
Melupakan adalah keterpaksaan yang harus dilakukan demi diri kita. Jangan menatap masa lalu dengan berduka, ia tak akan kembali lagi.
Hadapilah masa sekarang dengan bijaksana dan sambut lah bayangan masa depan dengan tanpa keraguan dan dengan disertai keteguhan hati,
Mari lupakan kelam dan serius menatap masa depan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari yang masih gelap matahari pun masih belum menampakkan diri, namun April bangun dari tidurnya kala alarm dari handphone miliknya menyala, dia pun mematikan alarmnya dan menatap jam di dinding kamar hotel itu masih menunjukan pukul 04.00 pagi hari, dia pun bergegas ke kamar mandi untuk mensucikan diri dari pertempuran yang semalam ia lakukan bersama sang suami.
Usai membersihkan diri dia pun keluar dan menunaikan sholat shubuh, setelah selesai dia pun memanjatkan doa kepada Tuhan, dia merasa bersyukur bisa memberikan hak kepada suaminya tanpa bayang-bayan masa lalu nya.
"Ya Allah.. Ampunilah segala dosa-dosa almarhum bang Yusuf, tempat kan lah bliau disisimu, serta terima kasih ya Allah hari ini hamba bisa memberikan hak kepada suami hamba yang ke dua, ampunilah hamba ya Allah apabila hamba banyak meminta, tolong bukakanlah pintu hati kami agar kami dapat mengisi satu sama lain di dalam hati, semoga pernikahan kami penuh keberkahan, Aamiin..." panjat doa April dalam hati, ia pun meneteskan air matanya.
Setelah ia selesai memanjat kan doa ia pun bangkit dari duduknya dan melepaskan mukena , tapi ia di kagetkan dengan kehadiran suaminya yang sudah berdiri sedari tadi di belakangnya.
"Eh.. mas..." sapa April malu-malu
Oemar pun membalas dengan senyuman, dia sangat gemas melihat wajah istrinya yang merona itu, ia pun menunaikan sholatnya.
Setelah selesai Oemar pun melihat istrinya, rupanya dia kembali tertidur diatas sofa sambil menyalakan tv, dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat istrinya itu.
"Hey.. kamu mau tidur lagi hem..."ucap Oemar yang menghampiri istrinya itu,
"He'em mas.. aku masih ngantuk banget ini tuh gara kamu tuh, dari semalam aku bilang udah..udah.. tapi kamu gak mau berhenti..." keluhnya sambil matanya tetap terpejam
Oemar semakin gemas melihatnya dia pun berangsur tiduran dibelakang istrinya, dengan secepat kilat ia pun memeluk April dari belakang,
"Aaaaa...." teriak April pada suaminya yang tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang
"Ssuuttt...." bisiknya,ia pun menempelkan kepalanya ke ceruk leher istrinya " dingin nih, enak kalo di angetin..." ucapnya
Hembusan nafas Oemar yang begitu dekat membuat tubuh April meremang,
"Massss aku masih ngantuk ih, yuk kita pulang, aku kangen Aghnia dan juga aku harus kerja mas...." pinta April
" Aghnia ada mama dan papa dirumah, kerjaan gak usah dipikirin kan bosnya papa ini, udah... kita jalanin aja waktu bersama kita ini, agar kita bisa semakin dekat..." ucap Oemar sambil *******-***** bukit kembar favoritnya dari belakang.
" Tapi mass... capek ih..."
"Nolak dosa loh sayang...." jawab Oemar penuh hasrat
deg
"Sayang...." ucap April dalam hati
Oemar yang tak sabar dengan hasratnya ia pun terus bergerilya kesana sini, membuat lamunan April ambyarrr seketika, dia pun terbawa suasana yang di mainkan suaminya.
April pun membalikkan tubuhnya dan mengecup suaminya , Oeamar pun menyambut kecupan itu dan meraih tengkuk istrinya ia pun melahap habis bibir manis istrinya itu, perlahan Oemar membuka pakaian April ,ia pun melancarkan setiap hasratnya dan memulai kembali pertempurannya dengan istrinya, tanpa ba bi bu Oemar pun menerjang sang istri di atas sofa dan sedetik kemudian kamar yang dingin di pagi hari itu pun berubah menjadi pagi yang panas menggelora bagi pasangan suami istri itu.
Entah karena apa mereka melakukannya , bukan cinta,kebutuhan atau apapun, mereka hanya berfikir melakukannya dengan naluri saja, yah.. prinsip mereka saat ini jalani saja dan nikmatilah....
