
Tanpa disadari Vino , segala penyiksaan yang ia lakukan pada Bella rupanya dilihat oleh Tiara yang sedari tadi melihat perbuatannya itu.
"Tiara..." guammnya pelan ia begitu terkejut saat melihat Tiara yang berdiri di belakang pintu, ia menyadari jika gadis polos itu tengah ketakutan.
Tiara yang sedari tadi berdiri di balik pintu itu pun memang sangat ketakukatan saat melihat kebengisan pria lembut di depannya tadi.
Saat pagi tadi ia merasa berdebar kagum dan tubuhnya berdesir kala menatap mata yang indah itu namun kini ia berdebar karena merasakan ketakutan yang hebat saat menyaksikan penyiksaan itu.
"Apakah itu adalah aa' Vino yang sedari tadi bersamaku, kenapa sekarang ia begitu kejam kepada wanita...." ucapnya dalam hati sambil menatap ke arah Vino
Vino pun melirik anak buahnya dan ia segera mengahmpiri Tiara yang berada dibalik pintu itu.
"Apa kau takut. ." tanya nya smabil mengelus rambut gadis di depannya
Tiara pun bergetar saat di sentuh kepalanya dan mengaggukkan kepalanya.
Vino yang melihat Tiara gemetar menjadi tak tega ia pun langsung menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
"Kembali lah ke mobil dan tunggu aku disana,aku masih harus menemukan bukti untuk mengembalikan hubungan Oemar dan April ..." ucapnya yang masih mengelus rambut Tiara
Deggg
Hatinya kini berdetak saat didalam pelukan pria yang lembut namun bengis itu entah mengapa ia menajdi merasa tenang saat di dalam pelukannya.
"A-aku..ingin lihat kamu mengintrogasinya boleh... " pinta Tiara dengan gugup
"Buaknkah kamu takut padaku..."
Tiara pun langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Kedua bola mata indah itu.
"Apa kamu akan meluakaiku..." tanya nya
Vino pun menggelengkan kepanya
"Aku hanya akan meluakai wanita yang sudah mengusik keluarga ku dan orang-orang yang aku sayangi...." ucapnya ambigu
Tiara yang tak mengerti dengan ucapannya pun kembali berkata "Aku tetap akan melihat ..." ucapnya kekeh ,bagaimana pun ia ingin melihat kejadian sebenarnya yang menimpa rumah tangga kakaknya itu.
"Baiklah...."jawabnya sambil mengajak nya masuk ke dalam
Didalam rupanya anak buah Vino sudah mengikat tubuh sexy itu di atas kursi.
Vino pun menghampiri Bella yang kini sudah terikat dan mengambil benda ditangan anak buahnya
"Kau..bukankah kau gadis kampung di apotik kemarin???, mau apa kau kemari .. " ucapnya memaki lontaran pertanyaan pada Tiara
" Apa kau tak tahu jika gadis yang kau maki ini adalah adik dari April .." sahut Vino
"Apa...adik.. huh.. pantas saja dia begitu menyebalkan..." ucapnya smabil memalingkan wajahnya , sedangkan Vino yang mulai jengah dengan segala ucapan Bella pun kian kesal padanya dan memutari wanita itu.
"Jadi...kau masih tak mau mengaku hem..."ucpanya sambil mengelilingi kursi itu
"Jika pisau ini menyayat wajah cantik mu itu apakah kau masih bisa menjadi model terkenal atau kau akan di tendang dari dunia hiburan itu...." ancamnya yang kini mengelus lembut pipi mulusnya dengan sebilah pisau ditangannya
Bella pun mulai ketakutan, jika ada sedikit goresan di wajahnya entah apa yang harus ia lakukan
"Vin..mau apa kau dengan pisau itu ,please...jauhkan dari wajah gue... " pintanya penuh ketakutan
"Okey... apa mau disini...apa disini hem..." kini pisau itu sudah berpindah ke dada serta perutnya,
Bella pun semakin takut ia tak berani bergerak karena sedikit saja gerakan akan membuat sebuah tusukan pada tubuhnya.
"Jadi...apa kau mau berkata jujur ..." taya nya lembut namun kelembutan itu terdengar seperti mematikan .
Bella pun mengangguk
"Ba-baiklah.. tapi tolong jauhkan pisau itu dariku..please..." pintanya memelas
Vino pun memberi isyarat kepada anak buahnya dan duduk di depan Bella.
" Baiklah...sekarang jelaskan..." pinta Vino tegas
Bella pun mulai menceritakan kejadian saat mereka di Eropa tempo hari dan anak buah Vino pun sedang merekam pernyataan itu.
"Saat itu aku mendengar dari Melly jika Oemar tengah pergi ke Beijing dan akan ke Eropa juga,saat kalian masih di Beijing aku pun pergi menuju Eropa , saat kalian sudah di Eropa aku mulai menjalankan rencana ku...." jelasnya
Flashback
Saat itu Oemar tengah berjalan menuju restoran hotel untuk melakukan meeting bersama klien nya.
