
April pun sudah sampai di pemakaman, dia segera menghampiri makam almarhum suaminya itu yang sudah meninggalkannya 5tahun silam. Dia pun membersihkan makam suaminya itu dan menaburi makam suaminya dengan bunga mawar segar ,melati dan bunga sedap malam yang dia beli sebelum memasuki area makam tadi.
Lama dia berdoa dan mengaji di hadapan makam itu, sehingga di akhir doanya dia meminta pengampunan pada Tuhan yang maha kuasa untuk almarhum suaminya.
"Ya Allah tolong ampunilah segala dosa-dosa almarhum bang Yusuf, tempatkanlah bliau bersama orang - orang yang engkau ridha i dan sayangi, lapang kan lah kuburnya serta terangilah kuburnya, selamatkan lah suami hamba dari siksa kuburnya dan panasnya api nerakamu... Aamiin..." Doa April yang dipanjatkan teruntuk suaminya.
Selepas memanjatkan doa diapun menyiram batu nisan suaminya dengan air mawar yang dia bawa tadi serta mengusap-usap batu nisan itu dengan meneteskan air mata penuh kerinduan, dia pun berkata,
"Mas..tolong maafkan aku, aku telah menghianati janji kita , janji yang kita ucapkan sehidup semati nyatanya saat ini aku telah menikah kembali, tolong maafkan aku mas, berawal dari keterpaksaan namun aku pun tak ingin membuat dosa kepada suami ku saat ini, tolong maafkan aku mas dan ridho'i lah hubungan kami mas, biarlah cinta kita menjadi kenangan di masa lalu, kenangan yang tak akan pernah aku lupakan bersamamu , namun izinkan lah dan ridha i hubungan ini sehingga dapat membuka hati tuk menemukan cinta di masa depan karena Allah...." April pun menangis di depan makam almarhum suaminya.
Selepas mengatakan keresahan hatinya dia pun berlalu meninggalkan makam, saat hendak keluar dari Tpu dia pun berpapasan dengan tetangganya dahulu
"La iki lak April toh..laiyo.. nandi ae toh ndok suwe ra kepetuk, saiki tambah ayu ae sampean niku..." ujar tetangga lamanya itu
(Lah ini kan April ya..aduh..kemana aja sih nak, lama nggak ketemu,sekarang tambak cantik aja kamu itu...)
"Eh Enggeh bu,sakniki kulo ten jakarta nyambut ten mriko bu..." jawab April pada ibu-ibu yang setengah tua itu
(Eh iya bu,sekarang saya di jakarta kerja disana bu..")
"Walah..adoh temen toh, lah mrene dewean ta ndok , anakmu nandi kok gak di gowo, mbari nyekar makam e bojo mu ta ndok..."
(Waduuh...jauh banget sih, lah kesini sendirian ta nak, anak kamu kemana kok nggak dibawa, ziarah ke makam suami mu ta nak...)
"Enggeh bu mantun nyekar makam e bang Yusuf, kulo kiyambak'an mawon soal e Abhi sakniki Mondok Mesantren ten TURKI bu..."
(Iya bu habis ziarah ke makam nya bang Yusuf, saya sendirian saja soalnya Abhi sekarang di Pondok Pesantren TURKI bu..."
"Waduh..pinter e anakmu iso mondok mesantren nang kono... wes rabi maneh ta gurung..."
(Aduh... pinter nya anak kamu bisa Pondok Pesantren disana,sudah nikah lagi belum..."
Namun April tak menanggapi ucapannya dia hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya, obrolan mereka pun berakhir kala ibu-ibu STW(setengah tuwek) itu dipanggil anaknya, April pun berlalu dan mencari mushola dan warung makan, dia merasa lapar sekali karena waktu sudah sangat siang dia pun melaksanakan sholat dzuhur dahulu.
...----------------...
Dikantor Devan yang baru pulang dari meeting nya dia pun berjalan ke ruangannya , sesampainya disana dia hanya melamun, hingga dia pun dikagetkan oleh Frans.
"Wooy.... ngapa loe.. "ucap Frans sambil menggebrak meja Devan, hingga sang empunya pun terkejut.
