"Ehm.. anu nyonya belum..." jawabnya sambil menundukkan kepalanya


"Ohw.. oke kalau begitu, ini antarkan ke kamar April ya, dia pasti belum tidur, suruh dia minum susu Almond ini yaa..." titahnya sambil memberikan gelas berisi susu dan diatasnya terdapat beberapa kacang Almond


"Baik nyonya..."Art itu pun mengambil gelas itu dan mengantarkannya ke kamar April


Sedangkan Diva dia kembali ke dapur dan mengambil beberapa cemilan disana dia hendak membawanya ke kamar, namun tak lama kemudian Art tadi kembali dengan membawa susu itu lagi.


"Lhoo belum kamu kasihkan..." tanya nya heran


"Anu nyonya maaf tadi sudah saya ketuk-ketuk tapi tak ada jawaban, dan saya lihat pintunya sedikit terbuka lalu saya buka pintunya ternyata di kamarnya kosong, nyonya muda tidak ada dikamar..." terang nya


"Apa..tidak ada dikamar..." ucapnya kaget


" Iya nyonya,..." jawab Art itu sedikit ketakutan


" Kamu tanya mang Tono apa April ke luar rumah ngga cepat saya mau ngecek kamar menantu saya dulu..." ucapnya sambil berlalu menaiki tangga


Diva pun memeriksa kamar putra nya itu namun tak ada April dimana pun


"Apa dia keluar, tapi kemana ini sudah malam sudah jam setengah 11 malam kemana dia pergi dan Oemar juga masih belum pulang,ada apa dengan mereka ini.." Diva pun bertanya-tanya dalam pikirannya sendiri


Saat Diva kembali turun dia melihat art yang baru saja masuk bersama satpam rumahnya itu.


"Mang apa April keluar rumah lagi tadi..."


"Ehm..i-i-iya nyonya..." ucapnya tergagap


"Kenapa kamu tak melaporkannya dan kemana dia pergi selarut ini..."


"Maaf nyonya tadi nyonya muda hanya bilang akan keluar sebentar dan jangan bilang kepada tuan dan nyonya besar, begitu nyonya maafkan saya..." terangnya pada sang majikan


Diva pun tak mengindahkannya dia segera kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya . Dia mencoba menelfon April namun tak diangkatnya, telfon Oemar pun tak diangakatnya pula,semakin kesal lah dia menjadi uring-uringan, hingga sang suami pun terbangun kembali.


"Ada apa mah..gelisah gitu..."


"Ini pah tadi mamah bikinin April susu Almond tapi dia malah gak ada dikamar dan Oemar juga masih belum pualng, ditelfon gk ada yang angkat kemana mereka ini ..."


"Oemar mungkin balik ke kantor dia lagi banyak perkerjaan...."


"Nggak pah Karin aja udah pulang dari jam 8 tadi dan kata Karin semua sudah beres bahkan Vino pun sudah ada dirumah,gak mungkin kan pah pemotretan sampai selarut ini..."


"Udah...mama tenang dulu biar papa hubungi Bram..."


Kedua paruh baya itu pun menjadi gelisah memikirkan kedua insan yang tahu kkeberadaanya dimana.


______


Sedangkan disisi lain April yang sudah sampai di Apartement mewah itu pun segera mencari kamar yang ditempati oelh Bella.


"Ternyata Apartemennya mewah banget..."gumamnya sambil berjalan ke arah lift


Di lain tempat Oemar yang berada di apartemen Bella itu hendak pualng namun saat dia melihat kondisi Bella dia menjadi tak tega , dia pun menunggu asistennya datang agar bisa segera pulang, setelah menghubungi asisten Bella Oemar pun membuatkan susu hangat untuk Bella


Pada saat dia akan memberikan nya tiba- tiba Bella berdiri dan meraih gelas itu , dia pun merasa sempoyongan dan menumpahkan susu panas itu ke arah perut Oemar, reflek Oemar pun hendak menghindarinya namun naas airnya tumpah ke arah celana Oemar lebih tepatnya di atas paha kiri Oemar ,beruntung hanya sedikit susu yang tumpah sehingga tak membasahi seluruh kakinya hanya area paha atas saja.


"Au...panas.." ucap Oemar sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke pahanya


Bella pun terkejut


"Oh my God, Oem please..i'm sorry,..." ucapnya sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya


'Its ok..."jawba Oemar kesal.


"Maafkan aku Oem aku tak sengaja menjatuhkannya ...." jawabnya penuh sesal


"Ya gak papa..."


Bella pun mengambil sapu tangan dan berjongkok di hadapan Oemar, dia pun membersihkan samping paha Oemar dengan sapu tangannya. Oemar sudah menolak nya namun Bella yang merasa berslaah memaksanya untuk mengijinkan membersihkan nya sendiri.


Sedangkan April yang sudah berada di depan pintu apartement Bella dia pun sudah berkali-kali memencet bel namun tak ada yang membuka pintunya.


