Duren & Jantik

Duren & Jantik
Kekacauan



Disebuah Mansion yg megah tepatnya di Yogyakarta , tengah bersitegang antara orang tua disana.


Dikamar mewah itu tengah berbaring sang Ibu yang sudah tua renta namun tetap modis , beliau tengah dipasangi selang oksigen di hidungnya dan tengah di infus. Karena tidak ingin berlama-lama di rumah sakit jadi bliau di rawat dirumah namun perselisihan itu pun terus berlanjut


"Kan Ibu sudah bilang kalau mencari menantu itu yang jelas,jangan sembarangan memilih ,kamu lihat kita itu keluarga terpandang , Bobot,Bebet, dan Bibit nya harus jelas....." Ucap sang Ibu yang sudah sepuh itu namun masih terlihat awet muda, segar dan galak


"Bu... dari kemarin-kemarin pun saya sudah bilang kalau April itu perempuan baik-baik , gak ada yang salah dengan dia...." Ujar Hendro sang putra


"Halah....sudahlah Hen... kamu jangan membela perempuan itu, sekalinya ibu bilang salah ya..salah. Harusnya Bella itu yang jadi menantu ideal kamu,sudah cantik, pintar,terkenal dan model internasional lagi...." ucap Gendhis Kalyani Nagendra... yaa itu adalah nama dari Ibundanya Hendro alias Eyang putri nya Oemar.


"Sudah lah bu jangan mengungkit Bella lagi,ibu tidak tahu dia seperti apa ,dia itu perempuan yang sudah menelantarkan Cicit ibu sejak lahir...." ucap Diva


"Itu karena dia mengejar karir nya... itu semua juga karena salah kalian, kenapa dulu tidak langsung memberikan kekayaan kepada Oemar tapi kalian malah membuatnya bekerja keras dengan jerih payahnya.. yaah.. kalian lihat gara-gara kalian menantu idaman itu menjadi pergi...." sahut Gendhis


"Tap-..." ucap Diva terhenti kala sang ibu menyela


"Sudah lah pokonya ibu gak mau tahu... kalau kalian mau ibu sembuh ,kalian harus ikut andil dalam acara yang akan ibu buat TITIK,,,!!!...." tegasnya


"Ya..gak bisa gitu dong bu... kalau ibu mengadakan penyambutan Bella dirumah ini lalau bagaimana dengan April,seharusnya penyambutan itu untuk April bukan mantan istrinya Oemar....." jawab Hendro kesal


" Bagi ibu.. menantu kalian adalah Bella ibu tidak peduli dengan menantu batu kalian,sudah lah kalian keluar saja ibu mau istrahat...." jawab sang ibu yang sambil memiringkan badannya memunggungi anak dan menantunya.


Diva dan Hendro pun hanya menghela nafas besar karena tak bisa membujuk ibunya yang keras kepala itu.


Mereka pun keluar dari ruangan itu dan duduk di belakang rumah sambil berdiskusi



"Gimana ini pah.... sudah 5 hari ini tapi ibu masih saja sulit di bujuk dan kita pun tak bisa meninggalkannya dengan kondisi seperti ini...."ujar Diva kepada suaminya.


"Papah juga bingung mah... kita lihat dulu kondisi nya ibu dulu seperti apa setelah itu kita pikirkan perihal permintaan acara ibu itu..."


Yaa... pasalnya sang ibu menginginkan diadakannya penyambutan untuk kehadiran Bella dengan tujuan ingin menyatukan cucunya itu kembali.


...----------------...


Sementara itu di kantor pusat tengah terjadi keributan yang tegang.


April yang sedang di kantor pun tengah di sibukkan dengan permasalahan itu.


"Bu bagaimana ini... saham kita semakin turun dan produksi pun terpaksa terhenti karena keterlambatan dari Divisi gudang, Belum lagi kontraktor di bagian Real estate bermasalah..." ucap Dewi sekertarisnya itu


Tak lama Pak Agus selaku wakil direktur disana pun datang dengan resah,


"Bu ini ada kompalin dari klien kita yang menolak untuk membeli produk kita dan sebagian para Investor pun menginginkan penarikan kembali investasi serta kerja sama nya...."


"Ya..saya mengerti semenjak saham kita turun dari kemarin dan semakin kesini semakin sekarang parah ,kita harus bekerja ekstra, oh ya bu Dewi bagaimana laporan para karyawan sekarang..." tanya April


"Para karyawan sekarang sudah bekerja dengan baik bu ,silakhkan ibu cek di rekaman cctv mereka kini bekerja dengan serius dan tidak seperti kemarin lagi..." jawab Dewei menjelaskan


"Ehm... baiklah.. untuk para Kontraktor saya akan minta tolong pada Bram untuk menyelesaikannya kita fokus saja pada produk saat ini . Oh ya pak Agus tolong kumpulkan seluruh investor.. saya akan mengadakan meeting darurat.. ini harus segera kita selesaikan jika tidak akan berakibat fatal ..." tegas April


"Baik bu... segera saya laksanakan...." jawab Agus sembari meninggalkan ruangan nya yang diikuti oleh bu Dewi


Sedangkan April kembali ke mejanya dengan mengerjakan segala fail dan berkas dengan cepat dan teliti. April pun terus fokus kepada pekerjaannya sehingga mengabaikan dering ponsel yang terus berbunyi di samping mejanya.


2 jam pun berlalu dengan sibuknya


...tok tok tok...


