Duren & Jantik

Duren & Jantik
Rencana



"Benar kata kakak kamu , kamu itu memang bodoh Melly, tapi syukur deh kalo bayi dari pria brengsek itu sudah lenyap, setidaknya kamu tak Jadi hamil di luar nikah..." tutur Eyang dengan entengnya


"Eyang....." sergah Melly tak terima


"Ya Bener dong, kalau kamu jadi hamil gimana coba, udah hamil di luar nikah terus bapaknya gak bertanggung jawab gitu, mau kayak apa masa depan kamu, cucu Eyang ada yang hamil diluar nikah kalau semua orang tau mau ditaruh dimana coba muka Eyang dan keluarga kamu ini...." tutur Eyang menasehati


"Iya..Melly tahu Melly sudah salah jalan Eyang, tapi tetap aja setelah Melly tahu jika Melly hamil perlahan Melly sudah mulai menerima kenyataan dan senang akan kehadiran anak Melly, tapi sekarang Melly benar-benar merasa kehilangan Eyang , meski Melly belum melihat rupa dari anak Melly tetap aja Melly sedih ..." ucap Melly sambil mengelus perutnya itu


"Ya sudah bersyukur saja Tuhan lebih menyayangi anak itu, kalau anak itu sampai lahir maka kasihan anak itu nantinya..."


"Tapi Eyang sekarang hidup Melly lebih berantakan, benar kata papa dan Mama setelah ini bagaimana masa depan Melly, Melly sudah bukan gadis lagi, bahkan pernah bermain dengan 2 pria , yang satu kekasih dan satunya karena kecelakaan akibat ulah si Bobby brengsek itu, huu..hu..hu..." Melly pun menangis sesenggukan


Eyang yang tak tega melihat sang cucu pun perlahan merangkul ke dalam pelukan nya.


"Sudah...jangan dipikirkan lagi, nanti kita cari cara untuk memikirkan masa depan kamu, ini lah contoh nya kenapa kalau main itu jangan asal dengan laki-laki dan perempuan , akibatnya jadi dirayu setan kan..." nasehat Eyang pada sang cucu.


🌞🌞🌞🌞🌞


Beberapa hari pun telah berlalu , keluarga Ghurair tengah kembali disibukkan dengan pernikahan Karin yang harus tetap dilaksanakan.


Namun terlepas dari itu semua mereka tengah berbangga diri usai menyelesaikan kasus dari Melly.


Vino dan Bram pun kini sudah duduk di ruang kerja Hendro yang tentunya Oemar pun sudah ada disana.


"Gimana pencarian kalian..." ujar Hendro pada kedua asisten di depan nya


"Kami sudah mendapat hasil pencarian dari Red Room, mereka pun sudah menemukan tempat persembunyian nya, kini mereka tengah berada di kota Austria, Eropa...." ucap Vino


"Bagus... lalu..." ujar Hendro seraya menyimpulkan senyumnya


"Kami juga sudah menemukan tragedi yang menimpa Melly, setelah kami mendapat mendapat informasi dari pria penjual gadis itu memang benar saat itu Kevin tengah membeli seorang wanita malam untuk menuntaskan hasratnya akibat pengaruh obat, namun naas nya saat ia membeli wanita rupanya sang mucikari pun menjual Melly pada Kevin, karena sebelumnya Bobby sudah menjual Melly kepada mucikari itu sebelum kepergiannya meninggalkan indoneisa. ...." tutur Vino kini yang memberi informasi


"Kurang ajar memang mereka, sudah merusak anak ku kini di jualnya pula..." Geram Hendro kesal mendengar penuturan Vino


"Gak usah khawatir pah perlahan Oemar sudah menghancurkan bisnis mereka yang ada disini usai di limpahkan pada saudaranya Gerald,kini perusahaan itu tinggal cangkang..." tutur Oemar


"Percuma kamu hancurkan perusahaan nya disini jika merekapun pasti akan membuka kembali perusahaan di tempat persembunyian nya.. " ucap Hendro yang masih meradang


"Papa gak usah khawatir kita sudah tau dimana mereka berada, jika mereka meremehkan kita maka kita tunjukan siapa kita pah, mereka tak akan bisa membuka perusahaan apapun disana karena Liberalisme disana pasti akan menolak apalagi Gerald selalu mendirikan perusahaannya dengan ilegal...." tenang Oemar


"Oke kalau begitu kita pantau mereka dan jangan lupa untuk terus memberikan mereka peringatan...." ucap Hendro tegas