"Ih.. apaan sih loe Frans ngagetin aja..." jawabnya kesal
"Lah elu dateng-dateng malah ngelamun, napa loe ada masalah ya saat meeting..."
"Tau nih..si Devan, ngapa sih..." sahut salsa yang ikut menimpali
"Gue lagi mikirin April..." jawab Devan lirih
"April...." ucap Salsa dan Frans bersama mereka berdua pun saling menoleh
"Iya... tadi gue ketemu sama Melki waktu mau meeting, terus dia cerita kalo yang di Medan ntu cuma ada Alim sama Sinta, dan si April tu kagak ada disana,aneh kan, padahal pak Hendro kemaren bilang kalo April gak masuk karena dikirim ke Medan..." tutur Devan menjelaskan pada kedua sahabat baiknya itu
"Seriusan loe..." ucap mereka bersama
"Iya bener..malah si Melki bilang kalo kagak percaya tanya aja sama Alim , gitu dah..."
"Terus kemana ya April..." tanya Salsa
"Lah itu dia yang dari tadi gue pikirin, kalo nggak ada di Medan kemana dia coba dan kenapa Pak Hendro menutupinya, dia Presdir kita, ..." ujar Devan heran
"Iya nih gue telfonin juga kagak aktif tu hape nya , kenapa ya.." ujar Frans penasaran,
"Pasti ada sesuatu yang terjadi..." Devan pun menyimpulkan
"Tapi dia selalu cerita lhoo ma gue kalo ada apa-apa, akhir-akhir ini dia tuh lebih tertutup terus kalo gue anter pulang ke kosannya dia malah kagak mau..."
"Aneh kan, eh gimana kalo kita nanti ke kosan nya April aja , mungkin dia lagi sakit atau ada sesuatu yang terjadi ,dari pada kita mikir-mikir kagak jelas..." usul Devan
"Ho'oh dek kuy ah ntar kesana langsung pulang dari kantor..." ucap Salsa
"Ok ayoo kalo gitu..." balas Frans
\_\_\_\_\_\_\_\_
April yang selesai sholat dia pun menghampiri rumah makan di sekitaran situ, sambil menunggu makanan yang dia pesan dia pun merogoh ponsel di dalam tasnya
"Aduh..sampe lupa aku belum nyalain HP aku dari pagi..." gumamnya
Dia pun mengaktifkan Handphone miliknya dan terdapat banyak sekali panggilan masuk, dia pun memeriksa panggilan serta chat masuknya namun tak ada yang dia balas , bahkan suaminya pun tak ia balas, karena saat ini dia sangat ingin menikmati makan siangnya dahulu.
Sementara itu Oemar yang sudah Landing dari pesawat dari sejam yang lalu kini dia sudah berada di dalam mobil yang ia sewa, selama berada di kota Malang ini.
"Kemana sih nie anak di telfon kagak di angkat,di wa kagak dibales,...." gumamnya kesal
Dia pun menelfon seseorang di seberang sana
"Halo...cepat cari tau dimana lokasi istri saya sekarang, sepertinya dia sudah mengaktifkan ponselnya..." Dia pu n segera menutup ponsel miliknya, tak lama suara notifikasi di ponselnya pun berbunyi, saat dia membuka isi teks itu ternyata tentang lokasi April saat ini, dia pun segera menuju tempat itu.
Dilain tempat April yang tengah menikmati makan siangnya tiba-tiba dihampiri oleh Mantan mertua dan adik iparnya.
"Eh...April ngapain kamu kembali kesini..." ucap Mantan mertua perempuannya itu
"Tau nih loe mau ngambil harta kakak gue yaa..." sahut Mantan adik iparnya
"Bener ya.. kata Mak sum tadi kalo ada kamu disini, mau apa kamu datang kesini lagi..."tutur wanita paruh baya itu lagi.
April pun terkejut kala di hampiri oleh kedua insan tak beradab itu.
"Eh..i-ibu..."jawab April tergagap.
"Saya habis ziarah ke makamnya bang Yusuf bu..."
