Duren & Jantik

Duren & Jantik
Nasehat



Melly yang baru saja tiba dikediaman Ghurair malah mendapati tatapan tajam dari sang ibu.


"Melly.... dari mana saja kamu jam segini baru pulang...." teriak Diva yang melihat putri bungsunya baru memasuki rumah


"Kerja kelompok mah...." jawabnya santai


"Apa..kerja kelompok model apa selarut ini baru selesai... kamu lihat itu sudah jam 7 malam tapi kamu belakangan ini malah pulang terlambat terus...." geram Diva


"Kenapa sih mamah narah-marah mulu Melly juga kan sekolah belajar mah bukannya main...."


"Kalau kamu belajar lalu ini apa surat dari wali kelas kamu yang menunjukkan nilai kamu semakin menurun..." geram Diva saambil melempar kertas-kertas hasil ujian ke hadapan Melly


"Yah pelajaran sekarang tuh susah-susah mah makanya melly kerja kelompok, udah ah Melly capek mau istirahat..." jawabnya kesal sambil melenggang kan kaki nya ke arah kamar .


"Melly mama belum selesai bicara..." teriaknya namun teriakan itu seolah tak didengar oleh putri bungsunya sehingga membuat Diva semakin kesal.


April yang baru saja selesai membantu putrinya belajar ia segera turun ke bawah saat mendnegar teriakan Diva yang melengking itu.


"Mama kenapa kok teriak-teriak...." tanya April lembut


"Mama bisa stresss nak, pusing mama sama Melly..." ucapnya sambil mendudukkan bokongnya diatas sofa


"Mama minum dulu biar tenang ...."ucapnya sambil memeberikan air putih yang ada di meja


glek glek glek


Diva pun sampai menghabiskan satu gelas air penuh saking kesal nya yang bercampur amarah.


"Mama gak habis pikir sama Melly,dia itu anak yang paling sulit di nasehati,berbeda dengan ketiga saudara yang lainnya mereka begitu penurut dan patuh sama mama dan papa, tapi Melly....." ucapnya sambil menggelengkan kepalanya yang mulai terasa pusing memikirkan putri bungsunya


"Mungkin Melly memang sibuk mah disekolahnya...."


"Sibuk apa Pril sekolah hanya belajar kok tapi ini malah tiap hari pulang malam dan setelah pulang lihat wajahnya kusut seperti itu, belum lagi papa yang mulai sibuk jadi jarang memperhatikan Melly sedangkan Tian yang biasanya menjaga adiknya tapi sekarang dia juga sedang disibukkan dengan skripsinya , jadi mama bingung harus menasehati dia seperti apa lagi...." keluh nya


"Nanti biar April kasih tau Melly ya mah...." ucapnya


Diva pun menatap sang menantu dengan intens


"Kamu mau bicara dengannya Pril, tapi dia saja malah selalu memusuhi mu nak gimana kamu mau menasehatinya...."


"Em..iya sih mah tapi nanti April coba ya.. biar mama gak pusing lagi...."


"Iya nak makasih ya..mama senang sekarang kamu ada dirumah jadi mama bisa ada teman berkeluh kesah, tak seperti dulu semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing jadi mama pun ikut sibuk mencari teman sosialita, tapi sekarang sudah membosankan..."


"Hehehe...mama bisa aja bukannya banyak ya mah yang mau jadi teman sosialita ,biasanya akan berkumpul dan pamer gitu .."


"Kamu benar Pril itulah yang bikin mama sekarnag jadi bosan untuk bergabung karena sudah tak seperti dulu lagi yang bertujuan sosial tapi sekarang malah seperti ajang pamer. .."


"oh gitu ya mah.... ya sudah kalau gitu mah April ke kamar Melly dulu ya..." ucap nya yang diangguki oleh Diva


"Iya nak... hati-hati ya bicara sama Melly kamu harus kuat mental dia itu mulutnya kayak cabe setan..." kekeh Diva


"Hehehe...tenang aja mah... April sudah biasa kok...." jawabnya sambil pergi menuju kakar adik iparnya itu


tok tok tok


"Ih..siapa sih gedor-gedor pintu kamar gue..."ucap Melly kesal "Masuk...." teriaknya


ceklek


April pun memasuki kamar itu dan melihat Melly yang tengah memakai lotion di tangannya.


"Ada apa loe kemari..." ucapnya kasar


"Gak ada apa-apa kakak cuma mau ngajak kamu ngobrol aja... selama ini kita jarang interaksi kan..."


