Duren & Jantik

Duren & Jantik
Siapa mengancam siapa



Di malam itu di sebuah apartemen mewah terlihat wanita cantik dan sexy yang tengah berada di sebuah ruangan kecil layaknya ruang kerja ia sedang memandangi beragam foto yang ia dapatkan dari orang suruhannya, ia begitu kesal dan meremas foto itu smabil menenggak minuman beralkohol di tangannya.


"Dasar sialan...harusnya loe gak masuk ke kehidupan Oemar, gara-gara ada loe sekarang rencana gue berantakan....aah..." ucapnya marah sambil melemparkan gelas itu ke dinding.


Ia pun meraih ponselnya dan menelfon seseorang lagi


"Cepat cari tau keberadaanya dan ikuti setiap pergerakannya, cari tahu saat di mana dia sendiri, apa kau mengerti...."teriaknya pada orang diseberang sana


"Baik nyonya akan saya laksananakan..." jawabnya


Ia pun keluar dari ruangan itu, berjalan ke arah kulkas dia hendak mengambil minum ,saat dia tengah meminum air putih di samping meja tiba-tiba sepasang tangan kekar meremas bukit kembar miliknya, dia pun tampak biasa saja dan melanjutkan minum nya saat sudah selesai dia pun berbalik dan merangkul leher pria di depannya.


"Aku ingin melakukannya lagi...."ujar pria itu sambil meremas kedua bukit kembarnya dengan kasar dan kuat.


"Au...slow.. baby ...slow...." ucapnya sambil menatapnya


" Kau tau bukan jika menginginkan nya lagi kau harus lebih banyak membayar ku...." ujarnya


"Of course... akan aku kirim lagi uang nya ke padamu..." ucapnya sambil bergerilya dan meremas bokong sintal itu.


Pria itu pun langsung melahap wanita sexy itu dengan kasar dan menggebu, mereka melakukannyabdi atas meja, setelah puas Pria itu pun menggendong wanita itu dan membawanya ke atas tempat tidur , disana mereka bertarung lagi sampai keduanya puas dan lemas.


"Thank you Bella... kau memang yang terbaik, service mu selalu memuaskanku...." ujar pria itu kepada wanita bernama Bella, yaa... dia adalah Bella Princessa sang model terkenal dan populer yang juga mantan dari istri Oemar.


Pria itu pun bangkit dari tidurnya dan meninggal kan wanita di sampingnya , sedang kan Bella dia masih meringkuk di atas tempat tidur dia merasa perih di sekujur tubuhnya dan sakit diseluruh area sensitifnya, Pria yang belakangan ini sering menidurinya tak lain adalah seorang pemimpin perusahaan majalah bisnis internasional, dia mendekatinya untuk melancarkan rencannya meski harus meniduri pria yang berkelainan psiko yang selalu kasar saat di atas ranjang.


Dia pun mengambil ponselnya dan melihat saldo di dalam rekeningnya , rasa sakit yang tadi ia rasakan kini hilang sudah berganti dengan senyuman kala melihat uang yang dikirimkan begitu banyak padanya.


"Huh.. biarlah meski dia bermain dengan kasar bahkan selalu mengikat tanganku saat melakukannya namun aku puas dengan jumlah sebanyak ini dan lagi aku tetap menjadi TOP Model di majalahnya, kali ini tunggu saja ,kalian aku rebut kembali...." ucapnya menggelegar kamar itu.


Keesokan harinya saat menjelang malam dia mendapat telfon dari orang suruhannya bahwa orang yang dia cari sedang sendirian duduk di halte jalan X.


Dia pun segera meluncur ke tempat itu.


Di dalam mobil dia melihat foto wanita berhijab itu yang tak lain adalah April , dia pun menatapnya dengan penuh kebencian.


"Kau... apa hebatnya kau kita lihat saja apakah kau akan berani menghadapiku, seorang janda yang tiba-tiba dinikahi miliarder kau pasti hanya ingin menumpang hidup padanya...."ucap nya sambil menatap foto di tangannya.