"Alasan, palingan juga mau minta warisan tuh mi...." jawab Chika mantan adik iparnya
"Alah...udah deh kamu itu ya emang senang sekali ganggu kenyamanan kita saja..." Sahut mantan mertuanya itu
"Enggak bu beneran, saya cuma habis ziarah, habis ini juga saya langsung kembali , penerbangan saya nanti sore bu..." ucap April menjelaskan
"Ya elah.. sok sok'an luu pake naek pesawat segala, luu kan pembawa sial dari mana luu dapet duit buat naek pesawat... " sindir Chika padanya
April pun hanya terdiam dia malas menanggapi hinaan dari mereka karena percuma saja mereka itu orangnya tak mau kalah, dia pun bangkit dari duduknya dan membayar makanannya,
saat hendak pergi tangannya pun di cekal oleh Mantan mertuanya itu.
"Mau kemana kamu, dasar nggak sopan ada orang tua ngomong tapi malah maen pergi aja..."ujarnya
"Maaf bu saya mau pergi percuma saja saya menjelaskan karena kalian gak akan percaya, saya juga buru-buru nanti saya ketinggalan pesawat..." jelas April sambil menunjukan tiket di dalam tasnya
Chika pun mengambil tiket itu dan membacanya, dia begitu terkejut saat melihat kursi penumpang berada di kelas eksekutif.
"Loe.. naik pesawat pake kelas eksekutif, dapet duit dari mana loe..." cecarnya
"Dek kalo bicara itu yang sopan, dan asal kamu tahu kakak disana kerja dan alhamdulillah bisa kayak sekarang , berdiri sendiri tanpa bantuan harta warisan..."Ucapnya menyindir kedua mahluk tak tahu diri itu
"Hahahahahaha... kerja loe bilang ,kerja apaan palingan loe jadi tante-tante girang berkedok jilbab yaa disana Iza kan mi..." Ledek Chika
"Bener banget kata kamu chika, mami yakin dia pasti jadi simpenannya om-om atau perempuan panggilan disana, dia itu mana bisa kerja dia kan dari kampung dan nggak bisa ngapa-ngapain, lawong dia pembawa sial kok ..." ujar wanita paruh baya yang necis itu
April pun geram mendengar perkataan mantan mertua dan adik iparnya itu.
"Mah.. cukup kamu jangan menghina April lagi, sudah..dia sudah cukup menderita karena kalian jangan menambahinya lagi..." Ucap suami perempuan paruh baya itu yang baru saja tiba.
"Papi ngapain sih ikut-ikut kesini uda deh gak usah ikut campur, perempuan pembawa sial itu emang harus di basmi biar nggak nularin sial sama kita semua, eh..bu ati-ati loh warungnya jadi sepi soalnya perempuan pembawa sial ada disini..."
April pun meneteskan air matanya hatinya begitu sakit ,dia terus di sudutkan oleh mereka,
"Bu..kenapa sih ibu selalu saja menyalahkan saya, saya juga tertekan bu, sekian lama kita nggak bertemu apa kalian tak ingin menanyakan cucu kalian, namun kalian malah terus menghina diriku ini..."Ucapnya sambil terisak
"Diam kamu !!!!! dasar perempuan gak tahu diri kalo nggak gara-gara kamu anak saya pasti masih hidup, sampai kapan pun saya tidak akan pernah memaafkan apalagi menganggap kamu ada, kamu itu hanya perempuan pembawa sial, dasar pembawa siaalllll....."
Ucap perempuan itu berteriak sambil mengangkat tangannya hendak menampar April
Namun sedetik kemudian April yang sudah reflek memejamkan matanya menyamping ,tiba-tiba dia tak merasakan apapun, saat membuka matanya ternyata tangan mantan mertuan nya itu di tahan oleh tangan lain, yaa.. tangan yang begitu besar dan kekar meski sudah tertutup oleh kemeja berwarna biru.
"Hentikan... apakah anda tidak merasa malu, kalian menjadi pusat perhatian, lihatlah sekeliling kalian..." Ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Oemar, dia pun menghempaskan tangan perempuan galak paruh baya itu
"Eh.. kamu jangan ikut campur ya, ini urusan saya dengan wanita pembunuh anak saya, dia itu pembawa sial..." Ucapnya sambil menunjuk pada April
"Jangan pernah menunjuk dia seperti itu, urusan dia adalah urusan saya...." Ucap Oemar Emosi
"Memang nya kamu itu siapa sok melindungi wanita tak tahu diri ini..."