------------
Pagi ini di kantor pusat sedang sibuk, terlihat para karyawan kesana kemari sambil membawa berkas, Devan yang sibuk meeting di luar mengganti kan April sedangkan Salsa dan Frans begitu sibuk dengan tumpukkan berkas di meja mereka.
Disela-sela kesibukkan nya Salsa masih sempat melempar obrolan dengan Frans .
"Eh ..Frans ..gimana April ada ngasih kabar nggak..."tanya Salsa yang terus menatap layar di depannya
"Boro-boro ngasih kabar dia belum ngaktifin hp nya ..." balasnya
" Sama...liat aja ntr kalo dia udah masuk pengen gue introgasi aja tuh..." Kesalnya
"Ho'oh.. liat ja ntr, sekarang kerjain dulu nih tugas menumpuk..."ujar Frans menutup percakapan mereka.
Sedangkan Devan yang tengah selesai meeting ia hendak kembali ke kantor namun tiba-tiba dia melihat sosok perempuan yang berada di pinggir trotoar dengan sepeda motornya yang sudah penyok, dia tengah di kerumuni para warga setempat, beruntung gadis itu selamat, Devan pun menghentikan motornya dan melihat keadaan pengendara itu, saat melihat dari dekat ternyata gadis itu adalah Karin.
"Hey..kamu karin kan, kamu gak apa-apa..."tanya Devan yang melihat keadaan Karin sangat mengenaskan, dengan pakaian nya yang sudah kotor dan agak robek sebelah bahunya, dia pun melepaskan jaketnya dan memakai kan pada Karin, Karin pun terharu dengan tindakan Devan itu, dadanya pun berdetak kencang dengan sendirinya tanpa ada yang menyuruh.
Berbeda dengan Devan yang tampak santai namun sedikit khawatir dengan keadaan Karin saat ini,
"Apa kamu baik-baik saja..." tanya Devan lagi
" Aku baik-baik saja..." Jawab Karin sambil meminum air mineral yang sudah diberikan kepadanya.
"Kenapa kamu bisa seperti ini...."
"Aku tadi lagi buru-buru mau meeting ,karena macet terus aku bawa kendaraannya rekan sekantor ku, tapi karena aku tidak terlalu lancar memakainya jadilah seperti ini mencium trotoar..." Karin pun menjelaskannya dengan perasaan malu.
" Lah...uda tahu nggak bisa naek sepeda masih maksa aja..." ucap Devan menasehati "Ya udah yuk kita ke rumah sakit ,gue anterin..." tawar Devan
"ehm.. gak usah deh Van, kalo mau nganterin bisa minta tolong anterin gue pulang ke rumah, luka nya gak dalem tapi perih aja sih.... "
" Yakin loe mau pulang..."
"Iyaa..."
Setelah perbincangan Devan dengan warga akhirnya mereka pun membubarkan diri dan Devan pun membawa Karin menaiki sepeda nya, awalnya karin ragu karena dengan kejadian tadi dia merasa trauma ,namun karena Devan meyakinkan nya akhirnya Karin pun mau menaiki motor Devan.
Devan yang tak pernah tau Karin anak siapa kini dia mengerti bahwa Karin anak horang kaya.
"Lho.lhoo..lhoo anak mama kenapa...."ucap diva saat menyambut kedatangan Karin , dia begitu histeris saat melihat putri nya di bopong seorang pria karena terluka ,
"Maaf tante tadi saya ketemu Karin dijalan dia habis jatuh dari motor tante..."
"Ya Allah...kamu kan bawa mobil kenapa jatohnya dari motor, harusnya kalo jatuh ya dari mobil lah kok dari motor..." Celutuk Diva
"Ih..mamah ngedoain Karin jatoh dari mobil juga ya..." jawab Karin kesal pada emaknya yang asal aja kalo ngejeplak
"Ih..bukannya gitu, kamu kan-... " uapnya terhenti
" Udah mah Karin sakit nih, kasian Devan dari tadi bopong karin kan berat , nanti karin ceritain deh sedetail-detailnya...."
"Oh..iya mamah lupa nak.. ayo-ayo masuk nak, taruh di ruang keluarga aja ya biar di obatin dulu...."
Devan pun menuruti perintah Diva , setelah dia menaruh tubuh Karin di sofa ruang keluarga dia pun duduk disampingnya, tak lama Karin pun di obati oleh para asisten dirumahnya.
