Duren & Jantik

Duren & Jantik
Liburan again



Sore hari pukul 18.00 Oemar baru saja pulang dari perusahaan nya, sesampainya di rumah ia mendapati April tengah duduk diluar balkon kamar nya sambil meminum segelas coklat panas.



"Lagi apa Bee...." sapa nya sambil mengecup kening April


Cup...


"Lihat senja yang begitu indah mas...."jawab April datar


Oemar pun mengerenyitkan dahi nya tak biasanya sang istri datar seperti itu.


"Kenapa..apa ada yang kamu pikirkan..."tanya Oemar lembut sambil duduk disamping sang istri.


April pun menatap Oemar penuh selidik, namun kembali memalingkan wajahnya menatap senja.


"Mas boleh aku tanya...." ucapnya tanpa menatap sang suami


"Tanyakan lah sayang... jangan memendam apa yang kau fikirkan, itu tak baik..."


April pun kembali menatap sang suami


"Bagaimana keadaan Bella saat ini, aku tak mendengar nya setelah beberapa kejadian yang menimpa keluarga kita...."


Oemar pun menghela nafasnya berat


"Kenapa kau bertanya tentang dia..."


"Hanya ingin tahu saja mas, setelah perbuatan nya pada kita aku tak pernah bertemu dengan nya kembali bahkan di televisi pun Bella tak terlihat lagi..." jawab nya heran


"Jangan kau pikirkan tentang dia, biarkan saja...." ucap Oemar santai


"Apa kamu sudah melakukan sesuatu padanya mas..." selidik April


"Tidak...." jawab nya singkat


"Bohong...."


"Bee...sudah lah kenapa kamu memikirkan wanita yang sudah menghancurkan keluarga kita..."


April pun menghirup udara dengan kasar


"Mas...aku tahu dia wanita yang buruk,dan aku juga tak ingin mencampuri urusan kalian. Tapi mau bagaimana pun dia tetap ibu kandung Aghnia, aku tak ingin kamu melakukan hal yang kelewat batas, sebelum aku koma kemarin aku pernah mendengar tentang Red Room entah itu tempat apa tapi yang aku tahu itu adalah tempat hukuman untuk para pengkhianat Ghurair...."


Oemar pun tercengang


"Kamu tahu dari siapa tentang Red Room..." tanya Oemar tak sabar


"Aku tak tahu mas , aku hanya mendengar nya saja saat aku pergi bersama Bruno mencari Melly dia terus menghubungi Red Room, aku bukan wanita bodoh yang tak akan mengerti tentang Red Room, apapun yang kalian lakukan disana aku mohon mas jangan menyakiti Bella...."


Oemar pun terdiam dan mengehela nafas lagi ia nampak berfikir.


"Aku tahu mas dia sudah keterlaluan, tapi aku tak ingin kamu menjadi pembunuh , itu dilarang oleh Tuhan kita mas, biarkan saja dia bebas biar Tuhan yang menghukum nya...." jelas April lagi.


"Aku tak membunuhnya, tadinya memang ingin ku lakukan ..namun tak jadi karena Eyang mencegah nya..." jawab Oemar pelan


"Lalu dimana dia sekarang...."


"Sudah di urus Eyang, setelah aku kurung selama 2 minggu Eyang yang mengatasi nya, ia dikirim ke luar negeri oleh Eyang ,yang jelas jauh dari tempat kita, jika ia masih ingin hidup ia dilarang mengganggu keluarga kita lagi...."


"Syukurlah kalau dia baik-baik saja sekarang, semoga dia cepat berubah dan menyadari segala kesalahan nya..." ucap April senang


Mereka pun saling tatap dan tersenyum, kini pikiran April pun sudah lega , ia tak ingin ada dendam Bella terhadap nya.


🌞🌞🌞🌞🌞


Hari-hari pun dilalui Oemar dan April begitu saja, mereka menikmati kesenangan bersama keluarga nya.


Tak terasa sudah hampir Dua Minggu Abhi liburan di indonesia dan sebentar lagi ia harus kembali ke pesantren untuk melanjutkan study nya.


Rencana yang disusun oleh Oemar pun akhirnya terlaksana ia ingin membawa liburan seluruh keluarganya ke Bali.


Tak hanya itu dalam rangka menyenangkan putra dan putri nya Oemar pun mengajak para sahabat nya juga agar liburan kali ini ramai.


Karena bukan hanya untuk nya saja namun kebersamaan nya lah yang membuat sang istri bahagia melihat orang-orang terdekat nya ikut bahagia. Apalagi Oemar mengajak mereka di hari weekend sehingga para sahabat pun bisa ikut bergabung bersama nya.


