
🌦🌦🌦🌦🌦
***Bersabarlah ketika suatu hal yang sangat kamu
sayangi hilang maka percayalah Allah sedang
menyiapkan sesuatu hal yang lebih indah dari sebelumnya***
Orang yang kuat itu adalah orang yang sabar dan ikhlas ketika ditimpa musibah.....
^^^🌊🌊🌊🌊🌊^^^
🌞🌞🌞🌞
Setelah beberapa hari yang lalu Melly bertemu dengan Bobby ,kini dia tak pernah mendapatkan kabar darinya lagi, entah apa yang ada di dalam pikiran Bobby membuat Melly kembali gusar.
"Kamu kemana sih Bob... udah tau aku lagi hamil tapi kamu malah hilang kayak gitu aja...." gumam Melly yang sedari tadi mondar mandir di dalam kamar nya.
"Gak tau apa aku bingung harus gimana bilang ke mama dan papa...." kesalnya ,ia pun menjatuhkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit-langit kamar.
Disisi lain Diva yang sudah tau tentang kehamilan Melly ia memilih untuk Diam dahulu, pikiran nya seakan kacau bahkan beberapa terakhir ini Diva terlihat pendiam dan murung , bahkan ia pun menyuruh April untuk tak memberi tahu siapapun dahulu sampai kebenaran nya tiba.
Dan hari ini disaat seluruh keluarga tengah makan malam mereka pun kedatangan tamu yang sudah mereka kenal.
"Malam..Om tante...." sapa Smith pada Anggota keluarga itu yang baru saja menyelesaikan makan nya.
"Eh..kamu Smith.. ayoo makan malam dulu...." ajak Diva pada Smith, mereka memang akrab karena keluarga Smith yang keturunan dokter semua sudah menjadi dokter keluarga Ghurair turun temurun.
"Ah..gak usah tante.. Smith baru aja selesai makan malam ...." tolaknya
"Oh ya sudah kalo gitu..."
"Oh ya Mar , Om, tante...Smith kesini mau mengantarkan hasil visum, karena hasilnya sudah keluar... " ucapnya pelan
"Kita ngobrol di ruang kerja papa saja, Mar ikutlah kesana...." ucap Hendro dingin dan langsung diangguki oleh Smith dan Oemar
Diva dan yang lain nya pun saling tatap tak mengerti .
Hendro pun pergi menuju ruang kerja nya yang di ikuti Smith dan Oemar saja.
"Bagaimana Smith hasilnya...."tanya Hendro to the point ketika sampai di ruang kerja
"Ehm.. hasilnya mencengangkan Om..." ujar Smith sambil menyerahkan hasil Visum kepada Hendro
"Apa ada pemerkosaan dari ketiga pria disana waktu itu..." tanya Oemar serius
Smith pun terdiam tak langsung menjawab nya tak lama Hendro pun mendesis seraya melemparkan kertas itu diatas meja, terlihat gurat amarah dalam wajah nya. Oemar yang penasaran pun mengambil kertas itu dan membaca nya disana tertulis jika Melly sedang hamil , dan sontak saja membuat Oemar terkejut bukan kepalang.
"Hamil...." ucap Oemar pada Smith tak percaya
Smith pun menghembuskan nafasnya berat
"Yah..benar Mar , Om saat ini Melly tengah hamil, dari hasil pemeriksaan tak ada kekerasan yang parah , hanya pemukulan dan cengkraman saja dari mereka dan kami pun sudah mencocokan nya dengan DNA para pelaku dengan semua luka yang diterima oleh Melly saat itu. Namun saat diperiksa lebih dalam tak ada tindak pemerkosaan yang diterima, memang pada hari itu adanya tindak hubungan seksual tapi atas dasar suka sama suka karena tak ada luka atau pun robekan di **** *****, dan cairan yang kami temukan hanya ada milik Bobby saja itu berarti mereka melakuakn nya atas dasar suka sama suka. Dan kehamilan Melly pun sudah melalui fase trimester pertama yakni sudah 2 bulan..." tutur Smith menjelaskan dengan berat hati, karena bagaimana pun Melly sangat ia kenal dari sejak dia masih bayi.
"Apa... 2 bulan... " pekik Hendro
"Betul Om.. kehamilan itu sudah ada sebelum terjadinya tragedi tempo hari...."
