
Gu-gu-gue... habis tidur sama Frans..." ungkap Salsa pelan sambil menundukkan kepalanya
Byuurrr
April pun terkejut sampai menyemburkan kopi yang ada di mulutnya,dan Salsa pun terkejut juga dengan reaksi sahabatnya itu
"Apa... tidur... maksud kamu gini-gini...." jawab April yang masih terkejut sambil memperagakan telunjuknya
Salsa pun hanya dapat mengangguk kan kepalanya
"Astaghfirullah... kok bisa... " tanya nya dengan mimik wajah yang serius
"Gu-gue juga gak tau Pril...." ungkapnyabtak kalah serius sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Ya Allah.. kapan itu terjadi..."
Salsa pun menatap April dan berkata
"Saat malam resepsi loe di jogja tempo hari..." jawbanya malu dan menutup mukanya lagi
"Hah...... pas malam resepsi..." ucapnya sambil memikirkan sesuatu
"Apa kalian melakukan nya dimalam itu, saat aku berjalan-jaln dengan yang lainnya di malam hari tapi aku gak lihat kamu dan Frans.. apa pada saat itu kalian sedang gini-gini...." tebaknya dengan kedua telunjuknya lagi
Salsa pun menganggukkan kepalanya lagi
"Huh... ya ampun Sal... terus...gimana sekarang kamu...."
"Gue juga gak tau Pril... 3 hari yang lalu Frans datang temui gue ,tapi.. gue malah bingung..."
"Maksud kamu..."
Salsa pun menceritakan pertemuannya dengan Frans tempo hari
Flashback
Usai mereka pulang dari perusahaan tiba-tiba Frans menarik Salsa
"Sal... kita harus bicara ...please..." ucap Frans dengan wajah serius ,bahkan saking seriusnya Salsa pun tak pernah melihat wajah serius itu karena selama ini hanya wajah jahil dan ceria dari Pria didepannya
"O-oke.. tapi jangan disini..." jawabnya gugup
"Mereka pun pergi ke sebuah taman dengan kendaraan masing-masing.
Sesampainya disana Salsa dam Frans pun duduk di taman itu, karena waktu masih sore hari taman itu pun masih terlihat sepi
Lama terdiam diantara mereka, rupanya mereka sedang mengatur pernafasan mereka dan kegundahan hati mereka .
"Ada apa ...." tanya Salsa sambil melihat kedepan tak ada niat baginya untuk menatap pria disampingnya itu
"Sal... maafkan aku..." ucap Frans lirih
"Jika ini tentang malam itu , maka tak perlu minta maaf anggap saja itu one night stand..."jawabnya datar
"Gue juga berharap seperti itu Sal.. gue berusaha untuk lupain malam itu , tapi.. ternyata gue gak bisa Sal, jika itu wanita salome di luaran sana mungkin gue akan melupakan malam berdosa itu, tapi... itu elo Sal gue gak bisa, karena gue uda merenggut kesucian loe...." jelas Frans mengutarakan perasaanya
Salsa pun menatap Frans intens
"Terus mau loe apa..."
"Kita menikah...." jawab Frans mantap
"Apa...menikah ... jangan gila kamu.. kita sahabat dari kecil Frans dan gak mungkin kita bisa menikah...." tolaknya
"Tapi Sal gak ada yang salah dengan kita.. kita sama-sama sudah dewasa dan juga kita bukan saudara , salah nya dimana jika kita menikah...."
"Salahnya karena kita itu sahabat Frans... dan di kamus gue gak ada namanya menikahi sahabat sendiri...." ucap nya penuh penegasan
"Tapi Sal-...." ucapnya terpotong
"Cukup Frans aku gak mau denger apapun dari loe..." potong Salsa sambil mengangkat tangannya
"Kalo loe hamil gimana... waktu itu kita gak pake pengaman..." ucapnya pelan menatap Salsa
Salsa pun terkejut mendengar penuturan itu...
"Loe...." Salsa pun tak dapat berucap lagi keterkejutan nya membuat lidahnya serasa kelu kala mengingat malam itu. Ia bahkan baru menyadarinya jika malam itu mereka tak memakai pengaman.
"Bahkan gue mengeluarkannya berkali-kali di dalam...." lanjut Frans
Salsa pun menatap tajam pria di depannya itu
"Stop.... jangan dilanjutkan... gue mau pulang..." ucapnya dan meninggal Frans di taman itu
"Sal..tapi Sal...." panggil Frans namun Salsa tak ada niat untuk berbalik atau mendengar penjelasan Frans lagi.
Di dalam mobil Salsa begitu berdebar hatinya serasa perih namun dadanya terus berdetak kencang kala ia mengingat malam panas itu. Ada rasa malu dan hatinya berdesir saat mengingatnya.
Flashback off
"Begitulah Pril stelah pertemuan gue dengan Frans gue ambil cuti dan menghilang dari nya, gue gak bisa ketemu Frans gue belum siap dan gue sekarang malah ada disini..." ucap Salsa mengakhiri ceritanya saat bertemu Frans tempo hari
April pun manggut-manggut mendengar penuturan sahabtnya
"Terus..kenapa kamu gak mau nikah sama Frans... bukankah bagus jika dia bertanggung jawab..."
"Karena gue gak mau Pril menikah dengan sahabat gue sendiri ..." jawbanya kekeh
"Sal... jodoh, mati ,rezeki kita gak ada yang tahu Sal.. mungkin ini suratan dari Tuhan , jodohmu tak jauh dari sahabat kita..." jelasnya menasehati
"Tapi Pril loe tau kan si Frans itu tengilnya gimana...terus gimana coba gue kalo jadi bininya...." jawab Salsa yang tak ingin membayangkannya
"Sal..Sal..loe tuh ya.. kalau menurut aku sih kalian tuh saling melengkapi,dengan ketengilan kalian, kalian bisa membangun rumah tangga yang harmonis dan gak membosankan... iya nggak sih .." tutur April
"Ah..entahlah Pril gue bingung...."
