Duren & Jantik

Duren & Jantik
Paket Misterius



Melly yang geram dengan kakak iparnya ia pun mendorong April keluar dengan kasar


"Udah...ah keluar sana loe.. kalo mau ceramah di mesjid sana ...." hardik Melly yang semakin kesal


April pun hanya menggelengkan kepalanya dan beranjak dari kamar itu.


Ia pun kembali ke kamar putrinya dan menidurkannya... setelah April keluar dari pekerjaan memang ia lebih banyak mengasuh sang putri sendiri.. bahkan kehadiran baby sista nya jarang sekali di pakai hanya sesekali untuk membantu April saja.


Tak berapa lama sang putri pun terlelap dan April kembali ke kamarnya, saat ia hendak membaringkan tubuhnya tiba-tiba ponselnya berdering ,ia pun melihat panggilan vidio masuk dari suaminya...


Ia pun tersenyum senang dan mengangkat vidio itu , sepanjang malam mereka bergurau, sungguh Oemar merasa letihnya hilang setelah melihat senyum manis dari sang istri.


Malam pun berlalu dengan hamparan angin yang menerpa hingga pagi hari pun menjelang.


April yang sudah terbiasa dengan aktifitasnya lantas memasak seperti biasa meski kali ini setiap ia memasak sering di bantu oleh bi Inah dan ART lainnya.


Usai meyiapkan sarapan dimeja makan ia hendak membangunkan sang putri namun langkahnya terhenti saat mertuanya lewat .


"Pah...ini kopinya ..." panggil April yang melihat mertuanya tengah tergesa-gesa


"Nanti saja Pril papah sedang ada masalah urgent di kantor...." ucap Hendro sambil berlalu


April pun memperhatikan langkah mertuanya yang begitu cepat ,tak lama ia pun melihat ibu mertuanya berjalan dengan pakain yang sudah rapih.


"Lhoo... mama mau keluar ya.. sepagi ini mah...." tanya April


"Iya sayang mama mau bantu papa di kantor ...." ucapnya sambil memakai hils yang terletak berjejer di depan pintu utama


April pun mengerenyitkan dahinya


"Tumben mah..apa ada masalah,tadi papa juga bilang kalau ada masalah urgent di dikantor..."


"Iya sayang tadi pagi papa di telfon sama Bram kalau ada penurunan saham drastis.. entah apa penyebab nya papa belum tahu makanya papa pergi ke kantor buru-buru...."


"Oh... terus mama nggak sarapan dulu..."


"Enggak nak.. kamu aja sarapan ya sama adik-adik kamu mama mau nyusul papa,mama punya firasat gak enak soal pekerjaan papa, seperti nya perusahaan seperti ini karena ada hubungannya dengan masalah mama yang sudah menyinggung orang kemarin...."


"Menyinggung orang ...." tanya April heran


"Iya... sudah ya mama berangkat dulu nanti kalau masalahnya sudah selesai mama ceritakan.. " timpal Diva sambil menepuk pundak menantunya


"Iya mah..semoga masalahnya cepat selesai...."


Setelah kepergian Hendro dan Diva yang terbubru-buru April pun kembali menyiapkan putrinya ,tak lama mereka pun selesai dan pergi menuju meja makan, disana ia sudah melihat Tian dan Melly yang tengah memakan sarapnnya.


Tak ada obrolan serius diantara mereka hanya obrolan satu kata dua kata yang mereka lontarkan.


"Oh ya kak nanti tolong kabarin mama ya kalau Tian akan pulang terlambat soalnya setelah pulang dari kampus Tian mau tanding futsal kak jadi bisa pulang sampai malam karena tempatnya juga jauh...." pinta Bastian pada kakak iparnya


"Iya nanti kakak samapikan. Kamu hati-hati disana.m dan semoga menang ya ..." jawab April sambil mengedipkan satu matanya memberi semangat.


Sedangkan Melly ia memilih diam saja menikmati sarapan di depan matanya. Setelah selesai semua adik-adiknya pergi ke aktifitas masing-masing .


April pun mengantarkan Aghnia ke sekolahnya tapi sebelum itu ia mampir ke asrama Tiara dulu.


"Pagi....ra..."sapa April yang melihat sang adik di depan pintu kamar nya tengah memakai sepatu ket hendak berangkat


"Eh... kak April..pagi kak... hay..gadis unyu'...." sapa Tiara gemas yang melihat Aghnia disebelah kakaknya


"Nih kakak bikinin bekel buat kamu...." April pun menyodorkan kotak bekal ke arah adiknya


"Makasih ya kak, tau aja kalau Ara gak sempet sarapan heheheh...." ungkapnya dan mengambil kotak itu dengan senang


"Kebiasaan kamu Ra..bangunnya kesiangan mulu, Oh ya ini uang saku buat kamu maaf ya...kemarin kakak gak kesini..." ucap nya sambil merogoh dompet di dalam tas selempang nya.


"Eh gak usah kak...."jawabnya cepat "Ara uda di kasih uang jajan kok sama kak Oemar..."


"Lhoo..beneran... mas Oemar kok gak bilang...."


"Beneran kak... kak Oemar juga bilang kalau setiap bulan akan transfer uang jajan Ara ..."


April pun senang mendengarnya ,ternyata selain putra nya rupanya adik nya pun tak luput dari perhatian sang suami...


"Oh ya udah kalau gitu kamu hati-hati ya dijalan, kakak mau langsung nganterin Nia dulu...." pamitnya


Mereka pun berpelukan dan pergi ,sedangkan Tiara memilih berjalan kaki karena kampus dengan asrama nya sangat dekat.


💧



Hari pun terus berjalan kini matahari sudah berada di atas kepala dengan terik... saat ia sedang bermain dengan Aghnia di halaman belakang tiba-tiba bi Inah menghampiri nya.


"Nyonya...ini ada paket yang datang...." ucapnya sambil menyerahkan bungkusan paket itu


"Buat siapa bi..." lirik April santai lalu kembali fokus dengan permainan nya


"Gak tau nyonya... gak ada tulisannya..."


April pun menyipitkan matanya dan menoleh ke arah bi Inah lalu mengambil bungkusan paket itu


"Ya sudah nyonya saya kembali ke belakang ya.." tuturnya kembali masuk ke dalam


April pun mengangguk, ia pun mengulak-alik bungkusan paket itu , entah kenapa menatap bungkusan paket itu ia merasa penasaran ingin segera membukanya, padahal jika ada paket seperti itu ia akan cuek saja biasanya Diva lah yang akan menerima dan membukanya .


April yang semakin penasaran ia pun nekat membuka paket itu...


"Maaf ya mah..April buka..habisnya kok kepo banget yah hihihi...masak ngidam buka paket sih..." gumamnya sambil terkekeh geli,semenjak hamil ia selalu merasa mood nya yang berubah ubah dan merasakan keinginan yang selalu tiba-tiba .


Saat ia membuka kotak itu ia mengerutkan keningnya ketika melihat hanya selembar foto di dalamnya,ia pun mengambilnya


"Me-melly...." ucapnya tergugu , betapa terkejutnya ia saat melihat selembar foto itu,


"Oh...tidak......"


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................