"Aneh banget sih, apa dia belum pulang yaa masak di bel dari tadi nggak ada yang denger..." gumamnya kesal sambil menatap pintu besar itu


Tak berapa lama datanglah sosok wanita setengah baya yang juga berdiri di hadapannya.


"Mbak nya cari siapa yaa..." tanya wanita itu.


"Oh..saya mau mencari Bella bu,daribtadinsudah saya bel tapi tak ada yang keluar.... "


"Oh..iya belnya memang selalu di senyapkan bu dari dalam , apa mbak temannya.." tanya wanita itu


" I-iya bu.. "jawab April gagap


"Oh..sebentar ya mbak saya bukakan dulu pintunya,kebetulan saya asistennya..." ucapnya sambil mengetik sandi pintu apartement mewah itu


"Ohw..iya silahkan..."


Klikkk


Pintu pun terbuka asisten Bella pun menyuruhnya masuk dan menunggu di ruang tamu, sedangkan dia akan memaggilkan majikannya itu.


"Saat April memasuki Pintu dia pun berjalan ke arah ruang tamu namun betapa terkejutnya dia saat melihat di depan televisi besar itu dia mendapati Suaminya yang sedang berdiri menunduk menatap ke bawah sedangkan Bella yang sedang berjongkok di hadapan sang suami, tampak dari belakang seperti seorang wanita sedang karaoke panas....


Degggg


April terkejut menyaksikan pemandangan tak senonoh itu.


"Apa yang kalian lakukan ..."teriaknya


Oemar pun menjadi terkejut dengan suara teriakan yang sangat ia kenali itu dan Bella dia menoleh ke belakang dan menatap April seulas senyum licik terukir di bibirnya.


"A-april...." ucap Oemar terkejut


Dia berjalan terus ke arah luar hingga menaiki lift dia merasa jijik saat membayangkan apa yang sudah terjadi pada suaminya selama 2jam itu.


Oemar terus mengejarnya hingga lift pun tertutup dia melihat wajah April yang sudah di penuhi oleh air mata


" Shiit...sial kenapa April bisa disini dan oh ya ampun..."Oemar pun mengingat kejadian barusan saat April memergokinya, dia sadar bahwa istrinya itu tengah salah faham padanya. Dia pun bergegas memakai lift sebelahnya, setelah sampai di bawah dia mengambil mobilnya dan melajukannya dia pun melihat April yang tengah berdiri di pinggir jalan hendak menghentikkan taxi ,namun secepat kilat Oemar menghentikan mobilnya tepat dihadapan April.


April pun memalingkan wajahnya ia enggan menatap Oemar apalagi satu mobil dengannya. Oemar pun turun dari mobilnya dan mengahmpiri istrinya itu.


"Bee maaf tadi gak seperti yang kamu fikirkan sumpah..." ucap Oemar


April ak bergeming dia terus menatap ke arah lain, dadanya serasa sesak dan panas menjalar diseluruh hatinya.


"April..please dengerin aku dulu..."ucap Oemar memohon


"Dengerin apa hah.. dengerin Kamu yang sedang bermesraan bersama mantan istri kamu itu..."teriaknya penuh amarah


"Please kita masuk mobil ya dan kita bicarakan di dalam ya.. aku akan jelaskna semuanya..." ucapnya sambil memegang pundak April


"Gak perlu aku gak perlu penjelasan kamu, aku cukup melihat semua nya dengan jelas..." tolaknya.


"Tapi apa yang kamu lihat itu gak bener Pril sumpah demi Tuhan aku nggak bohong Pril. ..."


"Kalau kamu tak berbohong lalu sedang apa kamu selama ini hah..di telfon gk diangkat sama sekali ,dichat pun tak di respon apa kamu sedang bercintan dengannya hah..." ucap April penuh emosi


"Enggak Pril enggak gitu, plisss dengerin aku kamu salah faham..."


" Udahlah aku gak mau dengerin kamu..."ucapnya sambil menyingkirkan tangan Oemar yang ada di pundaknya itu,


April pun segera pergi dan menaiki taxi yang baru saja lewat di depannya, Oemar yang melihatnya pun lantas segera mengikuti taxi itu.


Bella yang melihat kejadian sepasang suami ustri yang sedang bertengkar itu pun tersenyum puas


"Hahahahahahaa.. kau rasakan itu, kau pasti merasa cemburu hah...ini belum seberapa selanjutnya kau akan terus menderita dan menangis darah di hadapanku, itulah akibatnya jika kau merebut galian emas ku, hahahahhahahahah....."tawa Bella menggelegar seperti iblis dia begitu bahagai diatas penderitaan orang lain.


Diva dan Hendro yang sedang duduk di ruang keluarga pun mendengar suara deru mobil di luar rumahnya mereka pun bergegas menghampiri pintu untama, dan benar saja yang masuk barusan adalah April dengan tergesa-gesa dia masuk ke dalam rumah sambil menangis diikuti oelh Oemar yang terus mengejarnya dan memanggil namnaya .