"Kalo loe hamil beneran giman Sal,... " tanya April "Dan loe maen nya berapa kali sih .." ungkapnya penasaran
Seketika wajah Salsa pun merona mendengar pertanyaan tabu itu
"Ih.. loe merona Sal... berati loe emang menikmatinya kan...." goda April padanya.
"Ah...uda ah Pril kamu tuh ya...." jawabnya semakin malu.
"Eh ya udah yuk dari pada kita diem mulu di hotel mending kita jalan-jalan mengelilingi Turki yuk...." ajak April pada sahabtnya
"Wah..boleh deh.. tapi duit gue kagak banyak Pril kira-kira pada mahal gak ya disini..." tanya nya bingung
"Udah...kamu gak usah khawatir aku kan punya ini...." jawab April sambil menunjukkan kartu hitam yang ia pegang
"Wiiw... black card .. " ucap Salsa Kagum menatap kartu itu
"Aku dikasih ini dari hari pertama nikah dulu tapi gak pernah aku pake ,sekarang bakalan aku habisin duit suami aku..sebagai hukumannya karena vidio itu..." jawab April tegas
"Ciye...roman-roman nya ada yang mulai rindu nih...." goda Salsa
"Uda ah mending kita habisin duitnya suami aku yuk...kita shooping dan menikmati semua ini..."ajaknya sambil menarik tangan sahabatnya untuk pergi.
Dan mereka pun pergi meninggalakn hotel,mereka berencana pergi ke mall terbesar disana dan mengunjungi berbagai tempat kuliner terenak di Turki.
Mereka pun sampai di mall terbesar di Turki. Dan kini mereka tengah menatap gedung tinggi di depannya.
"Masya Allah..gede banget ya Sal...."
"Gila ini mah Pril.... semoga duit lakik lu kagak abis ya dibawa kesini...." ucap Salsa
"Tenang aja... aku udah tanya Karin kok katanya kartu ini bisa buat beli apa aja bahkan sebuah mansion atau kapal pesiar juga bisa... " ucap April meyakinkan
Salsa pun tercengang mendengarnya
"Wah... gue cuma denger doang Pril soal black card tapi gak pernah makenya...." ucap Salsa kagum
"Kamu pikir kamu doang...aku juga baru kali ini..dan aku pake pada saat bayar hotel kemarin, uang di atm ku gak cukup buat bayar hotel 7 hari ke depan, cuma cukup 3 hari aja makanya kemarin aku coba pake ternyata berhasil tau Sal...." jelasnya kegirangan
"Wah...ternyata hebat ya kekuatan Black Card itu, bisa buat apa aja..."
"Ho'oh Sal...."
Dan mereka pun berjalan memasuki mall terbesar itu
"Ya Ampun Pril... gede banget... kayaknya bakalan capek deh kita menyusuri mall segede ini..." uacpnya yang bafu saaj melangkahkan kakinya di depan lobby mall
"Tenang aja... kita kan cuma jalan-jalan sambil cari makanan yang aneh-aneh buat menghilangkan kepenatan masalah kita..."
"Bener banget..yuk kita habiskan duit lakik loe...." mereka pun tertawa gembira sambil menyurusi seluruh mall itu.
"Disisi lain Oemar yang sedang berada di mobil hendak pergi ke bandara tersenyum melihat notifikasi di handphone nya
ting ting ting ting ting
Bunyi notif itu berkali-kali pertanda kartunya sedang digunakan oleh sang istri berbelanja.
"Sekarang kamu tahu sayang kegunaan kartu itu, aku lebih senang saat kamu menggunakannya dari pada hanya menaruhnya di dalam dompet saja...." gumamnya dengan senyuman bahagia
"Kenapa broo..."tanya Vino yang sedang menyetir dan melihat Oemar tiba-tiba tersenyum sendiri sambil menatap ponsel miliknya
"Ehm..nggak Vin.. kayaknya selama gue di Turki loe boleh ganggu dan kirimin gue pekerjaan, kayaknya juga gue harus kerja keras lagi Vin..."ucapnya monolog
"Hah... " ucap Vino terheran mendengarnya ,padahal baru saja tadi pagi ia menitahnya untuk tidak mengirimkan pekerjaan apapun tapi kini ia meminta pekerjaan nya
"Lihat... sekarang April tahu cara kegunaan kartu itu...." ucap Oemar sambil menyodorkan handphone nya
"Woow.... dia berbelanja...." ucap Vino kagum
"Yups.... dia pintar sekarang ..."
"Kayaknya dia udah mulai merindukanmu juga... lihat.. sekarang dia menggunakan kartu itu, bukankah menandakan kalau kau sudah saatnya untuk mencari...."
"Betullll banget Vin..gue makin bersemangat untuk kesana...."
"Berati rencana loe berubah dong..."
"Nggak Vin rencana gue tetap , gue gak akan menemuinya gue hanya ingin menemaninya dari jauh dan gue bakalan menemui nya jika vidio itu terbukti tak benar...dan tugas elo selama gue disana loe harus secaptnya cari kebenaran itu..."
"Haish.... gue lagi..gue lagi...." jaeabnya sambil memanyunkan bibirnya itu
Oemar pun hanya tersenyum simpul melihat penderitaan sahabatnya itu.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay Readers... terimankasih sudah mampir... jangan Lupa Like dan Komen ya....🙏🙏🙏
Yuk tinggalkan jejak kalian .... 😘😘😘
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.
.