
Ada hari dimana kita harus berhenti sejenak dan menoleh ke belakang dan mensyukuri apa yang di dapat hari ini.
^^^🍃Happy Reading 🍃^^^
...----------------...
Fajar pun menjelang, matahari pun masih enggan untuk terbit, April yang kelelahan pun masih terlelap di dalam tidur nya , Oemar yang sudah bangun dia tengah bersiap berangkat ke kantor menjelang subuh tadi dia mendapat kabar dari Vino bahwa ada masalah yang urgent banget.
Saat dia sedang memakai dasi dan parfum dia pun menatap istrinya yang masih terlelap, dia pun tersenyum melihatnya.
"Masya Allah masih tidur aja tetap cantik, sungguh indah karunia mu ya Allah, entah mengapa sekarang aku merasa lebih bersyukur memiliki nya...." ucapnya dalam hati begitu senang.
Dia pun mengahampiri April dan mengecup kening serta bibirnya sekilas , namun April tak bergeming sama sekali , Oemar pun langsung pergi.
Waktu yang terus berjalan membuat April bangun kesiangan , dia pun melihat sis tempat tidur sebelahnya namun sang suami sudah tidak ada, dan dia pun melihat secarik kertas di atas nakas.
"Bee aku berangkat lebih dulu,maaf tak sempat membangunkanmu,ada masalah di kantor, see you..." tulis Oemar di secarik kertas itu sambil membuat emot lucu bergambar senyum.
April pun senyum-senyum sendiri saat membacanya, entah mengapa dia merasa berbunga-bunga.
Dia pun segera bangun dan membersihkan dirinya ,karena dia kesiangan dia pun segera menemui putri kecilnya dan mempersiapkannya secantik mungkin, April sangat lihai dalam menata penampilan Aghnia sering kali dia membuat bermacam-macam kepang dan ikat rambut yang membuat Nia begitu senang.
Setelah menunaikan seluruh kewajibannya dia pun berangkat ke kantor sambil mengantar Nia ke sekolah, sesampai nya di kantor dia pun sudah di nanti oleh ketiga sahabatnya itu.
"Gimana..gimana semalam kamu ngelabrak gak tuh pelakor...." tanya Salsa antusias
"Iya Pril gimana semalam..." tanya Devan
"Ih gue ketinggalan berita nih Pril, ayo donk ceritain semalam laki lo ngapain tuh sama cewek gatel..." sahut Frans kepo
"Aduuh..kalian tuh ya... hehehehe Kepo..." Ucap April berlalu menuju mejanya,
"Ih..April..." Ujar Salsa yang mengikuti langkah April dan di ikuti oleh Frans dan Devan.
"Alhamdulillah semalam gak terjadi apa-apa kok, thank's ya gaeesss kalian udah bantuin aku kalian emang sahabat terbaik ..." ucap April sambil mengacungkan kedua jempolnya pada mereka
"Syukurlah Pril kalo gak terjadi apa-apa kita lega dengernya..." ucap Devan tersenyum
"Terus apa yang terjadi Pril semalem di telfonin nggak di angkat, kita kepikiran dari semalam nih..."tanya Salsa
"Eh..kalian telfon aku yaa.. hehehehe maaf lupa nggak ngabarin Sal..." jawab April canggung
"Yaah. palingan dia lagi ***-*** tuh ma lakinya..." sahut Frans usil
"Fransssss...."teriak April malu
"Tuh..kan bener tuh kan..liat tuh pipinya kayak kepiting rebus, malu dia..hahahaha..."ledek Frans yang di ikuti gelak tawa para sahabatnya itu.
Setelah puas menggoda April mereka pun lantas melakukan pekerjaanya masing-masing .
Waktu pun masih menunjukkan pukul 9 pagi April yang begitu sibuk dia tak memperhatikan handphone miliknya yang terus bergetar dari satu jam lalu.
Di lain tempat terlihat Diva sang nyonya Presdir pun memasuki ruangan Hendro dengan tergesa-gesa
"Dimana suami saya..." tanya Diva pada Dewi sekertaris suaminya itu
"Pak Hendro sedang meeting bu di lantai 3.."
"Panggil segera saya tunggu didalam, ini urgent banget lebih urgent dari segala-galanya, cepat katakan itu pada suami saya ya.." titahnya
Dewi pun segera menjalankan tugas dari nyonya Presdir itu, dengan tergesa-gesa dia pun langsung memasuki ruang meeting disana dan membisikkan sesuatu pada Bram.
"Ada istri presdir di kantornya dia bilang ini sangat urgent..." ucapnya pada Bram
Bram pun mengangguk dan pergi membisikkan yang disampaikan Dewi tadi, Hendro pun segera mengakhiri meeting nya dan berjanji akan melanjutkannya lusa nanti.
_______
Disebuah pesawat dengan fasilitas premium terlihat Oemar yang sedang fokus dengan laptopnya namun sesekali dia merasa kesal dengan ponselnya. .
"Ish... kemana sih nggak di angkat-angat lagi, pengen gue bantinga aja nie hape .."ucapnya kesal sambil meletakkan hapenya kesembarang arah dengan kasar
" Napa sih bosss uring-uringan mulu ma hape yang ada kita lagi genting nih boss ma klien eksekutif kita...." ucap Vino pada Oemar
"Nih bini gue kemana sih di telfonin kagak diangakt juga, gue mau ke luar negri tapi malah gak bisa pamit sama dia..." tukasnya emosi
"Ya elah broo gue kira apaan, kita kan baru terbang 2 jam palingan juga dia lagi sibuk jadi sabar aja napa nanti loe hubungi lagi kalo udah sampe , perjalanan kita juga lama kan..."
