
Setelah sekian lama menunggu akhirnya pintu UGD itu pun terbuka dan keluarlah seorang dokter.
Ceklek....
"Apa anda wali dari pasien..." tanya sang dokter pada Kevin
"E-i-iya dok..." jawab Kevin gugup
"Anda pasti suaminya...begini pak kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun istri anda saat ini sedang mengalami keguguran , dan dengan terpaksa kita harus melakukan kuretase pada janin pak, jika tidak sang ibu berada dalam bahaya...."
Kevin pun kembali syok mendengar pernyataan ini , dan ia pun kembali tumbang terduduk di atas lantai rumah sakit.
Dokter yang melihat Kevin begitu terpukul atas kejadian yang menimpa istrinya itu merasa iba.
"Jangan khawatir pak istri anda masih bisa hamil lagi, setelah melakukan kuret nanti bisa melakukan program hamil lagi...." hibur sang dokter sambil menepuk pundak Kevin memberi semangat dan dokter itu pun berlalu pergi.
Kevin pun masih tak bergeming ia terdiam mematung
"Apa...Melly hamil dan sekarang dia keguguran, gila... kenapa gu-gue udah ngebunuh bayi tak berdosa itu, aaaahhhh...." gumam Kevin yang masih bingung.
Ditengah ke frustasian nya tiba-tiba ia dikejutkan oleh Smith yang baru saja keluar dari pintu operasi
"Broo... ngapain loe disini..." sapa Smith pada sahabat nya itu, ia heran saat melihat Kevin tengah terduduk di lantai depan UGD
"S-Smith..." ucap Kevin mendongakkan kepalanya, ia begitu gugup saat melihat Smith tiba-tiba ada di depan nya
"Ngapain lu..."
"Gu-gue..."
"Lu kenapa sih.. kesambet setan yak .. prasaan kamar mayat dari sini jauh lhoo..."goda Smith pada rekan sablengnya nya
"Sialan lu..enak aja ngatain gue kesambet..." dengus Kevin
"Lah elu ditanya malah planga plungu lu ..."
"Gue dalam masalah besar Broo..." ucap Kevin lemas, ia begitu stress memikirkan kejadian barusan yang menimpa dirinya ini.
" Kenapa.... " tanya Smith
"Gu-..." ucapan Kevin terhenti saat suster keluar dari pintu UGD dan hendak membawa Melly ke ruangan lain .
"Pak..istrinya akan kami pindahkan ke ruang rawat inap ya pak, silahkan bapak mengurus administrasinya...." ucap sang suster seraya mendorong Bad didepan nya.
Smith pun melihat sekilas siapa wanita yang tertidur lemah di Bad itu.
"Melly...." panggil Smith saat melihat wanita yang di dorong itu ternyata Melly
Kevin pun pasrah melihat Smith yang sudah mulai menatap tajam padanya.
"Bisa loe jelasin makasud nya apa dan kenapa Melly bisa terbaring di rumah sakit ini..."
Kevin pun menarik nafasnya dalam-dalam dan ia pun menceritakan kejadian yang menimpa Melly dari awal hingga terjadi lah seperti saat ini Melly berada di rumah sakit.
"Gilak... loe nidurin Melly berkali-kali dan loe gak tau kalo dia lagi hamil...." ucap Smith yang terkejut mendengar pengakuan sahabatnya itu.
"Mana gue tahu kalo cewek yang gue sewa itu ternyata Melly dan lagi gue juga gak tahu kalo si Melly lagi hamil...Aarggh...gue pusing mikirin nya, sekarang gue gak bisa menatap muka si Oemar , pusing gua....."ucap Kevin yang frustasi
"Eh iya ngomongin Oemar tadi dia ada nelfon ke gue katanya si Melly hilang sejak sore tadi, gue gak sempet ikut nyariin soalnya ada operasi tadi, terus loe udah ngabarin keluarga nya belom...."
"Huft... mana gue kepikiran bambang buat ngabari keluarganya, gue aja kaget sama semua yang baru aja terjadi..." keluh Kevin
"Ya udah gue aja yang ngabarin..." ucap Smith sambil mengambil ponsel miliknya dibalik saku jas kedokteran nya itu, ia pun langsung menghubungi Oemar denagn cepat.
tut..tut..tut...
"Hallo...." ucap Oemar di seberang sana
"Loe dimana Mar...."
"Gue lagi dijalan mau pulang, habis nyari keberadaan Melly tapi belum ketemu juga..." ucap Oemar lemas
"Loe sekarang pergi ke rumah sakit kota tempat gue praktek ya, Melly udah ketemu sekarang dia ada di rumah sakit dan sedang mengalami fase keguguran...." ucap Smith
" Apa...kok bisa keguguran" ucap Oemar yang begitu terkejut mendengar penuturan sahabatnya
"Mending loe sekarang kesini dulu, nanti gue jelasin okey...." ucap Smith sambil mematikan sambungan telfon nya.
