
Disebuah kamar yang sederhana namun terkesan elegant Salsa sangat senang kala ia mendapati tamu bulanan nya sudah datang.
"Phiu....."panggil Salsa dari lantai bawah
"Phi..." panggil Salsa lagi namun yang dipanggil tak menyahuti nya sama sekali, ia pun menaiki tangga ke lantai dua dan mengetuk pintu kamar Frans
Berkali-kali ia mengetuk dan memanggil Frans di luar pintu tetap saja ia tak mendengar, Salsa pun memegang handle pintu rupanya tak di kunci, ia pun masuk ke dalam dan melihat Frans yang masih tertidur sambil tengkurap .
Sesaat ia begitu terpesona melihat Frans yang masih tidur, ia sangat menyadari jika Frans memang tampan dan putih .
"Haish...pantas saja dia jadi playboy, maen tampang sih..." cibir Salsa sambil bergumam.
Ia pun menggoyangkan pundak Frans seraya membangun kan nya.
"Frans bangun ih..udah siang ini, dipanggil-panggil juga dari tadi gak denger...."
Frans pun menggeliat dan melihat Salsa dengan setengah matanya yang masih tertutup, ia pun tersenyum dan menarik Salsa hingga terjerembab diatas tubuhnya, hingga jarak diantara mereka pun tinggal beberapa senti saja.
"Ehm...Frans ..." panggil Salsa pelan ia begitu terkejut dengan keadaan ini ,wajah nya yang hampir menempel itu membuat dirinya serasa gugup dan berdebar.
"Ada apa bangunin aku hem..." jawab Frans santai masih dengan memejamkan kedua bola matanya, namun lengan nya masih tetap merangkul punggung Salsa dan membenamkan wajah istrinya itu di dada bidangnya.
"Ehm...duduk dulu Frans i-ini..gak nyaman ih..." jawab Salsa memberontak, ia mencoba ingin keluar dari pelukan itu.
"Sssttt..diem jangan banyak gerak nanti kamu bangunin tongkat sakti gue... "
"Hah...." Salsa pun terhenti dan menatap Frans begitu lekat, Frans yang membuka matanya membuat Salsa semakin memerah bak tomat matang yang siap dipetik.
"Kenapa...."
"A-anu...ha-hari ini aku kedatangan tamu bulanan Phi..." jawab Salsa gugup , bagaimana ia tak grogi jika pelukan Frans membuat dadanya terus berdebar tak karuan
"Kamu Haid...." tanya Frans sambil mendorong pundak Salsa pelan , mereka pun mendudukkan bokong nya di atas kasur
"Iya Phi..."
"Alhamdulillah.....Mhi...Gue seneng denger nya..." Jawab Frans antusias memegang pundak Salsa
"Kamu gak seneng kalau aku hamil...." ujar Salsa menunduk sedih ,pasal nya ia melihat ekspresi Frans yang begitu senang mendapati Salsa tak jadi hamil, apakah ladang nya tak pantas untuk ditanami benih dari nya fikir Salsa .
"Hey...bukan gitu, lihat aku..." ujar nya sambil Frans pun mengangkat dagu Salsa .
"Seperti yang aku bilang dimalam pernikahan kita tiga minggu yang lalu Sal, Kamu tahu malam itu kita sudah melakukan dosa besar, selama ini kita bertobat setelah perbuatan kita, aku senang jika kamu hamil tapi aku ingin kehamilan mu didalam pernikahan kita bukan di luar pernikahan kita, coba kamu pikir jika kamu hamil maka dosa kita semakin bertambah besar dan tak berujung kasihan anak kita nanti dia tak akan bernasab dengan ku, makanya selama kita menikah aku tak menyentuhmu karena aku sedang bertobat dengan perbuatan kita waktu itu, alhamdulillah Allah masih memberi kita pengampunan sehingga tak menghidupkan benih itu...."
"Oh..iya Phi..aku mengerti...Lalu sekarang gimana ..."
"Karena kamu gak hamil oleh perbuatan ku tempo hari mulai sekarang kita perbaiki rumah tangga kita ya, kita mulai dari nol dengan membina tumah tangga yang sakinah, dan mulai malam ini kamu pindah ke kamar ini setelah kamu selesai dengan tamu bulanan mu kita akan rajin membuat kesebelasan bola di kamar ini oke..." ujar Frans sambil meraih pinggang Salsa
"Akh..." desah Salsa yang terkejut pinggangnya diraih mendadak oleh Frans
Frans pun menempelkan bibir nya pada Salsa, mereka mengeluarkan hasrat yang selalu terpendam itu, meski tak berhubungan badan namun dengan pegulatan bibir dan peremasan kanan kiri membuat hasra mereka sedikit tersalurkan .
