
Hari pun berganti, usai berlibur semua orang kembali beraktifitas, berbeda dengan Oemar yang kini tengah berada di Bandara ia hendak pergi mengantarkan sang putra kembali ke Turki, sebelum pergi April tentunya sudah berkecimpung di dapur menyiapakan segala bekal untuk sang putra , baik itu makanan yang tahan lama, kue kering bahkan 1 koper berisi penuh makanan buatan April, ia begitu senang menyiapkan segalanya.
Jika dulu hanya uang saku dan jajan ke Indomarket, kini ia bisa membuat segala sesuatu di dapur kesukaan nya untuk bekal sang putra.
"Hati-hati di jalan ya nak... Maafin bunda ya gak bisa ikut nganterin..."sedih April sambil memeluk sang putra
"Gak papa bunda.. kesehatan dede lebih penting, kan ada Papa yang nganterin Abhi ke Turki...." jawab Abhi mengeratkan pelukan nya
"Iya kamu bener sayang..." jawab April ia pun mengecup sang putra penuh haru, kini ia harus kembali LDR dengan putra kesayangan nya.
"Kamu juga hati-hati ya mas...." lanjut nya pada sang suami.
"Iya...selama aku pergi kamu di rumah ya Bee jangan kemana-mana dan ingat makan yang banyak vitamin dan susu nya diminum ya... Aku pergi hanya 3 hari ...." jaeab Oemar berpamitan pada istrinya.
Abhi pun berpamitan kepada seluruh keluarga nya yang kini amat menyayangi dirinya. Dan ia pun pergi memasuki pesawat bersama sang papa.
April pun kembali pulang bersama Diva dan Hendro,
Sesampainya di rumah ia berpapasan dengan Melly yang hendak pergi ke luar.
"Kamu mau kemana Mel..." tanya April yang melihat Melly sudah berpakain rapi
"Mau pergi kak sama temen ..." jawabnya tersenyum
"Udah pamit sama Papa dan Mama belum..."sahut nya kembali mengingatkan
"Udah kok kak,tadi pagi udah ijin Papa dulu sebelum papa ikut pergi ke Bandara , Melly juga pergi cuma sebentar..." jawabnya
"Oh..ya udah..hati-hati ya..."
"Iya kak...."
Melly pun pergi meninggalkan mansion Ghurair
April yang sudah selesai dari kamar sehabis membersihkan diri ia pun turun ke bawah dan duduk di taman , disana merupakan spot favorit nya.
"Pril..kamu lihat Melly nggak, Mama panggil-panggil kok gak di sahut ya....." tanya Diva pada April
"Lhoo..tadi Melly keluar Ma, katanya sudah ijin sama Papa kok...."
"Oh...terus perginya sama siapa ..."
"April gak tau Ma, lupa nanyain heheheh...."
"Oh ya udah kalo gitu Mama mau naro ini dulu dikamar nya ..." ucap Diva smabil menenteng paper bag di tangan nya
"Oh iya Ma siyaap..."
Diva pun memasuki kamar putrinya , disana ia menaruh paper bag yang ia tenteng sejak tadi di atas meja rias, saat hendak kembali netra nya tak sengaja melihat ke arah laci yang tidak tertutup rapat, karena penasaran ia pun membuka laci itu dan seketika wajahnya berubah menjadi syok.
"Astaghfirullah...i-ini...bukannya ini tespeck, dan ga-garis dua..." ujar Diva terbata ,ia amat terkejut mendapati benda pipih itu di kamar Melly.
"Mah..kenapa...." tanya April sambil menepuk pundak sang mama ,
"Eh...." jawab diva yang mendapati April sudah ada dibelakang nya.
"Mama kok ngelamun, tadi nya April mau ambil cemilan eh pas lewat liat Mama malah bengong disini..."
Saat April bertanya Diva pun malah meneteskan air matanya ia menangis.
"Lho..lho..Ma kenapa..." tanya April khawatir yang tiba-tiba melihat ibu mertuanya sudah menangis seperti itu , ia pun menduduk kan mertuanya di Sofa dekat ranjang milik Melly.
Tak banyak bicara Diva pun langsung menujukkan benda pipih bergaris 2 yang ia pegang tadi.
