
Hari sudah menjelang pukul 10 pagi namun sepasang suami istri itu masih enggan untuk bangun. Usai mereka nongkrong tadi malam rupanya mereka pulang pukul 4 dini hari.
Seusai sholat subuh sepasang pengantin yang baru saja menggelar resepsi itu baru beristirahat , sehingga sudah menjelang siang pun mereka masih berada dalam selimutnya.
Berbeda dengan seorang wanita yang baru saja mengerjapkan matanya
"Euh...." lenguhnya sambil membuka manik matanya menatap sekitar
Rasa pusing pun menjalar di kepalanya
"Dimana aku..." gumamnya sambil mengucek kedua matanya ia pun hendak bangundari tidurnya
" Kok Aau sakit....." Ia pun meraba pahanya yang begitu ngilu namun sejurus kemuadian ia terkejut
" Aaaaaaa......." teriak Salsa yang baru sadar jika tubuhnya tengah polos tak berpakaian sama sekali
Sang pria disebelahnya pun terbangun dengan terkejut kala mendengar suara teriakan itu.
"Apa..apa..." ucapnya sambil menoleh sana sinj
Salsa pun langsung menarik selimut untuk menutupi area aset tubuhnya yang sudah tak berpakaian.
"F-Fr-frans..." lirih nya terbata
Frans pun menoleh
"Sal...u-udah bangun..." ucapnya terbata
Plak.....
Sebuah tamparan melayang di pipi Frans
"Kok loe nampar gue sih...." teriaknya kesal
"Loe yang apa-apa Frans tega banget loe sama gue... kita berteman Frans... tapi kenapa loe nyentuh gue hiks..hiks..hiks... " ucapnya sambil menangis dan memeluk lututnya
"Gue-gue..." ucapnya terpotong
"Loe udah merkosa gue Frans.... " lirihnya sambil terisak
"Lhoo... gue gak merkosa loe Sal... loe sendiri yang minta...." belanya
"Gue bukan cewek gatel yang bakalan minta dihangatin sama cowok brengsek kayak loe.. gue masih perawan Frans bahkan cowok gue aja gak pernah sentuh gue tapi kenapa loe begitu tega sama gue hiks..hiks...." tangis Salsa pun pecah dan menuduh Frans
"Kok loe nyalahin gue sih.. jelas-jelas semalam loe yang ngegoda gue ,udalah lah terserah loe percuma gue ngomong sama loe mending loe inget-inget kejadian semalam dan asal loe tau gue bukan pemaksa apalagi pemerkosa ....." tekannya sambil beranjak menuju kamar mandi
Salsa pun terhenyak mendengar penuturan Frans ia pun beringsut dari duduknya dan meringkuk sambil menangis begitu pilu.
Kesucian yang ia jaga selama ini malah berakhir dengan seorang teman padahal ia begitu bermimpi akan melakukan belah duren bersama suaminya kelak nanti di malam pengantin namun kini harapan itu telah pupus dengan begitu menyakitkan.
Terdengar suara guyuran shower didalam kamar mandi derasnya air yang mengalir berharap bisa menghilangkan kebingungan yang tengah ia rasakan , sedangkan diatas kasur Salsa yang masih terus menangis meratapi nasibnya tiba-tiba sekumpulan puzzle itu tertata di dalam otaknya perlahan ia mengingat apa yang terjadi .
Berawal dari ia kesal pada pacarnya yang sudah memutuskannya seminggu yang lalu karena sang pacar tak terima jika Salsa tak ingin memberikan kehangatan dan ia pun memutuskan Salsa dan mencampakkannya , seminggu ini ia menahan dan menyembunyikan kekesalannya dari para sahabatnya namun gara-gara itu ia pun berakhir dengan Frans teman sejawatnya sendiri. Ia yang menggodanya , benar ia yang sudah agresif lebih dulu.
Salsa yang malu dan tak tahu harus apa ia pun segera memakai pakaiannya dan bergegas meninggalkan kamar itu.
Saat ia keluar ia pun menoleh dan menatap nomor kamar yang tertera ternyata itu bukanlah kamar miliknya ,kamarnya ternyata masih 2 lantai lagi dari situ .
Setelah sampai ia pun membuka pintu itu dan langsung masuk rupanya disana sudah ada Karin dan Tiara yang sedang tiduran diatas kasur sambil memainkan hand phone mereka masing-masing.
"Lhoo Sal kamu dari mana... kita nyariin kamu tau.. ditelfonin gak di angkat ih...." ucap Karin terkejut dengan kedatangan Salsa yang baru saja tiba , lalu ia pun menghamipri nya
"Ehm... " Salsa gugup dan tak tahu harus berkata apa
"Kak Salsa gak papa kan ...kak Salsa Sakit... " tanya Tiara yang melihat mimik wajah Salsa yang pucat tak seperti biasanya.
