
🌞☀️♥️
Disaat semua orang berbahagia atas pernikahan Oemar dan April namun tidak dengan manusia yang satu ini, ia begitu geram melihat pernikahan mereka yang diadakan live di tv.
"Sialan kau April..... ternyata aku meremehkan mu..."
"Aku kalah dengan gadis miskin itu..."
"Apa hebatnya sih gadis sialan itu ..."
Prang
Suara pecahan botol pun terdengar, ruangan itu begitu bau dengan hamparan botol alkohol yang mengelilinginya.
Bella begitu frustasi dia terus melampiaskan nya pada minuman beralkohol itu.
Ia pun berfikir dan tiba-tiba teringat sesuatu dan tak lama ia pun tersenyum keras dan menyeringai devil.
"Tunggu saja kalian... silahkan nikmati kebahagiaan kalian ini sebentar lagi kalian akan menangis darah ahhahahahhaah....."
¤¤¤☆☆☆☆☆
Sementara itu malam yang semakin larut membuat mereka lelah setelah menghampiri berbagai tamu yang hadir.
"Ayoo Bee kita ke kamar... kamu jangan terlalu lelah.. ingat kata dokter kehamilan mu masih rentan..." ucap Oemar
"Iya..betul sayang..kalian istirahat saja dan jaga baik-baik cucu mama disini ya...biar semua tamu mama dan yang lainnya yang handle..." ucap Diva sambil memegang perut April
"Ya sudah maaf ya mah April tinggal...."
"Iya sayang...."
April pun meninggalkan ruang resepsi itu dan menuju kamar yang sudah eyang persiapkan untuk mereka
Saat April membuka pintu ia dibuat takjub dengan kamar yang sudah dipenuhi dengan bunga-bunga mawar adan membuat kamar itu wangi seketika oleh bunga yang masih segar itu .
"Masya Allah mas indah banget... dari kemarin aku melihat banyak bunga bertebaran habisin berapa kilo ini mas..." ucap April yang bingung
Namun Oemar malah terkekeh pada istri tercintanya itu mengapa ia memikirkan hal seperti itu apa dia lupa jika dia memiliki banyak uang.
"Sudah ayoo masuk bukankah kamu lelah gak usah mikirin bunga Bee..."
Lagi dan lagi April dibuat tercengang dengan ranjang didepannya, ranjang yang lebih kecil dibandingkan ranjang suaminya dirumah . Ranjang itu penuh dengan bunga segar seluruh kamar itu dipenuhi bunga mawar yang segar dan melati diatas kasur .
"Mas..katanya mau tidur tapi kok banyak bunga gini apa kita beresin dulu ya... bunga nya banyak banget..."
"Ini namanya kasur honeymoon sayang.. gak perlu dibersihkan kita akan tidur diatas nya..."
April pun geleng-geleng kepala ia baru pertama kali melihat tempat tidur penuh bunga dengan aksen yang romantis seperti itu, bahkan dulu saat dia menikah dia tak merasakan ranjang penuh bunga seperti ini.
Bagaikan pengalaman pertama baginya meski ini pernikahan nya yang kedua.. benar Oemar menepati janjinya yang tak ingin menyamakan cara nya mencintai dengan almarhum suaminya.
" Kamu mau mandi dulu..aku siapin air panas ya..."
"Gak usah mas.. biar aku sendiri ja..."
"No... biar aku aja Sekalian aku mau mandi duluann..."
"Ya udah makasih ya mas..."
Oemar pun membersihkan dirinya dan 15 menit kemudian ia pun keluar hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya.
"Bee.. air nya sudah siap kamu mandi sana aku mau ngerjakan pekerjaan ku dulu tadi Vino mengirimkan email penting...." ucap Oemar sambil mengambil laptop miliknya dan duduk di sofa pojokan hotel itu.
April pun pergi ke kamar mandi, tak lama April pun selesai membersihkan dirinya. Ia pun keluar hanya dengan menggunakan bathrobe.
Lalu April membuka lemari disana dan ia begitu terkejut saat melihat pakaian disana semuanya lingerie...
