Duren & Jantik

Duren & Jantik
Genthing



Didalam perjalanan menuju rumah Bobby Disaat itu pula Bruno mendapat kabar dari pasukan IT yang ada di Red Room, mereka dapat menemu kan titik dimana Melly disekap saat ini.


Setelah sampai di sebuah gudang tua ia pun melihat sekeliling yang dipenuhi oleh rerumputan yang tinggi, meski tempat itu tak jauh dari pemukiman namun jika ada yang meminta tolong tetap saja tak akan ada yamg mendengar.


"Non... sepertinya ini akan berbahaya... sebaiknya non tetap berada dalam mobil saja sampai saya kembali..."pinta Bruno


"Gak bisa Brun... saya mau ikut, kamu jangan khawatir saya juga bisa melakuakn sedikit bela diri untuk melindungi diri saya Brun...." ucapnya penuh keyakinan


"Tapi Non...."


" Sudah lah ayo.. kita gak punya waktu lagi Brun..saya gak mau terjadi sesuatu pada Melly..." kekeh April sambil membuka pintu mobil dan keluar diikuti Bruno keluar dari dalam mobil juga


"Baiklah non.. tapi sebaiknya non memakai pelindung ini ...." Ucap Bruno seraya melepaskan rompi anti peluru yang ia kenakan dibalik jaketnya setiap hari.


"Tapi kenapa aku harus memakai ini .. apakah disana begitu berbahaya...." jawab April heran


" Saya tidak tahu pasti non, tapi dari IT yang sudah melacak mereka bukanlah orang-orang biasa,mereka dilindungi keamanan yang tinggi sehingga tadi kita tak dapat menemukan keberadaan non Melly..."


"Tapi...bagaimana denganmu...." ucap Aprik bingung,ia tak enak hati jika menerima jaket anti peluru itu


"Tak apa non... ini adalah tugas saya... saya takut didalam mereka akan membawa senjata dan itu akan sangat berbahaya untuk non dan bayi yang sedang non kandung..."


April pun tercengang mendengar nya , yaa.ia sedang hamil muda tapi bagaimana lagi keselamatan Melly penting juga,


"Baiklah.... "April pun pasrah dan mengambil serta memasang pelindung anti peluru itu lalu ia lapisi lagi dengan jaket coklat miliknya.


Jauh dari tempat itu Oemar yang sudah selesai meeting dengan klien nya ia pun bergegas kembali ke hottel dimana ia menginap. Namun saat ditengah perjalanan saat jaringan sudah kembali ia mendengar handphone nya banyak sekali notif panggilan masuk.


Seulas senyum pun terukir disana kala melihat nama istrinya lah yang tertera di layar ponsel itu.


Namun senyum itu perlahan memudar saat ia membaca pesan dari April yang begitu mengejutkan , apalagi saat melihat foto dan tulisan dibalik foto yang dikirimkan oleh istrinya.


"Vin..stop...." teriaknya


Ciiit...


Vino yang terkejut pun langsung menepikan mobilnya,"


ada apa sih Broo ngagetin aja...."


"Coba lihat ..." Oemar pun menyodorkan layar ponsel itu tepat pada wajah Vino


"Apa.... i-ini.. .Melly...." jawab Vino terkejut


"Cepat kita kembali pulang April pun dalam bahaya.... Cckk... kenapa April nekat sekali lalu kemana para bodyguard yang aku suruh menjaganya...."kesalnya yang begitu cemas


Tak lama ia pun sampai di hotel tempat nya menginap Ia pun segera menghubungi papa dan mama nya namun mereka masih tak bisa di hubungi, ia segera menelfon Bram ,lagi-lagi Bram pun tak dapat di hubungi.


"Ini kemana sih orang-orang kok susah sekali di hubungi... "gumamnya penuh dengan kekesalan


" Vin... segera cari tahu ada apa disana kenapa papa susah sekali di hubungi. Dan cepatlah bersiap kita harus segera pergi dari sini..." titahnya


Vino langsung menghubungi kantor pusat dan cabang, ia juga mencari tahu perihal kegentingan ini , tak lama ia pun mendapat kabar dari IT Red room jika kantor pusat sedang ada penurunan saham akibat penyusup dari seorang pengusaha bernama Gerald Antoni.


Vino pun segera memberitahukan nya pada Oemar ,


"Apa, Gerald Antoni....kenapa papa bisa berurusan dengan dia...." ucap Oemar heran karena siapa yang tak tahu dengan Gerald Antoni seorang pebisnis kaya namun kejam dan licik ,dia seriang kali mendapat kekuasaan bisnis dari kekejaman nya ,baginya nyawa hanyalah mainan yang dapat ia buang sesuka hati.