"Saya adalah suaminya, jika anda menghinanya maka anda berarti menghina saya juga'...." ucap Oemar lantang
Mereka terkejut mendengar penuturan Pria tampan itu,
"Palingan dia om-om nya mi, maklum cewek pembawa sial suka pake susuk tuh..."Ledek chika
Oemar pun meradang mendengar ucapannya
"Heh bocah ingusan punya mulut itu dijaga, mulut lu gak pernah disekolahin sih jadi segala yang lo omongin sampah semua..." ucap Oemar penuh emosi
"Eh.. kalo kamu suaminya awas loh nanti kamu bisa meninggal kayak putra kesayangan saya, dia itu seorang pembunuh,perempuan pembawa sial..." ucap wanita paruh baya itu.
"Maaf ya bu jodoh,maut,rejeki itu semua sudah digariskan oleh Tuhan, mau kita sama siapa saja kalau sudah umurnya pasti pasti akan bertemu ajal kita, dan kita semua pun pasti akan menghadap Tuhan, jadi jangan pernah menuduh dia lagi..."
"Alah..udah deh loe itu jangan ngebelain dia, nanti loe bakalan sial 7 turunan..." sela Chika
"Eh.. kamu ya masih bau kencur juga tapi dari tadi omongan kamu rusuh amat, asal kalian tau saya adalah suami sah dari April seorang pengusaha besar di Asia, jika kalian menghina istri saya lagi lihat saja saya akan menghancurkan kalian semua..." Ancam Oemar
"Mas..sudah Jangan hiraukan mereka..." tutur April sambil menggenggam lengan Oemar
Oemar pun luluh dan dia pun membawa istrinya memasuki mobil dan pergi meninggalkan mereka.
Didalam mobil dia menangis saat mengingat kejadian tadi, dia merasa sedih dengan segala tuduhan itu.
Oemar yang menyetir pun sesekali melirik pada April dia melihat begitu banyak kesedihan di wajahnya, tangan kirinya pun dengan reflek membelai kepala April yang tertutup hijab itu.
"Sudahlah tak perlu bersedih lagi, jangan mengingat semua perkataan mereka yang begitu menyakitkan, kau adalah perempuan tangguh tak seharusnya kamu menjadi rapuh seperti ini..." tutur Oemar menenangkan istrinya itu
"Mereka begitu keterlaluan, Mereka terus saja menuduhku penyebab kematian bang Yusuf, aku tak tahu apapun bahkan akupun serasa ikut mati saat kepergiannya, sekian lama tak bertemu tapi mereka tak pernah menanyakan cucu mereka. hiks..hiks..dulu mereka begitu menyayangi kami, tapi saat bang Yusuf pergi mereka malah membuang serta menghina ku .hiks..hiks..hiks...." isaknya
"Sudahlah aku tau bagaimana perasaanmu, Mereka memang keterlaluan, kau tau Tuhan itu Maha Tahu dia tak pernah tidur, karma pasti akan datang, percayalah Allah itu maha besar serahkan semua padanya...."
Oemar pun terus melajukan mobilnya , hingga satu jam berlalu dia telah sampai di sebuah Hotel mewah bintang 4, di Golden Tulip Holland Resort Batu...
April yang tertidur pun di bangunkan Oemar, namun dia tak kunjung bangun, akhirnya dia menggendong istrinya itu memasuki hotel, banyak tamu yang memandang ke arah Oemar sambil berbisik heran namun ada juga yang iri saat di perlakukan seperti itu.
Sambil menggendong April dia pun mengambil kunci kamar yang berupa kartu di resepsionis, karena sudah di booking kan oleh karin jadi dia dengan mudah diantar oleh pelayan hotel menuju ruangannya, sesampainya disana dia pun meletakan tubuh April di atas tempat tidur dan membiarkan istrinya itu beristirahat ,karena dia tahu istrinya itu pasti lelah karena sudah menangis seharian, dan dia pun segera membersihkan diri , Karena merasa lelah dia pun berendam di dalam buthtub dengan air yang menghangatkan tubuhnya sehingga dapat membuat tubuhnya menjadi rileks.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Reader terima kasih sudah mampir ke karya perdana ku, jangan lupa komen dan like ya readers...
🍃Happy Reading 🍃
___