Bruuk
Oemarpun tak sengaja menyenggol bahu seorang wanita
"Ohw.. sorry accindentlly bumped into you ...." ucapnya sambil meminta maaf namun saat ia melihat gadis di depan nya ia terkejut
"Bella...."
"Oem..."
"Oh..aku sedang melakukan pemotretan Oem di sini..." jawabnya santai
"Hem... ya sudah kalau begitu aku pergi dulu .."
"Bye.. "ucapnya menyeringai
Oemar merasa curiga dengan kehadiran Bella disini namun pikiran itupun segera ia tepis dan Oemar pun pergi mengahampiri klien yang sudah menunggunya disana , lalu ia pun langsung melakukan meeting bersama klien itu dan di tengah-tengah meeting kepalanya mendadak pusing.
Rupanya ia telah meminum minuman yang sudah disediakan pihak resto, namun minuman itu sudah di beri obat oleh pelayan yang sudah di bayar oleh Bella.
Dari jauh Bella tersenyum puas kala rencananya berjalan lancar.
"Vin...kepala gue kok pusing banget..." bisiknya pada Vino
"Apa pusing ,,, apa Loe gak papa...." tanya nya khawatir
"Gue pusing banget sampe pengen muntah Vin.." tuturnya
"Sebaiknya kita tunda dulu metting nya..."
"Jangan..klien ini sangat penting dan gue pengen cepet selesai disini, loe handel aja sama klien nya gue mau balik ke kamar dulu,mungkin gue butuh istrahat semalam gue gak tidur mengerjakan presentasi untuk meeting ini...."
"Haduh...kau ini Oem malah kurang istirahat.. ya sudah sekarang kau istrahat saja .. aku panggilkan pelayan untuk mengantarmu ke kamar .."
Oemar pun mengangguk dan meminta maaf kepada klien nya,lalu ia pun pergi meninggalkan Vino dan Klien nya itu.
Sesampainya di kamar Oemar langsung merebahkan tubuhnya di kasur . Ia begitu pusing hingga tak kuat lalu memejamkan matanya.
Tak lama Bella pun datang dan memasuki kamar itu yang memang saat masuk tadi ia sudah bekerja sama dengan pelayan disana sehingga ia bisa mudah memasuki kamar privat itu.
"Kau..milikku sekarang Oem..."ucapnya senang sambil menatap Oemar yang sedangterbaring disana.
Ia pun melancarkan aksinya dan membuka seluruh pakaian Oemar,ia mencium bibirnya,mengulum serta ******* bibir sexy itu.
"Rasanya masih sama...." tuturnya senang
Ia pun melanjutkannya dan mengecup leher Oemar,telinganya serta put*ng nya. Namun aksinya terhenti kala melihat reaksi Oemar yang sama sekali tak bergerak atau merespon segala tindakannya.
"Kok gak ngerespon ya.. harusnya kan dia bangun dan terangsang ,kok aneh apakah obat perangsangnya gak berfungsi ... " gumamnya heran
Ia pun lantas mengulum p**is milik mantan suaminya itu namun mau bagaimana pun ia melakukannya p**is itu masih tidak mau bangun juga, tetap tidur dan mengkerut.
"Sialan .. jauh-jauh gue kesini buat seneng-seneng malah ini kenapa..lagi gak mau bangun sih,gak orangnya maupun burungnya malah tidur begini...." kesalnya sambil memukul perut Oemar
Ia pun berpikir bagaimana ia melancarkan aksinya jika Oemar tak bisa bereaksi seperti itu.
Akhirnya ia pun menemukan caranya,
Ia melepas seluruh pakaiannya dan meletakan hp di samping nakas lalu ia naik diatas tubuh Oemar, lalu meletakkan tangan Oemar di atas pinggangnya dan ia pun menggoyangkan pinggulnya sambil mendesah hebat.
"Ah.. uh... kau hebat sekali Oem.. ah.. uh..."teriaknya sambil merekam aksinya itu.
Setelah itu ia pun bangkit dari tubuh yang tak bergerak itu dan mengambil hasil rekamannya.
Ia tersenyum puas saat melihat hasilnya yang begitu vulgar dan panas.
"Rasakan kau April.. sebentar lagi kau akan mendapatkan sakit hati yang terluka namun tak berbekas hahahahhaa ....." ucapnya bangga
Ia pun dengan cepat memakai kan pakaian Oemar kembali dan bergegas pergi dari kamar itu.
Setelah ia keluar dari kamar tak lama Vino pun masuk ke dalam kamar dan melihat Oemar yang tengah tertidur lelap. Ia pun langsung duduk di sofa dan melanjutkan pekerjaan yang tak bisa di garap oleh Oemar.
Flashback off
🌞
☀️
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay...Readers... terima kasih sudah mampir.... jangan lupa Like dan Komen ya.. mohon tinggalkan jejak ya...
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.
.