"Menurut anggota kita Gerald Antoni melakukan hal itu karena nyonya Diva sudah menyinggung istrinya yang tak lain Aerola Antoni, nyonya telah menabrak dan membentak Aerola Antoni kemarin siang sehingga ia melaporkannya pada Gerald...." jelas Vino detail


"Hanya masalah itu saja...."


"Benar bos... tapi menurut rumor yang beredar Gerald begitu memyayangi istrinya jadi jika ada yang lecet atau menyakiti hati istrinya ia tak segan akan menghancurkan lawannya itu...."


Oemar pun manggut-manggut mendengar penjelas an Vino, dan ia pun teringat pesan dari istrinya lagi


"Apa masalah Melly juga ulah dari Gerald...." tanya nya resah


"Kemungkinan iya bos soalnya dari foto yang non April terima bisa jadi itu ulah Gerald .."


"Apa papa sudah bisa di hubungi... "


Vino pun menggeleng, ia pun ikut cemas memikirkan masalah ini,


"Oh iya broo coba kamu telfon Salsa atau Frans bukankah mereka sudah kembali bekerja di pusat kan ... " ucap Vino yang tiba-tiba teringat sepasang pengantin baru itu


"Oh iya.. napa gue kagak kepikiran ya..."


Oemar pun langsung menghubungi Frans dan tak lama panggilannya pun tersambung


"Hallo Frans ini saya Oemar,apa kamu sedang di kantor..."


"Oh.. i-iya pak boss ada apa..." ucapnya gugup


"Kalau begitu kamu sekarang pergi cari papa saya atau asistennya Bram katakan untuk segera membuka handphone nya ,ada masalah yang lebih penting ...."


"Oh..ba-baik pak...." Frans pun segera pergi mencari presdirnya.


Karena keadaan kantor yang begitu sibuk dan kacau Frans pun kesulitan mencari dimana keberadaan orang penting itu,karena posisi Frans yang hanya karyawan biasa sehingga ia tak bisa mengetahui keadaan detail perusahaan tempat ia bekerja.


"Haduh...dimana sih... bisa-bisa gue di marahin nih sama pak Handoko kalo bliau tau gue keluyuran ..." gumam Frans yang bingung dalam pencariannya.


"Ia pun naik lift hendak ke atas lagi , namun ketika didalam sana ia mendengar para karyawan sedang menggosipkan tentang perusahaanya dan orang-orang yang sedang meeting darurat di lantai 9...."


Frans pun yang mengerti langsung berhenti di lantai 9 dan bergegas menuju ruang rapat


Saat hendak masuk ke dalam ia dikejutkan dengan para bodyguard yang sedang menunggu para atasan mereka di dalam.


"Haduh...gimana ya... kayaknya gue gak busa masuk deh.. lagian siapa gue...." gumamnya


Tak lama ia melihat bu Dewi yang baru saja keluar dari ruangan itu namun ia terlihat sedang terburu-buru , Frans pun tak menghilangkan kesempatan ia pun segera memanggilnya.


"Bu Dewi...." panggilnya, namun sang empunya tak menoleh sedikitpun ia hanya cuek berjalan dengan cepat


Frans pun mencekal lengan bu Dewi dan memanggilnya lagi


"Bu Dewi...."


"Aduh..ada apa sih mas..saya lagi buru-buru tolong jangan menggangu ,kita lagi urgent..." ucap Dewi agak kasar


" Bu tolong dengar kan saya ,saya gak bisa masuk ke dalam sana tapi barusan pak Oemar menelfon saya untuk meminta tolong meyampaikan pesan kepada Bram atau pak Hendro agar melihat handphone nya sebentar karena ada masalah yang lebih penting...." ucap Frans


" Apa... kamu serius...."


" Benar bu.. karena pak Oemar tak bisa menghubunginya jadi bliau meminta saya menyampaikan pesan itu segera..."


"Baiklah.. terima kasih..." ucap Dewi,ia pun memutar tubuhnya untuk kembali masuk ke dalam ruang meeting


Frans yang lega pun segera kembali menuju ruangannya.


Didalam ruangan Dewi menghampiri Bram dan membisikkan sesuatu yang membuat mata Bram melotot sempurna,ia pun mengangguk dan langsung membuka ponsel miliknya .


Matanya hampir saja copot kala melihat pesan dan foto dari Oemar.


Ia pun segera membisikkan nya pada Hendro...


Dengan gemetar Hendro yang melihat isi pesan dari Oemar dan April yang membuat ia semakin gelisah hingga dadanya terasa nyeri... namun sebisa mungkin ia menahan semua itu....


"Melly... " lirihnya.


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay... Readers....jangan Lupa Like dan Vote ya...


silahkan tinggalkan jejakmu di kolom komentar....


Terima kasih sudah mampir...


🍃Happy Reading 🍃


**🌞


☀️**


.


.