Duren & Jantik

Duren & Jantik
Kata Azimat



Sambil menunggu makanan yang di minta April, dia pun dipaksa Oemar untuk makan makanan rumah sakit dulu ,karena begitu lapar ia pun segera memakannya, namun hanya beberapa suapan ia pun menyudahinya. tiba-tiba dia merasakan mual yang hebat.


"Uuoo.. "April pun menutup mulutnya dan segera berjalan ke arah kamar mandi, Oemar pun dengan sigap segera membawa selang infus dan mengikutinya.


April pun muntah-muntah hingga semua isi perutnya terkuras habis, Oemar dengan cekatan memijat pangkal leher April. Setelah selesai ia pun menatap suaminya


"Maaf ya mas... pasti jijik banget ya..." ucap April malu


"Sudah gak papa sayang, kalau sudah yuk kembali lagi kesana... " ajak Oemar


Setelah duduk di ranjang rumah sakit itu April pun merenungi keadaanya.


"Masss ... sepertinya asam lambung ku kambuh... sewaktu masih di kantor aku juga gitu muntah-muntah terus mas kalau di isi makanan , tolong panggilkan dokter lagi ya mas...."


Namun Oemar hanya tersenyum dan memberikan April segelas air,


"Kamu minum dulu yaa... habis ini aku mau ngomong serius sama kamu...."


"Nggak ah mas... lidah aku pait banget buat minum..." tolak April sambil mendorong gelas yang diberikan kepadanya.


"Apa asam lambung ku semakain parah ya mas. " terkanya


"Bee.... kamu jangan khawatir,kamu baik-baik saja , mual kamu bukan karena sakit asam lambung tapi-... " ucapnya menggantung


Ia pun langsung menaruh tangannya di perut April


"Tapi apa mass...."


"Ada malaikat kecil didalam sini bee...." jawabnya sambil mengelus perut ratanya April


"A-a-apa... a-a-a..ku ha..mil..."jawab April terbata ia pun langsung mengerti apa yang dimaksud malaikat kecil didalam perutnya,karena itu bukanlah hal yang baru bagi April.


"Iya.. sayang...." Oemar pun menatap penuh kasih pada istrinya


Namun diluar dugaan saat melihat wajah April malah tampak mata indahnya sudah berlianng air mata,ia menangis tanpa suara, tubuh nya kaku tak bergeming tatapannya kosong kedeoan namun air matanya terus menetes.


"Sayang ...kamu Kenapa..." tanya Oemar sambil menggoyang kan pundak istrinya


Oemar pun mengusap pipi April...


"Ada apa hem... apa kamu tidak senang dengan kehamilanmu ini...."


April hanya menggeleng


"Bicaralah... apa yang kau rasakan keluarkan seluruh kegundahanmu Bee, jangan seperti ini kau membuat ku takut sayang...."


"Sayang... apa kau tahu artinya... sudah ku bilang kan jika tak tahu arti dari kata sayang jangan pernah memanggilku seperti itu mas.!.." ucap April keras.


"Maksud kamu...."


"Kata sayang itu hanya berlaku untuk orang yang saling mencintai dan menyayangi... tapi kita ini apa? meski kita menikah tapi seperti katamu kita hanya sebagai simbiosis yang saling membutuhkan..." ucapnya meninggi


"Tap-..." belum sempat Oemar bicara tapi April sudah kembali mencercanya


"Kamu tahu... dulu aku hamil muda,dia usiaku yang masih 17 tahun aku sudah menikah dan hamil, betapa sulit saat itu memiliki bayi di usia dini, tapi meski begitu suami ku selalu ada disamping ku karena dia menyayangi ku sehingga aku dapat melalui semua kesulitan itu ... Tapi sekarang malah aku hamil lagi hiks..hiks..hiks... sedangkan pernikahan ini diawali keterpaksaan dan saling membutuhkan... lalu bagaimana dengan bayi ini mas...hiks hiks hiks..." tutur April berderai air mata


Oemar pun tercengang dengan penuturan istrinya itu,dia pun memeluk istrinya dengan erat ,ia mendekapnya ke dalam dada bidangnya itu, hingga tak berapa lama April pun kembali tenang ia perlahan menghentikan tangisnya... Oemar pun kembali duduk mensejajarinya.


"Bee...jangan menangis lagi, sekarang dengar kan aku ya. Pernikahan kita memang didasari dengan paksaan, lalu hubungan kita perlahan masuk dalam tahap saling membutuhkan , setelah itu pernikahan kita masuk pada zona nyaman, dan apa kau merasa Bee .. jika hubungan kita saat ini sudah masuk ke dalam saling ketertarikan. Aku tahu kita sama-sama memiliki masa lalu yang menyesakkan dada namun apakah kita akan terus berada dizona masa lalu???..." ucap Oemar sambil terus memandang wajah cantik didepannya itu


April pun menatap Oemar ia mendengarkan dengan jelas setiap kata demi kata yang dilontarkan suaminya.


"Bee...asal kau tahu selama kepergian ku ke Beijing dan Eropa aku terus mengingat dan merindu mu,bahkan saat aku mendengar kau sakit aku tak dapat berpikir , rasanya pikiran ku


hilang entah kemana dan dunia ini seakan terhenti..Sepanjang perjalanan aku begitu khawatir, kekhawatiran ku bukan saja saat kau sakit kemarin tapi disetiap kamu terlambat pulang,saat kamu tak kunjung pulang aku terus memikirkanmu...."


