
Bi-bisa kita bicara Bee...." ajak Oemar yang masih gugup.
April pun hanya mengangguk lalu mengikuti sang suami yang sudah melangkah kan kakinya lebih dulu ke arah taman disekitar monumen itu.
Mereka sudah berada dibawah taman dengan lampu temaram yang dihiasi oleh bintang-bintang , namun mereka masih enggan membuka mulutnya, hanya saling tatap dan melihat satu sama lain.
"Bee tolong maafkan aku.... jangan pergi jauh dariku lagi , mari kita pulang...." ajak Oemar yang mulai membuka suara
"Aku memang akan pulang mas tapi tidak sekarang...." ujarnya sambil menatap ke arah lain
"Kumohon Bee... apa kau tak kasihan kepada Nia,dia menjadi lebih murung saat jauh darimu..."
"Aku tahu itu mas dan aku pun sangat merindukannya...." jawabnya sedih
"Maka pulanglah bersamaku...." ajaknya kembali
"Tapi maaf... aku belum siap mas...."
"Bee tolong maafkan aku percayalah vidio itu tak seperti yang kau lihat..."
"Apa kau masih bisa mengelaknya mas dengan bukti vidio yang memperlihatkan kan kau menikmati servisan dari mantan istrimu itu, seperti nya kau memang merindukannya...." sarkas April yang kesal tersulut emosinya lagi kala mengingat isi vidio itu
"Sungguh Bee demi Tuhan aku tak melakukan hal itu, tolong percayalah padaku aku tidak sadar Bee saat itu aku memejamkan mata karena sedang tidur bukan menikmatinya ..."
"Ciih... alasanmu tak masuk akal mas, apakah kau tak bisa membuat alasan yang lebih bagus dari pada tidur,..."
"Aku diberi obat Bee... aku sudah menemukan buktinya, lihatlah .. " ucap Oemar yang membela diri sambil menyodorkan handphone yang berisi vidio pengakuan Bella tadi.
April ragu saat melihat handphone itu yang membuat dirinya trouma dengan melihat pergulatan suaminya sendiri, namun ia pun begitu penasaran dengan bukti yang di bawa suaminya.
Ia pun segera mengambil hp itu dan memutarnya, sungguh pengakuan yang luar binasa yang ia dengar membuat hatinya kembali membara penuh kekesalan lalau menatap suaminya dan kembali menyerahkan hp nya.
"Benarkan aku tidak bersalah Bee..sungguh aku tidak melakuakn hal itu dengan nya..." seronok Oemar
"Tapi tetap saja kau di grape-grape oleh nya mas..." ucapnya kesal
" Maafkan aku , andai aku sadar aku pasti akan menendangkanya Bee ,tapi sungguh aku tak tahu, ia begitu pintar memanipulasi kejadian itu...." jelasnya
"Tau ah.. tetap saja senjata mu sudah di karaoke olehnya. .." kini suara nya sudah berada pada titik kecemburuan,ya.. dia merasa cemburu melihat suaminya seperti itu.
"Tapi Bee... senjata ku sudah dibersihkan oleh mu kan ...." tutrnya sambil menggoda sang istri
April pun menatapnya aneh sambil memicingkan satu matanya
"Sebelum kamu pergi meninggalkan ku bukankah kamu sudah menservis ku dengan membersihkan bekas-bekas wanita tak tahu diri itu Bee, aku tak menduga jika permainan mu kala itu seperti perpisahan saja ... " tutur Oemar sambil berakting kesal dan melipat kedua tangannya di dada.
April pun salah tingkah dan menatap sang suami
"Maaf mas aku begitu kesal dan tak terima dengan penghianatan mu saat melihat vidio itu.." ucapnya tak tahan melihat sang suami yang kesal padanya.
"Maaf kan aku juga sayang karena masalalu ku membuat hubungan kita menjadi seperti ini, aku berjanji semua itu tak akan terulang lagi..." jawabnya sambil menatap sang istri dan memegang bahu April untuk menghadapnya.
"Maafkan aku lagi mas jika aku pergi tanpa seizin darimu , harusnya aku tak pergi meninggalkan mu dan bertanya langsung padamu, tapi sungguh saat itu aku benar-benar sesak mas ...." ucapnya sedih sambil menundukkan kepalanya yang kini dia sudah merasa bersalah.
"Aku tak menyalahkanmu Bee aku bisa mengerti jika kau pergi untuk menenangkan pikiranmu, aku pun begitu senang dan bangga meski kau marah padaku namun kau tetap mengingat ku dengan memakai black card yang kuberikan padamu...."
"Hah... kok mas tahu...kan aku belum bilang mas...." uacapnya yang terkejut dengan perkataan suaminya mengenai black card yang sudah ia pakai .