"Tau ah..."jawabnya kesal
Vino pun hanya menggeleng-gelengkan kepalnya, tak lama Vino pun mendappat panggilan dari Hendro dan mereka pun membicarakan sesuatu yang sangat serius.
Hendro yang sudah berada diruangannya dia melihat sang istri begitu cemas.
"Ada apa mah, kok cemas seperti itu..."tanya nya
"Pah gawat pah.. tadi Ibu telfon dari yogya dia amat marah sama kita, bahkan mamah pun dimarahi sama ibu, dia menyuruh kita untuk segera kesana kalau tidak hal buruk akan terjadi pada April..."
"Sudah lah mah tak usah terlalu dipikirkan ,mungkin ibu hanya mengancam kita saja karena kesal pada kita..."
"Enggak pah,, papah kayak nggak tau seperti apa ibu, dia bisa melakukan apa saja untuk pencapaianya, ini benar-benar bahaya pah..." Diva pun sangat khawatir sambil menangis di pelukan suaminya
"Ataghfirullah... ibu itu tak pernah berubah sedikit pun, ya sudah ayo kita berangkat sekarang biar papah telfon Oemar dulu untuk menghandle disini, karena perusahaan juga lagi sibuk mah..."ucapnya
Diva pun menoleh kepada suaminya itu dan berkata
"Enggak pah Oemar gak bisa datang tadi dia pamit ke mama kalau dia sedang dalam perjalanan ke Beijing, ada masalah dengan klien nya yang tidak bisa dia tunda, perusahaan cabang pun sedang bermasalah, Oemar akan ke Beijing dan Eropa pah, entah berapa lama dia pun belum tahu pasti pah..."
"Oh ya ampun lalu bagaimana ini mah, papah gak mengkin meninggalkan perusahaan saat ini jika tak ada yang menghandle perusahaan , Bram pun sedang papa tugaskna di luar kota..."
" Ya ampun pah gimana ini mama sangat takut..." tangis Diva pun
Hendro pun sedang berfikir keras, akhirnya dia menemukan solusinya, dia segera meminta Dewi untuk segera memanggil seseorang.
tok tok tok
"Masuk ..." jawab Hendro cepat
ceklek
"Selamat siang pak apa bapak memanghil saya..." tanya April pada atasannya itu.
April pun masuk dan terkejut saat mendapati sang mama mertua sudah berada disini.
Diva pun menoleh kepada suaminya tak mengerti
"Duduklah Pril..." ucap sang papa mertua
"Ada apa pah.. kenapa mama menangis..." ucap April menghampiri Diva
" Begini Pril papa akan pergi ke yogya entah akan berapa lama sehari atau dua hari bahkan lebih papa pun tak tahu tapi yang pasti papah akan pergi setelah perusahaan ada yang menghandle nya..." terang Hendro
April pun manggut-manggut mendengar nya
"Dan kamu tahu kan Pril kalau perusahaan kita sedang sibuk dan banyak deadline yang harus kita urus , papa akan meminta tolong kamu untuk menghandle perusahaan Pril, kamu gantikan posisi papa selama papa tak ada di kantor..."
"A-apa.. pah,menggantikan..." ucap April terkejut
"Yaah ... kamu akan menjadi presdir sementara selama papa pergi..."tegasnya
"Enggak pah April gak bisa, April gak ada pengalaman untuk menghandle perusahaan raksasa ini pah, dan apa kata para karyawan lainnya pah yang tiba-tiba April menjadi Presdir pengganti..." jawabnya penuh ke bingungan
"Tapi hanya kamu yang bisa Pril, papa yakin kamu pasti bisa mengurus semuanya..."
"Kan ada mas Oemar pah kenapa harus April..."
"Itu dia masalahnya Pril suamimu sedang berada di luar negeri dia sedang melakukan perjalanan ke Beijing dan Eropa..."
"Apa..luar negri.. tapi semalam mas Oemar gak ada bilang apapun soal mau ke luar negri...."
" Perusahaan Oemar sedang ada masalah, manajernya telah melakukan penipuan besar di perusahaan nya dan klien VIP nya tengah dia pertahankan dengan pergi ke sana Pril, Ini semua terjadi dengan begitu cepat dan bersamaan bahkan Bram pun sedang di luar kota kamu tau Proyek kita yang di Medan lagi-lagi bermasalah, jadi hanya kamu yang dapat papa andalkan Pril..." ujarnya menjelaskan
" Apa itu mungkin pah, dan bagaimana dengan para karyawan pah mereka akan berfikiran yang tidak-tidak tentang April yamg tiba-tiba menjadi Presdir..."
"Sudah saatnya semua orang tahu nak kalau kamu adalah istri dan menantu di perusahaan terbesar ini, kamu harus bisa menghadapi kenyataan di depanmu nak, mama yamin kamu pasti bisa..." ujar Diva ikut bicara pada sang menantu
April pun tampak memikirkan kannya namun ia pun tak dapat menolak keputusan mertuanya itu, akhirnya mau tidak mau dia pun menerima titahan dari snag papa mertua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hai readerz terima kasih sudah mampir ke novel aku ,jangan lupa like dan komen ya...
🍃Happy Reading 🍃