Mobil Sport yang dinaiki Bella itu pun berhenti di depan halte dimana April saat ini tengah duduk disana sambil menunggu taxi online yang dia pesan.


April pun melihat mobil hitam itu yang berhenti tepat dihadapannya dia nampak heran dan penasaran siapa gerangan orang yang berada didalamnya. .


Tak lama seorang wanita pun turun dari mobil Sport itu,dia adalah Bella yang memakai mini dres berwana silver itu terlihat **** karena menonjolkan bagian dadanya dan belakang nya, sehingga membuat siapa saja yang melihatnya menjadi penuh hasrat.


"Siapa dia..kayaknya pernah liat tapi gak kenal juga..." gumam April dalam hati


Bella pun menghampiri April dan menatapnya lekat-lekat, dia pun menjulurkan tangannya yang disambut oleh April.


"Haaii.. kenalkan saya Bella princessa, seorang model internasional yang terkenal..." ucap Bella memperkenalkan diri .


"Oh..hai juga..." jawab April canggung pasalnya dia tak mengenal siapa wanita ini


Bella pun menatap April sinis dari bawah sampai atas April yang risih pun bertanya padanya


"Ehm..maaf ada yang salah kah dengan saya, dan mbak nya ini siapa ya..."


"Well..well..well... loe gak pernah lihat tv atau majalah... sehingga loe gak ngenalin gue sang model terkenal dan sexy..." ucapnya sombong


"heheheh ..enggak..." jawab April menggeleng kan kepalanya.


"Dasar kau memang gadis kampungan ,oh ya kau istrinya Oemar kan..." tanya nya sinis


April pun terkejut ,wanita itu mengetahuinya pasalnya tak ada yang mengetahui selain keluarga, tapi bagiamana dia bisa mengetahuinya.


"Ehm.. yaa memangnya kenapa dan apakah kita saling kenal..." jawab April


"Yaa.. kenalkan saya juga adalah mantan istri Oemar, wanita yang sangat dicintainya...." jawabnya sombong


deegg...


April pun kaget mendengarnya


"Ohw..jadi ini mantan istrinya mas Oemar, cantik dan sexy..." ucapnya dalam hati


"Ohw... iya mbak ada apa ya menemui saya..." tanya April


"Gak penting juga gue nemuin loe, tapi penasaran aja kayak apa sih istri nya sekarang dan ternyata seleranya Oemar turun drastis, hahahahahah...benar-benar kampungan dan tak selevel...."jawabnya mengejek


"Maaf ya mbak saya gak kenal anda, dan tiba-tiba anda datang lalu menghina saya, memangnya anda pikir siapa berani menghina saya, di mata Tuhan kita semua sama gk ada yang namanya per level an...." Jawab April tegas.


"Ohw...woow.. perempuan tegas rupanya, heh.. kampungan asal loe tau ya.. loe itu hanya sementara di rumah itu, cepat atau lambat loe akan terbuang karena gue gak akan ngebiarin loe lama-lama disana...." ancamnya


"Ohw.. jadi mbak mau mengancam dan menantang saya ya... Kita lihat aja nanti siapa yang lebih pantas disana, asal mbak tau ya keluarga yang dulu mbak tinggalkan itu sampai sekarang masih membenci wanita seperti anda yang tega membuang berlian dengan mudahnya..." tukas April


Bella pun tak dapat berkata apa-apa lagi dia begitu kesal dengan April ternyata dia bukan perempuan yang cengeng dia malah berbalik menantangnya, karena dia begitu kesal dia pun pergi meninggalkan April, sedangkan April melihat taxi online nya sudah tiba dia pun bergegas pulang, selama di dalam taxi April hanya melamun dan memikirkan kejadian hari ini.


"Ya Allah..kenapa sih.. hari ini begitu kelabu banget, mulai dari temen-teman yang pada marah , barusan malah ketemu sama nenek lampir, bener kata Karin dia tuh emang nenek lampir..." gumam April penuh emosi, pasalnya dia begitu stresss hari ini ditambah lagi kedatangan Bella yang membuat nya semakin pusing.


