Duren & Jantik

Duren & Jantik
Kembalinya F4



Pagi pun menjelang, April yang sudah bangun sedari fajar tadi kini tengah berkutat di dapur, tanpa keceriaan dan obrolan dengan para Art, sehingga membuat semua orang yang ada dirumah itu bertanya-tanya.


Saat sedang bersiap Oemar pun memperhatikan April dari cermin, tampak April tengah memakai hijabnya , dari semalam dia tak mendengar suara istrinya itu dia seperti tengah memikirkan beban berat.


"Pril.. kamu kenapa..."tanya Oemar pada istrinya


Namun April tak menjawab, hingga Oemar pun mengecup pipi istrinya itu, April pun langsung terkejut dan menoleh pada suaminya, wajah mereka pun sangat dengan hingga terasa hembusan nafas mereka.


"Ada apa heeem...masih pagi udah ngelamun aja, dan kamu dari semalam juga melamun terus..." tanya nya lembut


"A-aku..enggak ada apa-apa mas hanya banyak pekerjaan saja di kantor..."


"Benarkah.. tapi kamu selalu profesional, saat di rumah selalu menjadi istri dan ibu yang baik, saat di kantor menjadi karyawan teladan, lantas pekerjaan apa hingga membuatmu memikirkannya sampai di rumah..." tuturnya


April pun tercengang dengan penuturan Oemar dia kembali teringat dengan perkataan Bella yang mengatakan bahwa dirinya tak pantas berada di keluarga ini.


"Mas..apa aku kurang baik untuk jadi ibu dan istri di rumah ini..." tanya nya sedih


"Maksud ku Aku hanya menanyakan pekerjaan apa hingga kamu terus memikirkannya seperti ini, kamu sudah menjadi istri dan ibu yang baik kok..." jawab Oemar yang takut membuat sang istri tersinggung.


"Apa aku pantas mas berada di rumah ini..."


"Hey..sayang.. kenapa kamu mimikirkan hal itu, ada apa sebenarnya..."


April pun menatap lekat suaminya


"Sayang... "ucapnya dia pun berdiri menjauhi suaminya


"Apa maksud kata sayang dari mu itu mas..." tanya nya


"Ehm..hanya panggilan saja, manggil kamu dengan nama sudah bosan lebih enak manggilnya sayang aja..."jawabnya santai sambil memeluk April dari belakang.


April yang mendengar perkataan suaminya itu menjadi semakin sedih, dan sesak.


"Apa arti aku bagimu mas,.."


"Ehm..istriku..."


"Lalu saat kita bercinta apa artinya bagi mu ....."


"Ehm..apa yaa.. saling membutuhkan.. ya kan..." jawabnya enteng


"Hanya itu..."


" He'em ..."


April pun melepaskan rangkulan suaminya dan berkata


"Baiklah kalau begirtu saling membutuhkan ya..., aku berangkat duluan, tolong sampaikan kepada papa dan mama aku nggak sarapan bersama tapi tenang aja aku udah bawa bekal kok.." ucapnya sambil meraih tangan Oemar dan menyaliminya, "Dan ya...jangan pernah panggil aku dengan kata sayang jika tak mengerti arti dari kata itu mas..." lanjutnya sambil berlalu meninggalkan kamar


"Ada apa dengannya, apa aku salah bicara yaa..." gumamnya,


Oemar pun lalu keluar kamar dia hendak sarapan , saat tiba di ruang makan ,orang tuanya sudah lebih dulu berada disana bersama para adik-adiknya.


"Loh Oem kok sendirian dimana April..." tanya Diva pada putranya


"Langsung berangkat mah katanya banyak kerjaan numpuk..." jawabnya sambil duduk di samping putri kecilnya


"Loh nggak sarapan dong Aprilnya, nanti sakit lhoo Oem kok gk di paksa suruh makan dulu..." ujar Diva


"Mah.. April banyak kerjaan, dia juga udah bawa bekal kok..."


"Kerjaan apa Mar, di kantor lagi stabil kok..."sela Hendro


"Ehm.. ya mana Oemar tau pah..."