"Masuk.... "ucap April


tak lama masuklah Bu Dewi


"Siang bu... para investor sudah menunggu di ruang meeting dan untuk investor yang jauh , kita sudah terhubung dengan Skype para klien...." tutur Dewi


April pun bergegas menuju ruang meeting yang diikuti Bu Dewi.


Mereka pun sampai di ruang meeting saat April memasuki ruangan itu, para investor pun berdiri menghormati kedatangan April. April pun mendudukan bokongnya di kursi .


"Selamat siang semuanya....Baik kita langsung saja kepada intinya....." April pun menjelaskan dengan seksama kepada seluruh investor dan terjadilah perdebatan di ruangan itu seketika ruangan pun menjadi tegang...


"Tapi maaf bu dengan saham yang sekarang turun menjadi 35% bagaimana anda bisa membalikan keadaan seperti itu kembali, kami tidak ingin merugi jika tidak sanggup kita akan menarik kembali investai kami..." ujar salah satu investor disana


"Maaf pak sebelumnya tapi seperti yang saya jelaskan tadi bahwa beri saya waktu 3 hari maka saya akan berusaha untuk mebalikan keadaan seperti semula ,saya mohon kepada anda semua dalam 3 hari ini...." jelas April


"Tapi bu 3 hari.. yang benar saja ... 35% lhoo ini, apa anda yakin 3 hari akan selesai... jika tidak selesai dan saham terus turun maka anda akan bangkrut.. lalu..apa yang akan saya dapat.. saya tidak ingin menyia-nyiakan dana saya di perusahaan yang seperti ombak ini...." ucap investor lain dengan penuh amarah


April pun menghela nafasnya dalam dan berusaha menjawab serta meyakinkan mereka... dan pada akhirnya mereka pun memberikan kesempatan pada April. Setelah usai kini para investor pun membubarkan diri tinggalah April , bu Dewi dan pak Agus yang sedang berada diruangan itu.


"Alhamdulillah ya Allah... akhirnya mereka memberikan kita kesempatan...." ucap April lega


"Tapi bu..apakah kita bisa bu... " ucap Agus tak ragu


"Kita akan berusaha .. tak ada yang tak mungkin jika kita sudah bekerja keras..."


Mereka pun menganggukan kepala menurut


"Baiklah sekarang kita berangkat menemui klien kita yg menolak kerja sama pembelian produk kita... " Ajak April pada mereka


"Pak Agus pun memeberi isyarat pada asisten nya untuk menyiapkan kendaraan.. sepenjang perjalanan menuju lobby April melihat para karyawannya yang kini bekerja keras dan serius ,saat mereka melihat April lewat mereka pun membungkukkan punggungnya tanda memberikan hormat padanya .


April pun merasa senang dan semakin lega perlahan masalahnya teratasi satu persatu.


Saat memasuki lobby April pun tak diam , dia lantas membuka laptop yang di bawa bu Dewi tadi dan mengetik sesuatu. Sebuah perkataan dan perminataan dari April untuk para karyawannya agar semangat dalam bekerja dan serius untuk membalikan perusahaan seperti semula . Setelah selesai dia pun mengirimnya otomatis kepada seluruh komputer di dalam kantor.


Mereka pun sampai di satu tujuan ke tujuan lain untuk menemui para klien satu persatu dan meski berjalan alot namun akhirnya mereka pun kembali percaya kepada April. Tak terasa malam pun tiba kini waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam dan April pun langsung pulang yang diantar oleh supir nya.


Saat memasuki rumah hanya bi Inah yang menyambut kedatangannya karena seluruh penghuni rumah itu sudah tidur. Sebelum memasuki kamarnya April pun menghampiri kamar putrinya dan mencium serta mengelus rambut putri kesayangannya itu.


Setelah selesai dia pun membersihkan diri dan kembali bekerja hingga pukul 2 dia pun tertidur diatas sofa. Dan pukul 04.30 April pun kembali bangun untuk menyiapkan sarapan dan bekal putrinya dan adik-adiknya.


"Lho... nyonya kok malah disini... sudah nyonya tak perlu memasak.. nyonya sudah bekerja sangat sibuk disini sudah banyak irt yang akan mengerjakannya nya...." ucap Bi Inah yang kaget melihat nyonya mudanya sedang memasak di dapur.


"Sudah..gak papa bi.. kemarin lusa saya gak masak tapi saya mendapat laporan katanya Aghnia gk mau makan karena sudah terbiasa dengan masakan saya ,saya takut dia sakit jadi saya harus menyiapkan bekal dan sarapan dulu untuk mereka semua...." ucap April sembari tangannya sibuk memasak sana sini


" Iya betul nya Jika nyonya tidak masak non Aghnia dan mas Tian makannya sedikit..." keluh bi Inah


Yaa...meski sibuk dikantor namun April selalu menanyakan kondisi rumah kepada pelayan disana.


Usai mengerjakan semua April pun hendak kembali bekerja sebelum berangkat dia pun membawa Aghnia untuk diantarkannya sekolah. Kini April membawa mobil tak lagi membawa sepeda maticnya itu. Kini kemana pun dia pergi dia selalu membawa sopir dan 1 bodyguard yang ditugaskan Oemar untuk menjaga istrinya itu.


Usai mengantarkan Aghnia sekolah diapun kembali bekerja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay.. Readers... Terima kasih sudah mampir di novel perdana Q.... jangan lupa like dan komen ya...


🍃Happy Reading 🍃


......................