Duren & Jantik

Duren & Jantik
Resah dan Gelisah



Selepas kepergian April tadi, kini dikantor tengah heboh membicarakan presdir mereka yang tak sadarkan diri itu. Banyak karyawan yang berspekulasi bahwa April kelelahan pasca membenahi perusahaan yang sedang kacau kemarin-kemarin.


"Eh..Van gimana sekarang si April...." tanya Salsa yang bingung


"Gue juga gak tau Sal.. tadi gue langusng balik kesini,wajah April pucet banget kasian dia kagak tega gue liatnya...." jawab Devan khawatir


"Jangan-jangan April kecapek'an tuh ..." Sahut Frans


"Bisa jadi.... denger-denger April kurang istirahat dan jarang makan dia....." timpal Devan


"Kita berdoa aja semoga April gak kenapa-napa ya...." ucap Salsa sedih


"Aamiin....." jawab mereka bersamaan


Di Rumah Sakit


Kevin sambil menunggu kabar dari dokter dia pun terus memghubungi Oemar, namun sampai sekarang tak diangkat juga.


"****... kenapa gue kagak telfon Vino aja ya,dari pada nelfon Oemar kagak diangakt-angkat ... sial saking paniknya otak gue jadi konslet..." gerutu Kevin sendiri


kriing.... kring.... kring....


"Hallo..." jawab Vino di seberang sana


"Vin bos loe kemana aja sih..ditelfon in juga dari tadi kagak di angkat-angkat...." kesal Kevin pada Vino


"Dia lagi Meeting bambang.... hp nya pasti di silent ... da paan tumben amat loe nelfon gue..." balas Vino yang sedang duduk di sebuah restoran bintang lima di Eropa namun berbeda meja dengan Oemar.


"Gimana sih... nih lagi urgent banget..gawat Vin..."


"Iyaa.. pa'an...." jawab Vino santai sambil menyeruput coffe yang sudah tersedia di depannya.


"April Pingsan dikantor, dan sekarang lagi di rumah sakit...." jawab Kevin panik


" Uhuk...uhuk... Apaaa....." ucap Vino yang membuat terkejut Oemar beserta kliennya yang sedang mengadakan meeting itu...


Oemar pun memandang Vino sambil menaikkan alisnya ... namun di balas Vino dengan mengangkat telapak tangan nya.


Vino yang terkejut dengan penuturan Kevin pun segera keluar ruangan itu untuk berbicara hal serius dengan Kevin


"April kenapa kev...." tanya Vino serius


"Dia masuk rumah sakit tadi dia pingsan Vin saat di kantor..."


"Kok bisa..."


"Mana gue tahu...."


" Terus keadaannya gimana sekarang...."


"Belum ada kabar Vin.. dia masih di Ugd disana juga sudah ada Smith...."


"Loe kasih tau Oemar ya.. dari tadi mau gue kabarin tapi kagak bisa...."


"Oke nanti kalau sudah ada perkembangan loe kabarin gue lagi ya..."


"Oke...."


Mereka pun mengakhiri panggilannya... dan Vino pun kembali ke ruangan yang tadi .


Pasca mendengar keterkejutan Vino tadi , Oemar pun sedari tadi merasakan hal yang tak enak, hingga Vino pun datang menghampirinya.


Vino lantas membisik kan sesuatu kepada Oemar yang membuat kedua bola mata Oemar melotot setelah mendengarnya.


"Ok ser John Fredikshen Until here our meeting this time, Thank you for your cooperation and see you again ... " ucap Oemar langsung mengakhiri pertemuan nya dengan Klien pentingnya itu sambil menjabat tangan nya.


Mereka pun saling bersalaman dan meninggalkan Restoran bintang lima itu.


"Vin kita ke bandara sekarang dan siapkan jet pribadi kita ...." titah Oemar yang khawatir


"Oke... tapi boss kontrak dengan Amancio Ortega bagaimana tinggal satu klien lagi bos yang mendesak... " jawab Vino ragu


"Kamu yang akan tangani perihal kontak dengan Amancio Ortega kemarin kita sudah adakan pertemuan dengannya kan dan besok kau yang menemuinya untuk tekan kontrak...."


"Baik bos..."


"Gue juga gak tau broo tadi si Kevin cuma bilang kalau April pingsan di kantor dan sekarang sudah berada di UGD sedang di periksa oleh dokter dan disana pun sudah ada Smith yang ikut menanganinya,loe gak usah khawatir April pasti baik-baik saja..." tutur Vino menenangkan Oemar


Sesampainya di bandara, Oemar langsung menaiki jet pribadinya dan meninggalkan Vino yang masih di Eropa ,tanpa berkemas dan persiapan apapun Oemar langsung terbang menuju tanah air.


