Duren & Jantik

Duren & Jantik
Kehadiran yg tak diinginkan



Di kediaman Eyang putri Gendhis kini tengah sibuk ,rumah bernuansa modern+klasik itu pun sudah di padati keluarga besar dari adik,kakak,paman,bibi,cucu serta cicit Eyang Gendhis. Acara itu pun begitu meriah terdapat Musik live modern dan campur sari khas kejawen, merka pun mengundang beberapa artis papan atas yang mereka sukai. Begitu meriahnya disana meski hanya di hadiri kerabat dan keluarga besar Ghurair serta tetangga dan teman sosialitanya Eyang saja.


Sang Eyang pun begitu antusias dengan keberadaan Bella dan orangtuanya.. meski status mereka adalah para mantan namun Eyang tetap menganggap mereka sebagai keluarga seperti dulu karena Eyang sedari dulu tak menginginkan perceraian Oemar karena Eyang begitu menyayangi Bella sehingga tak ingin mendengar bagaimana kisah cinta dan pilu di pernikahan Oemar dan Bella.


Berbeda dengan Diva, Hendro, dan kedua adik Hendro yaitu Bayu dan Satria serta istri-istrinya, mereka tengah duduk bersama di meja sambil santai karena tak begitu menikmati acara ini karena acara ini diperuntukkan pada orang yang mereka benci.


"Pah...mamah sebel banget deh liat dia ketawa-ketawa gitu sama ibu,liat deh.. mereka gak tahu malu banget kan..." ucap Diva sewot tak suka


"Ya sudah lah mah kalo gak suka ya jangan dilihatin..." ucap Hendro enteng


"Tapi gimana gak dilihatin pah lawong kelihatan gitu..."


"Ya sudah lihat papah aja sini ..."godanya


"Iih.. si papa orang lagi kesel gini malah di ajak bercanda...." ujarnya semakin kesal


Hendro pun hanya tertawa melihat tingkah istrinya itu


"Iya mbak yu..jangan dipikirkan, biarkan saja mereka bersenang-senang yang penting kita mah ngikut aja apa kata Ibu selama masih bisa di ikuti..." ucap istri dari Bayu sambil terkekeh


"Betulll itu mbak yu... kita bersenang-senang saja disini ya... dan berdoa semoga cepat selesai acarnya...." tutur Satria


"Yah.. baik lah... oh ya pah ngomong-ngomong Oemar jadi datang nggak, terus April ikut kesini nggak yaa soalnya mama pengen ngenalin mantu mama yang luara biasa itu lhoo ..." ucap Diva bangga


"Ehm...sepertinya April ikut mah, mungkin sebentar lagi mereka akan segera sampai,Bram bilang 1jam yang lalu mereka sudah berangkat ke bandara...."


"Waah... mbak yu.. jangan lupa kenalkan pada kita yaa menantu kalian itu.. dari fotonya aja keliatan sekali yaa penyayang...apalagi ketemu langsung..." ucap istri Satria


"Bener mbk yu... kita gak sabar pengen kenal sama istrinya Oemar yang baru..." sahut istri Bayu


"Tenang saja... adik-adik ipar ku sayang... menantu sholehah ku akan kunperkenalkan setelah tiba disini...." timpal Diva senang.


"Lhooo Rin.. Nia mana... kok kamu turun sendiri ...." tanya Hendro tiba-tiba pada putri nya saat melihat dia lewat dihadapannya


"Tuuh...."tunjuk Karin pada gerombolan orang yang tengah mengelilingi Bella


"Kok Nia disana kenapa nggak kamu bawa kesini sih..." ucap Diva tak senang


"Karin gak tau mah... tadi Melly bilang mau ngajak Nia main eh.. gak taunya malah diajak ke nenek sihir..." jawab Karin tak kalah kesal


"Adik kamu ituu... selalu.. saja seperti itu...."


"Sudahlah mah biarkan saja cepat atau lambat Nia memang harus tahu keberadaan ibu kandung nya...." ucap Hendro pada istrinya


"Tapi pah..." ucapnya terhenti kala melihat tepalak tangan Hendro terangkat


Diva pun diam seketika.


Sedangkan di tempat dimana Bella dan Eyang Gendhis bercengkrama merkea pun dikejutkan dengan kehadiran Nia yang dibawa oleh Melly, yah...semalam Bella telah merancang pertemuannya dengan putrinya itu melalui Melly.


"Lhoo cicit eyang yang cantik...sini sayang..." sapa Gendhis pada cicitnya itu sambil merangkul nya.


Ia pun berbincang dengan Nia meski Nia agak risih karena dia tak begitu akrab dengan eyang buyutnya itu, pasalnya sedari bayi Nia jarang sekali dibawa ke yogyakarta.


Bella pun yang melihat itu segera menghamipri Nia, ia ingin mengambil simpati dari putri kandungnya sendiri.


"Hay...Nia cantik.. sini sama mama..." Ucap Bella yang langsung membuat Nia bingung


"Mama...." ucapnya sambil menatap Gendhis dan Melly bergantian


"Bella sayang... ini adalah mama Nia...mama yang sudah melahirkan Nia..." ucap Gendhis menjelaskan


"Tapi... kata papah dari waktu bayi Nia gak punya mama.. Eyut (Eyang buyut), tapi sekarang Nia sudah punya Bunda cantik...." ucap Nia tersenyum polos


Bella yang melihatnya pun merasa marah kala putrinya begitu memuja ibu sambungnya.


