Duren & Jantik

Duren & Jantik
Pencarian



Saat ia membuka kotak itu ia mengerutkan keningnya ketika melihat hanya selembar foto di dalamnya,ia pun mengambilnya


"Me-melly...." ucapnya tergugu , matanya membulat saat ia melihat selembar foto itu, Melly yang masih memakai seragam sekolah dan tangan nya yang terikat di kursi sedang menunuduk tak sadarkan diri.


Merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya ia pun membalikkan foto itu ,dan April kembali terkejut dengan tulisan disana


"Mengusik ku maka konsekuensinya adalah kehancuran, akan aku kembalikan setelah kami puas menggilirnya......"


"Oh...tidak......" teriak April menutup mulutnya setelah membaca tulisan itu,hatinya kini bergemuruh melihat foto itu, ia tak bisa merasa tenang ia takut akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada adik iparnya.


"Sista....." teriaknya memanggil baby sista sang pengasuh putrinya


"Bunda...kenapa bunda...." tanya Aghnia yang takut setelah melihat sang bunda ketakutan pasca membuka kotak tadi


"Bunda gak papa sayang...."ucapnya menenangkan sang putri sungguh hatinya kini sedang tak karuan yang ia rasakan.


Tak lama baby siter itu pun datang


"Iya nyonya...." ucapnya berlari menghampiri April ditaman belakang


"Tolong kamu jagain Nia.. kalian jangan keluar rumah mengerti... " ucapnya memberi perintah


"Ba-baik nyah... " jawabnya gugup setelah melihat kekhawatiran pada raut wajah April , Sista pun kembali pada pikirannya entah ada apa dengan majikannya itu.


"Sayang... kamu sama baby Sista dulu ya... jangan kemana-mana dan jangan keluar rumah, bunda ada urusan yang mendesak nanti bunda segera pulang ,mengerti...." ucapnya sambil merangkul dan memeluk sang putri


"Baik bunda...." jawba Nia menurut


April pun pergi ke kamarnya dan berganti pakaian , ia menghubungi papa mertua dan ibu mertuanya namun tak ada satupun dari mereka yang mengangkat panggilan itu,


"Aduuh.. papa mama kemana sih...." ucapnya yang bingung tak tahu harus bagaimana ,


Ia pun teringat akan bodyguard yang selalu mengawal dirinya, segera saja April pergi bergegas menemui bodyguard itu di depan,yang memang mereka akan berjaga di depan rumah dan bertugas di luar kala April pergi keluar rumah.


"Bruno...."panggil April dengan terengah-engah


"Iya non kenapa...." jawabnya


"Ini...."April pun menyerahkan selembar foto yang ia lihat tadi, sang Bodyguard pun dengan cekatan melihatnya dan ia begitu terkejut saat melihat siapa yang ada di dalam foto itu


"Non Melly..." ungkapnya menatap April


"Betul.. cepat cari dan lacak dia dimana...seperti nya ini ancaman untuk keluarga Ghurair,dan saya minta kalian ikut saya mencarinya ke sekolah juga...."


"Tapi nona maaf..seluruh body guard yang ada sudah pergi ke perusahaan katanya disana ada penyusup jadi hanya 3 orang yang tersisa disini ..."


"Apa.. hanya 4.. ya ampun.. gimana ini..gak mungkin kan saya ajak Aghnia mencari Melly..."


"Tapi nona lebih baik serahkan saja ini pada kami biar kami yang mengurus masalah ini, nona dan nona muda lebih baik dirumah saja..."


" Apa saya harus berdiam diri disini sedangkan ancaman itu begitu mengerikan, dan juga papa sama mama gak bisa di hubungi...." sarkas April yang semakin cemas


Bruno pun tampak memikirkan sejenak dan ia pun menghubungi pasukan darurat di Red Room untuk segera melacak keberadaan Melly,


Namun ia begitu cemas ketika pasukan IT di Red Room tak bisa melacak keberadaan nya.


" Nyonya sepertinya ini keadaan yang sangat genting,karena saya tak bisa menghubungi Tuan besar jadi kita bergerak cepat, biar saya yang mengawal nyonya mencari ke sekolahnya ,lalu Fablo dan Herman yang akan berjaga dirumah.... " pinta Bruno


"Baiklah ayoo kita berangkat, Bi.. tolong jaga Nia ya.. jangan memasukkan siapapun dalam keadaan seperti ini.. nyalakan seluruh sistem keamanan termasuk Simplisafe...."