Sementara itu Salsa yang sudah sampai dirumah sejak tadi dia pun sedang makan malam dia nampak memikirkan sesuatu seperti ada yang tertinggal tapi tak tahu apa.


"Mungkin ini karena perasaan aku aja yang kecewa sama April..." ucap nya dalam hati, dia pun berlalu meninggalkan meja makan tanpa menghabiskan maknnya, dia malah menelfon Frans dan Devan ,


"Hai.. gimana menurut loe soal April, gue kok kagak enak sih uda marahin dia tadi..."ujar Salsa pada kedua sahabatnya itu


"Iya nih.. gue gak tega, oh ya Sal loe tadi tetep nganterin dia pulang kan... "Tanya Frans padanya


"Pulang.. enggak lah kan ada Devan..."


Devan pun termenung


"Gue kagak nganterin April pulang lhoo..." jawab Devan pada mereka


"Lhoo.. terus dia pulang sama siapa..." tanya Salsa


"Gue tadi marah banget sama April jadi gue juga pulang gak kepikiran soal gimana April pulang, lah Van loe kagak anterin dia..." ujar Salsa balik bertanya


"Gue tadi langsung masuk rumah, gak tau kalo April nggak bawa kendaraan..."


"Ya ampun..berati dia pulang sendirian dong kan udah malem... kalo kenapa-napa gimana coba bisa abis kita sama pak Dirut..." ujar Salsa


"Mampusss... deh, gue cari dia dulu ya..."ujar Devan dan langsung mematikan vidio group nya.


Devan pun mengendarai motornya dan menyisir jalanan disekitar rumahnya namun tak ada jejak April disana , hingga Devan sudah mencapai taman kota, dia bingung hendak menelfon April namun ia begitu kecewa tapi jika tak menelfon ia begitu khawatir padanya, apakah dia baik-baik saja apa tidak.....


Saat Karin hendak pulang dia melewati taman kota , tak sengaja netra nya pun menangkap sosok Pria yang ia kenali, ia melihat Devan yang tengah duduk ditaman itu, terlihat dari raut wajahnya bahwa Devan tengah gelisah.


Karin pun turun dari mobilnya dan menghamipiri Devan


"Hai Van...." sapa Karin padanya


Devan pun menoleh dan tersenyum kala melihat Karin


"Eh..hai..."


"Kamu ngapain disini..."


"Ehm...a-aku..." Devan pun tak tahu harus menjawab apa


Karin pun mengerti bahwa Devan sedang gelisah, dia segera duduk disamping Devan


"Baiklah... apa ada masalah...seorang pria duduk ditaman sendirian sambil melamun, kau lihat disana banyak muda mudi yang berpasangan, tapi kau malah melamun disini..ada apa heem..." tanya Karin padanya


"Sebenarnya tadi........."Devan pun menceritakan flash back kejadian sore tadi di rumahnya dan Karin pun mengerti situasinya saat ini.


"Baiklah kalo gitu biar aku telfon April dulu oke..." jawabnya sambil memanggil nomor April pada ponselnya


tut..tut..tut..


"Hallo Pril kamu lagi dimana, udah pulang belum..."


"Aku udah pulang dari tadi Rin, ini lagi mau nidurin Nia ..." jawab April


"Ok kalo gitu assalamualaikum..."


"waalaikumsalam..."


Karin pun mengakhiri panggilannya


"Tuh..April dah dirumah lhoo..." ucap Karin pada Devan


"Thanks ya Rin uda bantuin aku..."jawabnya


"Its..oke...oh ya..kenapa kamu begitu kecewa padanya,..."


Belum sempat Devan menjawab pertanyaan Karin tiba-tiba ponselnya terjatuh , Karin pun reflek mengambil handphonenya, karena tak dikunci Hp nya pun tergeser oleh jari Karin sehingga tak sengaja menekan Galeri di hp Devan, dan terlihatlah begitu banyak foto April di sana, sehingga Karin pun terkejut melihatnya.