"Hehehe setiap gesekan pada kartu itu pasti akan masuk otomatis laporannlya sayang..." jawabnya santai.
"Apa aku sudah menghabiskan uang mu mas... " tanya nya yang kini sudah takut akan kemarahan sang suami
"Tenang saja kamu hanya baru menghabiskan beberapa miliar saja Bee belum banyak..."
"Apa..beberapa M... apakah belanjaanku semahal itu mas .. " ungkapnya yang begitu terkejut mendengar nominal belanjaan miliknya dan Salsa
"Kamu tenang saja itu belum seberapa ,apa kau lupa jika suamimu ini memiliki banyak kekayaan hem...." jawabnya menenangkan sambol mengangkat dagu istrinya perlahan.
"Terima kasih mas jika tak marah padaku karena black card itu...." jawabnya seraya tersenyum manis. Senyuman yang Oemar rindukan sejak beberapa hari terakhir.
"Dengan senang hati sayang..habiskan saja uangku itu karena suamimu ini akan bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan bidadari surgaku...." ucapnya senang
Cuup
Oemar malah menarik pinggang istrinya dengan cepat dan mencium keningnya dibawah bintang-bintang yang sudah mulai muncul di atas langit
"I'm sorry i love you so much , and you are everything to me...." ucap Oemar lembut dan kembali mencium istri yang sangat ia rindukan itu
April pun berkaca-kaca dan langsung memeluk erat suaminya, dan memang benar jika selama ini ia sangat merindukan sosok suami yang sempurna ini.
"Don't cry babe..." ucap Suaminya yang sudah menangkup wajah sang istri dan langsung saja ia pun mendaratkan sebuah ciuman yang sudah menjadi candu baginya.
"Emh... euh...." lenguh April yang mendapat serangan mendadak dari sang suami namun ia pun dengan cepat membalas ciuman itu dengan ******* bibir sexy milik suaminya yang sudah lama tak ia rasakan. Begitu nikmat yang mereka rasakan ,Oemar yang terus memperdalam ciumannya tak hentinya mengabsen dan bermain lidah di dalam sana.
Oemar semakin mempererat pelukannya dan memegang tengkuk sang istri lalu tangan satunya meraih pinggangnya dan mengelus nya, hingga ciuman itu terlepas karena mereka sudah kehilangan pasokan oksigen akibat ciuman panas nya.
"uh huh...." suara deru nafas mereka yang tersenggal kala melepas ciumannya dan Oemar pun menempelkan keningnya pada kening April
"Aku tak tahan Bee.. aku benar-benar merindukanmu dan menginginkanmu...." bisik Oemar "Mari kita pulang dan kembali ke hotel...." ajaknya pada sang istri
April pun merona mendengar penuturan suami nya lalu mengangguk malu dan mereka pun pergi meninggalkan tempat itu .
Saat mereka sampai di dalam lift hotel tiba-tiba ia teringat oleh Salsa yang mungkin saja ia sudah berada di dalam kamar hotel miliknya.
"Oh ya ampun masss.... bagaimana dengan Salsa... aku rasa dia ada di dalam kamar hotel..." ucapnya bingung
"Kamu tenang saja kita ke kamar hotelku ,biarkan Salsa disana sendiri, kita akan ke kamar ku..." ucapnya tenang
"Mas sudah menyewa kamar disini ,tapi kapan..." tanya nya penasaran
"Sejak kemarin sayang...." ucapnya sambil merangkul pundak istrinya
" Kenapa tak menemuiku jika dari kemarin sudah disini....".
" Mana berani aku menemuimu Bee jika belum ada bukti yang menyatakan kebenaran ku, dan bukti itu baru sampai siang tadi..." jawabnya sambil tersenyum manis kepada sang istri.
April pun menjadi kasihan kepada suaminya namun dihatinya ia begitu senang jika selama ini suaminya benar-benar sudah peduli dan menyayangi dirinya sepenuh hati.
Dan akhirnya mereka pun sampai didepan kamar hotel milik Oemar yang rupanya sangat dekat dengan kamar hotel milik April.
April pun memasuki kamar itu dan rupanya mereka akan melanjutkan ciuman panas tadi,buktinya saat menutup pintu Oemar kembali menarik pinggang istrinya dan mendaratkan bibir sexy nya kepada bibir merah sang istri sambil merangkul tengkuk sang istri agar dapat memperdalam ciuman itu.
Sedangkan depan kamar satu nya telah datang seseorang yang tak diundang pula.
"Hay...."
💧
🌞
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay....Readers.... terima kasih sudah mampir.... jangan lupa Like dan komen ya...
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.