Oemar yang masih dijalan pun langsung putar balik menuju rumah sakit di tengah kota, Tian yang menyadari itu ia pun ikut putar balik seraya menyalip sang kakak.
"Kak ...ada apa..." teriak Tian dari luar jendela mobil Oemar yang memang Tian sedang mengendarai motor sport nya.
"Kerumah sakit kota sekarang Melly disana ...." teriak Oemar seraya tancap gas
Sedangkan Tian yang terkejut pun belum menanyakan kenapa dan mengapa Melly bisa berada disana karena Oemar sudah lebih dulu melanjukan mobilnya dengan kencang, Tian pun ikut menancapkan gas motornya menuju rumah sakit itu.
"Mau kemana Pah Mah.. " tanya April yang baru saja keluar dari dapur , ia baru saja mengambil minum untuk ia bawa ke kamar
"Melly sudah ditemukan tapi sekarang dia sedang berada di rumah sakit..." jawab Hendro dengan tergesa-gesa
"Apa...rumah sakit... April ikut ya pah, April juga khawatir sama Melly..." pinta April pada kedua mertuanya itu
"Nak..mama tahu kamu khawatir sama Melly , tapi mam mohon ya.. kamu dirumah saja ini sudah malam dan kandungan kamu baru menginjak 5 bulan gak baik sayang pergi-pergi tengah malam apalagi ke rumah sakit, kamu kesana nya besok saja ya kalau sudah pagi. Dan kamu doakan saja dari rumah ya.. mama juga sudah suruh Karin untuk menjaga kamu..." tutur Diva menasihati menantunya.
"Baiklah Mah, Pah.. kalian hati-hati di jalan ya... semoga Melly baik-baik saja...."
"Aamiin, Kalau begitu kami pergi dulu ya, assalamualaikum...."
"Waalaikumsalam ..."
Di pelataran rumah sakit tiba lah mobil dan motor yang di kendarai Oemar dan Tian, mereka pun bergegas masuk ke dalam rumah sakit dan mencari keberadaan adiknya.
Sampailah mereka disebuah kamar yang terdapat Melly di dalam nya, namun dari luar ia melihat Kevin dan Smith tengah mengobrol serius.
"Smith...." panggil Oemar yang membuat kedua rekan nya itu menoleh bersamaan
"Lah ada elu juga Vin..." imbuh Oemar lagi
Kevin yang melihat kehadiran Oemar pun hanya tersenyum kecut padanya.
"Gimana adek gue, dimana dia sekarang...." cecar Oemar menatap Smith di depan nya
"Dia ada didalam dan masih belum bangun, mungkin dia masih butuh istirahat yang cukup dan lagi ini salah satu pengaruh obat bius pasca kuretase...." jelas Smith
"Apa adek gue bener-bener keguguran Smith..."
Dan Smith pun mengangguk kan kepalanya
"Apa penyebab nya..." cecar Oemar lagi yang membuat Smith gelagapan menatap Kevin pertanda ia bingung dan serba salah.
"Gu-gue belu tau Mar, nanti gue tanyain yah sama dokter yang menangani Melly tadi .."
Oemar pun mengangguk faham .
Tak lama Hendro dan Diva pun tiba, sama seperti Oemar, Hendro dan Diva pun begitu penasaran dengan keadaan putri nya, malah Diva langsung masuk ke dalam kamar itu dan menatap sang putri masih terbaring tak sadarkan diri.
Oemar pun bercerita pada papanya tentang pencarian nya bersama Tian tadi dan berakhir mendapat kabar dari Smith bahwa Melly sedang berada di rumah sakit, mereka pun tampak kebingungan kenapa Melly malah keguguran dan meminta Smith untuk segera mencari tahunya.
Kevin yang mendengar perintah Oemar pada Smith pun menjadi resah dan gelisah.
"Haduuh... gimana ini.. kalo Oemar tahu dari mulut orang lain penyebab adiknya keguguran bisa mati di bunuh gue di dalem Red Room, tapi kalo gue jujur ,gue juga takut kalo berakhir di Red Room, aarggghhh bener-bener bikin gue di ujung tanduk ini mah..." gumam Kevin dalam hati memikirkan nasibnya di tangan sahabat baik nya itu.
Saat Smith hendak melangkah mencari dokter yang memeriksa Melly tiba-tiba Kevin menghentikan langkahnya.
"Smith...biar yang gue jelasin ke Oemar penyebab Melly bisa berada disini..." ujar Kevin ragu namun ia bertekad harus memberi tahu Oemar dari mulutnya sendiri dari pada ia harus mendengar dari mulut orang lain.
"Ada apan sih.... loe dari tadi gue perhatiin bengong deh...." ujar Oemar menatap curiga pada kevin
"Se-sebenernya.... " ucap Kevin dengan gugup
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay..Readers.. terima kasih sudah mampir...
Jangan Lupa
Like
Komen
dan
Vote
ya... ..
🍃Happy Reading 🍃
.