
April kini bergegas ke kantornya,sesampainya di kantor dia bertemu bu Dewi yang sudah stay di ruangannya. Letak ruangannya tepat sebelah pintu ruangan Presdir.
"Bu Dewi silahakan ke ruangan saya dan panggilkan para petinggi perusahaan sekarang..." titah April saat tiba di ruangannya
Tak lama bu Dewi pun masuk dengan para petinggi perusahaan dan menghadap April
"Pagi bu..." Sapa orang-orang di depan April
"Pagi..."jawabnya
"Langsung saja ke intinya ya...Kalian tentu sudah faham keadaan perusahaan kita, dan tentu saja kita hanya memiliki waktu 3 hari untuk memperbaikinya, saya harap kalian semua bisa bekerjasama dengan baik,mari kita jayakan kembali perusahaan dengan sebaik mungkin...."
"Baik bu... kita semua siap menerima perintah dari bu April ..." ucap Helmi selaku manajer disana
"Oke... kalau begitu saya akan perjelas rencana kita,semalam saya sudah memikirkan cara untuk membangkitkan saham kita,kita akan mulai dengan.... bla..bla...bla...."ucap April menjelaskan satu persatu langkahnya pada para petinggi perusahaan itu.
Dan akhirnya mereka pun mengerti dan pergi meninggalkan ruangan Presdirnya lalu siap menjalankan tugasnya masing-masing .....
ddrrrttttt. ddrrrrttttt. ddrrrttttttt
Disela kesibukan April handphone nya terus berdering , April pun melihat handphone nya dan terlihat lah nama di layar ponsel itu bertuliskan "Hubby" yang artinya suaminya lah yang telah memanggilnya.
"Hallo...Assalamualaikum...."
"Waalaikumsalam.... Bee.. kamu kemana saja... 2 hari ini ditelfonin susah banget... untung ada karin dan bu Dewi yang bisa aku tanyain kabar tentangmu Bee.. "
"Aduuuh.... maaf ya masss aku sampe lupa buat angkat telfon dari kamu, bukan lupa sih mas tapi..tepatnya gak sempet hehehe... bener-bener sibuk banget mas..." jawabnya
"Iya..iya...aku mengerti.. oh ya Bee katanya di kantor sedang ada kekacauan... apakah kamu mengalami kesulitan Bee...." tanya Oemar
"Ehm... tadi nya sih mass... tapi sekarang lagi berusaha memperbaikinya... semoga aja berhasil ,doain ya mas..."
"Pasti Bee... oh ya.. tadi aku di telfon papah, karena Bram gak bisa di andalkan menangani kontraktor aku alihkan sama Kevin ya... dia akan bantuin kamu atasi masalah kontraktor di real estate disana, kamu juga gk usah khawatir meski otaknya agak gesrek tapi Kevin bisa diandalkan kok, hehehehehe...." ucap Oemar tertawa di seberang sana
"Hah...gesrek gimana mas...." tanya April bingung
"Otaknya bener kok Bee... rada gesrek karena mikirin cewek sexy mulu bee...."
"Iiih... mass... kamu tuh ada -ada aja deh.... heheheh...." tawa April yang merasa terhibur dengan kepenatannya selama ini
"Nah... gitu dong bee senyum..... jangan lupa makan ya dan jaga kesehatannya... jangan sering lembur dikantor Bee... kalo lembur malam mending sama aku aja yaa hehheeh.... " goda Oemar
"Iih... mas apaan sih..hihihi...." jawab April malu
"Gak kangen kah Bee???..... aku kangen banget Bee , kangen pergulatan kita ... dah lama nih .. .,kamu bikin kangen diatas ranjang panas tau..." Oemar pun terus menggodanya
"Iih... mas mesum.... udah ah aku tutup yaa... masih banyak kerjaan mas.. Assalamualaikum..." jawab April malu-malu
"Iya..iya...waalaikumsalam...see you..."