"I-ini... tespek hamil punya siapa maa??? apa ini punya Melly..." tanya April terkejut dan ia pun menebak siapa pemiliknya.
Diva pun mengangguk kan kepalanya,
"Ternyata yang mama lihat di Resort tempo hari benar Pril, sesuai dugaan Mama..."
"Maksud Mama..."
"Saat kita di Resort ada seorang pelayan yang enggak sengaja bertabrakan dengan Mama, pelayan itu membawa sebuah Tespek dan menuju ke kamar Tiara,Karin dan Melly, mama bingung dan berfikir positif aja,, namun setelah mama lihat benda ini dan ada di kamar Melly mama semakin yakin jika Melly sudah hamil,hiks hiks......"jelas Diva sambil menitihkan air mata kesedihan nya
"Ya ampun Ma.. kita berdoa ya.. semoga ada jalan keluar nya..."
"Tapi Mama takut Pril jika Melly hamil karena di perkosa waktu itu..."
"Mama tenang ya.. semoga itu tidak benar, setahu April Melly belum sampai di perkosa Ma, dia hanya dianiaya dan di lecehkan..."
"Kita tunggu hasil Visum sebentar lagi ya maa nya ya Maa , semoga hasilnya adalah yang terbaik...."
"Aamiin...."
🌞🌞🌞🌞
Sementara itu di sebuah caffe Melly sedang bertemu dengan Bobby, ia terpaksa berbohong pada keluarga nya jika akan bertemu dengan Bobby.
"Ada apa lagi kamu kesini..." tanya Melly ketus
"Aku menyesal... aku sungguh terpaksa melakukan itu karena perintah dari Ayah ku Beb..."
"Cih....Setelah apa yang sudah kita lewati bersmaa tapi loe malah menghianati gue dengan mau nyerahin gue pada pria untuk digilir..." tutur Melly kesal
"Beb... aku tak sadar saat melakuakn hal itu, tapi saat ini gue datang menemui Lo karena gue sangat menyesal Mel, bahkan saat gue berad Di Inggris pun gue tak bisa melupakan lo.. Loe segalanya buat gue..." rayu Bobby ia sungguh pintar berkata manis untuk meluluhkan lawan nya.
"Bulshit.... buktinya loe gak mau nikahin gue, loe malah kabur menghindari gue, gue dengar itu smeua dari kakak gue...."
" Justru itu setelah gue berada disana bayangan loe terus ngikutin gue makanya gue langsung kembali kesini karena gue sangat menyesali perbuat lucknut gue sendiri. ..."
"Oke.. kalo gitu apa sekarang loe mau nikahin gue..." tantang Melly
"A-apa..menikah.. ." ucapnya gugup
"Iya ...menikah kenapa..."
"Tapi Mel..gue gak bisa nikahin loe sekarang karena gue juga masih sekolah, da yang pasti gue mau menata karir gue kedepan nya..."
"Nih...." ujar nya sambil menyodorkan benda pipih itu di hadapan Bobby. Melly memang membeli 3 buah alat tespek dan yang satunya ia simpan dirumah
"L-Loe hamil..." ucap Bobby yang terkejut
"Yah... ini anak loe..." timpal Melly
"Tapi..." ucap Bobby tampak berfikir
"Kenapa kamu gak seneng dengan kehamilan ku ini...."
"Ehm..baiklah soal kehamilan ini kita omongin sama mama dan papa aku dulu ya Beb...."Ujar Bobby yang masih gugup
"Ya udah aku cuma mau ngasih tau ini aja, kalau gitu aku harus pulang nanti mama dan papa ku marah kalau kelamaan diluar..."
"Hem.... "
Merekapun berpisah pergi kembali ke rumahnya masing-masing.
Dimobil Bobby yang mengingat kejadian di afe tadi bersama Melly membuatnya menyunggingkan sedikit senyuman.
"Cih.... siapa juga yang mau anak itu, tunggu saja tanggal main nya Mel...." gumamBobby sepanjang perjalan.
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay.... Readers.... terima kasih sudah mampir di novel ku...
Jangan Lupa Like dan Komen ya...
Silahka tinggalkan jejak kalain disini Readers.....
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.