Selama ini pernikahan mereka berjalan dengan pertemanan seperti dulu namun tetap mesra dan hari ini mereka mulai saling menyalurkan hasrat yang sudah terpendam ini.
🌞🌞🌞🌞🌞
Seminggu pun berlalu
April yang kini sudah benar-benar sehat hingga saat chek up pun ia dinyatakan sembuh dan janin nya sehat serta kuat membuat seluruh keluarga Ghurair senang. Untuk itu hari ini Diva sudah menyiapakan acara tasyakuran Mapati atau ngupati yakni tasyakuran untuk memasuki usia kandungan 4 bulan.
"Mah... kenapa tasyakuran nya nggak nanti aja pas usia kandungan sudah 7 bulan, lagian ini kan bukan hamil yang pertama mah..." tutur April yang sedang di rias oleh sang MUA
"Kamu benar nak seperti itu juga boleh, tapi bagi mama mau kamu hamil anak ke berapa kita harus mengadakan tasyakuran disaat memasuki bulan ke 4 yaitu Mapati , nanti saat udah 7 bulan kita mengadakan Mitoni , nah... nanti saat Mitoni mama akan mengadakan acaranya sesuai adat jawa sama Eyang dengan mewah dan meriah, untuk saat ini acaranya Mapati sekalian syukuran atas kesembuhan kamu jadi kita adain nya di rumah aja sambil mengundang para anak yatim ke rumah...." jelas Diva
"Baiklah mah..terima kasih ya mah..."ujar April pasrah, ia sebenarnya tak suka kemewahan namun apalah daya kini ia dipersunting pria yang memiliki tumpukan duniawi mau tak mau ia pun harus menuruti tetua disana.
"Ya sudah kamu lanjutkan di make up nya ya sama mbak sari , mama mau lihat kedua cucu mama dulu nih udah siap apa belum...." ucap Diva meninggalkan April bersama MUA
Meski sederhana hanya akan ada pengajian dan santunan anak yatim saja namun Diva sudah menyiapakan beragam makanan untuk kelangsungan acara disana.
Seluruh keluarga sudah berkumpul terutama Eyang Gendhis dan Orang tua April pun ikut hadir dalam acara ini, apalagi kehadiran para sahabat Oemar maupun April menambah keramaian di mansion Ghurair.
Tak lama acara yang di tunggu pun tiba, April memakai baju gamis yang pas di tubuhnya namun karena perutnya semakin buncit gamis itu pun menonjolkan perut nya yang sudah sedikit terlihat.
"Wiih...bumil cantik banget ..."sapa Frans senang melihat April yang baru saja turun untuk bergabung
"Iya nih.. Tambah cantik kamu Pril..." sahut Salsa sambil cipika cipiki pada April
"Oh ya maaf ya Pril gue baru sempet dateng kesini, soalnya sibuk banget dikantor Pril gak sempet deh jengukin kamu pas sakit kemarin .."imbuh Salsa
"Gak papa kok Sal aku ngerti kok apalagi perusahaan papa kemarin lagi terombang ambing..."jawab April
90 menit pun berlalu acara pembacaan surat-surat ayat suci al quran pun telah selesai kini para ART Ghurair tengah membagikan bingkisan dan amplop untuk para anak yatim dan para undangan yang hadir.
Abhi dan Aghnia pun ikut membantu , mereka begitu antusias dengan acara ini , apalagi acara berbagi yang dilakukan Diva membuat Abhi merasa bersyukur jika keluarga barunya itu sangat baik pada siapa pun.
Usai acara para sahabat Oemar maupun April masih berkumpul sejenak, mereka mengobrol dan berbincang, kapan lagi mereka seperti ini karena tiap hari mereka akan disibukkan dengan pekerjaan masing-masing hingga jarang untuk berkumpul bersama.
"Eh Sal.. gimana udah un boxing belom ..." ucap Karin yang tiba-tiba menggoda Salsa
"Ish...apaan sih Rin... "jawab Salsa malu....
"Kepo nih gue...." lanjut Karin
"Makanya nikah sono....." sahut April pada Karin
"Ish..kok gue sih Pril...gak seru ah..." ujar Karin yang sudah mengerucut kan bibir nya
"Hahahaha.... kena mental tuh anak...."Sahut Vino
"Berisik...." sahut Karin sambil melipatkan kedua lengan nya
"Makanya...suruh lamar sono... pacaran mulu ..." sinidir Vino sambil melirik Devan
Devan yang dilirik pun faham maksud para rekan nya ini karena mereka tak bisa menyembunyikan lagi fakta jika dirinya dan Karin saat ini tengah dekat.
"Ish...siapa juga yang pacaran.... yey..."
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay....Readers... Jangan Lupa Like dan Komen ya , beri Vote dan tinggalkan jejak kalian disini.
Terima kasih sudaah mampir 🙏🙏🙏
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.