Tak lupa ia pun kembali menjemput ibu mertua dan kakak iparnya yang berada di Purwakarta.


"Gila Phi... ini mah bakalan jadi bulan madu gratis..." ujar Salsa senang kala mendapat ajakan mendadak dari April dan Oemar


"Bener Mhi... Mereka baik banget sih..padahal kita itu apalah yak, tapi mereka sudah menganggap kita keluarga..." sahut Frans pada Salsa yang kini sudah menyandang status istri untuknya.


Disisi lain Karin yang mengajak Devan pun ikut senang.


"Aku gak janji Rin soalnya weekend ini aku ada tugas mengurus klien kita di Mataram dan jika semua berjalan lancar nanti aku susul untuk bergabung...."


Karin yang mendengar nya pun hanya mengerucut kan bibirnya.


"Biasa aja bibirnya gak usah di manyunin...." ucap Devan sambil mengalihkan pandangan nya pada layar monitor ,sesekali ia pun melirik ke arah Karin yang masih berdiri di depan pintu ruangan nya.


"Bikin resah aja tuh bibir...." gumamnya tanpa menoleh


"Apa...."ucap Karin samar-samar mendengar gumam an Devan.


"Enggak kok...." kilah Devan


"Ya udah kalo gitu malam ini aku mau berangkat, nanti aku sharelock ya kalau udah sampe sana ...."


Devan pun hanya mengangguk, dan Karin pergi meninggalkan ruang kerja Devan.


"Mantap kan lah hatiku ya Allah...." ucap Devan dalam hati.


Pada malam harinya usai bekerja mereka pun terbang menuju Bandara Ngurah Rai ,Bali. Mereka berangakt pada hari jumat , rencananya mereka akan berlibur selama 3 hari disana.


Menempuh perjalanan selama 2 jam akhirnya mereka pun tiba di Pulau Dewata Bali, mereka pun lanjut menaiki mobil yang sudah disiapkan disana menuju The Kayen Jungle Resort, Ubud Bali.


Saat memasuki Resort mereka disuguhkan dengan pemandangan yang indah



Mereka pun berjalan menuju lobby dan Oemar pun sudah menyewa hotel selama 3 hari dan ia pun menyewa beberapa kamar untuk seluruh keluarga dan sahabatnya, yang tentunya ia memesan kamar Royal Suit yang mengocek 9 juta permalam untuk setiap kamar nya.



Karena malam semakin larut membuat pemandangan nya pun sangat indah dan puas berada di dalam Resort itu. Setiap kamar yamg disewa Oemar memliki private pool dan fasilitas yang tentunya akan memanjakan mereka semua.


"Masya Allah mas... bagus banget ya Resortnya..." ucap April bahagia melihat strong money milik suaminya.


"Tentu sayang ini semua buat kita, kita nikmati liburan nya ya..." jawab Oemar penuh kebanggaan


"Eleh-eleh...eneng..meni sae pisan... siga ngimpi emak teh aya didieu...." sahut Euis yang terpana akan keindahan Resort termahal di Ubud.


[ Aduduh... neng ...kok bagus sekali...seperti mimpi emak ada disini....]


"Sanes ngimpi emak...tapi nyata atuh.. sok emak nikmati nya liburan na sasarengan..." jawab April terkekeh melihat ibunya yang senang bukan kepalang karena baru pertama kali merasakan kemewahan ini setelah di Yogyakarta tempo hari.


[ Bukan mimpi emak..tapi nyata dong... yuk emak nikmatin liburan nya bersama-sama...]


"Komo weh atuh eneng... iraha deui bisa ngarasakeun didieu teh..." celutuk Euis senang


[ Tentu aja dong neng.... kapan lagi bisa merasakan disini tuh...]


Sedangkan yang lainnya mendengar interaksi April dan Euis hanya dapat melongo karena tak mengerti bahasa yang di ucapkan mereka berdua. Namun mereka pun faham jika pembicaraan mereka mengarah pada kebahagiaan nya menapaki kaki di Bali ini.


"Ya udah ini kunci kamar kalian, kalian bisa masuk ke sana ya..." sela Oemar sambil memberikan kunci kamar kepada para pasangan yang sudah menikah dan untuk yang masih single tentu saja mereka akan sekamar dengan sesama jenis nya.


💧



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay... Readers.... Terima Kasih sudah mampir di novel ku....


Jangan Lupa Like dan Komen ya.....


Silahkan tinggalkan jejak kalian ya Readers.....


🍃Happy Reading 🍃


🌞


☀️


.


.