Duren & Jantik

Duren & Jantik
Rencana



Sementara itu setelah kejadian yang menghebohkan tadi.. tinggal lah seluruh keluarga saja yaitu 5 bersaudara yg terdiri dari kakak beradik Hendro , para rekan dan kerabat jauh sudah pada pulang kerumah masing-masing.


Kini mereka tengah melanjutkan makan malam yang penuh khidmat hanya terdengar suara dentuman piring dan sendok saja.


Usai makan malam mereka pun berbicang bersama, Oemar yang penasaran sedari sore tadi ia pun bertanya pada Eyangnya itu.


"Yang..Eyang...."


"Heem....." jawabnya cuek


"Ih..eyang cuek amat... Oemar mau tanya nih kenapa tiba-tiba eyang merestui hubungan Oemar dan April bukankah selama ini eyang sangat membencinya ..."


"Ciih... kau ini Oem kemarin suruh aku merestuinya.. sekarang malah kau bertanya kenapa aku merestuinya....." ucap Eyang Gendhis


"Heheheh.... penasaran saja yang ...."


"Awalnya aku memang tak menyukainya, karena adik mu bilang kalau kamu itu menikah terpaksa dengan April . Kamu masih mencintai Bella tapi kalian malah dinikahkan paksa oleh kedua orangtuamu. Makanya eyang bersikeras untuk memisahkan kalian dan menyatukan kembali hubungan mu dengan Bella , tapi ternyata istrimu malah hamil berati kalian sudah saling mencintai kan. Lalu untuk apa aku memisahkanmu...." tutur Gendhis menjelaskan pada cucu tersayangnya itu


"Ehm. adik Oemar yang mana eyang..."


"Siapa lagi kalau bukan si Melly kak... bener kan eyang... "Sahut Karin


Eyang pun mengangguk kan kepalanya


"Anak itu....bener-bener yà....bikin mama emosi saja...." ucap Diva kesal


"Melly...." teriak Diva memanggil putrinya itu, namun yang dipanggil tak kunjung datang


"Kemana anak itu... "gumamnya


"Sudahlah Diva.. gak usah dipikirkan lagi,dia itu masih kecil ..."


" Dia sudah besar bu dia sangat keterlaluan mencampuri urusan orang dewasa. Ini juga karena ibu selalu memanjakan semua cucu-cucu ibu jadi dia gak pernah nurut sama Diva..."


"Memangnya siapalagi yang harus ibu manjakan selain cucu ibu, mereka sering sekali mengunjungi ibu tapi anak dan menantu ibu malah jarang sekali berkunjung kalau tidak ibu paksa dan ancam...." Sindir Gendhis pada anak dan menantu mereka


"Ibu...tidak seperti itu..." ucap mereka bersamaan


Mereka pun meminta maaf pada ibu tersayangnya itu dan berbincang.


"Oh ya bu apa ibu jadi mengadakan resepsi untuk Oemar dan April...." tanya kakak sulung Hendro . Meski ia selalu iri pada Hendro tapi dia selalu kompak dan ikut serta dalam hal keluarga.


"Yah jadi dong.. semua sudah eyang siapkan.. kalian tinggal menikmati acaranya semua sudah di urus...." jawab Gendhis


"Ehm.. maaf eyang apa perlu kita mengadakan resepsi bukankah pernikahan kita sudah lama..." tanya April memberanikan diri


"Tentu saja nak... kita harus mengadakan resepsi besar-besar an semua orang harus tau kamu istri siapa karena eyang tidak mau nama baik keluarga ini tercemar..."


"Kalau begitu apa boleh resepsinya biasa saja eyang sederhana seperti acara tadi dirumah...."


"Ohw... tidak sayang.... acara ini sudah eyang siapakan di gedung . Acaranya harus meriah,Glamor dan fantastis...."


"Tap-....."


"Sudahlah sayang kamu menurut saja ,benar apa yang dikatakan eyang mu itu kita harus mengadakan resepsi besar-besar an agar semua orang tahu siapa kamu dan kamu tahu karyawan papa mu dan suami mu itu berbeda jadi mereka harus datang semuanya...." jelas Diva


April pun hanya mengangguk pasrah meski ia tak suka kemewahan namun apalah daya jika keluarga nya sekarang begitu menyukai ke glamoran.