"Baik nyonya...." jawab bi Inah ikut khawatir , sedari tadi bi Inah memang mengekor dengan April sejak melihat nyonya mudanya berganti pakaian dan menuruni tangga terburu-buru.


April pun kemudian menghubungi suaminya dan asistennya Vino namun naas mereka yang sedang berada di luar kota begitu sulit dihubungi karena kendala sinyal dan jaringan disana yang tak menentu.


Kesal dengan itu semua ia pun menghubungi Tian namun lagi-lagi ponselnya malah sedang tidak aktif, yaa..dia teringat akan pesan adiknya jika siang ini dia akan bertanding jadi mungkin saja ia menonaktifkan ponsel miliknya.


" Astaghfirullah...Brun..bagaimana ini kenapa semua orang tak bisa dihubungi ,bagaimana kita dapat mencarinya . Siapa yang tega melakukan hal keji seperti ini..." ucap April yang pasrah memikirkan adik iparnya


"Sabar Non... kita akan berusaha menemukan non Melly , lebih baik non kirim pesan saja pada mereka semoga mereka cepat membaca pesan non dan tolong tetap nyalakan GPS di handphone milik non. ." titah Bruno pada majikannya


"Baiklah Brun..... " jawab April sambil mengetik di atas ponselnya.


"Papa, Mas Oemar jika kalian melihat pesan ini tolong cari April juga jika tak kunjung kembali. ini foto yang dikirimkan seseorang ke rumah siang ini, April sedang mencari Melly karena kalian tak bisa April hubungi...."


April mengirimkan pesan singkat kepada mertua dan suaminya.. sungguh ia berharap Melly baik-baik saja dan berharao mertua serta suaminya ikut mencarinya sekarang, namun ia pun tak dapat menyalahkan mereka karena keadaan perusahaan yang memang sedang kacau mau gak mau ia harus terjun sendiri ke luar mencari adik iparnya.


Beberapa saat kemuadian mobilnya pun sampai di pelataran sekolah,ia bergegas mencari kedalam sana bersama Bruno , dari lantai 1 hingga lantai 3 ia menyusuri tiap ruangan namun ia tak kunjung menenmui adik iparnya karena keadaan sekolah yang sudah sepi hanya beberapa siswa saja yang berada disana yang sedang mengikuti ekstrakulikuler.


"Non...tolong hati-hati dan pelan ...nona sedang mengandung..." ucap Bruno yang khawatir dengan keadaan April yang sedari tadi berlarian kesana kemari seperti orang kebingungan.


"Oh..ya Ampun..saya hampir lupa Brun..." jawabnya sambil memelan kan langkah kakinya.


Ketika sampai di ujung koridor sekolah ia melihat Mia yang sedang bergurau dengan para temannya ,ia pun menghampiri nya.


"Mia...."panggil nya , memang April sangat hafal dengan wajah Mia karena kejadian tempo hari di club membuatnya ingat betul dengan sosok gadis yang menjadi teman Melly itu.


Mia yang di panggil namanya pun menoleh ke arah sumber suara


"Oh..iya ada apa ya kak..." jawabnya malas


"Dimana Melly...." tanya April langsung


"Melly.. gue gak tau beberapa hari ini kami gak pernah main lagi... " jawabnya seolah cuek


"Benarkah....tolong lah Mia jangan berbohong lagi sama kakak, aku tahu kamu adalah teman dekatnya kan kamu pasti tahu dimana dia sekarang...."


"Gue gak tau kak... dia itu sekarang lebih sering main sama si Bobby pacarnya... palingan juga sekarang dia lagi ***-*** tuh sama si Bobby iya gak temen-temen...." ledek nya sambil menertawakan


"Hahahahaha....." tawa para teman Melly pun pecah disana


April yang tak punya waktu lagi ia segera mendesak Mia hingga akhirnya Bruno pun dapat membaca wajah Mia yang jujur dengan ucapannya.


"Berikan saya alamat nya Bobby...." pinta April


Karena takut melihat sosok April yang kini sudah galak penuh amarah Mia pun memberikan alamat rumah Bobby, Ia melihat wajah April yang amat marah dan begitu khawatir pada Melly saat ini , berbeda saat ia bertemu dengannya ketika hendak ke Club tempo hari.


April pun langsung pergi setelah mendapatkan alamat rumah Bobby .


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................