Diva yang hendak menegur mereka pun dihentikan oleh Hendro,


"Sstt sudah mah sepertinya mereka sedang ada masalah biarkan mereka meyelesaikannya sendiri kita tak boleh ikut campur sebelum mereka yang lebih dulu mengatakannya...."ucap sang suami


"Tapi pah mereka-..." ucapannya pun terpotong


"Sudah mah, yuk kita kembali ke kamar, yang penting kita tahu mereka sudah pulang dan baik-baik saja,.." ajaknya


Dikamar April begitu marah dan kesal dia pun duduk di tepi ranjang,Oemar yang mengajmpirinya berjongkok dihadapan April dia memohon padanya.


"Bee tolong maafkan aku aku benar-benar tak melakuakn hal yang dilarang agama..."


"Bohong..." ucpanya sambil mengusap air matanya.


" Demi Tuhan aku tak melakuakn apapun dengan Bella, aku hanya mengantarkan dia pulang karena tadi dia sedang sakit..."


"Kalau hanya mengantarkan pulang kenapa kamu tak segera pulang hah..."ucapnya marah


"Aku tadi masih menunggu asisten nya datang bee ,dan saat kamu datang tadi itu sebenarnya celana ku terkena susu panas, benar kalau kamu tidak percaya lihat saja..." ucapnya sambil berdiri dan memperlihatkan celananya yang sudah mamel itu namun bercak susu yang masih terlihat malah mengecap di celannya..


"Ini bekas susu atau cairan mu sendiri hah..dan lihat apa aku bodoh sehingga tak bisa menbedakan bercak itu..."


"Ohw.. sial kenapa malah seperti ini ." gumam Oemar sambil meperhatikan celannya itu.


"Beneran ini susu..." tunjuknya


April yang emosi pun menarik celana Oemar hingga pinggangnya pun ikut tertarik dan dia pun mengendus bercak itu , dan benar saja itu adalah bau susu bukan hal yang dia pikirkan. April pun kembali mendorong nya dan terdiam


Oemar pun tersenyum dia yakin April tahu bahwa dirinya tak berbohong, dia kembali duduk dihadapan April yang sedari tadi masih duduk di atas tempat tidur, ia pun meraih tangan April dan menggenggam jemarinya.


"Demi Tuhan aku tak pernah melakuakn hal itu dengan Bella aku bahkan merasa risih Bee dengannya, tadi itu hanya menolongnya saja ..."


"Lalu kenapa kau tak mengangkat telefon ku..."


"Aku lupa menaruh handphone ku didalam mobil jadi saat aku mengantarkan Bella ke dalam apartemennya aku lupa membawanya...."


"Apa kamu sungguh tak melakukannya, aku berfikir mungkin kamu snagat merindukannya setelah sekian lama kamu bersama dia lagi..."


Oemar pun tersenyum dan kedua tangannya meraih wajah April dia pun menangkupnya dan berkata


"Bee dengar, aku bukan type orang yang akan gampang celap celup sana sini,Ku masih mengerti agama dan hukum zina, jika aku ingin melakukannya mungkin dari dulu setelah kami berpisah aku sudah jajan sembarangan, tapi kamu tau dari perpisahan itu hingga sekarang aku hanya melakukannya bersma denganmu saja, aku berbicara jujur Bee lihat mataku aku berkata yang sebenarnya...."


cuuppp


Oemar mengecup bibir istrinya sekilas


"Apa kamu tak tertarik lagi padanya..."


"Rasa cinta dan benci ku padanya lebih besar dari Benci ku padanya saat ini namun aku selalu berusaha untuk memaafkan nya karena aku ingin menjadi manusia yang lebih baik...."


Mereka pun saling menatap dan entah siapa yang memulai duluan kini mereka sedang berpagut bertukar air liur. setelah sekian lama April pun mendorong suaminya itu.


"Mas udah makan, mandi dulu sana..."


"Mandinya nanti aja dan aku sekarang mau makan kamu aja, aku sangat mebginginkanmu Bee..." ucap Oemar penuh hasrat


Oemar pun membuka baju April satu persatu dia pun membuka baju miliknya sendiri, Oemar terus mencumbu istrinya itu, dia menciumi seluruh wajah dan menyesap habis bibir serta leher putih istrinya.


Dia pun menurunkan pengait yang melingkari punggung istrjnya itu, setelah terlepas dia pun segera menggenggam nya dan meremasnya , April pun merasakan kenikmatan saat seluruh area sensitifnya di obarak abrik oleh Oemar.


aaahhhhhh


April pun mendesah, Oemar yang mendengar nya pun semakin menggila dan terus menyerang istrinya itu, hingag dia pun mengeluarkan jurus andalannya yang akan membuat istrinya lemas diatas kasur, dia terus menggoyang kan ranajng king size itu dengan beragam gaya bersama sang istri, pertengkaran mereka kini diakhiri oelh pertempuran panas diatas ranjang, percintaan yang sudah membuat Oemar berkali-kali mengeluarkan nya dan membuat April merasa lemas dan lelah, hingga mereka pun terlelap di malam yang begitu dingin ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay readers terima kasih sudah mampir ke novel aku, janganlupa like dan komen ya readers.


🍃Happy Reading 🍃


______