"Astaga...kenapa baju kurang bahan semua, apa gak ada yang tertutup apa ya...." gumamnya nya sambil terus memilih pakaian lingerie yang sudah menggantung disana
" Mas...apa gak ada baju yang lain ya..." ucap April , namun Oemar tak mendengarkannya ia begitu fokus pada pekerjaannya.
"Ish...." desisnya kala melihat suaminya yang tak menoleh sedikitpun . Dan ia pun tersenyum menyeringai
"Huh...awas ya kamu mas... " ucapnya dalam hati
Akhirnya ia pun mengambil lingerie hitam yang panjangnya selutut namun begitu nerawang sehingga ia pun malu saat memakainya. Meski ini bukan yang pertama tapi itu membuatnya malu dan berdebar.
Ia pun berjalan menuju meja rias dan menyisir rambutnya ia bejalan riwa riwi sambil mencari perhatian suaminya.
Oemar yang begitu fokus pun berulang kali melirik istrinya, ia faham jika istrinya sedang mencari perhatian darinya ia hanya tersenyum tipis melihat tingakah istrinya.
"Huh... masih aja sama kerjaannya, katanya duitnya banyak tapi jam segini masih aja kerja,ini kan hari spesial..." gumamnya pelan
April yang agak kesal pun mengambil ponselnya ia dengan sengaja membalas chat dari teman-temannya sambil mondar mandir di hadapan Oemar.
Akhirnya Oemar pun tak bisa fokus lagi saat bekerja ia langsung menutup laptopnya dan memeluk istrinya dari belakang...
"Mau menggoda ku lagi hem...." bisiknya , namun hempasan nafasnya membuat tubuh April meremang
"E-enggak mass.... ini lhoo aku lagi balas chat dari temen-temen...."
"Dengan pakain seperti ini,... udah gak pake bra, bajunya tipis dan hanya memakai G-string..." ucapnya sambil mermas benda kenyal itu
Blush...
April malu sekali pipinya yang putih mulus pun langsung merona bak kepiting rebus
"Ah..mas.. jangan di tekan ... udah lanjut aja kerjanya...."
"Mana bisa.... sekarang kamu harus puasin aku dulu ... " ucapnya sambil membopong tubuh sexy itu ke atas kasur,
Ia langsung mencium bibir sexy istrinya itu. Begitu manis dan candu ia dibuatnya, ciuman itu membuat tubuh mereka semakin memanas dan kegerahan.
Setelah puas Oemar pun menyeruak ke leher dan terus ke bawah ia mencari benda kenyal favoritnya, begitu nikmat membuat yang dibawah sana terbangun dan semakin mengeras.
Puas dengan lolipop nya Oemar pun mengangkat sang istri ke atas tubuhnya tak menunggu lama mereka pun berpacu di tengah malam, berkuda dengan kuda liar membuat atmosfer kamar itu menjadi panas seketika, ruangan itu dipenuhi dengan ******* kenimatan mereka.
Entah main apa mereka di dalam kamar sehingga kamar yang tadinya indah dengan taburan bunga yang tertata rapi kini kamar itu menjadi tak karuan bunga yang tertata pun menjadi berhamburan tak berbentuk lagi.
¤¤¤☆☆☆
Sementara itu para sahabat April kini semua tengah kembali ke kamarnya masing-masing Tiara dan Karin mereka kembali ke kamarnya , namun Salsa dan Devan serta Frans mereka masih asyik berbincang
Salsa tiba-tiba merasa pusing dengan dirinya, ternyata ia malah mabuk entah minuman siapa yang ia embat membuatnya oleng dan ngelantur.
"Frans.. anterin dia ke kamarnya sono... nanti malah bikin kacau..." ujar Devan yang melas melihat Salsa
"Yah.. kok gue sih.. gue juga pusing nih...." tolaknya
"Lagian kalian minun apaan sih kok sampe oleng kayak gini...."