Mereka pun mengagguk


"Ehm..pak sebenarnya masih ada satu hal yang harus kita sampaikan..." ucap Bram ragu sambil menatap ke arah mereka bertiga


"Katakan..." jawab Hendro


"Salah satu anggota Red Room yang sedang memantau di Austria memberi tahukan jika kemarin Bobby memohon ampun kepada kita dan bersedia bertanggung jawab atas Melly, mereka menyesali perbuatannya ...." ucap Bram


"Telat... dari kemarin mereka kemana saja, sekarang baru saja di kasih goncangan sudah meminta ampun, masih untung saya tidak membunuh nya dan hanya membuat mereka miskin saja tapi rupanya mereka sudah menyerah, dan juga tak sudi aku berhubungan dengan keluarga itu setelah apa yang terjadi pada keluarga ku , ...." ucap Hendro senang


"Tapi pah bagaimana dengan Melly sekarang, kata April kemarin lusa Melly tampak rapuh memikirkan masa depan nya..." tanya Oemar


"Kamu benar.. ada baiknya kita segera nikahkan saja dia , toh sebentar lagi dia juga akan lulus SMA, untuk kuliahnya terserah dia saja kedepannya mau seperti apa ..."


"Menikah..."ucap Oemar ,Vino dan Bram bersamaan, mereka terkejut mendengar penuturan Hendro


" Kalian kenapa terkejut seperti itu..." ucap Hendro heran menatap ketiga orang di depannya


"Ya kalau menikah sekarang jadinya Melly menikah muda dong pah..." ucap Oemar


"Betul pak apa sebaiknya tak dipikrkan dulu..." ucap Bram


"Sebentar lagi bukankah Karin yang akan menikah Om.. " tanya Vino


"Kalian ini....Hem...Papa sudah pikirkan semuanya, Melly akan Papa nikahkan secepatnya, bersamaan dengan pernikahan Karin..." terang Hendropada mereka


"Hah....bersama... " ucap mereka bertiga yang kembali melongo dan saling tatap karena lagi-lagi mereka terkejut dengan ucapan Hendro


" Benar...." ujar Hendro dengan santai nya


"Kamu tenang saja pria yang akan menikahinya pun sudah bersedia dan menerima segala kekurangannya malah dia sendiri yang meminta kepada Papa untuk meminta ijin menikahi Melly...."


"Siapa...."


"Kamu pasti tau dan kalian pun sudah mengenalnya...."


Mereka pun saling padang dan saling menaikkan pundak mereka.


"Siapa sih Pah..." tanya Oemar semakin penasaran


"Kevin...." ucap Hendro lantang


"Apa...Kevin..."


"Ya..."


"Pah.. Papa tahukan Kevin itu seorang pria yang suka gonta ganti perempuan, kenapa papa mau menikah kan nya dengan Melly..." ujar Oemar tak terima dengan keputusan papa nya.


"Apa salah nya..seperti yang kamu bilang tadi bukan, kalau Melly sudah seperti ini laki-laki mana yang akan menikahinya, tentunya Kevin lah yang akan menikahinya, karena dia ingin bertanggung jawab atas perbuatannya pada Melly terutama pada bayinya yang sudah tiada..."


"Ya tapi pah Oemar gak mau jika pernikahan ini malah akan menyakiti mereka berdua karena perasaan yang dipaksakan..."


"Papa sudah bicara dengan Anderson dan ia pun menyetujuinya bahkan merestuinya, mereka lah yang lebih dulu meminta nya bukan papa yang mengemis dikasihani Mar, tapi karena Kevin yang terus merasa bersalah setelah kejadian waktu itu..."


"Ya udah lah terserah Papa kalau itu memang yang terbaik..." ujar Oemar dengan nada sedikit kesal pada keputusan sang Papa


"Yah karena sebab itu kalian berdua ikut mempersiapkan pernikahan ini, pastikan yang hadir hanya orang terdekat dan pilih lah sebagian kolega bisnis kita dari yang baik saja, saya tak mau ada penjilat nantinya di acara itu..." tunjuk Hendro pada kedua asisten didepannya.


"Baik pak..."


"Baik Om..."


jawab mereka patuh


Sedang kan Oemar pun hanya pasrah akan keputusan sang papa yang tak habis pikir ini, entah akan seperti apa pernikahan adiknya kelak namun menikah muda yang akan dilakukan sang adik benar-benar membuatnya sangat khawatir.


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay.... Readers.... Terima kasih sudah mampir di novel ku...


Jangan Lupa


Like


Komen


dan


Vote


ya....


Yuk kasih bintang juga di karya aku...


🍃Happy Reading 🍃


🌞