Disela-sela pengobatan Karin Devan pun menanyakanperihal Karin,
"Ehm..kamu anaknya pak Hendro..."tanya Deran hati-hati
"Ehm.. iya Van, kok kamu tau..."
"Iya dulu aku pernah diajak kesini sama pak Hondoko sewaktu pak Hendro sakit untuk minta tanda-tangan bliau, terus di depan juga aku liat banyak fotonya pak Hendro ..." tuturnya
Setelah lama berbincang dan Karin pun selesai di obati Devan pun hendak pamit pulang, karena dia masih di jam kantor, namun Diva melarang Devan cepat pualng, dia ingin Devan lebih lama dirumahnya, (maklum lah yah jiwa emak-emak ngarep mantu keluar lagi🤣🤣🤣).
Karena Diva sudah tau dari putrinya barusan bahwa Devan adalah bawahan dari suaminya itu, dia pun menelfon sang suami untuk membiarkan Devan lebih lama disini sebagai ucapan terima kasih karena sudah menolong putrinya.
Melihat Karin sudah di obati , Diva pun menyuruh putrinya untuk berganti pakaian dan menyuruh Devan untuk makan siang di rumah nya, karena memang sedari tadi dia belum makan dia pun menerim ajakan Diva, saat hendak berdiri tiba-tiba dia melihat foto pernikahan berukuran besar, yaa.. foto Oemar saat menikah hanya foto itu satu-satunya yang terpajang di ruang keluarga.
"Ehm... Rin apa itu foto pernikahan kakak kamu yang biasanya datang ke kantor kan..."tanya Devan
Karin pun terkejut saat Devan melihat foto itu.
"Eemm..i-iya..." jawab Karin gugup, pasalnya dia tahu dari April bahwa para sahabatnya belum tahu tentang pernikahannya.
"Ohw... itu istrinya yang pertama ya, wajah nya kayak familiar banget..."
"I-i-itu...- " jawabnya terhenti kala di potong oleh sang mama
"Ohw iti fotonya anak sulung tante dengan menantu kesayangan tante, itu istri keduanya, cantik kan..." jawab Diva bangga
"Iya tan cantik, ohw istri ke dua ya tan, tapi bukannya statusnya masih duda ya tan, maaf tan soalnya di kantor banyak yang nge idolain pak Oemar katanya Duren kantor..."
"Iya.. memang belum di publikasikan pernikahan mereka, soalnya masih baru juga baru aja beberapa bulan...." jelas Diva
"Ohw.. gitu ya tan, wajah istrinya cantik tan tapi kayak familiar gitu saya liatnya hehehhe.. maaf tan..."jawab Devan tak enak
"Iya memang menantu tante itu cantik, sholihah,pekerja keras dan pintar, kamu tahu...dia juga bekerja di kantor papanya Karin...."
" Ehm.. mah..." ucap karin memnaggil sang mama hendak memberi kode namun sang mama yang tak mengerti terus saja berbicara perihal April di hadapan Devan.
Malah Devan yang merasa Karin sedang menyembunyikan sesuatu, hingga dia pun menatap Karin, Karin yang ditatap pun menjadi ciut dan menundukkan kepalanya.
"Berati sekantor sama saya dong tan...." jawab Devan ragu
"Iya... bagian apa ya tante lupa, tapi dia cukup menonjol kok di kantor , pasti kamu juga kenal, namanya Apriliyani Samrotul Jannah...."
Jjjeedddeeerrrrrr
Devan begitu terkejut kala Diva menyebutkan nama sahabat baiknya itu, nama yang selama ini dia pikirkan karena terus banyak nya rahasia yang dia sembunyikan, kini dia mendengar rahasia besar dibalik keanehan sahabatnya.
"April..." ucap Devan lirih
"Ya dia April sudah 3 bulan dia menikah dengan putra sulung tante...."
Bagai disambar petir saat dia tahu sahabat baiknya itu telah menikah kembali, perasaan yang dia sembunyikan rapat-rapat kini dia merasa begitu sakit di dadanya, namun sebisa mungkin dia menahan semua itu, bahkan saat Diva menariknya ke meja makan Devan hanya menurut saja tanpa bicara sepatah kata pun ,Karin yang melihat reaksi Devan itu merasa aneh, dia merasa ada sesuatu yang janggal dari Devan....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hai Readers... jangan lupa like dan komen ya reader,
Dan terima Kasih sudah mampir,
🍃Happy Reading 🍃
......................