"Kamu itu.. kan suaminya harus nya lebih memperhatikan istri kamu, dan yaa perlahan harusnya kamu coba membujuk April untuk tidak bekerja lagi, mama kasian liatnya , pagi bangun sebelum subuh terus nyiapain sarapan kita semua, ngurus Aghnia, terus kerja pulang sore ngurus Nia lagi belajarin dia, terus kapan dia istrahatnya nak..." ucap Diva yang kesal


"April kan maunya gitu mah... masak harus dipaksa, udahalah mah terserah April aja , Oemar gak mau mengekangnya..." jawbanya


"Oemar kamu tu harusnya peka dong sama istri kamu..." sahut Hendro


"Oemar tak ingin memkasa ,mengekang atau mengatur April pah, sudah pernah sekali Oemar melakuakn hal itu dan berakhir kegagalan, Oemar tak ingin gagal lagi pah..." ucapnya sedih


Mereka pun menatap Oemar dan mengerti dengan perasaannya, dulu dia selalu mengatur dan mengekang Bella hingga dia menjadi berontak,


"Maaf nyonya ini ada kotak bekal di dapur yang tertinggal, sepertinya punya nyonya April, tadi saya liat saat menyiapkan nya..." ujar Bi Inah yang tiba-tiba mengahmpiri majikannya itu


"Tuuh kan, uda Mar nanti jangan lupa mampir ke kantor dulu terus kasihkan ini ke April, kasian dia kemarin malam nggak makan, sekarang nggak sarapan pula.. " titahnya


"Lhoo..kok aku sih mah, kan yang sekantor papah, minta papa aja deh.."tolaknya


"Oemar..."teriak Diva kesal pada putranya itu.


Kalau sudah seperti itu mau tak mau pun harus di turuti, akhirnya Oemar pun mengambil kotak makan itu dan membawanya.


...----------------...


April yang baru saja tiba di kantor segera masuk ke ruangannya, dia pun meletakkan tasnya dan pergi ke rooftop kantor



Rooftop di Kantor pusat S.K.I Group memang bertema Rooftop Garden, Sang pemilik sengaja membuatnya seperti itu agar para karyawan dapat melepas penatnya sejenak dengan berada di sana, bahkan bisa untuk diskusi kecil antar karyawan.


April pun berdiri diatas sana, dia berada di pinggir pangar dan memandang jauh keindahan di depannya, dia merasa ingin berteriak dan menangis, namun April bukan type orang seperti itu yang akan cengeng dengan segala kondisinya.


" Ya Allah apa ini... hubungan seperti apa ini hubungan yang tak didasari dari hati ke hati, belum lagi ancaman dari Bella membuat ku tak bisa tidur dengan nyenyak , dan sekarang para sahabat ku pun masih marah padaku, apa yang harus aku lakukan ya Allah.. hamba bingung..., dada ini terasa menyesakkan memikirkan semuanya..." April pun bergumam sambil memegang kepalanya.


Tak terasa waktu kantor pun sudah masuk, April pun segera turun dan berjalan menuju ruangannya. Setiba nya disana para sahabtanya sudah datang dan berkumpul dan bercanda rua ,namun saat April masuk mereka malah membubarkan diri dan duduk di meja masing-masing.


April hendak menyapa mereka namun mereka cuek saja , dan akhirnya mereka pun melakukan pekerjaannya.


Sementara itu Oemar yang sedang dalam perjalanan bersama Vino dia pun menyuruh Vino untuk mampir ke kantor Pusat.


"Vin ke perusahaan papah dulu yaa..."


"Oke boss, tumben bawa bekel dobel boss,..." goda Vino padanya


"Bekel apaan, punya bini gue nih yang belom sarapan, nih ke kantor papah kan mau nganterin, entar elo yang ngasih in yaa..."


"Idiih... ogah, bini siapa masak gue yang ngasih , ya elu lah kan lakinya..."


"Ayolah Vin, entar orang pada liatin gue coba, terus jadi pertanyaan deh kenapa gue malah ngasih bekal sama April, kan mereka gak da yang tahu kalo April istri gue..."


"Diruangan April cuma ada para sahabtnya , terus team yang lain kan beda ruangan jadi gak masalah juga sih kalo cuma temennya aja yang tahu, palingan juga udah tahu mereka,terus kalo gue yang anterin nanti gimana coba perasaan April malah tersinggung dia..."


"Iya juga yaa... ya udah deh gue aja yang nganterin. pagi ini dia lagi bad mood ,pusing gua..."


"Lagi Pms kali boss..."


"Tau tuh...."