selesai mematikan telfon April pun terus teringat perkataan Oemar barusan
"Hah...kangen.. bener nggak yaa... , tiba-tiba aku juga kangen sih... ehm...tapi-....." gumam April yang terus memikirkan perkataan suaminya itu
"Eh...udah ah kerja..kerja kerja.... ih..gara-gara mas Oemar nih jadi gak konsen kan aku...." Gerutu April
Namun berbeda dengan Oemar disana yang terus senyum-senyum sendiri sambil melihat foto-foto April yang ia ambil secara sembunyi-sembunyi. Dan dia pun kini sudah berada di Eropa.. setelah dari Beijing dia langsung terbang ke Eropa ingin segera menyelesaikan kontrak dengan klien pentingnya itu.
"Wooy... napa loe bro... senyum senyum kek gitu.... "tanya Vino yang baru saja menyelesaikan sholat subuhnya itu.
"Berisik lu...." jawabnya tak menghiraukan
Namun Vino yang jahil pun lantas menghampiri Oemar sambil mengintip ponsel yang terus ia pandangi itu .
"Cie..ciye... roman-romannya ada yang kangen ma bini nya nih... " goda Vino pada sahabatnya itu
"Ih.. apaan sih lu.. "
" Jujur aja loe sekarang lagi bicin tuh...."
"Kagak lah...."
"Iyaa...."
"Kagak...."
"Iya....."
Begitulah candaan mereka di pagi buta itu yang dimana disana masih pagi sekali karena perbedaan waktu antara indonesia dan eropa 5 jam lebih cepat di indonesia.
"Butheway kata Kevin perusahaan bokap loe tengah kacau tuh, lu kagak kasian apa ma bini lu... " tanya Vino serius
"Yaah... gue kemarin kabarin bokap.. tapi bokap gue kagak bisa balik dulu sekarang karena Eyang lagi sakit ,tapi sakitnya itu lhooo yang kagak bikin sembuh-sembuh karena Eyang tuh keras kepala banget, dan loe tau kita disini kagak kelar-kelar kan...." jawab Oemar bimbang
"Lantas...."
"Yaa...kita percayakan semuanya sama April bokap gue yakin April bisa melewatinya... karena krisis ini bukan yang pertama kata papa.. dulu pernah terjadi krisis seperti ini dan April bersama para karyawannya yang lain mampu mengatasinya...."
"Yaa... kemampuan bini lu dalam bisnis emang gak diragukan lagi broo,tapi dulu kan bokap loe masih yang nge handle sedangkan sekarang bini loe sendirian dan lagi kekacauan itu bersamaan dengan produk serta real estate kan..."
" Maka dari itu gue kirim Kevin kesana biar Bram fokus ke perusahaan di Medan ,kita doain aja April bisa melewatinya kan kita bimbing dia juga disini..."
"Yaa..bener banget bro..."
......................
"Eh... gue kok kepikiran April ya...." ucap salsa pada para sahabatnya itu yang tengah menikmati makan siang nya di kantin
"Iya nih... semenjak dia jadi Bu Pres jadi gak pernah makan lagi ma kita yak...." Sahut Frans yang tak bersemangat
"Yaa ... mau gimana lagi sahabat kita ini sibuknya setengah mati... apalagi dengan masalah sebesar ini dia harus berjuang agar tak mengecewakan papa mertuanya kan...." timpal Devan
"Eh... tapi si April udah makan belom yaa....." tanya Salsa khawatir
"Si April tuh kalo kerja suka lupa makan dia... yang gak lupa mah sholatnya aja.. tp klo makan hadeeeh... nomer sekian dia mah...." celetuk Frans
"Di chat juga percuma gaes dia sibuk ,loe tau kan kondisi perusahaan segawat apa...tapi teteplah kita ingetin dia buat makan siapa tau pas dia senggang terus dibaca dan gak telat-in makan lagi...." ucap Devan bijak
Mereka pun makan siang tanpa semangat dan terus memikirkan sahabat baiknya itu.
