
Malam pun berlangsung cepat April yang sudah di pindahkan ke ruang rawat inap terlihat lebih baik dan segar wajah nya tak sepucat saat ia terbaring Semi Koma. Bahkan seluruh keluarga Ghurair datang menjenguk nya termasuk Tiara sang adik.
"Kak... Ara seneng banget tau kakak baik-baik aja ,Ara sedih liat kakak terbaring gak sadar kemarin...." ucap Tiara yang kini sudah berada duduk disamping ranjang sang kakak.
"Alhamdulillah dek... ini semua berkat doa semua orang yang selalu mendoakan kesembuhan kakak...."ucap April sambil menatap sekeliling orang yang ada disana, ada yang duduk di sofa samping ranjang ada juga di sofa tamu. Kamar VVIP yang ditempati April memang Premium jadi terdapat ruang tamu khusus untuk penjenguk. Dan tentu nya tanpa batasan orang maupun jam kunjung.
(othor: Maklum..uang bicara say....🤣🤣🤣)
"Iya kak bener...semua orang sayang sama kakak, jadi kakak semangat terus ya untuk sembuh biar bisa cepet makan masakan kakak yang super duper lezat...." timpal Tiara manja
"Hahahaha....."
Semua orang tampak tertawa mendengar interaksi kakak beradik ini, keluarga Ghurair memang selalu ramah terhadap siapa saja apalagi Tiara sekarang termasuk dalam keluarga Ghurair.
"Iya bunda cantik cepet sembuh ya.. Nia kangen bunda dan dedek bayi, apalagi makanan bunda Nia kangen juga sama masakan bunda dan kue buatan bunda...." ujar Aghnia senang
April pun tertawa sambil mengelus rambut sang putri yang sedari tadi tiduran diatas ranjang sambil merangkul perut April.
"Ehm..mas dari tadi Ara sama Nia ngomongin makanan terus aku jadi laper tau mas..." ucap April memelas menatap ke arah nya.
"Hah...kamu laper lagi Bee, barusan kan habis makan makanan rumah sakit..." tutur Oemar pada istrinya
"Laper mas... " rengek April sambil memegangi perut nya.
"Sudah Mar kamu kasih makan lah istri kamu itu ,wajar kalau dia cepat lapar kan dia lagi berbadan dua ..." tutur Diva menasehati putra nya.
"Iya..iya.... emang kamu mau makan apa Bee...." tanya Oemar
"Aku pengen makan sup ayam , sate maranggi, salad buah sama Red Velvet sama the Harvest Tiramisu cake...."ujar April dengan senang seraya menampilkan puppy eyes yang membuat Oemar tak tahan melihat wajah imut nya itu
"Hah...sebanyak itu...." ujar Oemar melongo mendengar request makanan dari April
"Mas gak mau beliin yaa... hua...hiks...."April pun menangis entah mengapa ia merasa sakit hati jika permintaan nya ditolak, tak seperti biasanya ia bukan lah seorang yang gampang menangis apalagi di usia nya yang tak lagi muda sudah 28 tahun.
"Ya ampun Bee.... aku bukan nya nggak mau tapi apa mau kamu habisin.. kan gak boleh makan berat dulu...."tutur Oemar menasehati sang istri
"Terserah....." jawab April ketus ia pun sudah menghentikan tangis nya.
"Sudah cepet sana cari.. istri kamu itu lagi ngidam apalagi sekian lama dia gak makan karena terbaring lemah bukan nya di turutin malah di omelin...." Bela Diva memarahi Oemar
"Ya udah ..oke... aku beliin ya... nih aku berangkat..."
Cuppp
Oemar pun mengecup ujung kepala sang istri yang masih memalingkan wajah nya, sontak saja Paril menoleh dan menatap sang suami
"Ih..mas banyak orang tau..." ujar nya malu
"Biarin.. udah aku berangkat ya... tungguin pesenannya.... abang mau ngojek dulu cari makanan nih...." canda nya sambil berjalan menuju pintu.
Mereka pun menertawakan sang CEO yang akan muter-muter mencari pesanan sang istri.
Selepas kepergian Oemar mereka pun berbincang-bincang , karena hari mulai gelap Diva pun pamit hendak pulang karena kasihan Aghnia jika dia harus bermalam di rumah sakit.