"Tapi...Nia.. ini mama Nia,mama kandung Nia ...maafkan mama, mama dulu pergi bekerja jauuuh..sekali.. sehingga mama baru bisa pulang sekarang....." ucap Bella pada putrinya


"Tapi...kalau tante mama nya Nia kenapa nggak pernah telfon Nia ke papah, dan kenapa papah bilang kalau mama Nia pergi jauh .."tutur gadis mungil itu


"Ehm .... Nia ..nanti kalau sudah besar Nia pasti mengerti kenapa mama sama papa seperti ini, tapi sekarang mama sudah pulang nak jadi.. Nia panggil saya Mama ya.. jangan tante tapi MAMA....."titah Bella


Nia pun tampak berpikir dan terdiam sesaat sambil melihat Bella dihadapannya,


"Ah..bunda..juga boleh sayang mama Bella suka di panggil bunda juga..."ucapnya senang penuh kemenangan


"Tapi.. bunda itu cuma buat bunda cantik..."jawabnya sambil menunjuk ke belakang Bella


Bella yang tadinya senang kala Nia mau memanggilnya bunda namun secepat kilat senyum itu pun pudar saat ia menoleh ke belakang ternyata disana sudah berdiri Oemar dan April.


Ternyata Oemar dan April baru saja tiba ,mereka baru saja masuk.


""Bunda....."teriak Nia kembali dan langsung berlari memeluk April dengan senang


"Hay... cantik nya bunda...." jawab April senang dan langsung membalas pelukan itu.


"Jangan mendoktrin putri ku dengan ucapan mu itu Bella..."Sarkas Oemar yang kini sudah berdiri di hadapannya Bella


"Eh... Oem.. tapi kan aku sangat merindukan Nia..."


"Terlambat.....!!!" ucapnya penuh amarah.


Sedangkan saat melihat kehadiran putra dan menantunya Diva yang berdiri jauh di pintu pun segera berjalan cepat menghampiri keduanya....


"Oh... April... kamu sudah datang nak..."ucapnya sambil memeluk senang menantunya itu.


April pun tersenyum hangat


"Iya mah...mama apa kabar...."


"Baik sayang...kamu sudah sembuh..."


"Sudah mah Alhamdulillah...."


April pun menyalami papa mertuanya yang sudah berdiri disamping Diva


Setelah selesai April dan Oemar pun menghampiri Eyang Gendhis mereka pun hendak menyalami eyang namun eyang hanya tersenyum ramah kepada Oemar sedangkan pada April ia hanya acuh saja...


Tangan April yang menggantung pun hanya dapat ia turunkan kembali.


"Oemar... kenapa kamu kemari dengan membawa gadis ini ...kan eyang sudah bilang jangan membawa gadis tak jelas kerumah eyang ini..." ucap Gendhis tak suka


"Eyang... jangan bilang seperti itu dong.. dia adalah istri ku , istri sah dari cucumu ini..."jawabnya lembut


"Tapi eyang gak suka sama dia... kamu itu lebih cocok sama ini..Bella..." ucapnya sambil menarik tangan Bella dan menyeretnya ke sebelah Oemar. "Tuuuh... kan serasi ..." ucapnya dengab tersenyum


"Eyang... please jangan seperti ini... kita ini sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi ...." jawab Oemar tak suka


"Terserah kamu tapi buat eyang hanya Bella cucu menantu eyang, eyang gak suka sama gadis kampung yang gak selevel sama kita...."


April pun tak berani menjawab ia hanya menundukkan kepalanya, semua yang dibicarakan Eyang adalah fakta untukny.


"Astagfirullah eyang .. kenapa bicara seperti itu... kita baru saja tiba dan April pertama kalinya memasuki runah ini tapi kenapa eyang memeprlakukannya seperti itu...." jawab Oemar meninggi


"Kan sudah eyang bilang eyang tidak menerima kehadirannya eyang tidak suka Oemar.. lihat pakaiannya saja kampungan seperti itu.. kamu lihat semua orang yang ada disini mereka memakai gaun dari desainer ternama, mereka memakai perhiasan dan berlian bernilai tinggi, semua itu mereka dapatkan dari keluarga konglomeratnya, sedangkan dia...apa coba.. baju yang aduuh... paling beli di tanah abang ya... belum lagi lihat coba... tangannya.. paling emas murah dipasaran ya...." ejek eyang sinis sambil menunjuk tubuh April.


Begitu sesak April saat ini ia begitu terhina dan sakit sekali hatinya namun sebisa mungkin ia menahan semuanya.


"Sudah...bu.. cukup.. hentikan semua ini.... suka atau tidak suka sekarang April adalah bagian dari keluarga Ghurair, mah... bawa April ke kamar , dan biarkan dia istirahat dia baru saja tiba dia pasti sangat lelah..."titah Hendro pada istrinya.


Diva pun segera membawa April dan menuntunmya ke kamar yang sudah ia siapkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay....Readers.... terima kasih sudah mampir... jangan lupa like dan komen ya ....😉🙏


🍃Happy Reading 🍃


.