"Apa maksud semua perkataan mas ini..." ucap April bingung


"Apa kamu masih belum menyadarinya Bee.. Entah sejak kapan aku mulai merasa menyayangi mu.... cinta yang dulu tak kusadari tapi belakangan ini baru terpikir jika saat ini aku sudah jatuh sangat dalam kedalamnya hatimu,


Aku begitu mencintaimu apakah kita bisa memulai rumah tangga ini dengan sempurna Bee ,rumah tangga yang normal yang penuh cinta dan kasih..." tutur Oemar


April menutup mulutnya tak menyangka jika Oemar akan mengatakan kata-kata Azimat seperti itu kepadanya


"Apa betul mas... apa ini bukan karena bayi ini .." tanya April ragu


"Aku tak ingin kehilangan mu bee aku selalu merindukanmu aku tak bisa jauh darimu,setelah mendengar kehamilanmu aku begitu terharu dan semakin mencintaimu... aku tak ingin memaksakan perasaan mu kepada ku jika memang kamu belum siap menerima hati ku. Tapi satu hal yang harus kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu Bee, aku mencintaimu karena Allah,..."ucapnya sambil memegang punggung tangan April dan ia pun mencium tangan itu.


"Tapi mas... bagaimana dengan mantan istrimu Bella.... seperti nya dia sangat ingin kembali padamu..." ucap April sedih


"Jika kau di posisi ku , apa yang akan kau lakukan bee?..."Oemar balik melontarkan pertanyaan pada istrinya.


"Aku...." jawab april bingung


"Dulu aku memang sangat mencintainya aku begitu mendambakannya, tapi...setelah apa yang ia perbuat pada ku dan Aghnia mana mungkin aku akan kembali pada lubang yang sama,aku tak ingin terperosok dalam lubang yang menyakitkan lagi, Bella adalah masalaluku. Masalalu yang akan aku kubur dalam-dalam, sedangkan kamu adalah masa depanku Bee......" jelas Oemar


April pun tersenyum senang mendengar penuturan Oemar yang membuat hatinya meleleh.


"Makasih mas... karena sudah mencintaiku...."


"Apa sekarang kamu sudah bisa menerima hati ku Bee...." tanya Oemar ingin kepastian


April mengangguk dan langsung memeluk suaminya itu... begitu nyaman dan terasa hangat berada dipelukan dada bidang yang kekar itu.


Oemar pun begitu senang dengan jawaban dari April.....


"Tapi mas....." ucap nya terhenti


"Kenapa lagi .. kamu masih belum yakin sama aku..." tanya Oemar


"Ehm..bukan Itu mas...Soto babat nya mana kok gak dateng-dateng sih... aku pengen banget makan itu..." rengeknya


Oemar pun menepuk jidatnya sambil terkekeh


"Jadi ceritanya istrinya mas lagi ngidam nih yee...."goda suaminya itu


"Iiih... gak mau tahu poko nya cepetan datengin sotonya...." pintanya memelas


"Iya.. iyaa..baiklah mas akan tanyakan lagi ya ,sebentar..." ucapnya sambil pergi menelfon orang suruhannya tadi.


Beberapa saat kemudian pun Oemar kembali


"Ehm... Bee ngidam nya bisa diganti nggak.. pak Asep yang aku suruh cari soto babat dia udah muter-muter tapi nggak nemu yang jualan soto babat disini... "


"Ehm.. pokonya April mau itu titik... "ucapnya merajuk


"Hadeeh... bumil.. bumil... dimana coba nyarinya..." gerutu Oemar dan ia pun terus menelfon teman dan sodara nya siapa tahu mereka tahu tempat dimana yangjualan soto babat daerah jakarta ini,namun semua hasilnya nihil mereka tak ada yang tahu bahkan dari mereka ada juga baru mendernya.Oeamr pun dibuat semakin bingung


"Masss....." panggil April pada suaminya


"Apa... "


"Coba tanyain ke Devan suruh cari soto babat yang di deket rumahnya.. kalo gak salah dulu ada yang jualan deh disitu, tapi aku lupa mas dimana tepatnya,pokonya deket rumahnya Devan...."


"Baiklah akan aku tanyakan...."


"Ehm.. mas..satu lagi..."


"Apalagi sayangku....." Ucap Oemar meninggi


"Bilangin ke dokter aku pengen pulang sekarang, pokonya aku mau pulang ,aku pengen nya dirawat dirumah aja.. disini gak enak mas.. beneran...." pinta nya


"Waduuh... kalo itu gak bisa sayang.... kamu kan baru aja siuman dan masih dalam pemeriksaan...." jelas Oemar lembut


"Pokonya aku mau pulang.. kalo mas gak mau ya gak papa aku mau pulang sendiri aja...." ucapnya sambil merajuk kembali


Oemar pun akhirmya menuruti permintaan April itu dia pun lekas pergi hendak menemui Smith di kantor nya. ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay Readers..... terima kasih sudah mampir... jangan lupa like dan komen ya....


🍃Happy Reading 🍃


.