"I.i..ini..bukannya foto April.."tanya Karin pada Devan, dia pun segera mengambil Hp miliknya dan menyimpannya di dalam saku,


"Jadii..ini alasan kamu begitu marah,dan kecewa pada April..."tanya Karin padanya


"Se-sebenarnya...ya aku mengaguminya sedari dulu tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaan ku padanya, karena sejujurnya aku pun tak tahu dengan perasaan ku ini aku bingung...."ucap Devan kembali gelisah


"Aku bisa mengerti Van jika kamu menyukai dan mengagumi April, dia begitu cantiik,baik dan penyayang, laki-laki mana yang tak menyukainya, tapi Van saat ini April sudah menikah tak bisakah kah kau untuk mengikhlaskannya..."


"Apa yang harus aku ikhlaskan Rin bahkan tak satu pun dari para sahabtku mengetahuinya aku hanya dapat menyimpan perasaan ku ini, aku tak tahu perasaan ku ini seperti apa, aku dulu mengenalnya saat dia mulai merantau di kota ini, aku melihat deritanya dan aku merasa dia seperti kakaku yang juga kehilangan suaminya, jadi aku begitu introved padanya, hingga saat ini..."


"Kalau begitu jauh lebih baik kau untuk melupakannya perlahan, dengan begitu kau dapat menjadi sahabat sejatinya, entah itu kau menyukainya atau tidak faktanya sekarang dia sudah memiliki hubungan baru..." ucap Karin dengan bijak


"Yah..aku tau Rin aku bukan type orang yang akan merusak rumah tangga orang lain, tapi aku pun harus memastikan bahwa April bahagia, aku tak ingin dia mendapat kesedihan di hidupnya, aku begitu mengerti akan deritanya dulu...."


"Yaah.. aku pun pasti akan memastikan kehabagiaan April di keluarga ku karena aku tak ingin April mendapat kesulitan lagi, kau tahu Van putrinya kak Oemar dia begitu menyayangi April begitupun sebaliknya..."


"Lalu bagaimana dengan kakak mu, yang aku tahu kakak mu tak dapat melupakan masa lalunya sehingga dia tak pernah menikah kembali, banyak rumor yang mengatakan bahwa dia trauma pada wanita, tapi juga banyak yang mengatakan bahwa dia masih sangat mencintai mantan istrinya yang seorang model terkenal itu..."


" Aku bukannya mau membela kak Oemar tapi keadaanya memang saat itu mereka menikah dengan terpaksa dan mendadak, saat papa kolaps dulu dia menikahi April di rumah sakit, bahkan kak Oemar dan April baru saja dekat belakangan ini, kau tahu hubungan mereka dari 3 bulan terlihat biasa saja tak seperti pasangan suami istri.."


"Aku berharap kakak mu akan senantiasa mencintai April ,karena April adalah permata yang tak dapat dimiliki semua orang ,dengan hati dan perilakunya yang baik itu membuat siapa saja ingin memilikinya, dia begitu indah luar dan dalam..." ucap Devan sedih


"Aku tau Van perasaan saat kita mengagumi seseorang yang takbterbalas dan cinta kita menjadi bertepuk sebelah tangan..."


"Heeey.. apa kau sudah pernah mengalaminya heem..."


"Oh hoo sorry broo gue anti cinta, buat gue cinta itu bulshit ...."ucap Karin tegas


Mereka pun saling pandang dan bergurau , tanpa mereka sadari mereka menjadi saling terbuka....


\_\_\_\_\_\_\_


April yang sudah menidurkan Aghnia dia kembali ke kamarnya, saat suaminya hendak mendekatinya namun begitu cuek padanya, April menjadi pendiam malam ini, Oemar yang melihatnya pun merasa ada sesuatu yang salah...namun karena dia bukan type orang pemaksa jadi dia membiarkan April sampai dia mau menceritakannya sendiri padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hai Readers terima kasih sudah mampir jangannlupa like dan komen ya reader...


🍃Happy Reading 🍃


________