"Apa yang harus kita lakukan pah..." tanya Oemar
"Apalagi... kita harus meminta pertanggung jawaban dari mereka...." tutur Hendro
"Huh...andai saja mereka mau pah, sudah dari 2 minggu lalu Oemar menyuruh Keluarga Gerald untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, tapi mereka malah mengirim anaknya ke Inggris untuk menghindari masalah ini..." ujar Oemar dengan nada penuh kesalahan
"Kita datangi saja mereka dahulu, kali ini bersama papa...." ajak Hendro meski kesal namun ia tak ingin masa depan putri bungsu nya itu hancur.
"Hum..terserah papa...."
🌚🌚🌚🌚🌚
Disebuah taman kota dengan dingin nya malam namun tak membuat sepasang muda mudi itu untuk lekas pulang , mereka masih asik mengobrol sambil ditemani beberapa makanan yang sudah mereka beli.
"Heheheh.. yang kamu lihat so sweet itu tak semudah di balik layar nya, aku itu lebih grogi dan takut saat berhadapan dengan papa dan kakak kamu... "
"Oh ya... kok bisa...." pekik Karin terkekeh ia kaget saat Devan berkata demikian
"Ya.. sebelum aku melamar kamu dihadapan semua orang aku terlebih dahulu meminta kamu kepada papa dan kak Oemar, sebelum aku sampai di Resort terlebih dahulu kak Oemar menemui ku di luar Resort dan kami membicarakan tentang tujuan ku untuk melamar mu, kakak mu menyuruh ku untuk meminta restu dulu dari papa agar rencana nya berjalan dengan lancar, sehingga saat aku melamar mu alhamdulillah semua nya lancar menerima ku..."
"Pantes saja.. papa dan mama juga kak Oemar langsung setuju , rupanya kamu meminta restu dulu sama mereka ...." ucap Karin bangga seraya menatap pria disebelah nya yang sudah bertambah kadar kegantengan nya itu.
"Makasih sayang... kamu sudah membuat lamaran yang begitu berkesan dihati aku...." lanjut Karin
"Anything for you...." jawab Devan sambil mencium puncuk rambut Karin,
"Oh ya.. papa kamu juga menyuruh kita untuk secepat nya menikah, apakah kamu udah siap, bahkan papa mu menyuruh kita menikah dalam 1 bulan kedepan..." tanya Devan padanya
"Kapan pun aku siap ...." jawab Karin dengan senyum manis nya
"Nah.. itu dia aku yang belum siap..."
"Kenapa..."
"Hem... karena uang ku masih belum cukup untuk membuat pesta pernikahan untuk mu..."
"Hey... kalau masalah itu kamu gak perlu khawatir, aku tak ingin kok menikah mewah yang aku inginkan hanya menikah dengan mu saja sudah cukup meski kita hanya menikah di K.U.A saja gak papa...." ucap Karin sambil mengelus lengan Devan yang sedari tadi ia pegang
"Tapi keluarga kamu adalah keluarga terpandang Rin mereka pasti ingin menikah kan mu dengan meriah, lihat saja pernikahan April sama kakak mu itu , membayangkan nya saja membuat ku sakit kepala Rin, padahal itu pernikahan janda dan duda tapi semeriah itu apalagi kamu merupakan anak gadis dari keluarga Ghurair,...." ujar Devan sambil menundukkan kepalanya
"Percaya sama aku jika papa dan mama sudah
merestui kita itu tanda nya mereka tak akan membuat kesulitan untuk pernikahan kita, kamu juga gak perlu khawatir aku juga punya uang hasil dari pekerjaan ku selama ini nanti bisa kita gunakan bersama untuk keperluan pernikahan kita...."
"Hem...lihat nanti saja sekarang aku akan bekerja lebih keras lagi dan membicarakan hal ini pada kakak mu nanti..."
"Ya udah sekarang kita pulang yuk , nanti papa dan mama nyariin anak gadisnya belom pulang-pulang nih hehehe...."
"Oke .. yuk...."
Dan Devan pun mengantarkan Karin dengan sepeda motornya , mereka membelah jalanan kota dengan cepat, Karin yang memeluk Devan dengan erat dari belakang membuat hati Devan terus berdebar kala kedua bola kembar itu menyembul dan menempel di atas punggungnya .
"Sabar...Van..sabar itu adalah godaan...." ucap Devan dlaam hati , ia pun kembali fokus menyetir meski tak dipungkiri gadis yang ia baea selalu membuat dirinya hilang kendali.
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay... Readers.... terima kasih sudah mampir....
Jangan Lupa Like dan Komen ya....
Mohon tinggalkan jejak kalian disini ya...
Dan juga bantu othor kasih bintang dong..buat babang Oemar dan neng April nih... 😘😘😘😘
🍃Happy Reading 🍃
☀️
🌞
.
.