"Eng. enggak kok aku baik-baik aja..aku mau mandi dulu...." ujarnya berlalu menuju kamar mandi
"Eh..tapi Sal semalem kamu tidur dimana..." pertanyaan itu terlontar dari Karin yang menatap curiga ,namun Salsa tak menghiraukannya
" Aneh...." gumam nya
Sementara itu Frans yang baru saja selesai dari kamar mandi ia pun mengerenyitkan dahinya saat mendapati Salsa sudah tak ada di atas kasur.
"Kemana Salsa...." gumanya sambil menghamipri ranjang kosong itu, dilihat nya ranjang yang sudah berantakan itu dan di tatapnya bercak merah diatas sprei putih yang begitu jelas.
"Gue harus gimana ...."lirinya bingung
Bingung yang ia rasakan karena wanita itu adalah teman dan Sahabat akrabnya, jika saja itu adalah orang lain mungkin ia tak akan sefrustasi ini
Tak pernah sekalipun mereka terbesit untuk pacaran diantara persahabatan itu bahkan berpekukan pun tak pernah mereka lakukan mereka bersahabat dengan sehat dan menjga wanita tapi kini... ia malah menghancurkan wanita yang sangat ia hargai.
"Jika saja bukan kamu Sal... mungkin aku tak akan pusing memikirkan hal ini .. tapi ini ...aarkh .. apa yang harus gue lakuin.... bahkan buat menatap loe aja gue gak bisa....." teriaknya gusar
¤¤¤☆☆☆
Kini sore pun menjelang para sahabat April dan sahabat Oemar pun hendak kembali ke ibu kota, berbeda dengan Oemar dan April yang akan kembali esok hari karena mereka akan menginap di rumah Eyang lagi dan kembali bersama mertua serta putrinya. .
"Thank's ya.... kalian semua udah mau datang dan ikut memeriahkan acara resepsi kita.... makasih banget ya...." ucap April sambil memeluk Salsa dan melakukan Tos pada teman lelakinya.
"Sama-sama Pril... kita yang maksih banget udah diberi kesempatan menghadiri acara mewah ini...."ujar Devan senang
"Ia Pril... selamat ya... semoga kamu bahagia selalu kita selalu doain kamu ....." ucap Salsa meski ia begitu kalut namun sebisa mungkin ia menutupinya dari para temannya.
Berbeda dengan Frans yang biasanya tengil , ceria dan heboh kini ia berpamitan tanpa kehebohannya dan candaannya.
"Kita pamit ya Pril .. bye ...." ucap Frans sambil melambaikan tangannya
"Oke broo kita juga pamit ya... selamat beradu mekanik terus deh ...." bisiknya Kevin
"Gak perlu nunggu resepsi tiap malem udah getol gue... " sahut Oemar bangga.
"Cih.. " desis Vino
"Iri...bilang bosssss...." ejek Oemar pada rekannya yang masih saja menjomblo itu
"Udah ah bye . ..." kesal Kevin dan berlalu menyeret temannya itu.
Mereka pun pergi meninggalkan April dan Oemar.
Resepsi yang begitu megah dan indah itu ditambahkan dengan kesempurnaan kehadiran keluarga mereka serta rekan mereka membuat pasangan itu bahagia.
Mereka pun kembali ke rumah eyang. ..
¤¤¤☆☆☆
kini pesawat pun sudah terbang diatas awan hanya 1jam saja mereka akan segera sampai ibu kota
Vino,Kevin,Smith, Bram, Fran ,Devan,Salsa, dan Karin mereka melakukan penerbangan bersmaa
Saat di pesawat Salsa yang tiba-tiba kebelet pun bergegas ke toilet setelah selesai saat membuka pintu ia begitu terkejut ternyata sudah ada Frans disana
Suasana pun menjadi canggung Salsa hendak pergi namun tangannya diraih oleh Frans
"Jangan sentuh gue lagi ...." ucap Salsa pelan namun begitu menusuk
"Kita perlu bicara Sal. .. "
"Gak ada yang perlu dibicarakan anggap saja itu one night stand permisi...." ucapnya sambil menghempaskan tangan Frans dan berlalu tanpa menoleh
Frans begitu merasa sesak didadanya saat melihat sikap Salsa yang seperti itu... mereka selalu beradu mulut jika bertemu tapi kini ia merasa bagaikan orang asing ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay.... readers.... terima kasih sudah mampir jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya....🙏🙏🙏😍
🍃Happy Reading 🍃
.
.