Sedangkan April dia terus bekerja...hingga makan siang yang sudah diantarkan bu Dewi pun dia lupakan... baginya perutnya tak terasa kosong dia terus berfokus pada pekerjaan di hadapannya itu dan terus wara wiri meeting kesana kemari.
...----------------...
Dimalam hari sepulangnya April dari kantor yang sudah tengah malam itu ,dia pun langusng makan malam yang telat itu karena dia sangat lapar seharian dia tidak makan.
Namun ditengah makan malamnya tiba-tiba dia dikejutkan baby siter yang menjaga Aghnia itu
"Nya..nyonya muda... gawat... " ucap Sista tergesa-gesa
"Kenapa mbk sista...." tanya April penasaran
"Itu .... non Aghnia panas... sebenarnya dari tadi siang sudah panas, tapi sekarang malah tambah panas ,padahal sedari tadi sudah saya kasih kompres dan diberi syrup...."
April pun terkejut dan langsung berlari menghampiri kamar putrinya itu ,karena panik dia pun tak menghabiskan makan malamnya itu.
Sesampainya di kamar sang putri dia pun menempelkan termometer dan benar saja panasnya sudah mencapai 40°C .
"Kita bawa ke rumah sakit saja mbk.. saya takut terjadi apa-apa sama Nia...." ucap April panik
"Baik bu..."
Malam itu pun April langsung bergegas menuju rumah sakit bersama Sista dan sopirnya tak lupa bodyguard nya pun selalu ikut serta kemana pun April pergi.
Didalam perjalanan Aghnia terus mengigau memanggil namanya....
"Bunda...bunda...bunda...." ucap Aghnia didalam lelapnya itu
April pun semakin panik dan hatinya serasa teriris melihat putrinya yang tengah sakit itu.
Sesampainya di rumah sakit Aghnia pun langsung ditangani dokter .
"Bagaimana dok..kondisi putri saya...." ucap April panik
"Putri ibu baik-baik saja ini hanya demam kecil akibat pergantian musim,tidak perlu di khawatirkan..." ucap dokter itu
"Alhamdulillah...syukurlah dok kalau putri saya tidak kenapa-kenapa, tapi dok apa perlu di rawat inap??..." tanya April kembali
"Oh..Tidak perlu bu...Nanti saya akan resepkan obat penurun panas dan antibiotik serta memberikan vitamin juga...." jelas dokter itu
"Baik dok..terima kasih..."
April pun lega mendengar nya dan setelah selesai dari rumah sakit dia pun kembali pulang ke rumah. Sesampainya dirumah ia pun segera memberikan obat penurun panasnya itu.
"Bunda.... Nia kangen main sama bunda...." tanya Nia yang kini tengah berada di pelukan April
"Nia sayang.... sabar ya... insya Allah sebentar lagi bunda akan perbanyak waktu bersama nia
,tapi tidak untuk saat ini.. bunda benar-benar tidak bisa meninggalkan pekerjaan bunda...."
"Tapi bunda tiap hari kerja terus sampai malem..biasanya sore bunda sudah dirumah..."
"Sayang.... kamu tau kan kalau papa, dan kakek sedang tidak ada disini mereka sedang banyak masalah sayang...jadi bunda yang harus menjaga pekerjaan kakek sekarang... jadi..Nia sabar ya... nanti kalau papa dan kakek sudah pulang bunda janji kita akan berlibur yaa...."
"Beneran bunda...."
"Bener dong... sekarang Nia tidur ya... nanti bunda sholawatin biar Nia mimpi indah ya... "
Aghnia pun menurut dan memejamkan matanya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hai Readers.... terima kasih sudah mampir di Karya perdana ku.... jangan lupa Like dan komen ya Readers.....
...🍃Happy Reading 🍃...
...----------------...