Kediaman Eyang Putri Gendhis


"Pah... pah.. gawat barusan Karin telfon katanya sekarang April sedang di rawat di UGD ..." teriak Diva resah


"Apa... ini pasti karena April kelelahan mah..." jawab Hendro kaget


"Kita harus segera kembali pah.. kasian menantu kita pah..." ajak Diva


"E e e e eeehh.... kalian jangan kemana-kemana ya... Awas ya kalau kalian pergi dari rumah ini, kalian harus tetap disini.. besok keluarga besar kita akan datang semuanya dan lusa acara penyambutan Bella akan dilaksanakan..." ucap Gendhis yang tiba-tiba datang di belakang mereka


"Bu..sudah lah... ibu jangan berbuat seperti ini terus pada April , jangan ngeyel seperti anak kecil saja... April itu menantu keluarga ini juga bu dan dia yang sudah mengurus kita ,cucu ibu dan cicit ibu selama 6 bulan ini..." ujar Diva meyakinkan


" Iya bu.. tolong pengertiannya... ini sudah di luar kendali bu jangan kelewatan seperti ini sama April...." Tegas Hendro kesal pada ibunya itu


"Ka-ka lian berani melawan ibu... hanya- ha- hanya gara-gara menantu melarat itu... aduh..aduh..ah...." ucap Gendhis terbata sambil memegangi kepala dan dadanya


"Bu..." ucap Hendro dan Diva terkejut sambil membopong ibunda tercinta nya yang hendak jatuh itu


Mereka pun menuntun ibunya untuk duduk di sofa ,sedangkan Diva langsung memberikan air putih kepada ibu mertuanya itu.


Setelah minum sang ibu pun merasa lebih baik


"Jika kalian tetap akan pergi ,maka jangan pernah kembali lagi ke rumah ini, kalian sudah tak menyayangi ibu lagi, kalian lebih mementingkan janda melarat itu...." lirih Gendhis sambil memalingkan wajahnya ke samping


"Bu.. tidak seperti itu.. kami sangat menyayangi ibu, jika tidak mana mungkin kami meninggalkan anak dan cucu serta perusahaan begitu saja...." ucap Hendro putus asa


"Sudahlah. ...." jawab Gendhis merajuk


Diva pun menatap sang suami dan menggelengkan kepalanya pertanda sang bunda sudah tak bisa di bujuk lagi.


"Baiklah bu.. kami tidak akan pergi...sekarang ibu lebih baik istrahat saja di kamar...." ajak Hendro sambil memapah sang ibu menuju kamarnya.


Rumah sakit


Karin yang tadi di hubungi oleh Devan pun bergegas ke rumah sakit dan saat sudah sampai di depan UGD dia melihat Kevin


"Kak...gimana keadaanya April..."tanya Karin kepada Kevin


"Belum ada kabar Rin... entah kenapa lama sekali... si Smith juga ngapain.. aja dia dari tadi cek sana sini tapi gak keluar-keluar...."gerutu Kevin


"Sabar kak... kita berdoa aja semoga tak terjadi hal yang buruk...." ucap Karin


Mereka pun menunggu April di depan UGD sambil menatap jendela yang dibaliknya itu tengah disibukkan para dokter memeriksa April.


Karin pun melihat sana sini dan netranya melihat ada bu Dewi yang sedang duduk di ruang tunggu lantas dia pun menghampirinya


"Bu Dewi ... sebaiknya ibu kembali ke kantor saja sekarang , tidak apa-apa kok... karena disini sudah ada karin dan yang lainnya... dikantor nanti kacau bu jika ibu tidak ada juga apalagi disana para karyawan pasti resah saat melihat April tak sadarkan diri tadi...." titahnya


"Oh.. iya baiklah non Karin.. saya akan kembali ke kantor... semoga bu April tidak apa-apa dan segera sembuh ya non..." ucap Dewi sambil berdiri dan berpamitan


"Aamiin...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay..Readers.... terima kasih sudah mampir ya.. maaf jika ada kesalahan menulis atau ada typo.. mohon dimaklumi ya kak karena ini novel perdana aku.. authornya masih belajar menulis😁😁😁.


Jangan lupa like dan komen ya Readers.....


🍃Happy Reading 🍃


...----------------...


.