Tak terasa mereka pun sudah sampai di kantor pusat, Oemar pun langsung menuju ruangan April dan kotak makannya di letakkan di dalam tas kerjanya, saat memasuki ruangannya terlihat para teman April sedang bekerja tapi dia tak melihat sang istri disana.


"Ehem..." Oemar pun membuat mereka terkejut dengan dehemannya, mereka pun langsung berdiri dan memberikan bow padanya.


"Pagi..pak.., ucap mereka bertiga..."


"Pagi, oh ya dimana April..." tanya Oemar pada mereka, dan ketiga orang itupun saling pandang,


"Dia sedang di ruangan copy pak , lagi mengcopy desain untuk mempersiapkan meeting nanti pak..." jawab Salsa


"Ohw... oke... "jawabnya, dia pun berjalan sambil mebuka tasnya dan meletakkan kotak makan diatas meja April.


"Tolong sampaikan padanya sararapannya harus habis, kalo ngagak nanti dia sakit, dari kemarin dia belum makan,... " ucap Oemar pada ketiganya


"Baik pak..."jawab mereka bersama


Setelah meletakkannya dia pun hendak keluar, saat akan berbalik dia berpapasan dengan April, dan April pun menjadi canggung dengan kehadirannya di hadapan teman-temannya.


"Ehm.. sarapan kamu ketinggalan,itu aku taruh di meja kamu dan jangan lupa makan dulu sarapannya dari semalam kamu belum makan kan, awas kalo nggak dihabisin..."ucapnya dengan tersenyum sambil mencubit hidung April dan dia pun berlalu meninggalkan ruangan itu.


April menjadi semakin tak enak kepada para sahabatnya, dan dia pun menundukkan kepalanya lalu duduk di meja kerjanya.


Saat dia kembali bekerja Salsa,Devan dan Frans pun saling pandang dan dia pun mengangkat alisnya ,menandakan isyarat pada yg lainnya, Frans pun mengangkat bahunya, sedangkan Devan hanya menggelengkan kepalanya.


Hening tak ada suara hanya suara ketikan komputer April saja di ruangan itu, hingga Devan pun berdiri dan menghamipiri meja kerja April.


"Sorry...." ucap Devan pada April sambil memberikan 1 buah coklat bar padanya, April pun menoleh padanya dan menatap Devan.


"Sorry soal kemarin, harus nya kita nggak menghakimi kamu maaf yaa.. , dan satu lagi gue gak bisa ih lama-lama marah sama loe, kagak tega gue liatnya...."ucap Devan sambil bergurau padanya


Salsa dan Frans pun menghampiri April juga, dan mereka memberikan 1 buah permen lolipop pada April dan Frans memberikan sepucuk bungan mawar putih padanya


"Maaf ya Pril.... kemarin gue uda jahat banget sama loe, maafin gue juga uda ninggalin loe , gue lupa Pril..." ucap Salsa merasa bersalah


"Iya Pril maafin gue ya ... maaf banget kemaren gue terkejut dan emang kecewa tapi harusnya gue gak kayak gitu sama loe, maafin gue banget..." ucap Frans pun sambil menyodorkam bunga nya.


April pun terharu melihat mereka , berlinang sudah air matanya, dia pun mengambil coklat,bunga dan lolipop dari mereka lalu memeluk Salsa dengan bahagia.


"Makasih banyak ya kalian uda mau temenan lagi sama aku, maafin aku yang udah buat kalian kecewa, maksih untuk pengertian kalian, kalian memang sahabat sejati dan saudara bagi ku, terima kasih...." jawab April penuh haru


Mereka pun senang begitu juga dengan April ,dan Devan pun lalau mengingatkan April untuk makan dahulu.


"Udah..taro dulu kerjaannya, kamu makan dulu sana.. maafin kita yaa gara-gara kemarin kamu jadi gak bisa makan...." ucap Devan


"Iyah..dari kemarin sampe pagi ini gak laper kok, tapi sekarang tiba-tiba jadi kelaperan...hehehehe..."gurau April


"Udah yuk gaes kita balik kerja dan kamu makan aja ya..." titah Salsa padanya.


Mereka pun kembali bekerja sedangkan April menikmati sarapan nya dengan hati senang.


Dan persahabatan mereka pun kembali seperti biasa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hai Readers terima kasih sudah mampir ke novel aku, Jangan lupa like dan vote dan komen ya... Terimma kasih🙏🙏🙏


🍃Happy Reading 🍃


______