"Kak...sekali lagi maafkan perbuatan Melly ya..." ucap Melly tertunduk sedari tadi ia tak henti-hentinya meminta maaf pada April ia merasa bersalah sekali pada kakak iparnya itu.
"Iya Mel..kakak sudah maafkan kamu..sekarang kamu pulang ya istrahat dirumah ..." jawab April penuh kasih sayang.
Hendro dan Diva pun berpamitan dan diiringi Tiara yang ikut pamit karena harus segera kembali ke asrama.
"Kak...aku balik ke asrama dulu ya..soalnya kalau lebih dari jam 9 nanti gerbangnya di tutup bisa-bisa Ara dihukum kak..." ucap Tiara pada kakaknya sambil meraih tangan April hendak salim
"Iya dek..kamu balik sana ya..kamu berani pulang sendiri..apa mau nunggu mas Oemar biar dianterin..." jawab April agak khawatir pada adik perempuan nya itu.
"Kelamaan kak kalau nungguin kak Oemar bisa telat nanti...udah gak papa kak aku berani kok..." kekeh Tiara
"Ehm tap-...." ucap April terhenti
"Udah Pril biar gue aja yang antar, sekalian gue juga mau pulang mau mengerjakan pekerjaan penting untuk besok..." ujar Vino memotong
Tiara pun terkejut mendengar Vino akan mengantar nya, ada sedikit rasa senang di hatinya kala Vino menawarkan diri mengantar pulang namun ia pun merasa tak enak karena sering merepotkan lelaki di samping nya ini.
"Its oke ...santai aja ini udah tugas aku, kalau gitu kami permisi ya..dan semoga kamu cepat sembuh.. " Pamit Vino seraya meninggalkan ruangan April yang diikuti oleh Tiara.
"Kamu gak pulang Rin, Van..." tanya April pada Karin dan Devan karena hanya tinggal mereka berdua lah disana.
"Nanti lah kita pulangnya nunggu suami kamu balik .. sendirian dong kalau kita tinggal, ya gak Van..."
"Iyap... bener banget..."
Makasih ya..kalian udah nemenin aku, eh tapi ngomong-ngomong kayak nya kalian tambah akrab deh.. apa ada something..." tanya April yang sudah kepo
Karin dan Devan pun saling pandang mereka malu dengan ucapan April barusan, seakan tertampar oleh ucapan April karena memang mereka pun tak jelas dengan hubungan itu, dibilang pacaran tapi gak ada yang nembak, dibilang teman tapi kemana-mana selalu berdua. Entahlah mereka pun tak mengerti.
"Ah..enggak biasa aja...kebetulan pekerjaan kami banyak bareng nya, ya kan Van..." ucap Karin seraya menatap Devan
"Eh..iya sih.. tapi klo ada juga gak papa juga sih..." jawab nya santai,
Deg
Karin tertegun dengan perkataan Devan barusan, ia tak mengerti dengan ucapan nya. Namun Devan seakan biasa saja dengan ucapan nya Karin malah berasa baper setelah mendengar nya.
"Diih... ngarep kamu Van.. tembak dulu sono..."sindir April pada nya
"Apaan sih Pril...." balas Karin canggung
Devan hanya tersenyum menatap kedua wanita di depan nya itu.
Tak lama Oemar pun datang sambil menentang banyak bawaan di kedua tangan nya...
"Assalamualaikum...."
"Waalaikumsalam mas... lama banget.. " jawab April senang , bahkan kedua tangan nya sampai terbuka lebar , namun bukan untuk memeluk sang suami melainkan untuk mengambil semua pesanan miliknya.
"Ih..kirain kangen..." jawab Oemar sambil menaruh pesanan sang istri di depan nya.
"Hehehe.. gak sabar tau mas..." jawab April sambil membuka semua yang ia pesan, melihat semua tersaji di depan nya membuat ia sumringah dan mencicipi semua hidangan itu.
Satu dua huap ia makan satu per satu menu yang enak itu namun setelah mencicipi nya ia pun mendorong pelan semua makanan itu.
"Udah mas.. April udah kenyang, sekarang ngantuk pengen tidur... "
"Hah...udah......"
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay.... Readers.... terima kasih sudah mampir 🙏🙏🙏
Jangan Lupa Like dan Komen ya.....
Mohon bantu Author kasih Bintang ya.. dan Vote.... terima kasih...😉
🍃Happy Reading 🍃
🌞
☀️
.