"Lalu resepsi nya kapan bu...."ujar adik Hendro


"2 hari lagi...."


"Apa...2 hari lagi ..." ujar mereka serentak


"Iya.. 2 hari lagi kalian maunya kapan,kalau ditunda-tunda nanti kalian semua akan beralasan sibuk lah ininlah itu lah .. jadi sesegera mungkin sudah ibu siapakn kalian tinggal duduk manis dan menikmatinya...."


"Baikalah kanjeng ndoro..." ujar mereka ,jika sang ibu sudah bertekad maka tak ada yang bisa membanatahnya.


"Oh ya Oemar besok kamu dan istrimu harus mengadakan konferensi pers, semua sudah eyang atur, jam 8 kalian harus sudah siap, lalu lanjut fitting pakaian untuk pengantin dan feeting untuk kita semua juga. Lalu malamnya akan diadakan pesta Henna dan besoknya diadakan resepsi di Hotel Melia Purosani Yogyakarta...." ujar eyang pada semua anggota keluarganya


"Kalau begitu Karin bawa kakak ipar kamu istirahat dikamar, dia sedang hamil jadi perlu istirahat, dan kamu Oemar tidur bersama Tian,mulai malam ini kamu Eyang larang bertemu istri kamu apalagi tidur dengannya sampai hari pernikahan mu tiba...." titahnya tegas


"Lhoo..lhoo ...eyang kok begitu,dia kan istri sah Oemar ...."


"Iya...eyang tau.. dia istri sah kamu,tapi eyang minta selama 2 hari ini jangan mendekatinya,kalau melihat dari jauh boleh... kamu eyang Pingit yaa... waktu kamu nikah gak ada dipingit-pingitan makanya sekarang eyang kamu pingit...."


"Tapi eyang... Oemar kan baru saja ketemu dengannya, masih kangen eyang habis dari luar negri gak ketemu...."


"Bodo amat...."ucap Eyang


"Ayoo Karin cepat bawa kakak ipar kamu jauh-jauh dari suaminya yang kegaatelan...." titahnya


Mereka pun tertawa melihat tingkah eyang dan cucu itu ,sedangkan Karin dan April berpamitan pergi meninggalakn ruang keluarga.


Oemar pun haynya dapat merengek memanggil lembut istrinya


"Bee...bee.... bee..." panggilnya lirih


Namun April hanya tertawa melihat ketidakberdayaan suaminya itu.


"Sabar ya nak.. masih mending 2 hari dulu papa 1minggu di pingitnya...." ucap Hendro sembari menepuk pundak putranya


"abang enak 1 minggu lah aku 1 bulan..."ucap adiknya


Mereka pun berbincang senang.


Malam pun semakain larut namun Oemar tak kunjung bisa tidur , dia merasa gelisah merindukan istrinya.


Ia pun bergegas menuju kamar April saat hendak mengetuk pintu tiba-tiba punggungnya di pukul seseorang


"Au .....e-eyang...." ucapnya terkejut sambil merintih sakit


"Berani ya..kamu mau melanggar perintah eyang hem.... " ucapnya sambil menjewer telinga Oemar


"Aduduh aduh...eyang sakit ih...."


"Kebelet mau kawin ya kamu hem.... disuruh puasa 2 hari saja gak kuat ya...." ucapnya sambil terus menarik tubuhnya ke dalam kamar Tian lagi...


"Iya.. iya ... ampun eyang... Oemar janji puasa 2 hari deh...." ucapnya


"Awas kalau bohong kamu eyang suruh puasa 2 bulan lhoo...."


"Hah.. jangan eyang ampun...oke deh 2 hari eyang...."


"Bagussss sekarang tidur sana...."ucapnya pergi meninggalkan cucunya.


Rumah besar itu pun kini sepi karena penghuninya sudah pada tidur semua, lampu pun satu persatu dimatikan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay Readers... Terima kasih ya sudah mampir..


Jangan lupa Like dan Koment ya.... 🙏🙏🙏😘😘😘


🍃Happy Reading 🍃


.


.


.