Akhirnya Frans pun membawa Salsa ke kamarnya ia masih sadar dengan dirinyi meski kepalanya terasa berat tapi berbeda dengan Salsa yang sudah tak sadarkan diri ia oleng dan berbicara ngelantur.
Mereka pun berjalan bersama sambil sempoyongan Salsa yang digandeng dengan Frans itu terus bergelayut sambil meracau.
"Kau tahu Frans pacar gue itu resek banget hahahah...."
"Memangnya kenapa sama pacar elo..." ucapnya yang mulai keberatan menggandeng tubuh Salsa
" Pacar gue...ah...iya pacar gue uda seminggu gue di putusin Frans.. hiks..hiks...seminggu Frans...." rengeknya
Mereka pun sampai di depan pintu dan masuk...
"Kok sepi ya... temen lo kemana..." tanya Frans
Namun Salsa malah mendorong tubuh Frans ke atas ranjang
"Lo tahu... kenapa laki-laki bejad semua... karena mereka cuma mau merasakan ini,ini, dan ini..." ucap Karin sambil meraih tangan Frans dan menaruhnya pada bibir,gunung kembar dan segitiga bermuda
Frans yang terkejut pun langsung menarik tangan Salsa dan berteriak
"Hey.. Sal..sadar ih..lo ngapain sih..."
Namun Salsa malah menaiki tubuh Frans dan menindihnya
"Gila...bisa gawat ini kalau begini terus... bisa-bisa adek kecil gue bangun..." gumamnya
"Sal..minggir nggak... gue mau balik ke kamar nih...."ucapnya sambil mendorong bahu yang mulus itu
Pakaian nya yang terbuka membuat dadanya menyembul seperti akan keluar.
****...
Frans pun hanya bisa mengumpat.
Tiba-tiba Salsa malah menyerangnya ia menghujani Frans dengan ciuman yang baru pertama mereka rasakan ,selama ini pertemanan mereka tak pernah saling menyentuh namun kini kedua insan yang setengah sadar itu malah bertukar Saliva ,
"Kamu yang duluan menggoda Sal.... "bisiknya sambil terus membalas serangan Salsa.
Sesangkan di lain kamar pasangan Pengantin lama pun tengah bermadu kasih... mereka diberikan kamar sendiri-sendiri sehinggabisa bermanja-manja dengan pasangannya.
Smith dan istrinya begitu senang ia begitu sibuk di rumah sakit sehingga jarang bermesraan dengan sang istri.
Tak jauh berbeda dengan Bram mereka pun tengah bergulat diatas kasur. meski usia yang menambah ketuuann mereka namun stamina mereka malah bertambah semangat saat dihadapkan dengan kamar yang panas.
Berbeda dengan para bujangan yangbmasih menjomblo mereka malah tengah berbincang didalam kamar
Vino,Kevin dan Devan serta Tian pun ikut bergabung disana mereka 1 kamar dan semakin akrab
"Enak ya.. yang pada punya pasangan...." Guman Kevin
"Biasa aja...."sahut Devan
"Iya bener Van biasa aja ya... lagian elo ngapain disini biasanya lo suka celap celup kpk sekarang kagak..." sahut Vino yang memang tau kebiasaan sahabat tengilnya itu
"Males gue ... itu itu aja... gak da yang menarik..."
"Uda tobat apa uda gak bisa bangun...." ledek Vino
"Sialan lu... gue cari mangsa yang emnarik tapi gak ada...." kilahnya
"Palingan udah bosen kali .. saatnya cari istri bang..." sahut Kevin
"Belum minat gue...."jawabnya
"Bahas apaan sih bang... ada anak dibawah umur ini...."jawab Tian yang malu dengan percakapan pria dewasa didepannya
"Aduuh...lupa gue...." sahut Vino yang baru menyadari jika Tian satu kamar dengan mereka.
Malam itu pun dihiasi dengan malam panas yang tidakdirasakan oleh kedua pengantin saja tapi para pasangan lainnya pun ikut merasakan malam indah yang panjang dan mencekam ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay Reader..... jangan lupa like dan komen ya....
Terima kasih....
😍😘
🌞
..
.