"Ciih.... ada perlu apa..." sarkasnya


"Mell... kakak cuma mau nanya emang bener ya kamu kerja kelompok terus..."


"Ngapain loe kepo sama gue,lagian gue itu pelajar jadi gue ya sibuk belajar lah..." kilahnya


"Melly kamu gak pandai berbohong ya.. bahkan kakak sudah bertanya pada teman-teman kamu kalau tak ada kerja kelompok di sekolah lagian temanmu juga bilang belakangan ini kamu juga jarang main dengan mereka ,malah kamu kini bergaul dengan Bobby dan gengnya ,apakah keterlambatan mu selama ini ada hubungannya dengan Bobby..." tanya nya penasaran


"Loe mata-matain gue...." tunjuknya kasar


"Bukan mata-matain tapi aku hanya ingin membantu papa dan mama saja, kata papa kamu kerap kali mengecoh kan pengawal papa yang bertugas menjaga dan mengikuti mu, jadi aku mencari tahu kamu lewat teman mu rupanya mereka juga gak tau, jadi selama ini kamu kemana...."


"Bukan urusan loe...." ucapnya jutek dan memalingkan wajahnya


Tak sengaja April pun melihat goresan kecil berwarna merah di leher Melly dan dengan cepat ia meraih leher itu dan memperjelas penglihatnnya.


April tercengang mendapati apa yang ia lihat, sedangkan Melly yang merasa lehernya dicekal pun langsung menarik tangan April dan menghempaskannya.


"Apaan sih loe..."


"Itu apa dileher kamu.. bekas apa itu Melly..." ucapnya sedikit berteriak.


Melly pun tergugu dnegan pertanyaan April dan segera berlari ke cermin untuk melihatnya


Matanya pun membulat kala melihat goresan itu terlihat kecil namun lumayan bisa dapat dihitung ada 3 jejak disana.


sial...


umpat nya dalam hati.


"Melly jawab kakak...." teriak April yang kesal karena tak kunjung mendapat jawaban


"I-ini..bukan urusan elo...." ucapnya tergagap karena ia pun merasa sedikit takut , kakak iparnya itu bukan lah gadis polos yang akan bisa ia bohongi,


"Apa itu bekas gigitan seorang pria...." tanya April pelan namun terdengar mengintimidasi


"Iya..emang nya kenapa.. kepo banget sih..." ucapnya yang sudah kesal pada April


April pun memejamkan matanya sejenak dan kembali menatap gadis belia di hadapannya.


"Melly.. kakak kasih tau ya.. kamu jangan pernah membiarkan sesorang untuk menyentuh diri kamu Mell apalagi sampai di ***** seperti itu..." tukas April. yah..dia melihat bekas tanda kepemilikan di leher adik ipar nya itu ,sungguh ia merasa adiknya itu begitu berani dan bebas


"Suka -suka gue dong... itu hak gue dan urusan gue, gak ada urusannya sama elo, emangnya loe gak pernah muda apa, hal kayak gini tuh udah biasa..." tuturnya dengan angkuh


April pun menggeleng-gelengkan kepalanya


"Melly...kakak kasih tahu ya.. meski diluaran sana banyak orang yang suka melakuakn hal itu namun alangkah baiknya kita sebagai wanita menjaganya, karena tubuh kita ini adalah harga diri dan kehormatan kita, jadi jangan sampai kamu melakukan hal itu lagi, karena saat orang melakukan hal yang berawal dari ciuman dari yang semula hanya di kening , kemudian akan turun ke bibir dan akan turun lagi semakin dalam melakukan itu maka akan ketagihan dan kalain akan terbuai pada hal-hal yang tak diinginkan


"Jadi kakak harap kamu mendengarkan nasehat kaka ini toh ini semua juga buat kebaikan kamu Mell..." ucap April lembut namun penuh penekanan


Melly pun sempat termenung atas nasehat April barusan, memang benar dulu ia hanya melakukan kiss di rambut, lalu ke kening, semakin turun kebawah dan terbuai akhirnya mereka melakuakn Making Love , bahkan karena menikmati nya mereka menjadi semakin sering melakukan nya.


"Udah...ah keluar sana loe.. kalo mau ceramah di mesjid sana ...."


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


**Hay...Readers.... terima kasih sudah mampir...


Jangan lupa Like,komen dan Vote ya....


🍃Happy Reading 🍃


🌞


☀️**


.